Live Streaming
Page 1 of 4

Pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan, An Se Young, baru saja mengukir catatan sejarah baru usai menjuarai Denmark Open 2026. Kemenangan tersebut menjadi gelar ke-47 dalam kariernya, yang secara resmi melewati rekor total gelar milik legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti.

Selama lebih dari dua dekade, rekor gelar terbanyak milik Susy Susanti tak tersentuh oleh para pebulu tangkis papan atas dunia dari berbagai era. Namun, An Se Young yang baru berusia 24 tahun berhasil melampaui pencapaian legendaris tersebut.

Meski demikian, Susy Susanti masih memegang satu rekor fantastis yang belum bisa dipatahkan oleh An Se Young maupun pemain tunggal putri lainnya. Rekor tersebut adalah rentetan 53 kemenangan beruntun—catatan rekor kemenangan berturut-turut terpanjang dalam sejarah sektor tunggal putri.

An Se Young sebenarnya sempat berpeluang mendekati capaian tersebut, namun upayanya terhenti setelah menelan kekalahan di babak final All England. Sejak kekalahan tersebut, ia tak pernah lagi menelan kekalahan di sepanjang tahun ini, dengan satu-satunya kegagalan meraih gelar terjadi di Japan Open 2026 akibat harus mundur (walkover) di babak kedua karena cedera. Kini, mematahkan rekor 53 kemenangan beruntun milik Susy Susanti menjadi tantangan besar berikutnya bagi An Se Young.

 

Sumber: CNN Indonesia

Pemain bola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, dilaporkan belum berada dalam kondisi fisik 100 persen fit saat menjalani laga debutnya bersama Hyundai Hillstate. Laga yang berlangsung dalam ajang KOVO Cup 2026 menghadapi Hi Pass pada Rabu (14/10) di Jinnam Gymnasium tersebut berakhir dengan kekalahan Hillstate 0-3 (17-25, 16-25, 18-25).

Meski kondisi fisiknya belum prima, Megawati yang mengisi posisi opposite hitter tetap mencatatkan 17 poin dengan tingkat keberhasilan serangan sebesar 35 persen. Angka ini diakui belum maksimal jika dibandingkan dengan rekor persentase sukses serangannya yang mencapai 46,01 persen saat membela Red Sparks selama dua musim sebelumnya.

Pelatih Hillstate, Kang Sung Hyung, menjelaskan bahwa Megawati masih dalam masa pemulihan dan baru sekitar dua minggu menjalani latihan serius bersama tim. Kondisi ini disebabkan karena atlet berjuluk "Megatron" tersebut baru sekitar tiga minggu lalu menjalani operasi usus buntu.

Kang Sung Hyung mengaku sempat mempertimbangkan untuk tidak menurunkan Megawati sebagai starter. Namun, mengingat bergulirnya Liga Voli Korea musim reguler yang semakin dekat pada 31 Oktober, ia memutuskan untuk tetap memainkan Megawati sejak awal demi memaksimalkan waktu pemantapan chemistry serta kekompakan tim di lapangan.

 

Sumber: CNN Indonesia

Solo, Kontingen Indonesia menargetkan bulu tangkis dan atletik menjadi cabang olahraga andalan yang akan menyumbang medali dalam gelaran Asian Para Games Nagoya 2026.

Chief de Mission Kontingen Indonesia, Reda Manthovani di Solo, Selasa, mengatakan, Indonesia dapat meraih 7 emas, 8 perak, dan 17 perunggu dalam gelaran yang akan dilaksanakan mulai 18 sampai 24 Oktober 2026 itu.

"Andalan kita buku tangkis, boccia, dan atletik. Mudah-mudahan bisa mencapai target karena selama pelatihan sudah sesuai dan kami yakin dapat memenuhi harapan itu," katanya.

Menurut dia, kontingen Indonesia dalam Asian Para Games Nagoya berjumlah 219 orang.

