super me
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal JGR Solid Earth mengungkapkan bahwa gaya gravitasi dari Matahari dan Bulan (lunisolar) tidak hanya memicu pasang surut air laut, tetapi juga memberikan tekanan pada batuan padat di daratan Bumi. Tekanan pasang surut ini—meski relatif kecil atau setara dengan dorongan tangan manusia—dapat secara perlahan memicu pergeseran lempeng tektonik dan menimbulkan slow earthquake (gempa bumi lambat) yang melepaskan energi secara bertahap tanpa terasa di permukaan.
Para peneliti mengamati bahwa fenomena ini terjadi melalui proses resonansi, di mana interval waktu pasang surut yang bertepatan dengan ritme alami patahan lempeng dapat memperbesar dorongan gaya gesek. Efek ini menghasilkan respons bervariasi: jika tekanan amplitudonya rendah, patahan hanya bergeser perlahan secara diam-diam, namun jika tekanannya cukup tinggi, pergeseran dapat menghasilkan getaran bergemuruh. Fenomena ini telah terdeteksi pada wilayah subduksi aktif seperti Jepang bagian barat daya dan Pasifik Barat Laut (Cascadia).
Temuan ini memberikan kerangka kerja baru bagi para ilmuwan dan seismolog dalam memahami mekanisme akumulasi serta pelepasan tegangan di zona patahan aktif. Dengan menganalisis hubungan antara pola pasang surut dan getaran berfrekuensi rendah, para peneliti berharap metode ini dapat membantu pemetaan sifat gesekan patahan, sekaligus memperkaya wawasan dalam menilai potensi serta jangkauan risiko gempa megathrust di masa depan.
Sumber: CNN Indonesia
Nagoya, Jepang, Pelatih tim nasional padel Indonesia Ariant Moya Rotger menyebut keberhasilan tim putri Indonesia meraih medali perak dan perunggu pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sebagai pencapaian luar biasa yang berada di luar ekspektasi.
Pasangan Fitriani Sabatini/Fadona Kusumawati meraih medali perak, sementara pasangan Beatrice Gumulya/Novela Putria meraih medali perunggu dalam debut cabang olahraga padel di Asian Games.
"Jika seseorang mengatakan tiga bulan lalu bahwa kami akan meraih perak dan perunggu di turnamen ini, saya akan mengatakan tidak mungkin," kata Ariant di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Sabtu.
Menurut dia, keberhasilan menempatkan dua pasangan Indonesia di antara tiga tim terbaik yang menempati podium pada cabang olahraga padel Asian Games menjadi pencapaian yang sangat berarti setelah menjalani persiapan dalam waktu relatif singkat.
Ariant mengatakan persiapan mental menjadi salah satu hal yang dilakukan sebelum para pemain menghadapi pertandingan final.
Ia mengakui atmosfer yang tercipta pada pertandingan semifinal sangat luar biasa, terutama dukungan dari tuan rumah Jepang, namun situasi tersebut juga menjadi tantangan bagi para pemain Indonesia.
"Setelah semifinal, saya memikirkan pertandingan tersebut. Atmosfer yang diciptakan Jepang luar biasa. Luar biasa bagi mereka, tetapi tidak terlalu bagus bagi kami," kata dia.
Karena itu, Ariant menggelar pertemuan dengan para pemain sebelum final untuk mempersiapkan mereka menghadapi atmosfer pertandingan serta kualitas lawan yang menurut dia memiliki level permainan sangat baik.
Ia juga mengingatkan para pemain bahwa target mereka telah tercapai setelah memastikan medali, sehingga pertandingan final harus dijalani dengan menikmati pengalaman dan memberikan kemampuan terbaik.
"Saya mencoba menjelaskan apa yang akan mereka temukan di final, atmosfernya, level lawan yang sangat bagus. Target kami sudah selesai. Jadi sekarang saatnya menikmati, berkompetisi sebanyak mungkin, dan menikmati pengalaman bermain di final pertama pada Asian Games," ujarnya.
Ariant menilai latar belakang para pemain Indonesia yang sebelumnya merupakan atlet tenis turut memberikan keuntungan dalam menghadapi persaingan padel di Asia.
Menurut dia, kemampuan dasar tenis yang kuat menjadi salah satu faktor penting karena membantu para pemain beradaptasi dengan permainan padel.
"Mereka adalah pemain tenis yang bagus dan itu membuat perbedaan. Selain itu, mereka berlatih dengan baik dan keras. Mereka juga berlatih di Spanyol, jadi semua detail itu penting," kata Ariant.
