Live Streaming

Pertumbuhan investasi Batam mengalami peningkatan yang luar biasa sepanjang tahun 2023 lalu.

Kementerian Investasi RI mencatat, realisasi investasi di Batam meningkat 18 persen dari tahun sebelumnya.

Bahkan, nilai tersebut memberikan kontribusi besar terhadap nilai investasi di Kepri secara keseluruhan.

Dimana, Batam menjadi daerah dengan sumbangan investasi terbesar yang mencapai 77,5 persen.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi pun mengapresiasi kerja keras seluruh pihak atas pencapaian tersebut.

Menurut Muhammad Rudi, pertumbuhan investasi yang positif dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap kebangkitan ekonomi Batam dan Kepri.

"Peningkatan nilai investasi di Batam butuh stimulus agar terus tumbuh positif. Peningkatan nilai investasi akan memberikan multiplier effect yang besar bagi ekonomi masyarakat," ujar Rudi, Selasa (16/4/2024).

Muhammad Rudi mendorong seluruh pihak untuk tidak memperlambat pemberian izin investasi.

Dengan terbukanya lahan investasi baru, kata Rudi, maka peluang untuk terbukanya lapangan kerja cukup besar.

Sehingga, serapan terhadap tenaga kerja lokal pun meningkat.

"Saya optimis, nilai investasi tahun 2024 akan kembali naik. Yang terpenting, kemudahan perizinan dan kualitas pelayanan harus terus dijaga," tambahnya.

Optimisme orang nomor satu di Kota Batam tersebut beralasan. Dari total 31 kawasan industri di KPBPB Batam, sebanyak 6 kawasan memiliki luas mulai dari 50 sampai 320 hektare dari total luas lahan peruntukan industri yang mencapai 1660,9 hektare atau 4 persen dari luas Batam.

Melalui kegiatan industri yang terus bangkit, khususnya kegiatan manufaktur dan jasa, maka potensi peningkatan nilai investasi Batam pada tahun 2024 cukup besar.

"Investasi tumbuh baik maka ekonomi pun akan bangkit. Ini yang mesti kita upayakan bersama-sama dengan menjaga iklim investasi di Batam agar tetap kondusif," tutup Rudi. 

Badan Usaha Pelabuhan Badan Pengusahaan (BUP BP) Batam layani 580.867 Penumpang di Periode Angkutan Lebaran Tahun 2024, yakni mulai 26 Maret 2024 (H-15) hingga 14 April 2024 (H+3). Adapun jumlah ini meliputi keberangkatan dan kedatangan di Terminal Ferry Domestik dan Terminal Ferry Internasional di wilayah kerja Badan Pengusahaan Batam.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar mengatakan, jumlah penumpang di periode angkutan Lebaran Tahun 2024 ini mengalami peningkatan sebesar 11 persen dibandingkan periode yang sama di Tahun 2023 yang mencapai 521 Ribu penumpang.

“Peningkatan tertinggi berada di Terminal Ferry Domestik yakni sebesar 15 persen atau mencapai 316 Ribu penumpang datang dan berangkat mulai dari H-15 hingga H+3 Lebaran. Hal ini menunjukkan tren positif mengingat tidak adanya lagi kebijakan pembatasan bepergian dari Pemerintah Pusat,” ujar Dendi dalam keterangan resminya, Senin, 15 April 2024.

Ia menambahkan, sepanjang Periode Angkutan Lebaran Tahun 2024, puncak arus mudik di Terminal Ferry Domestik dalam wilayah kerja Badan Pengusahaan Batam terjadi pada H-3 dengan jumlah penumpang meninggalkan Batam sebanyak 16.795 orang. Sedangkan untuk arus balik pada H+3, Dendi mengatakan sudah terjadi peningkatan dengan jumlah penumpang datang mencapai 17.541 orang.

Dendi memprediksi jumlah penumpang yang datang akan terus bertambah pada H+4 lebaran mengingat pada Selasa, 16 April 2024 kegiatan perkantoran dan sekolah kembali normal pasca Libur Hari Raya Idul Fitri 2024.