Dari jumlah tersebut, 50 orang di antaranya merupakan anggota kontingen yang berasal dari Jawa Tengah.

34 atlet disabilitas dan 16 pelatih/ofisial asal Jawa Tengah telah dilepas oleh Gubernur Ahmad Luthfi.

Gubernur Ahmad Luthfi berpesan kepada seluruh perwakilan dari Jawa Tengah untuk berjuang menorehkan prestasi tertinggi bagi bangsa, negara dan masyarakat Indonesia.

Luthfi yang juga Bapak Disabilitas Jawa Tengah tersebut mengaku bangga atas prestasi yang selama ini ditorehkan oleh atlet paralimpik.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada para atlet dan pelatih agar berjuang dengan gigih, pantang menyerah, serta menunjukkan karakter Jawa Tengah dan Indonesia di mata dunia.

Ia juga berharap wakil dari Jawa Tengah dapat kembali menyumbang medali dan prestasi tinggi untuk Indonesia.

 

Sumber: Kantor berita Antara

Lombok Tengah, NTB, Rangkaian perlombaan dalam MotoGP Indonesia 2026 telah dimulai dengan para pembalap kelas Moto3, Moto2, MotoGP bersiap menjalani sesi latihan bebas pertama (FP1) di Sirkuit Internasional Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat.

Berdasarkan pengamatan ANTARA di lokasi, aktivitas di paddock menjadi bagian dari persiapan masing-masing tim dan pembalap sebelum memulai rangkaian sesi.

Berdasarkan jadwal dalam laman MotoGP, sesi FP1 dibuka oleh kelas Moto3 pada pukul 09.00 hingga 09.35 WITA. Pembalap dan tim memanfaatkan waktu persiapan untuk memastikan kesiapan motor sebelum turun ke lintasan.

Setelah itu, giliran pembalap kelas Moto2 menjalani FP1 pada pukul 09.50 hingga 10.30 WITA. Sesi tersebut berlangsung selama 40 menit, sebelum rangkaian latihan berlanjut ke kelas utama.

Pembalap MotoGP dijadwalkan memulai FP1 pada pukul 10.45 hingga 11.30 WITA. Sesi selama 45 menit itu menjadi kesempatan awal bagi para pembalap untuk memahami kondisi lintasan dan mengevaluasi pengaturan motor.

 

MotoGP menyatakan bahwa akhir pekan balapan di Mandalika menjadi bagian penting dari persaingan kejuaraan dunia musim 2026. Jorge Martin dari Aprilia Racing datang sebagai pemimpin klasemen dengan keunggulan dua poin atau 333 poin atas Marc Marquez dari Ducati Lenovo Team yang mengemas 331 poin.

Selain persaingan perebutan gelar, perhatian juga tertuju kepada pembalap tuan rumah Mario Suryo Aji dan Veda Pratama yang turut meramaikan agenda balap di Indonesia. Keduanya masing-masing akan berjuang di kelas Moto2 dan Moto3.

Setelah FP1, para pembalap akan kembali menjalani sesi pada Jumat siang. Moto3 dijadwalkan mengikuti Practice pukul 13.15 WITA, dilanjutkan Moto2 pukul 14.05 WITA dan MotoGP pukul 15.00 WITA.

Sesi-sesi tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju kualifikasi, Sprint Race untuk kelas MotoGP, serta balapan utama yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Minggu (11/10).

 

Sumber: Kantor Berita Antara

 

 

Nagoya, Jepang, Pelatih tim nasional padel Indonesia Ariant Moya Rotger menyebut keberhasilan tim putri Indonesia meraih medali perak dan perunggu pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sebagai pencapaian luar biasa yang berada di luar ekspektasi.

Pasangan Fitriani Sabatini/Fadona Kusumawati meraih medali perak, sementara pasangan Beatrice Gumulya/Novela Putria meraih medali perunggu dalam debut cabang olahraga padel di Asian Games.