Ia mengungkapkan para pemain menjalani latihan di Spanyol selama lima pekan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games. Setelah kembali ke Indonesia, program latihan dilanjutkan di Jakarta sesuai dengan rencana yang telah disusun tim pelatih.
Ariant mengatakan para pemain menjalani program latihan dengan intensitas tinggi, bahkan mencapai lima hingga tujuh jam dalam sehari.
"Latihannya sulit dan panjang. Mereka melakukan latihan yang luar biasa, meninggalkan keluarga di rumah, meninggalkan pekerjaan, dan datang ke sana untuk berlatih berjam-jam sepanjang hari," ujarnya.
Setelah Asian Games, tim nasional padel Indonesia akan kembali menghadapi agenda internasional. Ariant menyebut babak kualifikasi Piala Dunia Padel di Kuwait menjadi turnamen berikutnya yang akan diikuti Indonesia sekitar 15 hari setelah Asian Games.
Berbeda dengan Asian Games, kualifikasi Piala Dunia tersebut menggunakan format beregu dengan total delapan pemain dalam satu tim.
"Ada empat pemain lagi karena ini adalah turnamen tim. Daftarnya delapan pemain," kata Ariant.
Ia belum mengungkapkan nama empat pemain tambahan yang akan memperkuat Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia Padel dan mengatakan daftar tersebut akan diketahui pada pekan berikutnya.
Sumber: Kantor Berita Antara
Aktris Jennifer Coppen mengajak seluruh pendukung Timnas Indonesia untuk tetap optimistis dan memberikan energi positif jelang laga puncak babak final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand. Istri dari bek Skuad Garuda, Justin Hubner, ini meminta masyarakat untuk percaya pada kemampuan para pemain yang telah berjuang keras selama persiapan.
Jennifer mengungkapkan bahwa Justin Hubner bersama rekan-rekan setimnya telah menjalani porsi latihan yang sangat intensif dan maksimal demi membawa pulang trofi juara. Ia juga mengaku sangat bangga melihat semangat juang tim nasional sejauh ini, seraya menegaskan tidak ingin ada pemikiran negatif dari publik menghadapi laga krusial tersebut.
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungannya kepada sang suami, Jennifer bahkan berjanji akan memasakkan berbagai makanan favorit Justin jika ia berhasil mencetak gol di pertandingan final. Setelah laga pamungkas tersebut usai, Jennifer berencana untuk memboyong keluarganya kembali ke Eropa guna mendampingi Justin yang bertugas di klubnya, Fortuna Sittard.
Sumber: CNN Indonesia
Medan, Kepolisian Daerah Sumatera Utara mengungkap sebanyak 42 kasus dari penangkapan 44 orang tersangka kasus pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan dalam sehari.
Kepala Bidang Humas Polda Sumut Komisaris Besar Polisi Ferry Walintukan mengatakan penangkapan itu dilakukan bersama seluruh jajaran dalam kurun waktu 24 jam pada Jumat (2/10).
"Tindakan itu merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menindak tindak pidana yang meresahkan masyarakat," ujar Ferry di Medan, Sabtu.
Ia mengatakan dari pengungkapan puluhan kasus itu, di antaranya personel Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Binjai menangkap dua pria berinisial MS (39) dan FRS (37).
Keduanya ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan atas kasus pencurian di toko, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Satria, Kecamatan Binjai Kota, yang mengakibatkan korban mengalami kerugian sekitar Rp157,65 juta.
Dalam kasus tersebut, sejumlah barang dilaporkan hilang, seperti sepatu, pakaian, printer, stabiliser, televisi, perangkat pendingin ruangan, baterai genset, mesin pompa air, dan DVR.
Pengungkapan kasus tersebut juga menunjukkan komitmen jajaran Polda Sumut dalam menangani tindak pidana sekaligus mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, Kabid Humas mengatakan tersebut juga melakukan kegiatan preventif melalui peningkatan patroli dan kehadiran personel di tengah masyarakat.
Kegiatan patroli di sejumlah wilayah sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat mencegah terjadinya tindak pidana sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat," ucapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya tindak pidana.
"Partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Jika menemukan atau mengetahui adanya tindak pidana, segera laporkan kepada kepolisian sehingga dapat ditindaklanjuti," ucapnya.