“Kami memprediksi di H+4 Lebaran atau Senin, 15 April 2024 ini jumlah penumpang yang kembali ke Batam terus masih terus bertambah,” imbuh Dendi.

Dihimpun dari Data Badan Usaha Pelauhan, Terminal Ferry Domestik dengan jumlah penumpang terpadat selama Periode Angkutan Lebaran Tahun 2024 (H-15 s/d H+3) adalah Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur dengan total penumpang datang dan berangkat mencapai 139 Ribu penumpang. Terminal ini melayani penumpang tujuan Tanjung Pinang, Dabo Singkep, Tanjung Uban, Tarempa, dan Sei Tenam.

Sedangkan untuk Terminal Ferry Internasional, Terminal Ferry Internasional Batam Centre melayani penumpang dengan jumlah penumpang terbanyak dengan total penumpang datang dan berangkat mencapai 154 Ribu penumpang. Terminal ini melayani penumpang tujuan Malaysia (Stulang Laut dan Pasir Gudang) serta Singapura (Harbour Front dan Tanah Merah).

Selama Periode Angkutan Lebaran Tahun 2024, Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, imbuh Dendi juga telah menyiagakan 4 (empat) posko Angkutan Laut yang tersebar di beberapa titik, antara lain Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur, Terminal Ferry Domestik Sekupang, Terminal Ferry Domestik Harbour Bay dan Terminal Umum Batu Ampar (Pelni).

Badan Usaha Pelabuhan bersama-sama dengan instansi terkait lainnya melakukan pengawasan terpadu di Pelabuhan Batam selama periode Arus Mudik Angkutan Lebaran Tahun 2024, antara lain Lantamal IV Batam, Kepolisian Kawasan Pelabuhan Polresta Barelang, KSOP Khusus Batam, Kantor Imigrasi Batam, Kantor Bea dan Cukai Batam, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Koordinator Basarnas Batam, Stasiun Meterologi Hang Nadim Batam dan Jasa Raharja Kota Batam.

“Kami ucapkan terima kasih atas sinergi lintas instansi selama pengamanan Angkutan Lebaran Tahun 2024 sehingga kegiatan mudik dapat berjalan dengan tertib dan lancar,” tandas Dendi.

Batam - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi mengajak masyarakat Kota Batam menjadikan Idul Fitri 1445 Hijriah ini, sebagai momentum menjaga kebersamaan dan kekompakan.

Dengan tujuan, meningkatnya perekonomian Kota Batam, menuju Batam kota baru yang modern.

Muhammad Rudi mengatakan, pada malam pelepasan Pawai Takbiran, masyarakat Kota Batam tumpah ruah memadati Dataran Engku Hamidah. Hal ini menandakan terus membaiknya perekonomian masyarakat Kota Batam.

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kota Batam tahun 2023 yang mencapai 7,04 persen. Angka itu, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri dan nasional.

Selain itu, menurut laporan dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, jumlah penerimaan Zakat Fitrah, Zakat Mal, Infaq dan Sedekah di Kota Batam juga meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Tentunya, meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Batam harus terus dijaga, agar setiap tahunnya terus meningkat.

"Kalau masyarakat sejahtera, maka kepala daerah berhasil," ujarnya.

Untuk itu, ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Batam yang telah menjaga kekompakan dan kebersamaan selama ini. Ia berharap, kekompakan dan kebersamaan ini terus terjaga demi membangun ekonomi Kota Batam yang lebih baik pada tahun depan.

"Sekali lagi atas nama kepala daerah, saya mengucapkan ribuan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mudah-mudahan kebersamaan dan kekompakan ini terus kita bangun sama-sama, sehingga Batam terus melaju menuju kota baru bisa kita capai sama-sama," katanya.

Ia menambahkan, jika perekonomian Kota Batam terus tumbuh, maka Batam akan menjadi kota percontohan bagi kota-kota lain di Indonesia. Selain itu, Batam juga akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi. Baik itu di daerah maupun secara nasional. (*)

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali membagikan paket sembako Ramadan kepada warga.

Khususnya, untuk 94 Kepala Keluarga (KK) asal Rempang yang telah bergeser ke hunian sementara dalam rangka mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City, Rabu (3/4/2024).