"Jika seseorang mengatakan tiga bulan lalu bahwa kami akan meraih perak dan perunggu di turnamen ini, saya akan mengatakan tidak mungkin," kata Ariant di Nagoya City Higashi Sport Center, Jepang, Sabtu.

Menurut dia, keberhasilan menempatkan dua pasangan Indonesia di antara tiga tim terbaik yang menempati podium pada cabang olahraga padel Asian Games menjadi pencapaian yang sangat berarti setelah menjalani persiapan dalam waktu relatif singkat.

Ariant mengatakan persiapan mental menjadi salah satu hal yang dilakukan sebelum para pemain menghadapi pertandingan final.

Ia mengakui atmosfer yang tercipta pada pertandingan semifinal sangat luar biasa, terutama dukungan dari tuan rumah Jepang, namun situasi tersebut juga menjadi tantangan bagi para pemain Indonesia.

"Setelah semifinal, saya memikirkan pertandingan tersebut. Atmosfer yang diciptakan Jepang luar biasa. Luar biasa bagi mereka, tetapi tidak terlalu bagus bagi kami," kata dia.

Karena itu, Ariant menggelar pertemuan dengan para pemain sebelum final untuk mempersiapkan mereka menghadapi atmosfer pertandingan serta kualitas lawan yang menurut dia memiliki level permainan sangat baik.

Ia juga mengingatkan para pemain bahwa target mereka telah tercapai setelah memastikan medali, sehingga pertandingan final harus dijalani dengan menikmati pengalaman dan memberikan kemampuan terbaik.

"Saya mencoba menjelaskan apa yang akan mereka temukan di final, atmosfernya, level lawan yang sangat bagus. Target kami sudah selesai. Jadi sekarang saatnya menikmati, berkompetisi sebanyak mungkin, dan menikmati pengalaman bermain di final pertama pada Asian Games," ujarnya.

Ariant menilai latar belakang para pemain Indonesia yang sebelumnya merupakan atlet tenis turut memberikan keuntungan dalam menghadapi persaingan padel di Asia.

Menurut dia, kemampuan dasar tenis yang kuat menjadi salah satu faktor penting karena membantu para pemain beradaptasi dengan permainan padel.

"Mereka adalah pemain tenis yang bagus dan itu membuat perbedaan. Selain itu, mereka berlatih dengan baik dan keras. Mereka juga berlatih di Spanyol, jadi semua detail itu penting," kata Ariant.

 

Ia mengungkapkan para pemain menjalani latihan di Spanyol selama lima pekan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Asian Games. Setelah kembali ke Indonesia, program latihan dilanjutkan di Jakarta sesuai dengan rencana yang telah disusun tim pelatih.

Ariant mengatakan para pemain menjalani program latihan dengan intensitas tinggi, bahkan mencapai lima hingga tujuh jam dalam sehari.

"Latihannya sulit dan panjang. Mereka melakukan latihan yang luar biasa, meninggalkan keluarga di rumah, meninggalkan pekerjaan, dan datang ke sana untuk berlatih berjam-jam sepanjang hari," ujarnya.

Setelah Asian Games, tim nasional padel Indonesia akan kembali menghadapi agenda internasional. Ariant menyebut babak kualifikasi Piala Dunia Padel di Kuwait menjadi turnamen berikutnya yang akan diikuti Indonesia sekitar 15 hari setelah Asian Games.

Berbeda dengan Asian Games, kualifikasi Piala Dunia tersebut menggunakan format beregu dengan total delapan pemain dalam satu tim.

"Ada empat pemain lagi karena ini adalah turnamen tim. Daftarnya delapan pemain," kata Ariant.

Ia belum mengungkapkan nama empat pemain tambahan yang akan memperkuat Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia Padel dan mengatakan daftar tersebut akan diketahui pada pekan berikutnya.