Sumber: Kantor Berita Antara
Rusia melancarkan serangan drone yang menghantam sejumlah jembatan utama di Ukraina, termasuk Jembatan Pivnichnyi di Kyiv, selama beberapa hari berturut-turut. Serangan yang menyebabkan sedikitnya dua orang terluka dan mengakibatkan kerusakan parah berupa lubang besar di tengah jalur lalu lintas tersebut terjadi bertepatan dengan kunjungan mendadak Kanselir Jerman, Friedrich Merz, ke ibu kota Ukraina.
Kunjungan Merz pada akhir pekan lalu dilakukan untuk bertemu langsung dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sempat meletakkan karangan bunga bersama untuk menghormati para prajurit Ukraina yang gugur dalam pertempuran. Kunjungan ini juga menghasilkan kesepakatan paket bantuan militer dan energi baru senilai lebih dari 1,3 miliar euro dari Jerman guna memperkuat pertahanan serta sektor energi Ukraina menjelang musim dingin.
Aksi militer Rusia ini dilancarkan tak lama setelah Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan peringatan pada Sabtu lalu agar warga negara asing dan diplomat segera meninggalkan Kyiv. Meski ancaman bahaya meningkat, Duta Besar Uni Eropa dan Duta Besar Jerman menolak imbauan tersebut dan menegaskan komitmen mereka untuk tetap bertahan di Kyiv guna memberikan dukungan penuh kepada Ukraina.
Sumber: CNN Indonesia
Jakarta, Polda Metro Jaya mengerahkan personel pengamanan yang ditempatkan sesuai kebutuhan dan karakter di 59 kegiatan masyarakat yang terdata berlangsung di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya pada Senin.
Dari puluhan agenda tersebut, sebanyak 47 di antaranya merupakan aksi penyampaian pendapat di muka umum, sedangkan 12 lainnya merupakan kegiatan masyarakat umum, termasuk pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
“Polri hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi. Kami juga menyiapkan pengamanan untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pertandingan sepak bola di GBK, agar seluruh aktivitas dapat berlangsung tertib dan saling menghormati,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto di Jakarta, Senin.
Budi mengonfirmasi penempatan personel difokuskan pada titik penyampaian aspirasi, lokasi kegiatan massa, hingga kawasan yang membutuhkan penanganan lalu lintas.
Ia memaparkan bahwa petugas mengedepankan pendekatan dialogis, persuasif, dan humanis saat mengawal aksi penyampaian pendapat di muka umum.
Sementara itu, untuk penanganan kegiatan massa seperti pertandingan sepak bola, pengamanan dan pengaturan lalu lintas diterapkan secara situasional guna mendukung mobilitas penonton dan kelancaran acara.
Polda Metro Jaya mengimbau para peserta aksi untuk menjaga ketertiban serta fasilitas umum.
Kepolisian juga mengajak seluruh suporter untuk mendukung Tim Garuda secara sportif agar iklim keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga.
Polda Metro Jaya menerjunkan 3.983 personel gabungan yang terdiri atas 3.219 personel Polri, 255 personel TNI, 109 personel Pemda DKI Jakarta, dan 400 personel pengamanan dalam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan selain mengawal jalannya penyampaian aspirasi di lokasi aksi dan jalur pergerakan massa, kepolisian juga menyiapkan langkah pengaturan arus lalu lintas secara fleksibel.
"Rekayasa jalan diterapkan secara situasional agar hak warga untuk menyampaikan pendapat dan hak mobilitas pengguna jalan lainnya dapat berjalan seimbang," ucapnya.
Sumber: Kantor Berita Antara
Natuna, 1 Oktober 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau memperkuat akses pembiayaan dan literasi keuangan pelaku sektor perikanan di Kabupaten Natuna melalui kegiatan Literasi dan Business Matching Produk Keuangan Sektor Perikanan. Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku usaha perikanan dengan industri jasa keuangan untuk mendorong akses terhadap produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Kegiatan yang diselenggarakan di Kabupaten Natuna, Rabu (30/9), dihadiri Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Natuna Khaidir, serta Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Natuna Dedy Damhudy. Sekitar 100 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang terdiri atas offtaker, pengepul, nelayan tangkap, nelayan budidaya, pelaku pengolahan hasil perikanan, dan penyuluh perikanan.
