Live Streaming
Page 2 of 2

Rumah produksi Imajinari kembali meramaikan bioskop Tanah Air lewat rilis komedi terbarunya, Operasi Pesta Copet. Film karya sutradara Edy Khemod ini menyajikan sajian komedi heist (pencurian) yang tak hanya memicu gelak tawa, tetapi juga membawa dinamika hubungan antarmanusia dan kritikan sosial yang dibungkus secara natural. Ceritanya berfokus pada sekelompok komplotan pencopet amatir yang nekat berencana melancarkan aksi eksekusi terbesarnya di sebuah festival musik megah.

Kekuatan utama film ini terletak pada humornya yang bertumpu pada situational comedy serta chemistry kuat dari para pemerannya, alih-alih sekadar mengandalkan adegan slapstick berlebihan. Jajaran pemeran seperti Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Kalia Maharani, hingga Kawai Labiba berhasil menghidupkan karakter komplotan pencopet dengan unik, lengkap dengan latar belakang dan motivasi personal masing-masing yang membuat penonton berempati.

Di balik tawa dan kekacauan aksi pencurian tersebut, Operasi Pesta Copet menyelipkan sentilan sosial yang terasa organik mengenai realita kehidupan masyarakat kelas pekerja urban. Ditunjang dengan visual festival musik yang semarak serta tata musik latar yang energik, film ini sukses menjadi tontonan komedi komersial yang segar, rapi, dan menghibur dari awal hingga akhir.

Sumber: CNN Indonesia

Musisi Ardhito Pramono melalui kuasa hukumnya mengungkapkan daftar lagu miliknya yang diduga digunakan oleh program televisi dan media visual di Korea Selatan tanpa mengantongi izin sinkronisasi (synchronization rights) yang sah. Kasus ini mencuat ke permukaan dan menjadi salah satu materi sorotan dalam sengketa hukum yang tengah bergulir.

Penggunaan karya cipta musisi tanah air di kancah internasional tanpa prosedur lisensi yang transparan dinilai merugikan pihak pencipta, baik dari segi moral maupun materiil hak kekayaan intelektual. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, terdapat setidaknya empat lagu populer milik Ardhito yang masuk dalam daftar sengketa tersebut, yaitu "Say Hello", "Fine Today", "9 to 5" (925), serta "Bitterlove". Lagu-lagu yang akrab di telinga penikmat musik ini diduga diputar dan disebarluaskan untuk kepentingan penyiaran media visual di Korea Selatan tanpa persetujuan resmi dari pihak sang musisi atau label yang menaunginya saat itu.

Permasalahan dugaan penggunaan lagu tanpa izin sinkronisasi ini juga menjadi bagian dari materi gugatan wanprestasi senilai Rp5,7 miliar yang dilayangkan oleh Ardhito Pramono terhadap pihak label Sony Music Entertainment Indonesia di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan nomor perkara 577/Pdt.G/2026/PN Jkt.Pst.

Hingga kini, proses persidangan atas kasus tersebut masih terus berjalan dengan agenda pemeriksaan kelengkapan berkas serta legalitas para pihak yang bersengketa. Kasus ini diharapkan mampu menjadi momentum penting bagi peningkatan perlindungan hak cipta musisi Indonesia agar tata kelola lisensi dan royalti penyiaran internasional dapat ditegakkan secara adil.

Sumber: CNN Indonesia

SEOUL — Korea Selatan kini tengah dilanda tren hiburan baru melalui hadirnya micro-drama atau drama mikro. Format serial pendek dengan durasi sekitar 1–2 menit per episode ini dengan cepat mencuri perhatian masyarakat Negeri Ginseng, terutama di tengah tingginya ritme kehidupan modern yang serba cepat.

Micro-drama dirancang khusus untuk penggunaan pada perangkat seluler dengan format video vertikal. Alur ceritanya dibuat padat, dramatis, dan langsung pada inti konflik tanpa pembukaan yang berbelit-belit. Kepraktisan format ini membuat penonton dapat menikmati satu hingga beberapa episode di sela-sela aktivitas harian, seperti saat memotong waktu di transportasi umum atau saat istirahat makan siang.

Kepopuleran format ini mendorong pertumbuhan berbagai platform aplikasi khusus drama mikro serta memicu industri hiburan Korea Selatan untuk gencar memproduksi konten-konten vertikal berdurasi singkat. Selain efisien dari sisi waktu penonton, biaya produksi micro-drama relatif lebih rendah dan proses pembuatannya jauh lebih cepat dibandingkan drama Korea (drakor) konvensional.