 

 Sumber: Kantor Berita Antara

Tahara, Jepang, Peselancar Indonesia I Made Pajar Ariyana dan Jasmine Studer melaju ke babak semifinal cabang olahraga surfing nomor shortboard putra dan putri Asian Games 2026 setelah memenangi pertandingan perempat final dalam kondisi ombak yang berubah-ubah.

Sementara, dua atlet lainnya dari Indonesia Kya Jo Huer dan Bronson Meydi gagal melaju ke semifinal setelah kalah dari wakil Jepang Minami Nonaka dan Kanoa Igarashi.

"Ombaknya sekarang kondisinya agak susah sedikit soalnya harusnya kencang, dan ombaknya besar, jadi double up," kata Kya ditemui seusai perlombaan di Tahara, Aichi, Jepang, Selasa.

Kya Jo mengumpulkan 6,97 poin, sedangkan Nonaka mencatat 8,10 poin. Sementara, Bronson mencatat total 11,33 poin, sementara Igarashi membukukan nilai 14,00 poin.

Kondisi tersebut membuat para peselancar harus menyesuaikan strategi dengan perubahan ombak selama pertandingan.

Kya mengatakan hujan yang turun tidak menjadi kendala bagi para peselancar. Menurut dia, perubahan kondisi ombak justru menjadi tantangan yang lebih besar dalam pertandingan.

"Hujan tidak menjadi kendala, ombaknya sudah berubah sekali dibanding tadi pas Jasmine main lebih bagus tadi, tapi ya it's all kind of 50 percent luck, 50 percent skill," ujar Kya.

Ia berharap Pajar dan Jasmine mampu mempertahankan penampilan mereka hingga babak final.

"Semoga Jasmine sama Pajar bisa juara emas," kata Kya.

Keikutsertaan dalam Asian Games juga menjadi pengalaman yang berharga bagi Kya. Ia mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.

"Saya sangat bersyukur dan sangat senang menjadi bagian di dalamnya, semoga bisa lebih baik lain kali," ujar Kya.

Di sisi lain, Pajar memastikan tiket semifinal setelah mengumpulkan total 12,67 poin, hasil dari 7,67 poin pada wave 1 dan 5,00 poin pada wave 2. Ia mengungguli peselancar China Wu Shindong yang mencatat 11,66 poin.

Sementara itu, Jasmine Studer juga berhasil memenangi perempat final dengan skor 10,67 poin. Jasmine mencatat 6,50 poin pada wave 1 dan 4,17 poin pada wave 2, mengungguli wakil Filipina Juralyn Espanola yang mengumpulkan 6,64 poin.

 

Sumber: Kantor Berita Antara

Nagoya, Jepang, Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia Todotua Pasaribu ingin medali emas perdana tanah air di Asian Games 2026 menjadi pelecut semangat baru untuk para atlet yang masih bertanding.

Todotua berharap kerja keras dan medali emas yang dihasilkan bulu tangkis Indonesia, bisa menjadi pembakar semangat bagi cabang olahraga lain untuk bisa mengikuti jejak tersebut dan meraih medali sebanyak-banyaknya.

"Ahamdulillah emas pertama untuk Indonesia akhirnya datang dari bulu tangkis beregu putra. Indonesia Raya bisa berkumandang dan Merah Putih berkibar," kata Todotua di Nagoya, Jepang, Jumat.

Dia pun mengaku bangga dengan medali emas yang datang dari tim beregu bulu tangkis putra Indonesia itu setelah mengalahkan China di final, Kamis (24/9).

Menurut Todotua, hasil positif tersebut datang dari semangat dan latihan panjang para atlet, pelatih, ofisial dan pengurus Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), sebagai persiapan tampil di kompetisi multicabang terbesar se-Asia tersebut.

Pencapaian emas itu diraih tim bulu tangkis putra dengan heroik lantaran Indonesia tertinggal 0-2 pada dua partai awal. Namun atlet-atlet tepok bulu Indonesia menunjukkan daya juang dan semangat yang tak kalah lawah dari lawan hingga akhirnya mampu memenangi partai ketiga dan keempat.

