Memotret suasana malam hari menggunakan kamera ponsel kerap menjadi tantangan tersendiri, terutama terkait pencahayaan dan tingkat kejernihan gambar. Untuk mengatasi hal tersebut, pengguna smartphone Xiaomi dapat memanfaatkan fitur Mode Pro guna mengatur pencahayaan secara manual agar hasil foto tetap tajam dan tidak penuh dengan bintik-bintik (noise). Penggunaan Mode Pro memungkinkan penyesuaian beberapa elemen penting secara mandiri saat opsi otomatis terasa belum optimal.
Pengaturan pertama yang perlu diperhatikan adalah ISO, yang berfungsi mengukur sensitivitas sensor terhadap cahaya. Untuk menjaga kualitas gambar dari noise, pengguna disarankan mulai dari ISO 100 hingga 400 jika lokasi pemotretan dibantu cahaya lampu. Nilai ISO 800 dapat digunakan pada area yang sangat gelap, lalu disesuaikan kembali berdasarkan hasil pratinjau.
Selanjutnya, kecepatan rana (shutter speed) juga memainkan peran vital dalam menentukan berapa lama sensor menerima cahaya. Saat memotret pemandangan malam atau objek diam, waktu pencahayaan sekitar 1/10 hingga 1 detik dapat digunakan agar cahaya yang masuk cukup. Namun, penggunaan tripod sangat dianjurkan untuk mencegah foto buram akibat guncangan tangan. Sebaliknya, gunakan kecepatan rana yang lebih tinggi saat mengambil gambar objek yang bergerak.
Terakhir, pengaturan white balance berfungsi untuk menyesuaikan temperatur warna agar objek tidak tampak terlalu kuning atau biru akibat pendaran lampu jalan maupun lampu dekoratif. Memahami kombinasi dasar Mode Pro ini membantu pengguna Xiaomi memaksimalkan potensi kamera bawaan untuk menghasilkan foto malam yang lebih detail dan jernih tanpa harus bergantung pada perangkat kamera profesional.
Sumber : Suara.com
Jakarta, Oppo resmi memperkenalkan antarmuka dan sistem operasi mobile generasi terbarunya, ColorOS 17, pada Selasa (13/10). Penerus ColorOS 16 ini diklaim menghadirkan performa yang lebih mulus serta kemampuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang makin cerdas dan terintegrasi di seluruh sistem.
ColorOS 17 dipastikan bakal hadir pertama kali di lini flagship Oppo Find X10 Series, sebelum nantinya digulirkan secara bertahap ke jajaran perangkat Oppo lainnya.
Tampilan Antarmuka dan Performa Lebih Mulus
Oppo mengusung bahasa desain baru bernama Living Flow Design yang menawarkan animasi, transisi antar-aplikasi, dan respon sentuhan yang lebih lancar serta visual transparan. Beberapa teknologi unggulan di dalamnya meliputi:
-
Unified Rendering Architecture: Mampu mengurangi beban rendering hingga 30% dan penggunaan RAM hingga 25% dibanding generasi terdahulu.
-
Laminar Flow Engine: Meningkatkan stabilitas membuka aplikasi hingga 55% dan mempercepat proses memuat thumbnail foto di galeri hingga 50%.
-
Konsistensi Performa: Dalam pengujian internal, ColorOS 17 tetap mampu mempertahankan lebih dari 90% tingkat kelancaran awal, meskipun memori internal sudah terisi hingga 90%.
Deretan Fitur AI Baru
ColorOS 17 membawa sederet fitur AI pintar untuk mempermudah aktivitas harian penggunanya:
-
Agent Mode (pada AI Mind Pilot): Memungkinkan AI menjalankan perintah kompleks secara otomatis, seperti mencari dan merapikan file yang berantakan, menemukan foto perjalanan tertentu di galeri, hingga membuat itinerary liburan.
-
AI Photo Agent: Membantu pengeditan foto secara intuitif lewat deskripsi bahasa sehari-hari atau rekomendasi otomatis terkait penyesuaian warna dan tone visual.
-
AI Mind Space & Memory Collection: Menyimpan dan mengorganisasi informasi dari dokumen atau video, serta mengelompokkan memori penting menjadi rangkuman yang rapi.
-
AI Mind Suggest: Memberikan layanan kontekstual, seperti saran musik saat earphone terhubung, pengingat perjalanan, dan rangkuman informasi harian.