Sembako tersebut, disalurkan di 4 lokasi yang berbeda. Diantaranya di Ruko Cipta Grand City, Ruko Buana Central Park, Perumahan Cipta Asri 2 dan Perumahan Bida Asri 3.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membantu mengurangi beban masyarakat Rempang dan berbagi suka cita dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

"BP Batam akan terus berkomitmen untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui Rempang Eco City, serta terus berupaya untuk membantu meringankan beban masyarakat yang telah bergeser ke hunian sementara," ujarnya.

Untuk itu, Muhammad Rudi mengajak masyarakat Rempang untuk menjaga kekompakan dan persatuan dalam mendukung program Pengembangan Rempang Eco City yang tengah dijalankan oleh pemerintah.

"Dengan semangat berbagi dan kepedulian, BP Batam berharap dapat memberikan manfaat serta kebahagiaan bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat Rempang dan menjadikan Ramadan tahun ini lebih bermakna bagi semuanya," tutup Muhamamad Rudi. (*)

Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam masih menjadikan keamanan dan kenyamanan penumpang di pelabuhan sebagai prioritas selama menghadapi arus mudik lebaran 2024.

Kepala Subdit Pengamanan Aset dan Objek Vital Ditpam BP Batam, AKBP S.A. Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya maksimal dalam memperketat pengamanan penumpang serta penjagaan kawasan pelabuhan hingga arus puncak mudik nanti.

Ia mengungkapkan, hal ini sesuai instruksi dan arahan dari Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang menginginkan situasi kondusif tetap terjaga sehingga dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik.

"Ini juga sesuai arahan Presiden melalui Kapolda Kepri saat Rakor Pam beberapa hari lalu. Disampaikan bahwa kegiatan pengamanan lebaran merupakan kegiatan pelayanan kemanusiaan," ujar Kurniawan, Kamis (4/4/2024).

Di samping itu, Kurniawan menekankan jika pengamanan arus mudik lebaran merupakan kegiatan rutin dari Ditpam BP Batam dan aparat kepolisian, TNI, serta institusi terkait lainnya.

Sehingga, pelayanan penumpang di pelabuhan pun dapat berjalan optimal tanpa ada kendala berarti.

"Tetap berhati-hati dan selalu waspada. Jangan mudah tertipu bujuk rayu orang-orang yang tidak dikenal. Sebaiknya tanyakan langsung ke petugas jika ada kendala," tambah Kurniawan.

Pihaknya juga mengimbau agar para pemudik tetap waspada selama beraktivitas. Mengingat, banyak oknum tidak bertanggungjawab memanfaatkan momentum mudik guna melancarkan aksi kriminal.

"Sesuai arahan Kepala BP Batam dan Dirpam BP Batam, pelayanan penumpang harus selalu dioptimalkan. Oleh sebab itu, kami tidak henti-hentinya mengingatkan para pemudik agar menghindari hal-hal yang berpotensi mengundang tindak kejahatan," pungkasnya. (*)

Pengerjaan empat rumah contoh untuk warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City sudah memasuki tahap penyelesaian.

BP Batam melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengatakan jika realisasi pengerjaannya pun hampir 100 persen rampung.

Sejauh ini, lanjut Ariastuty, tidak ada kendala yang cukup signifikan dalam tahap penyelesaian bangunan. Termasuk proses pematangan lahan dan penyiapan badan jalan.

"Pengerjaan rumah contoh sudah masuk dalam tahap penyelesaian. Kita berharap, seluruh proses ini dapat rampung dalam minggu ini," ujar Tuty, panggilan akrabnya, Rabu (3/4/2024).

Ia mengatakan, pemerintah pusat melalui BP Batam berkomitmen untuk segera menyelesaikan seluruh pembangunan rumah baru yang berlokasi di Tanjung Banon tersebut.

Dengan harapan, publik dapat melihat keseriusan pemerintah dalam menyiapkan hunian yang nyaman bagi warga Rempang ke depannya.