Kegiatan juga melibatkan perwakilan perbankan dan lembaga jasa keuangan nonbank yang beroperasi di Kabupaten Natuna. Perkuat Ekosistem Keuangan Sektor Perikanan Sinar Danandjaya menyampaikan bahwa penguatan sektor perikanan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, regulator, pelaku usaha, dan industri jasa keuangan agar potensi ekonomi daerah dapat berkembang secara berkelanjutan. “Potensi sektor perikanan Natuna perlu didukung dengan literasi keuangan yang baik dan akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan industri jasa keuangan menjadi penting untuk memperkuat ekosistem perikanan Natuna,” ujar Sinar Danandjaya. Sinar menambahkan bahwa peningkatan literasi keuangan perlu berjalan seiring dengan perluasan akses keuangan. Pelaku usaha perlu memahami kemampuan keuangannya, manfaat dan biaya produk keuangan, risiko, serta kewajiban sebelum memilih dan memanfaatkan produk atau layanan keuangan.
Upaya tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kesiapan pelaku usaha sektor perikanan agar semakin bankable sehingga memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengakses pembiayaan formal untuk modal kerja maupun pengembangan usaha. Tingkatkan Literasi dan Kewaspadaan Keuangan Dalam kegiatan literasi keuangan, OJK memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, baik untuk kebutuhan pribadi maupun kegiatan usaha. Materi mencakup pengaturan alokasi pendapatan, persiapan dana darurat, pengelolaan utang secara bijak, investasi, serta persiapan keuangan untuk masa depan. OJK juga mengingatkan peserta agar meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal dan berbagai modus penipuan di sektor keuangan. Masyarakat perlu memastikan legalitas produk dan layanan keuangan melalui kanal resmi serta menjaga data pribadi dan informasi rahasia agar tidak disalahgunakan. Perluas Akses Pembiayaan melalui Business Matching Kegiatan juga dirangkaikan dengan business matching yang mempertemukan pelaku sektor perikanan dengan perbankan dan lembaga jasa keuangan nonbank di Kabupaten Natuna.
Melalui forum tersebut, pelaku usaha dapat menyampaikan kebutuhan pembiayaan sekaligus memperoleh informasi mengenai produk dan layanan keuangan yang tersedia. Pertemuan ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan sumber pembiayaan formal yang sesuai, baik untuk modal kerja maupun pengembangan usaha. Peserta juga memperoleh informasi mengenai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta program pembiayaan subsidi margin nol persen yang diberikan Pemerintah Kabupaten Natuna dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Bank Pembangunan Daerah. Potensi Perikanan Natuna Berorientasi Pasar Ekspor Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Natuna Dedy Damhudy menyampaikan apresiasi atas inisiatif OJK dalam mempertemukan pelaku sektor perikanan dengan industri jasa keuangan. “Dinas Perikanan Kabupaten Natuna menyampaikan apresiasi kepada OJK yang telah menginisiasi kegiatan ini.
Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus dilanjutkan karena sektor perikanan memiliki potensi besar dan membutuhkan dukungan berbagai pihak, khususnya dalam akses pembiayaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha,” ujar Dedy. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Natuna memiliki sekitar 10.347 nelayan dengan produksi perikanan mencapai 72.394 ton. Produksi perikanan budidaya tercatat sebesar 1.264 ton, sedangkan hasil olahan perikanan mencapai 446,97 ton. Sejumlah komoditas perikanan Natuna juga telah berorientasi pada pasar ekspor, antara lain ikan kerapu, lobster, dan ikan Napoleon. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya ruang pengembangan sektor perikanan Natuna, baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun memperluas pasar produk perikanan. OJK Tinjau Langsung Potensi Usaha Perikanan Natuna Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, OJK Provinsi Kepulauan Riau melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi usaha sektor perikanan di Kabupaten Natuna. Kunjungan mencakup lokasi budidaya ikan laut, budidaya ikan tawar, serta lokasi offtaker nelayan tangkap.
Kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung kepada OJK mengenai karakteristik usaha, proses bisnis, kebutuhan pembiayaan, dan berbagai tantangan yang dihadapi pelaku sektor perikanan. Informasi dari lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi OJK bersama Pemerintah Kabupaten Natuna dan industri jasa keuangan untuk mengembangkan akses pembiayaan yang semakin sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pelaku usaha sektor perikanan. Perkuat Kolaborasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Natuna Kegiatan literasi keuangan dan business matching sektor perikanan menjadi bagian dari upaya OJK memperkuat ekosistem keuangan untuk mendukung sektor produktif di Kabupaten Natuna. OJK akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Natuna, Dinas Perikanan, industri perbankan dan nonbank, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan literasi keuangan, dan mendukung pengembangan sektor perikanan. Melalui kolaborasi tersebut, OJK mendorong pelaku sektor perikanan Natuna agar semakin siap memanfaatkan layanan keuangan formal secara tepat, sehingga kapasitas usaha dan daya saing sektor perikanan dapat terus berkembang serta memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Siang itu udara tampak redup , partikel asap masih menyelimuti kota Batam, dari luar Worshop Perrio Batik tampak sepi,pintu dan jendelanya tertutup rapat. Tiba – tiba muncul sosok perempuan membukakan pintu, dia adalah bu Ida istri pak Toto langsung mempersilakan saya masuk (Rabu 30/September/2026). Saat memasuki ruang workshop Perrio batik untuk pertama kalinya seketika pandangan saya terpesona dengan koleksi puluhan kain batik yang tersusun rapih dengan warna warna yang indah berada sebelah kanan ruangan , di tengah ada lemari kecil tempat menyimpan aneka mini poch, tas wanita yang semuanya dikombinasikan dengan aneka perca batik , paling bawah terdapat canting cap yaitu cetakan atau alat stempel yang digunakan untuk membuat motif dalam membatik , terbuat dari lempengan tembaga atau kuningan tipis yang dibentuk menjadi pola atau motif tertentu. Fungsinya Sebagai pengganti canting tulis untuk mencetak cairan malam (lilin batik) ke permukaan kain secara berulang dan cepat, lalu sebelah kiri tergantung kain polos yang siap disulap menjadi kain batik cantik dan paling pojok ada meja kecil untuk alas pembuatan batik cap.
Nampak lelaki paruh baya tengah bersiap – siap akan membuat batik cap, kain berwarna biru polos sudah dibentang diatas meja, dengan gesitnya tangannya mulai bekerja. ”Proses pembuatan batik cap hanya membutuhkan waktu sebentar saja,berbeda dengan pembuatan batik tulis , semakin rumit motifnya otomatis akan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengerjaanya, bisa satu bahkan dua mingguan, apabila menggunakan canting tulis kecil, motifnya rumit sehingga membuat gerakan tangan kita semakin pelan dan harus teliti,”pak Sudianto yang akrab dipanggil Toto membuka obrolan siang itu.
Berada dikawasan komplek perumahan Taman Marchelia Blok C No. 124, Kelurahan Taman Baloi, lokasinya mudah dijangkau . Perrio Batik adalah usaha batik asal Batam Kepulauan Riau, yang didirikan oleh pak Sudianto pada tahun 2019. Pria satu putra kelahiran Jepara Jawa Tengah 54 tahun lalu ini lulusan ISI – Institut Seni Indonesia tahun1999 . “Waktu itu modal saya hanya Rp10.000.000,- sudah bisa membeli perlengkapan untuk membatik”,lanjut pak Toto.
Usaha ini mengangkat kearifan lokal budaya Kepulauan Riau menjadi karya batik modern yang elegan dan bernilai seni tinggi. Ada motif Gonggong yang terinspirasi dari siput laut khas Kepulauan Riau, motif Ikan Marlin dan juga motif yang paling banyak peminatnya yaitu Jembatan Barelang & Rumput Laut menampilkan ikon kebanggaan Kota Batam. ” Seperti kata pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, ujar pak Toto saat ditanya kenapa memilih motif Melayu. Saya akan terus menggali potensi – potensi yang ada di Bumi Melayu dan kepulauan Riau.
Perrio Batik adalah salah satu UMKM binaan BI Kepri sejak berdiri thn 2019, ini adalah program pemberdayaan Bank Indonesia untuk membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah naik kelas, go digital, dan go ekspor. Dukungan Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau (BI Kepri) kemudian menjadi salah satu bagian dalam pengembangan kapasitas usaha.
“Menjadi bagian dari binaan BI Kepri, tentunya bangga sekali, diajak serta dalam berbagai pelatihan dengan mendatangkan mentor dari Jakarta, diikutsertakan dalam berbagai event BI Kepri”,jelas pak Toto. Seperti beberapa Minggu yang lalu Perrio Batak juga ikut meramaikan gelaran GMP – Gebyar Melayu pesisir yang sukses digelar di K-Square Mall dari tanggal 14-20 September 2026 lalu dengan tema : “Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”, dengan adanya binaan dari Bank Indonesia Kepulauan Kepri
“ Tahun ini GMP 2026 Bank Indonesia Kepulauan Riau membawa konsep sustainability (berkelanjutan), kita bisa melihat dunia wastra saat ini arahnya sudah ke berlanjutan pelan – pelan kita bisa memenuhi kebutuhan wastra sampai ke luar negeri. Sehingga lambat laun UMKM kita khususnya wastra akan naik kelas/Go Internasional”, ujar Adik Afrinaldi kepala tim implementasi kekda Bank Indonesia kepulauan Riau pada hari Minggu 20/September/2026 di sela – sela acara Fun Charity GMP 2026 Bank Indonesia Kepulauan Riau.