Keamanan Siber dan Perlindungan Privasi
-
AI Call Guard: Fitur keamanan untuk mendeteksi potensi penipuan berbasis AI secara real-time, seperti manipulasi suara (AI Voice) atau manipulasi wajah (AI Swap).
-
Private Computing Cloud (CPC): Melindungi proses pemrosesan data berbasis cloud dengan enkripsi end-to-end.
-
Transparency Report: Memberikan laporan transparan kepada pengguna terkait riwayat kapan dan bagaimana data diproses oleh fitur AI.
Jadwal Peluncuran dan Pembaruan Perangkat
Pembaruan ColorOS 17 digulirkan secara bertahap mulai 29 Oktober hingga kuartal pertama tahun berikutnya:
-
29–30 Oktober: Lini unggulan seperti Oppo Find N6, Find X9 Series, Find N5, Find X8 Series, dan Reno 16 Series.
-
November: Oppo Find N3 Series, Reno 15 Series, Reno 14 Series, seri K, dan seri F.
-
Desember: Reno 13 Series, jajaran tablet Oppo Pad 5, serta seri K lainnya.
-
Kuartal I: Oppo Find N2 Flip, Reno 12 Series, Oppo Pad SE, dan beberapa model perangkat lainnya.
Sumber: CNN Indonesia
JAKARTA — Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa karya yang secara keseluruhan atau 100 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tanpa adanya keterlibatan kreatif manusia tidak dapat menerima perlindungan hak cipta. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Hukum (Menkum) RI, Supratman Andi Agtas, dalam keterangannya di Bali.
Supratman menjelaskan bahwa ketentuan mengenai syarat keterlibatan manusia dalam perlindungan hak cipta ini akan dimuat dalam rancangan Undang-Undang Hak Cipta yang tengah disiapkan oleh pemerintah. Menurutnya, teknologi AI pada dasarnya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai alat bantu (tool) dalam berkarya. Namun, jika proses kreatif sepenuhnya diserahkan kepada sistem AI tanpa ada sentuhan dari manusia, pemerintah tidak memiliki dasar untuk memberikan perlindungan hukum.
Pemerintah berkomitmen agar perkembangan teknologi AI di tanah air dapat terus berjalan beriringan dengan jaminan perlindungan terhadap kreativitas manusia. Oleh karena itu, revisi UU Hak Cipta mendatang juga direncanakan akan mengatur batas atau "bobot" penggunaan AI dalam sebuah karya untuk menentukan sejauh mana unsur karya tersebut masih bisa mendapatkan hak cipta.
Sumber: Kumparan
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengamankan lebih dari 250 alokasi frekuensi radio untuk mendukung kelancaran ajang MotoGP Mandalika 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Nusa Tenggara Barat. Pengamanan frekuensi ini dilakukan guna mencegah terjadinya interferensi atau gangguan komunikasi di area sirkuit.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, meninjau langsung kesiapan infrastruktur komunikasi tersebut di Sirkuit Mandalika pada Kamis (8/10/2026). Pengelolaan spektrum frekuensi dilaksanakan oleh Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital Komdigi bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Mataram.
Pengamanan spektrum frekuensi ini dinilai sangat vital karena radio tidak hanya digunakan untuk koordinasi tim balap, melainkan juga mendukung sistem keselamatan, data telemetri motor (seperti pemantauan kondisi mesin, ban, dan rem), hingga siaran langsung internasional.
Selain amankan frekuensi radio, Komdigi berkolaborasi dengan operator seluler untuk menghadirkan empat unit Base Transceiver Station (BTS) bergerak. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi dari perkiraan 200.000 penonton yang memadati kawasan sirkuit selama gelaran balapan berlangsung.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sekaligus Wakil Ketua MotoGP 2026, Ananda Mikola, turut menyambut baik dan mengapresiasi langkah cepat Komdigi. Menurutnya, kepastian dan keandalan jaringan komunikasi serta data telemetri sangat menentukan performa dan keselamatan para pembalap di lintasan.
Sumber: Suara.com
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal JGR Solid Earth mengungkapkan bahwa gaya gravitasi dari Matahari dan Bulan (lunisolar) tidak hanya memicu pasang surut air laut, tetapi juga memberikan tekanan pada batuan padat di daratan Bumi. Tekanan pasang surut ini—meski relatif kecil atau setara dengan dorongan tangan manusia—dapat secara perlahan memicu pergeseran lempeng tektonik dan menimbulkan slow earthquake (gempa bumi lambat) yang melepaskan energi secara bertahap tanpa terasa di permukaan.