"Tim menargetkan, 100 rumah sudah berdiri di Tanjung Banon hingga September nanti. Pembangunan rumah berikutnya sudah masuk tahap lelang, tinggal tunggu eksekusi pengerjaan karena anggaran sudah tersedia," tambah Tuty.

Sesuai arahan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Tuty menekankan bahwa pihaknya akan selalu mengedepankan hak-hak masyarakat agar tidak terabaikan.

Bahkan, BP Batam dan Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan juga melibatkan seluruh unsur dalam menyusun kebijakan terkait penanganan dampak sosial terhadap pengembangan proyek strategis nasional tersebut.

Di beberapa rapat tindak lanjut pengerjaan proyek, BP Batam pun turut mengundang unsur akademisi, tokoh masyarakat Melayu, serta perwakilan warga yang terdampak.

"Setiap pembangunan pasti ada dampak sosial. Tapi yang terpenting adalah bagaimana menangani dampak sosialnya secara humanis dengan mengedepankan hak-hak masyarakat agar tidak terabaikan," tutup Tuty. (*)

Batam - Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatatkan inflasi sebesar 0,46% (mtm). Secara spasial, Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Karimun mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,45% (mtm), 0,35% (mtm), dan 0,53% (mtm). Dengan demikian, secara tahunan, IHK di Provinsi Kepulauan Riau mencatatkan inflasi sebesar 3,37% (yoy) atau tetap terkendali dalam kisaran target inflasi 2,5±1%.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi di Provinsi Kepri terutama disebabkan oleh kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau seperti cabai merah, telur ayam ras, kangkung, dan ayam hidup seiring dengan meningkatnya permintaan pada bulan Ramadan. Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, khususnya emas perhiasan seiring dengan meningkatnya harga komoditas emas secara global. Di sisi lain, komoditas utama yang menahan laju inflasi berasal dari ketimun, tomat, jeruk, kacang panjang, dan bawang merah. Menurunnya harga komoditas tersebut didukung oleh ketersediaan pasokan yang memadai di tengah musim panen.

Inflasi yang terkendali tersebut merupakan hasil dari konsistensi, inovasi, dan sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) baik di level provinsi maupun kabupaten dan kota se-Kepri dalam melaksanakan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Hingga bulan Maret 2024, TPID telah menggelar 92 kali operasi pasar yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Kepulauan Riau sebagai langkah antisipasi lonjakan harga sepanjang bulan Ramadan 1445 H. Kegiatan operasi pasar akan terus diintensifkan menjelang HBKN Idulfitri di seluruh kabupaten/kota, disertai dengan koordinasi melalui High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi TPID. Selain itu, TPID Kepri juga telah melaksanakan bimbingan teknis program budidaya Gerakan Sekolah Menanam (GSM) Cabai di lingkungan SMA/SMK se-Kepri, serta upaya pengendalian ekspektasi inflasi dengan himbauan belanja bijak melalui flyer, media cetak, radio, dan TV selama bulan Ramadan. TPID Kepri juga terus memperkuat peran BUMD dalam pengendalian inflasi melalui Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk komoditas cabai dari Sulawesi Utara dan Aceh.

Ke depan, TPID akan terus mengantisipasi risiko inflasi melalui sinergi dan koordinasi antar lembaga/instansi. Beberapa risiko tekanan inflasi antara lain: (i) kenaikan permintaan terhadap komoditas pangan secara umum menjelang HKBN Idulfitri; (ii) berlanjutnya kenaikan harga beras sejalan dengan kebijakan relaksasi HET yang diperpanjang hingga bulan April; serta (iii) kenaikan harga komoditas aneka rokok. Dalam rangka mengamankan ketersediaan pasokan, TPID mendorong peningkatan produksi pangan lokal terutama beras dan cabai, mengoptimalkan KAD yang sudah ada serta penjajakan potensi KAD baru, mendorong inovasi dalam budidaya pertanian seperti implementasi smart greenhouse, serta melakukan distribusi bibit dan kelengkapan budidaya cabai dalam rangka GSM di seluruh SMA/SMK se- Kepri. Untuk menjaga keterjangkauan harga, TPID akan terus konsisten menyelenggarakan kegiatan pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah khususnya menjelang HKBN. Untuk menjamin kelancaran distribusi, TPID akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan distribusi pasokan terjaga dengan aman agar stok pangan tersedia dalam jumlah yang cukup.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi terus berkomitmen untuk mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar sebagai hub logistik internasional. Setelah berhasil mendatangkan Ship to Shore (STS) Crane pada tahun lalu, tahun ini pelayaran Direct Call perdana, rute Batam-China resmi dibuka.