Aksi tunggal putra Mohammad Zaki Ubaidillah menutup perjuangan Indonesia dengan kemenangan di partai terakhir, dan mengunci kemenangan dengan skor akhir 3-2.

Todotua menilai, apa yang dilakukan tim bulu tangkis beregu putra merupakan implementasi perjuangan dan tidak pantang menyerah.

"Ketika berada dalam posisi tertinggal, kalian tetap percaya, terus berjuang, dan akhirnya membalikkan keadaan. Ini adalah semangat yang ingin kita lihat dari seluruh Tim Indonesia," kata Todotua.

Nagoya, Jepang, 25/9 (ANTARA) - Tim sepak takraw beregu putri Indonesia meraih medali perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan tuan rumah Jepang 2-0 pada laga perebutan tempat ketiga di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Jumat.

"Alhamdulillah atlet bermain bagus dan susunan regu sudah pas, semangat dan motivasi anak-anak untuk menang sangat tinggi," kata pelatih timnas sepak takraw putri Indonesia Ramli Komang seusai pertandingan.

Indonesia tampil solid sejak awal pertandingan dan berhasil memenangi dua set langsung dengan skor 15-11 dan 15-9 pada laga pertama. Partai kedua, Indonesia masih belum tergoyahkan dan menguncinya dengan keunggulan 15-5, 15-12.

Hasil tersebut mengulang capaian pada Asian Games Hangzhou 2022, ketika tim putri juga meraih medali perunggu pada nomor tim.

"Capaian ini sama waktu Hangzhou, yaitu perunggu di nomor tim. Kecuali putra, di Hangzhou tidak dapat medali di nomor tim, sekarang dapat perunggu," ujar Ramli.

Sebelumnya, tim beregu putri Indonesia gagal melaju ke final setelah kalah 0-2 dari Korea Selatan pada babak semifinal, Kamis (24/9).

Pada pertandingan tersebut, Indonesia yang diperkuat Dini Mita Sari, Fujy Anggy Lestari, Yuliana, Wan Annisa Rachmadi, Ayvonne Halimatu Zahra Perdhana, Kusnelia, Choirunnisa, Dita Pratiwi, dan Frisca Kharisma Indrasari harus mengakui keunggulan Korea Selatan.

Sementara itu, medali emas nomor beregu putri diraih Thailand setelah mengalahkan Korea Selatan 2-0 pada pertandingan final.

Ramli mengatakan perjuangan tim sepak takraw putri Indonesia pada Asian Games 2026 masih berlanjut.

"Masih ada satu nomor pertandingan yaitu quadrant," ujar Ramli.

Medali perunggu juga menjadi hasil yang diraih tim sepak takraw beregu putra Indonesia. Tim putra Indonesia sebelumnya tersingkir di semifinal setelah kalah 1-2 dari Malaysia.

 

Sumber: Kantor Berita Antara

Jakarta, Tim sepak takraw Indonesia menuju ke semifinal nomor beregu putra sepak takraw Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menekuk Korea Selatan 3-0 dalam di Nagoya City Mizuho Park Gymnasium, Jepang, Rabu.

Indonesia yang diperkuat Muhammad Hadiansyah Muliang dan Rizki Yusuf Djaina tampil solid sepanjang pertandingan. Keduanya mampu menjaga konsistensi permainan dan mengatasi tekanan dari wakil Korea Selatan dalam tiga pertandingan yang dimainkan.

Pada pertandingan pertama, Muliang dan Djaina langsung tampil agresif sejak awal pertandingan hingga akhirnya mengamankan kemenangan dengan skor set 2-1 (15-10, 11-15, 15-9). Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk melanjutkan persaingan pada pertandingan kedua.