Para peneliti mengamati bahwa fenomena ini terjadi melalui proses resonansi, di mana interval waktu pasang surut yang bertepatan dengan ritme alami patahan lempeng dapat memperbesar dorongan gaya gesek. Efek ini menghasilkan respons bervariasi: jika tekanan amplitudonya rendah, patahan hanya bergeser perlahan secara diam-diam, namun jika tekanannya cukup tinggi, pergeseran dapat menghasilkan getaran bergemuruh. Fenomena ini telah terdeteksi pada wilayah subduksi aktif seperti Jepang bagian barat daya dan Pasifik Barat Laut (Cascadia).
Temuan ini memberikan kerangka kerja baru bagi para ilmuwan dan seismolog dalam memahami mekanisme akumulasi serta pelepasan tegangan di zona patahan aktif. Dengan menganalisis hubungan antara pola pasang surut dan getaran berfrekuensi rendah, para peneliti berharap metode ini dapat membantu pemetaan sifat gesekan patahan, sekaligus memperkaya wawasan dalam menilai potensi serta jangkauan risiko gempa megathrust di masa depan.
Sumber: CNN Indonesia
Pemerintah Indonesia terus berupaya mempercepat pemerataan dan perluasan jaringan telekomunikasi generasi kelima (5G) di seluruh wilayah tanah air. Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas cakupan wilayah terlayani, tetapi juga berfokus pada peningkatan kualitas layanan broadband berkecepatan tinggi serta menjaga agar tarifnya tetap terjangkau bagi masyarakat.
Langkah perluasan infrastruktur digital ini dinilai sangat krusial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan efisiensi industri di era modern. Dengan ketersediaan sinyal 5G yang lebih merata dan harga yang kompetitif, masyarakat dari berbagai kalangan diharapkan dapat memanfaatkan akses internet berkecepatan tinggi secara optimal untuk produktivitas, pendidikan, hingga inovasi bisnis.
Selain itu, pemerintah bekerja sama dengan para operator seluler untuk mengoptimalkan alokasi frekuensi spektrum dan infrastruktur pendukung. Sinergi ini ditujukan agar ekspansi konektivitas 5G dapat berjalan efisien tanpa memberatkan beban biaya konsumen akhir, sekaligus memastikan pengalaman akses data yang stabil di berbagai daerah.
Sumber: Suara.com
Jakarta, 25/9 (ANTARA) - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan penggunaan adaptasi teknologi bisa menjadi alat diplomasi yang dapat mendorong produk Indonesia lebih dikenal secara luas melalui penceritaan.
“Bagaimana teknologi itu hadir untuk menceritakan, menjadi jembatan kepada para pelaku usaha yang memang ingin berdagang agar produknya bisa semakin dikenal. Jadi di dalamnya adalah teknologi menjadi sebuah tool untuk menceritakan sesuatu, menceritakan tentang produknya,” kata Dyah dalam panel diskusi di acara FEKDI & IFSE 2026 di Jakarta, Jumat.
Dyah mengatakan pemanfaatan teknologi mulai dari penjualan secara daring hingga penggunaan kecerdasan buatan tidak hanya untuk memperluas akses pasar pelaku usaha tapi juga sebagai sarana diplomasi identitas produk melalui cerita agar lebih dikenal.
Ia mencontohkan produk kopi Indonesia yang di pasar internasional kerap lebih dikenal berdasarkan asal wilayahnya, seperti Jawa, Kalimantan, atau Sumatra. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperkuat narasi Indonesia sebagai negara asal produk.
Menurutnya, teknologi dinilai dapat dimanfaatkan untuk membangun storytelling yang menjelaskan esensi, keunikan, dan identitas suatu produk. Strategi tersebut sekaligus dapat membantu produk usaha kecil menjangkau konsumen yang sebelumnya sulit diakses.
Pemanfaatan teknologi juga dinilai penting untuk mencegah kesenjangan digital semakin melebar seiring perkembangan AI. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan pelaku usaha dan masyarakat memperoleh pelatihan agar dapat mengikuti perkembangan inovasi.
"Kita harus selalu berupaya di pemerintah untuk memastikan bahwa AI, teknologi yang semakin berkembang, tidak membuat kesenjangan itu semakin lebar," ujarnya.