Direct call merupakan pelayaran langsung peti kemas dari pelabuhan dalam negeri ke pelabuhan tujuan yang ada di luar negeri tanpa singgah di pelabuhan manapun yang ada di dalam negeri. Dengan demikian, ekspor dan impor yang sebelumnya melalui Singapura, saat ini sudah bisa langsung menuju China.

Pelayaran langsung ini, dioperasikan oleh Shandong International Transportation Corporation (SITC) China. Pada pelayaran rute perdana dari China menuju Batam, SITC China mengoperasikan kapal MV SITC Hakata. Kapal dengan bobot 23.000 GT itu, bersandar di Pelabuhan Batu Ampar, Minggu (31/3/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Rudi mengapresiasi atas pembukaan Direct Call Batam-China ini. Ia mengatakan, pembukaan pelayaran langsung ini merupakan perintah dari Presiden Jokowi kepada dirinya. Sehingga momen pembukaan pelayaran langsung ini, sebagai momentum dalam mengembangkan rute lainnya.

"Bukan berapa jumlah kapal ke China hari ini, tapi tugas kita bagaimana kita mempersiapkan barang untuk diberangkatkan ke sana dan daerah lainnya. Kalau barang semakin banyak, maka semakin banyak linenya ke daerah lain," ujarnya.

Muhammad Rudi melanjutkan, kedepannya diharapkan seluruh perusahaan di Kota Batam bisa memanfaatkan pelayaran langsung ke China ini. Tidak hanya ke China, namun juga ke beberapa negara lainnya. Sehingga biaya logistik dari Batam ke sejumlah negara bisa lebih murah seperti ekspor ke China saat ini.

Tidak hanya kemudahan dalam pengiriman barang, Muhammad Rudi juga berpesan kepada PT Persero untuk mempermudah segala pelayanan di pelabuhan.

"Kalau barang sudah ada, pelayarannya juga sudah ada, ditambah dengan pelayanan yang tidak berbelit, maka orang akan melihat Batam sebagai tempat pengiriman barang. Maka target 2 juta TEuS per tahun, ini akan bisa dicapai," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Persero Batam, Arham S. Torik mengatakan, pelayaran langsung ke China ini akan rutin satu kali dalam seminggu. Untuk tahap awal ini, kapal MV SITC Hakata membawa 168 kontainer dari China ke Batam. Sementara dari Batam, akan ada 100 kontainer milik Eco Green yang akan dibawa ke China.

"Kedepannya, kita harapkan ini akan menjadi lebih besar lagi karena kapasitas kapal ini 1000 TEuS, yang bisa muat 1.000 kontainer 20 feet," ujarnya.

Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah perusahaan. Kedepannya, ia mentargetkan akan ada 4 hingga 5 perusahaan lagi yang akan ekspor ke China melalui pelayaran langsung ini.

"Kita harapkan tiap minggunya akan meningkat sampai penuh kapasitas dan akan menambah muatannya juga. Dengan adanya Direct Call ini, terjadi penurunan biaya logistik sebesar 600 USD per teus karena hilangnya biaya transhipment di Singapura," imbuhnya. (*)

Kepala Badan Pengusahaan Batam, Muhammad Rudi menjamin iklim investasi yang nyaman bagi para investor. Baik itu para investor yang akan menanamkan modalnya di Kota Batam, maupun investor yang sudah menanamkan investasinya.

Hal itu disampaikan oleh Muhammad Rudi, saat menerima kunjungan dari Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi di Marketing Center BP Batam, Kamis (28/3/2024).

Masaki hadir didampingi oleh Konsulat Jendral Jepang di Medan, Takonai Susumu. Selain itu, turut hadir awak kapal JS Murasame (DD-101) yang dipimpin oleh Captain Kawano Kunihiko serta Commanding Officer, Shimogishi Kosei.