Fenomena ini menandai pergeseran konsumsi media di Korea Selatan, di mana format konten yang ringkas kini mampu bersaing ketat dengan tayangan drama panjang di platform streaming maupun televisi nasional.

 

Sumber: CNN Indonesia

MTV secara resmi mengumumkan daftar lengkap nominasi untuk ajang penghargaan musik bergengsi MTV Video Music Awards (VMA) 2026. Pengumuman ini langsung menyita perhatian publik global berkat persaingan sengit antara jajaran musisi legendaris dan bintang pop papan atas generasi saat ini.

Pada gelaran tahun ini, Madonna mendominasi perolehan nominasi lewat karya visual album terbarunya, diikuti ketat oleh Taylor Swift dan Ariana Grande yang memimpin di berbagai kategori utama seperti Video of the Year dan Artist of the Year. Di sisi lain, deretan bintang K-pop seperti BTS, BLACKPINK, LISA, dan KATSEYE juga sukses mengamankan posisi dalam daftar nominasi global.

Daftar Nominasi Kategori Utama MTV VMA 2026

Video of the Year

  • Ariana Grande – "hate that i made you love me"

  • Bruno Mars – "I Just Might"

  • GENER8ION – "STORM" (starring Yung Lean)

  • Madonna – "Confessions II – The Film"

  • Sabrina Carpenter – "Tears"

  • Taylor Swift – "The Fate of Ophelia"

Artist of the Year

  • Ariana Grande

  • Bruno Mars

  • Madonna

  • Morgan Wallen

  • Sabrina Carpenter

  • Taylor Swift

Song of the Year

  • BTS – "Swim"

  • Ella Langley – "Choosin' Texas"

  • HUNTR/X: EJAE, Audrey Nuna, REI AMI – "Golden"

  • Madonna & Sabrina Carpenter – "Bring Your Love"

  • Olivia Dean – "Man I Need"

  • PinkPantheress + Zara Larsson – "Stateside"

  • RAYE – "WHERE IS MY HUSBAND!"

Best K-Pop

  • BLACKPINK – "JUMP"

  • BTS – "SWIM"

  • CORTIS – "REDRED"

  • KATSEYE – "PINKY UP"

  • LE SSERAFIM (feat. j-hope of BTS) – "SPAGHETTI"

  • LISA – "Dream" (feat. Kentaro Sakaguchi)

Pemungutan suara (voting) bagi para penggemar telah dibuka secara daring melalui situs resmi MTV untuk menentukan pemenang yang akan memboyong piala Moonman di malam penganugerahan.


sumber: CNN Indonesia

 
JAKARTA — Proyek spinoff serial fenomena Squid Game versi Amerika Serikat (AS) yang sempat dikabarkan bakal digarap oleh sutradara ternama David Fincher dilaporkan batal diproduksi oleh Netflix. Proyek yang mengusung judul kerja Heckler tersebut resmi dihentikan dari lini pengembangan.

Laporan eksklusif The Playlist mengungkapkan bahwa keputusan penghentian ini diambil menyusul pergeseran prioritas strategi platform streaming raksasa tersebut. Selain itu, David Fincher dikabarkan telah beralih fokus ke proyek film lainnya, seperti The Adventures of Cliff Booth.

Isu penggarapan Squid Game versi Hollywood sebelumnya sempat berembus kencang di kalangan penggemar usai penayangan Squid Game Season 3 pada Juni 2025. Spekulasi kian menguat lantaran adegan penutup musim ketiga mengambil latar di Los Angeles dan menampilkan aktris peraih Oscar, Cate Blanchett, sebagai cameo perekrut baru.

Meski demikian, kreator dan sutradara asli Squid Game, Hwang Dong-hyuk, sejak awal telah menepis rumor keterlibatannya maupun kepastian hadirnya remake versi Amerika. Ia menyatakan lebih berminat mengupas latar belakang para karakter misterius (seperti para figur bertopeng) dalam bentuk cerita sampingan ketimbang melanjutkan alur utama.

Kandasnya rencana spinoff versi Hollywood ini sama sekali tidak menggoyahkan kesuksesan Squid Game. Ketiga musim serial Korea Selatan tersebut masih kokoh menduduki posisi tiga besar dalam daftar acara TV non-Bahasa Inggris yang paling banyak ditonton sepanjang masa di platform Netflix.
 