Dyah mengatakan, pemanfaatan teknologi sebagai diplomasi dapat meningkatkan peran penting UMKM dalam perekonomian yang terbukti tetap bertahan dalam setiap situasi, termasuk ketika menghadapi pandemi. Dalam paparannya, UMKM disebut berkontribusi sekitar 60 persen terhadap PDB, sementara 64,5 persen pelaku usaha UMKM merupakan perempuan.
Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha melalui pendidikan dan pelatihan dinilai menjadi bagian penting dalam pemanfaatan teknologi. Pelaku usaha perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi bukan hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga untuk memperkenalkan dan membangun nilai produk.
Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi penting agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing produk Indonesia sekaligus mendukung target Indonesia Emas 2045.
Sumber: Kantor Berita Antara
Kelompok peretas ternama, ShinyHunters, mengklaim telah berhasil membobol sistem milik Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat dan mencuri data sensitif sebesar 3 terabyte. Data tersebut mencakup informasi pribadi milik hampir semua agen aktif, pensiunan, hingga pelamar kerja di lembaga penegak hukum tersebut. Sebagai bukti atas aksinya, mereka menyebarkan tangkapan layar portal lowongan kerja FBI yang tampak telah dirusak beserta sampel data 5.000 agen yang memuat nama, alamat rumah, nomor telepon, Nomor Jaminan Sosial (SSN), hingga data pasangan.
Aksi peretasan ini diawali dengan membobol server Oracle PeopleSoft yang mengelola data pelamar kerja, sebelum akhirnya meretas sistem penyimpanan berbasis cloud milik Amazon yang menyimpan data para agen. Pihak FBI mengonfirmasi telah mengetahui klaim terkait aktivitas ilegal pada situs FBIjobs.gov tersebut dan saat ini sedang melakukan penyelidikan. Meskipun sumber asal data belum dipastikan secara independen, sejumlah pemeriksaan dan pencocokan data sampel—termasuk milik Direktur FBI Kash Patel—menunjukkan adanya kesesuaian dengan catatan resmi.
ShinyHunters menegaskan bahwa peretasan ini bukan bermotif finansial, melainkan bentuk aksi pembalasan atas laporan resmi FBI pada Mei 2026 yang mengulas metode kerja mereka dan mengimbau korban untuk tidak membayar tebusan. Mereka menuntut FBI untuk mencabut laporan tersebut. Pakar keamanan siber pun memperingatkan bahwa kebocoran data penting ini sangat berbahaya, karena informasi agen dapat disalahgunakan secara permanen oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan intimidasi maupun penekanan terhadap proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Sumber: KumparanTEKNO
Jakarta, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengoptimalkan pemanfaatan teknologi industri 4.0 untuk mendukung upaya pencegahan, mitigasi, penanganan, hingga pemulihan bencana, sejalan dengan percepatan transformasi digital sektor manufaktur nasional.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan transformasi digital perlu diarahkan pada pemanfaatan teknologi yang memberikan manfaat nyata.
"Komponen terpenting pada proses transformasi digital berupa kesadaran manfaat penggunaan peralatan digital, tidak hanya sekadar kemampuan adopsi teknologi, namun harus sejalan dengan perubahan mindset digital," ujar Menperin dalam keterangannya, yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.
Dalam mengakselerasi transformasi digital, Kemenperin menjadikan Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) sebagai technology and digital hub bagi sektor manufaktur nasional. PIDI 4.0 saat ini telah membangun kolaborasi dengan sedikitnya 65 mitra yang mencakup industri, penyedia teknologi, asosiasi, hingga perguruan tinggi.
Menurut Menperin, ekosistem transformasi industri 4.0 memiliki potensi besar untuk menghasilkan berbagai inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi dalam mendukung penanggulangan bencana di Indonesia.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Adie Rochmanto Pandiangan mengatakan PIDI 4.0 juga membangun kemitraan dengan perusahaan rintisan yang mengembangkan teknologi untuk mendukung penanggulangan bencana.
"Terkait dengan bidang penanggulangan bencana, PIDI 4.0 Kementerian Perindustrian memiliki kemitraan dengan dua startup, yaitu TechnoGIS dari Sleman, Yogyakarta dan BATARI Energy dari Cimahi, Jawa Barat. Kedua perusahaan tersebut telah melahirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi pencegahan dan penanggulangan bencana di Indonesia," ujar Adie.