Seiring perkembangan teknologi dan informasi, efisiensi dan kecepatan menjadi hal yang utama. Seperti dengan hadirnya sistem atau alat pembayaran non tunai. Kemajuan teknologi memungkinkan transaksi keuangan tak lagi dilakukan secara cash alias menggunakan alat pembayaran non tunai. ” Menurut saya dengan adanya pembayaran non tunai dan menggunakan QRIS sangat menguntungkan lebih cepat,simple dan mudah diakses”ujar pak Toto. Berbelanja dimananpun kita tidak perlu lagi membawa uang cash,cukup scan barcode.
Hari semakin sore, tetapi obrolan kami semakin menarik . Apalagi melihat pak Toto yang mulai memegang canting tulis , mulai menorehkan cairan lilin malam panas menggunakan canting pada garis pola luar kain dengan tahapan tradisional yang panjang dan teliti. Hasilnya terlihat rapih dan ada rasa puas dari raut muka pak Toto. “Sampai sekarang belum ada yang pandai membuat batik tulis yang memenuhi standarnya Perrio Batik,kami belum menemukan penerusnya, ”ujarnya.
Harga kain Perrio batik sangat bervariasi dengan ukuran 2 meter – 2,5 meter dipatok mulai Rp180.000,- Rp2.500.000.000,- tergantung motif. Semakin rumit motifnya semakin tinggi juga harganya. Bagi para pengrajin, cara kerja manual tersebut menjadi bagian dari karakter produk. Semakin detail prosesnya, semakin besar pula keterampilan yang dibutuhkan. “Strategi pemasarannya pun sepenuhnya memanfaatkan media social, dan ada juga di beberapa galeri dan Dekranasda,”jelas bu Ida.
Melalui goresan tangan pak Toto semoga karya –karya Periio Batik semakin bersinar di Kota Batam ,kepulauan Riau dan mendunia.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis , secara tahunan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri pada September 2026 mengalami inflasi sebesar 3,49% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 3,87 % (yoy). Inflasi tahunan terutama didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan dengan andil sebesar 0,44% (yoy), angkutan udara sebesar 0,30% (yoy), bensin sebesar 0,27% (yoy), nasi dengan lauk sebesar 0,26% (yoy), serta beras sebesar 0,18% (yoy). Besarnya andil pada sejumlah komoditas tersebut menunjukkan bahwa level harganya masih relatif tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumny a. Masih tingginya harga emas perhiasan sejalan dengan perkembangan harga emas global, sementara tarif angkutan udara dan harga bensin masih berada di atas level tahun sebelumnya seiring penyesuaian biaya transportasi dan harga BBM nonsubsidi.
Di sisi lain, harga nasi dengan lauk masih berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, antara lain sebagai dampak akumulasi kenaikan harga yang terjadi pada beberapa periode sebelumnya serta masih tingginya biaya bahan baku dan fakto r produksi. Kondisi tersebut menyebabkan komoditas nasi dengan lauk masih memberikan andil yang relatif besar terhadap inflasi tahunan meskipun tidak mengalami kenaikan harga yang signifikan pada bulan berjalan . Inflasi Kepri tersebut lebih tinggi dibandingkan nasional yang tercatat inflasi 3,28% (yoy) . Tekanan inflasi nasional terutama berasal dari komoditas emas perhiasan, bensin, ikan segar, daging ayam ras, cabai rawit, dan beras. Dengan demikian, tekanan inflasi Kepri memiliki kesamaan dengan nasional terutama pada emas perhiasan, bensin, dan beras, sementara angkutan udara dan nasi dengan lauk memberikan kontribusi yang relatif lebih dominan di Kepri.
Secara spasial, seluruh Kota dan Kabupaten IHK yakni Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Karimun tercatat meng alami inflasi yang secara bertu rut-turut sebesar 3,65 % (yoy). 3,76 % (yoy), dan 1,63 % (yoy) . Sedangkan di wilayah Sumatera, inflasi Kepri menempati posisi tertinggi ke lima setelah Provinsi Aceh , Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Lampung , dan Provinsi Sumatera Barat deng an realisa si inflasi secara berturut-turut sebesar 5,03 % (yoy), 4,30 % (yoy), 3,51% (yoy), dan 3,50% (yoy). Secara bulanan, Inflasi Kepri pada September 2026 tercatat 0,27% (mtm), berbalik arah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0, 17% (mtm) . Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang inflasi 0,88 % (mtm) dengan andil 0,26 % (mtm). Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan harga cabai merah, kangkung, dan cabai rawit didorong oleh keterbatasan panen dari daerah sentra produksi di Sumatera bagian Utara dan Jawa serta peningkatan harga daging ayam ras didorong oleh permintaan yang meningkat dan pasokan terbatas .