Sumber: CNN Indonesia
Berikut adalah penulisan ulang berita dari tautan tersebut yang disajikan dalam bentuk beberapa paragraf naratif:

Rumah produksi Mandela Pictures dan Oceanus Media Global (OMG Studios) secara resmi merilis cuplikan adegan pertama (first look) dari film horor misteri terbaru mereka yang berjudul "Bisikan Desa Gringsing". Melalui video berdurasi kurang dari satu menit tersebut, penonton disuguhkan atmosfer mencekam yang dialami oleh karakter utama bernama Hesti, yang diperankan oleh aktris Aghniny Haque, saat pertama kali berhadapan dengan sosok hantu Fatimah (diperankan Fatmah Nadhi) yang menghantui warga desa setempat. Bersamaan dengan rilisnya cuplikan tersebut, pihak produser mengumumkan bahwa film ini dijadwalkan tayang perdana di bioskop-bioskop Indonesia mulai 24 September 2026.
Film yang disutradarai oleh Ivander Tedjasukmana ini diproduksi melalui kolaborasi internasional yang melibatkan kreator dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Mengangkat kisah misteri pencarian dan teror di desa terpencil, "Bisikan Desa Gringsing" menjanjikan pengalaman sinematik yang tak hanya mengerikan secara cerita, tetapi juga menonjol dari segi visual dan teknis produksinya.

Daya tarik utama dari film ini terletak pada terobosan teknologinya, di mana "Bisikan Desa Gringsing" tercatat sebagai film horor Indonesia pertama yang memanfaatkan teknologi Virtual Production (VP) serta LED volumetric stage berstandar internasional. Lewat teknologi ini, para aktor berakting di depan layar LED beresolusi tinggi yang menampilkan lingkungan digital fotorealistik secara real-time. Penggunaan teknologi canggih tersebut memungkinkan pembuatan lanskap Desa Gringsing—seperti jalanan berkabut hingga penampakan supernatural—terlihat sangat presisi, detail, dan realistis dibandingkan metode pengambilan gambar konvensional.
 
 
Sumber: Suara.com

Dua penyanyi papan atas Indonesia, Agnez Mo dan Anggun C. Sasmi, kembali mencuri perhatian publik setelah foto-foto penampilannya dalam proyek serial Reacher Season 4 resmi dirilis. Kemunculan kedua diva legendaris ini mempertegas keterlibatan mereka sebagai bintang baru sekaligus pengisi soundtrack utama untuk serial aksi Hollywood tersebut.

Dalam foto-foto yang beredar, Agnez Mo tampil standout dan edgy dengan gaya busana serba hitam khasnya yang dipadukan dengan aksesori bernuansa etnik Nusantara. Sementara itu, Anggun C. Sasmi memancarkan pesona anggun nan karismatik dalam balutan gaun beraksen kain tradisional Indonesia yang dirancang secara modern. Perpaduan visual keduanya sukses menuai banyak pujian dari warganet.

Keterlibatan Agnez Mo dan Anggun dalam proyek ini tidak hanya sebatas pengisi lagu latar (soundtrack), melainkan juga menampilkan aksi kolaborasi visual yang kuat untuk memperkuat atmosfer dalam serial populer garapan Amazon Prime Video tersebut. Langkah ini menjadi momentum langka yang mempertemukan dua nama besar industri musik Tanah Air di satu panggung internasional.

Antusiasme penggemar pun meramaikan berbagai platform media sosial setelah rilisnya potret-potret tersebut. Kehadiran Agnez Mo dan Anggun C. Sasmi di Reacher Season 4 dinilai menjadi langkah besar bagi representasi talenta Indonesia di kancah hiburan global.

 