Muhammad Rudi mengatakan, bahwa investasi menjadi hal utama dalam meningkatkan perekonomian di Kota Batam. Maka dari itu, ia akan menggelar “karpet merah” kepada para investor, sebagai upaya untuk membangkitkan investasi di Kota Batam.

Muhammad Rudi, akan terus memperhatikan seluruh komponen yang menjadi kepentingan investasi, yaitu pelebaran akses jalan, pembangunan Bandara dan juga pelabuhan. Pihaknya berharap, hal ini dapat mempermudah akses mobilitas baik di Kota Batam maupun yang ingin ke Kota Batam.

"Bapak tenang saja. Soal usaha di Batam tidak usah khawatir. Jika ada persoalan mengenai usaha di Batam, saya akan tangani langsung persoalan itu," tegas Muhammad Rudi.

Sementara itu, Masaki mengatakan bahwa Kota Batam merupakan daerah kedua yang dikunjunginya setelah Jakarta, sejak ditugaskan sebagai Duta Besar Jepang untuk Indonesia pada 22 Desember 2023 lalu. Batam katanya, merupakan daerah terpenting bagi Jepang dalam mengembangkan perekonomian.

"Di Batam ada 27 perusahaan Jepang yang beroperasi. Disamping itu, juga ada ratusan warga Jepang yang ada disini. Jadi, Batam salah satu kota terpenting bagi Jepang," ujarnya.

Ia berharap, kedepannya akan ada perusahaan-perusahaan asal Jepang lain yang beroperasi di Kota Batam. Sehingga semakin memperkokoh hubungan luas antara Jepang dan Indonesia, khususnya Kota Batam.

"Semoga semakin banyak lagi dan menjadi negara investasi terbesar kedua di Batam," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, PMA asal Jepang masuk 5 besar investasi asing di Batam dengan total realisasi US$ 22,652 juta dari 43 proyek sepanjang 2023. (*)

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park sukses mencuri perhatian Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.

Sebagai kawasan yang memiliki fokus terhadap pengembangan Data Center dan industri berbasis digital, NDP pun berpotensi untuk mendukung pengembangan sektor industri semikonduktor ke depannya.

Mengingat, pemerintah juga tengah gencar untuk membujuk para investor di bidang tersebut.

Merespons ini, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan bahwa pengembangan NDP dapat menjadi mesin penggerak ekonomi baru di Kota Batam.

Apalagi industri berbasis digital menjadi salah satu sektor unggulan di seluruh penjuru dunia dewasa ini.

"KEK Nongsa hadir untuk memberikan keleluasaan investasi di bidang industri digital. Saya berharap, pengembangannya pun dapat menyerap banyak tenaga kerja ke depan," ujar Muhammad Rudi, Rabu (27/3/2024).

Rudi menekankan, pengembangan NDP pun mesti didukung oleh ekosistem yang luar biasa.

Sehingga, upaya penguatan infrastruktur Data Center bisa maksimal dan mampu menarik banyak investor.

"BP Batam selalu mendukung pengembangan NDP sebagai Engine of Growth sesuai cita-cita untuk mewujudkan Batam Kota Baru yang maju dan modern," tambahnya.

Untuk diketahui, salah satu investor asal Singapura dan Citramas Group telah menandatangani kerja sama pengembangan ekosistem digital baru-baru ini.

Perusahaan tersebut adalah BW Digital yang nantinya akan mengembangkan fasilitas Data Center atau pusat data berkapasitas 80MW di kawasan tersebut.

Dengan konsep kerja sama, kedua entitas usaha juga akan menyediakan layanan bisnis ke bisnis (B2B) untuk kebutuhan komputasi awan (cloud), konektivitas internasional dan domestik, kabel bawah laut hingga kecerdasan buatan (AI).

"Saya berharap, kehadiran investor baru akan memberikan pengaruh positif bagi kemajuan ekonomi Batam," tutup Rudi. (*)

Sebanyak 30 pimpinan perusahaan manufaktur asal Negeri Tirai Bambu mengunjungi BP Batam, Rabu (27/3/2024). Kunjungan ini, dalam rangka untuk melihat potensi pengembangan usahanya di Kota Batam.