Selain itu kelompok pendidikan turut mengalami inflasi 0,41% (mtm) dengan andil sebesar 0,03 % (mtm). Inflasi pada kelompok tersebut antara lain dipengaruhi oleh akademi/perguruan tinggi didorong oleh pendaftaran ulang perguruan tinggi pada bulan September. Lebih lanjut, inflasi September 2026 yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga pada kelompok transportasi yang mengalami deflasi 0,25 % (mtm) d engan andil sebesar 0,03 % (mtm). Deflasi kelompok tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan harga angkutan udara didorong oleh periode low season pasca berakhirnya peningkatan permintaan pada musim liburan .
Memasuki Oktober 2026, terdapat beberapa faktor pendorong inflasi yang perlu diwaspadai, antara lain:
(i) Volatilitas harga emas dunia yang masih tinggi seiring ketidakpastian arah kebijakan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik ;
(ii) tekanan terhadap imported inflation; dan
(iii) potensi kenaikan komoditas hortikultura seperti cabai merah dan cabai rawit.
Sinergi dan kolaborasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di level provinsi maupun kabupaten/kota tetap terjaga di tengah berlanjutnya momentum pertumbuhan ekonomi Kepri . Bank Indonesia secara konsisten bersinergi dengan TPID se -Kepri melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) menjadi sinergi baru dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional . Berba gai upaya stabilisasi harga yang dilaksanakan pada September 2026 antara lain (i) High Level Meeting TPID se-Provinsi Kepri dan Rapat Koordinasi TPID Kota SIARAN PERS PERKEMBANGAN INFLASI KEPRI PERIODE SEPTEMBER 2026 No. 2 8/21/Btm/Peng/B Batam; (ii) Penyaluran SPHP secara rutin di berbagai Kab/Kota ; dan (iii) Penyaluran Sarpras Ketahanan Pangan kepada Poktan Unggulan di Kepulauan Riau . Ke depan, Bank Indonesia bersama TPID akan terus memperkuat sinergi untuk stabilitas inflasi di Kepri. Peningkatan produksi pangan, pelaksanaan pasar murah, penguatan KAD serta penguatan koordinasi pengendalian inflasi diharapkan dapat menjaga terjaganya inflasi Kepri pada akhir tahun 2026 tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1% .
Denpasar, 2 Oktober 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) 2026-2030 sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi dan meningkatkan daya saing industri perbankan dalam menghadapi dinamika perekonomian ke depan. Roadmap ini bertujuan untuk mewujudkan industri perbankan yang semakin sehat, tangguh, inovatif, dan berdaya saing, serta mampu meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Peluncuran RP3I 2026-2030 dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae bersama pimpinan industri bank umum di Bali. Friderica dalam sambutannya menyampaikan bahwa Industri perbankan Indonesia memasuki periode yang semakin dinamis. Perubahan lingkungan ekonomi global, perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat, perubahan perilaku masyarakat, serta meningkatnya tuntutan terhadap keberlanjutan dan tata kelola menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi industri perbankan.
“Untuk itu kita harus membangun perbankan yang resilien dengan modal dan likuiditas dan manajemen risiko yang kuat. Kemudian juga harus inovatif, melalui pemanfaatan teknologi dan memberikan nilai tambah, produktif dalam menyalurkan pembiayaan bagi ekonomi produktif, dan juga inklusif, dengan terus memperhatikan pelindungan konsumen,” kata Friderica. Menurut Friderica, kinerja sektor jasa keuangan Indonesia saat ini tetap terjaga dan berperan besar dalam mendorong perekonomian nasional meski di tengah dinamika perekonomian dan geopolitik global. Hingga Agustus, kredit perbankan tumbuh 13,65 persen (yoy), Dana Pihak Ketiga tumbuh 10,92 persen (yoy) sementara rasio kecukupan modal atau CAR masih solid di 24,1 persen dan NPL gross sebesar 2,11 persen. Sementara itu, Dian Ediana Rae dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa industri perbankan saat ini menghadapi kombinasi antara tantangan yang berasal dari perkembangan global dan geopolitik, lingkungan hidup, perubahan teknologi, model bisnis, serta meningkatnya tuntutan terhadap kualitas dan ketahanan keberlanjutan dan perlindungan konsumen, termasuk agenda pembangunan yang berkelanjutan. “Karena itu, industri perbankan perlu memiliki arah pengembangan yang jelas dan mampu merespons perubahan sekaligus mendukung prioritas pembangunan nasional, baik dalam jangka menengah maupun jangka panjang. Dalam konteks inilah RP31 disusun,” katanya.