Kemenperin menghadirkan kedua perusahaan tersebut dalam Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026 yang diselenggarakan BNPB pada 9-12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Partisipasi itu ditujukan untuk memperluas peluang kerja sama business-to-business (B2B) sekaligus memperkenalkan kemampuan teknologi dalam negeri.
TechnoGIS mengembangkan teknologi geospasial, antara lain NiVO VTOL yang mampu menyediakan data dan analisis geospasial secara real time untuk pemetaan wilayah terdampak bencana. Perusahaan tersebut juga mengembangkan Blue Marine Echosounder untuk pemetaan bawah laut dan perubahan alur sungai akibat sedimentasi atau banjir.
Sementara itu, BATARI Energy mengembangkan solusi energi surya dan energy storage, termasuk panel surya serta perangkat energi portabel untuk penyediaan energi darurat pascabencana. Baterai berkapasitas tinggi dan berbobot ringan juga dikembangkan untuk mendukung pengoperasian drone dalam pemetaan wilayah terdampak bencana.
Selain teknologi, Kemenperin memperkuat penyiapan sumber daya manusia (SDM) industri. Politeknik APP Jakarta melalui Program Studi D3 Manajemen Logistik Industri Elektronika menyiapkan kompetensi logistik yang berkaitan dengan mitigasi, penanganan keadaan darurat, dan pemulihan pascabencana.
"Kementerian Perindustrian terus memperkuat terwujudnya ekosistem kemandirian teknologi kebencanaan, termasuk kesiapan sumber daya manusianya. Harapannya, ke depan Indonesia akan semakin mampu membangun teknologi yang bermanfaat dalam penanganan bencana alam. Bukan sekadar teknologi canggih, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat dirasakan kehadiran dan manfaatnya oleh masyarakat," tutur Adie.
Sumber: Kantor Berita Antara
Perdebatan mengenai ancaman teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terhadap kelangsungan hidup manusia kini makin mengemuka. Sederet tokoh pelopor teknologi AI—yang sering dijuluki "Bapak AI Dunia"—serta para pemimpin perusahaan teknologi terkemuka menyuarakan kekhawatiran mendalam terkait risiko tak terkendali dari perkembangan teknologi tersebut.
Peringatan keras salah satunya datang dari Geoffrey Hinton, ilmuwan komputer ternama yang merupakan pionir jaringan neural dan deep learning. Hinton memperkirakan ada probabilitas sebesar 10 persen bahwa AI berpotensi memusnahkan seluruh umat manusia dalam dekade mendatang. Menurutnya, bahaya nyata dapat muncul jika AI yang melampaui kecerdasan manusia tersebut mampu merancang senjata siber penghancur hingga meracik virus biologis berbahaya.
Senada dengan Hinton, tokoh deep learning lainnya, Yoshua Bengio, menekankan pentingnya menanggapi ancaman ini secara serius. Bengio membenarkan bahwa sistem AI modern saat ini sudah dibekali kemampuan peretasan dan tingkat persuasi tinggi yang berpotensi disalahgunakan untuk merugikan manusia. Ia pun menyerukan pentingnya membatasi laju riset AI serta memperketat regulasi keselamatan independen sebelum model-model baru dilatih.
Kekhawatiran tersebut juga didukung oleh para pemimpin eksekutif teknologi global seperti Sam Altman (OpenAI), Demis Hassabis (Google DeepMind), Dario Amodei (Anthropic), hingga Elon Musk. Mereka sepakat bahwa kecepatan pengembangan AI perlu diperlambat dan diimbangi dengan regulasi ketat. Di sisi lain, CEO Cohere Aidan Gomez menilai model AI saat ini sebagai senjata siber amat ampuh yang mampu melacak kerentanan keamanan secara luas, sehingga memperketat lingkungan pengujian (container security) menjadi hal yang krusial.
Meskipun demikian, seruan regulasi dan perlambatan laju pengembangan AI ini mendapat tanggapan dingin dari pihak pemerintah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kecaman terhadap seruan pembatasan tersebut dan menilai bahwa laju inovasi teknologi AI tidak seharusnya dihentikan. Perbedaan pandangan ini menandai makin sengitnya kontroversi global antara percepatan inovasi dan keselamatan masa depan peradaban manusia.
Sumber: CNN Indonesia