Kunjungan puluhan pimpinan perusahaan yang tergabung dalam Suzhou Hunan Business Association itu, diterima langsung oleh Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait dan Direktur Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Surya Kurniawan Suhari di Marketing Canter BP Batam.

Dalam kesempatan tersebut, Ariastuty menyambut baik terkait dengan rencana puluhan perusahaan asal Tiongkok ini. Sebagaimana diketahui, pada awal pengembangan Batam industri manufaktur menjadi penopang utama perekonomian. Sehingga, industri yang berorientasi ekspor serta bernilai ekonomi tinggi ini terus dikembangkan oleh BP Batam.

"Hal ini sesuai dengan komitmen dari bapak Kepala BP Batam Muhammad Rudi untuk terus meningkatkan perekonomian Kota Batam yang muaranya berdampak pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya usai pertemuan.

Ia melanjutkan, BP Batam tentunya akan membuka peluang investasi yang sebesar-besarnya dari perusahaan asal Tiongkok tersebut. Sebab, Tiongkok merupakan penyumbang investasi terbesar kedua Kota Batam setelah Singapura. Dimana pada tahun 2023 lalu, Tiongkok mencatatkan investasi sebesar USD 46,42 juta dengan 137 proyek di Kota Batam.

"Jadi kehadiran mereka ke Batam, mereka ingin mengetahui regulasi dalam berinvestasi di Kota Batam, mengenai tenaga kerja, hingga mengenai keluar masuk orang di pintu imigrasi," katanya.

Sementara, Direktur Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal BP Batam, Surya Kurniawan Suhari menyambut baik pertemuan kali ini. Menurutnya, Kota Batam merupakan daerah strategis untuk menanamkan modal investasi.

BP Batam melalui Kepala Bidang Fasilitasi Investasi dan Peningkatan Daya Saing, Ali Mukhtar menerima kunjungan kerja dari Kementerian Luar Negeri, Selasa (26/3/2024).

Ali menjelaskan, sejumlah peluang investasi pun menjadi pembahasan utama dalam kunjungan tersebut. Khususnya terhadap perkembangan sektor industri semikonduktor.

Ia mengatakan, Kementerian Luar Negeri memberikan perhatian serius terhadap potensi investasi industri semikonduktor (perangkat pengantar listrik). Mengingat, industri tersebut menjadi salah satu keunggulan Indonesia di era pesatnya teknologi informasi dewasa ini.

"Industri jenis ini (semikonduktor) sangat dibutuhkan dalam perkembangan teknologi ke depan. Ini yang menjadi fokus diskusi kami tadi," ujar Ali usai memimpin jalannya pertemuan.

Ia mengungkapkan, pemerintah melalui BP Batam pun akan berupaya maksimal untuk membujuk calon investor guna merealisasikan investasi di bidang tersebut.

Apalagi Batam memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) yang berfungsi sebagai jembatan digital antara Indonesia - Singapura.

Kehadiran NDP sendiri diyakini mampu menarik investasi di sektor semikonduktor ke depannya.

"Sesuai instruksi Kepala BP Batam, kami berkomitmen untuk memberikan kemudahan bagi investor. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan nilai realisasi investasi ke depan sehingga berdampak terhadap ekonomi Batam, termasuk bagi pengembangan sektor semikonduktor," pungkasnya.

Sementara, Diplomat Ahli Utama Kemenlu RI, Dr. Sudjatmiko mengapresiasi perkembangan investasi di Batam.

Menurut Sudjatmiko, Batam juga berpeluang besar untuk menyerap investasi di sektor semikonduktor ke depan.

Salah satu potensi besar yang menjadi lirikan adalah pengembangan KEK NDP sebagai pusat digital atau data center.

"Diskusi kita hari ini guna membahas pengembangan industri semikonduktor. Tujuan kami datang adalah untuk mendukung diplomasi ekonomi, dengan tujuan nilai investasi di Indonesia bisa meningkat," ujarnya. (*)

Instagram

Tentang Kami