Menurut Dian, RP31 juga merupakan bagian dari tindak lanjut dan implementasi Undang-Undang No. 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), yang memberikan ruang bagi perluasan produk dan aktivitas perbankan, serta selaras dengan arah pembangunan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029, khususnya dalam mendorong pendalaman pasar keuangan dan penguatan fungsi intermediasi. Lima Prioritas Strategis Arah pengembangan industri perbankan dalam RP3I 2026–2030 dijabarkan melalui penetapan lima prioritas strategis yaitu:
1. Penguatan Kelembagaan dan Integritas Memperkuat struktur dan kapasitas kelembagaan perbankan, permodalan dan likuiditas, tata kelola, manajemen risiko, serta integritas agar industri semakin sehat, resilien, dan berdaya saing.
2. Modernisasi Teknologi dan Ketahanan Digital Mendorong transformasi dan inovasi digital secara prudent, termasuk pemanfaatan emerging dan frontier technologies, dengan memperkuat tata kelola, keamanan, dan ketahanan digital.
3. Pendalaman Pasar Keuangan dan Penguatan Intermediasi Memperluas produk dan aktivitas perbankan dalam kerangka universal bank, meningkatkan pembiayaan kepada sektor produktif, memperkuat ekosistem supply chain, serta mendorong pengembangan Open Banking–Open Finance untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas intermediasi.
4. Keuangan Berkelanjutan dan Ketahanan Risiko Keberlanjutan Memperkuat penerapan keuangan berkelanjutan dan pengelolaan risiko keberlanjutan, sekaligus mendorong semakin dalamnya pembiayaan yang mendukung transformasi menuju ekonomi berkelanjutan.
5. Perizinan Terintegrasi dan Pengawasan yang Adaptif Mewujudkan proses perizinan yang lebih terintegrasi dan efisien serta pengawasan yang adaptif dan berbasis risiko, termasuk penguatan market conduct dan pengawasan risiko keberlanjutan.
Implementasi RP3I 2026–2030 didukung oleh empat enablers sebagai fondasi pendukung, yaitu: Ekosistem Ekonomi Pendukung; Kesiapan Data, Teknologi, dan Infrastruktur Digital; Penguatan Kapasitas SDM; dan Koordinasi Pengawasan Lintas Sektor dan Otoritas. Sebagai bagian dari implementasi RP3I 2026-2030, dalam kesempatan ini OJK turut menerbitkan Panduan Climate Risk Management and Scenario Analysis atau CRMS 2026, yang merupakan penyempurnaan dari CRMS yang telah diterbitkan sebelumnya, sebagai upaya memperkuat pengelolaan risiko iklim di sektor perbankan. CRMS merupakan kerangka kerja komprehensif untuk mengukur ketahanan sektor perbankan, yang mengintegrasikan risiko iklim ke dalam tata kelola, strategi bisnis, manajemen risiko, pengukuran dan target, serta pengungkapan. Penerbitan CRMS 2026 mempertimbangkan berbagai masukan dari industri untuk memperkuat kerangka kerja yang telah dibangun.
Pengkinian utama pada CRMS 2026 meliputi: a. metodologi penghitungan emisi karbon pada Buku 3 b. asumsi makroekonomi dan skenario iklim pada Buku 4, c. perluasan cakupan risiko fisik pada Buku 5, serta d. penerbitan Buku 7 Standardized Solutions, instrumen penting untuk membantu bank mengimplementasikan CRMS secara lebih terstruktur dan konsisten. OJK mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat aktif dalam mendukung penyusunan RP3I 2026-2030 dan CRMS 2026, termasuk lembaga think tanks, lembaga internasional, asosiasi, dan industri perbankan. Melalui penerbitan dan implementasi RP3I 2026-2030 dan CRMS 2026 diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat dari regulator, industri perbankan, dan pemangku kepentingan terkait untuk mewujudkan industri perbankan yang semakin modern, tangguh, dan inklusif serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