Memasuki pertandingan kedua, Muliang dan Djaina kembali menunjukkan permainan yang konsisten. Indonesia mampu mengurangi kesalahan dan lebih efektif dalam memanfaatkan peluang untuk mengumpulkan angka.

Duet tersebut berhasil memenangkan dua set secara beruntun dengan skor 15-9, 15-12, yang membuat mereka semakin dekat dengan kemenangan secara keseluruhan sekaligus mengubah kedudukan menjadi unggul 2-0 atas Korea Selatan.

Pada pertandingan ketiga, Korea Selatan yang diperkuat Heeseop Shin dan Hyeongjong Kim berusaha memberikan perlawanan lebih kuat. Wakil Negeri Ginseng tersebut tampil lebih agresif dan mampu memberikan tekanan kepada pasangan Indonesia sejak awal pertandingan.

Upaya tersebut membuahkan hasil setelah Korea Selatan berhasil mencuri set pertama dengan skor 15-8. Namun, Muliang/Djaina kemudian mampu mengatasi tekanan dan perlahan mengambil alih kendali permainan pada dua set berikutnya. Keduanya terus menjaga reli dan mampu memanfaatkan kesalahan lawan untuk mengumpulkan poin hingga merebut set kedua dengan 15-12.

Pada set penentuan, persaingan berlangsung ketat karena kedua pasangan saling mengejar perolehan angka. Muliang/Djaina akhirnya mampu menjaga fokus hingga akhir pertandingan dan mengamankan set ketiga dengan skor 15-13. Hasil tersebut membuat Indonesia memenangkan pertandingan ketiga dengan skor 2-1 sekaligus memastikan kemenangan telak 3-0 atas Korea Selatan.

Kemenangan tersebut memastikan tim Merah Putih melaju ke babak semifinal sebagai wakil Grup A bersama Thailand. Hasil itu sekaligus menjaga peluang Indonesia untuk bersaing memperebutkan medali pada nomor beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pada babak semifinal yang dijadwalkan berlangsung Kamis (24/9), Indonesia akan menghadapi Malaysia. Sementara itu, Thailand akan bertemu tuan rumah Jepang pada pertandingan semifinal lainnya.

 

Sumber: Kantor Berita Antara

Nagoya, Jepang, Vallensia Fahira Hotmauli mempersembahkan tambahan medali perunggu Indonesia dari Asian Games 2026 berkat keberhasilannya finis urutan ketiga dari cabang olahraga Mixed Martial Arts (MMA) putri kelas -54Kg, Senin.

Vallensia membuat Indonesia mendapatkan perunggu yang keenamnya dari Asian Games ini setelah terhenti pada semifinal semifinal yang dihelat di Inae Sports Center, Nagoya.

Pada babak empat besar Vallensia dipaksa mengakui keunggulan atlet Thailand Kanjutha Phattaraboonsorn dengan skor 0-3.

Sebelumnya dalam babak perempat final pada Minggu (20/9), Vallensia lolos ke babak semifinal setelah mengalahkan Adelina Murzagalieva.

Vallensia menjadi salah satu dari dua atlet Merah Putih yang berlaga dalam MMA nomor -65 Kg. 

 

Satu lainnya adalah Gibran Alfarizi, yang lebih dulu terdegradasi dari susunan permainan.

Hingga hari kedua, Indonesia mengantongi enam medali perunggu dari lima cabang olahraga.

Kelima medali perunggu lainnya disumbangkan oleh Leica Al Humaira Lubis dari Karate, tim beregu putra soft tenis, Yoga Ardika Putra dai teqball, serta Seraf Naro Siregar dan Euginia Diva Widodo dari wushu.

Indonesia sudah mengumpulkan tujuh medali, termasuk satu medali perak yang sejauh ini menjadi perolehan medali tertinggi Indonesia pada Asian Games 2026.

 

Sumber: Kantor Berita Antara

Page 1 of 4

Instagram

Tentang Kami