Sumber: CNN Indonesia

Jakarta, CNN Indonesia -- Maroon 5 mengumumkan kembali konser tunggal di Jakarta pada 5 Februari 2027. Konser Maroon 5 di Jakarta ini akan dihelat di Jakarta International Stadium (JIS). Konser di Asia ini menjadi bagian dari tur keliling dunia Maroon 5 yang sudah dihelat sejak 2026, dan setelah merilis album teranyar mereka yang bertajuk Love Is Like pada Agustus 2025. Dalam unggahan di media sosial pada Selasa (4/8) dan di situs resmi band tersebut, Jakarta akan didatangi setelah Adam Levine cs memulai tur Asia terbaru mereka ini di Kaohsiung, Taiwan, pada 24 Januari 2027. Setelah Taiwan, mereka akan ke Seoul pada 27 Januari, dan ke Tokyo selama tiga malam pada 30-31 Januari dan 2 Februari, sebelum akhirnya mampir ke Jakarta. Maroon 5 kemudian akan terbang ke Bangkok, Thailand, untuk menggelar konser pada 9 Februari, baru kemudian ke Singapura untuk konser pada 12 Februari 2027. Hingga berita ini ditulis, belum ada promotor lokal yang mengumumkan informasi detail konser Maroon 5 di Jakarta seperti harga dan kategori tiket konser tersebut. Konser Maroon 5 di JIS pada Februari 2027 tersebut adalah kedatangan Adam Levine kelima kalinya ke Indonesia setelah 2011, 2012, 2015, dan 2025. Pada 2015, Maroon 5 mengadakan konser di ICE BSD City pada 23 September 2015. Konser itu bertajuk Maroon V Tour Indonesia, tur promosi album mereka bertajuk V (2014). Kemudian pada 2025, mereka konser di JIS dalam rangka tur Maroon 5 in Asia. Maroon 5 baru merilis album kedelapan mereka, Love Is Like, pada Agustus 2025. Album itu jadi kelanjutan dari album Jordi yang dirilis pada 2021. Album yang terinspirasi dari proses karya kreatif mereka sebelumnya ini ditulis dan direkam selama masa residensi Maroon 5 di Las Vegas (2023-2024) dan hingga awal 2025. Karena produksinya yang berbasis sampel, album ini diberi label sebagai album pop, R&B, dan hip-hop dengan pengaruh yang menonjol dari soul, funk, dan new wave. Maroon 5 juga sempat menggelar tur bertajuk Love Is Like Tour untuk mendukung album tersebut. Tur itu keliling Amerika Utara dan Eropa mulai dari Oktober 2025 hingga 2026.

Film Spider-Man: Brand New Day berhasil mencetak sejarah box office dengan meraup pendapatan sebesar US$168 juta pada hari pembukaannya di Amerika Utara. Capaian angka luar biasa tersebut resmi memecahkan rekor hari pembukaan domestik terbesar sepanjang masa yang sebelumnya dipegang oleh *Avengers: Endgame* sejak tahun 2019. Hingga akhir pekan pertamanya, film ini sukses mengumpulkan total perolehan US$335 juta. Angka ini menempatkannya di posisi kedua untuk rekor pembukaan akhir pekan terbesar sepanjang sejarah, tepat di bawah Endgame, serta membuka peluang besar untuk terus mendominasi bioskop global di minggu-minggu berikutnya.

Dari segi narasi, film solo keempat arahan sutradara Destin Daniel Cretton ini mengambil latar waktu empat tahun setelah peristiwa Spider-Man: No Way Home. Ceritanya berfokus pada kehidupan Peter Parker (Tom Holland) yang harus menjalani hari-harinya secara mandiri dan penuh kesepian setelah ingatan dunia tentang identitasnya dihapus. Sembari berusaha bangkit dan mendedikasikan hidupnya sebagai pahlawan jalanan untuk menjaga keamanan New York, Peter mendadak dihadapkan pada ancaman teror misterius yang belum pernah ia temui sebelumnya.

Selain Tom Holland yang kembali memerankan sang pahlawan bertopeng, film ini juga kembali menghadirkan Zendaya sebagai MJ dan Jacob Batalon sebagai Ned Leeds. Deretan pemeran utama tersebut dipadukan dengan kehadiran jajaran pemain baru, seperti Sadie Sink, Tramell Tillman, hingga Liza Colón-Zayas, yang memberi warna dan dinamika anyar bagi kelanjutan kisah sang pahlawan laba-laba.

 

Sumber: CNN  Indonesia

Jakarta, Tom Holland membagikan pengalaman tak biasa saat menjalani promosi film. Ia mengungkapkan bahwa ada kalanya ia harus mempromosikan sebuah proyek yang sebenarnya tidak terlalu ia sukai.

Menurutnya, tidak semua film yang pernah ia bintangi merupakan film yang bagus. Ia bahkan mengaku pernah berpikir penonton tidak perlu menonton film tersebut.

Hal tersebut disampaikan Tom Holland saat menjadi bintang tamu dalam episode Dish Podcast yang tayang pada 22 Juli. Dalam episode itu, Tom Holland mengaku menikmati rangkaian promosi untuk dua film terbarunya, The Odyssey dan Spider-Man: Brand New Day, karena ia benar-benar menyukai keduanya.

"Saya benar-benar menikmatinya. Ketika menjalani promosi untuk film yang benar-benar kamu banggakan, semuanya terasa sangat mudah," ujar Tom Holland seperti diberitakan Variety pada Minggu (26/7).


Advertisement
"Karena ketika orang bertanya mengapa mereka harus menonton film itu, kamu tidak sedang membohongi siapa pun. Kamu memang benar-benar merasa mereka harus menontonnya," lanjutnya.

"Tapi saya pernah mengalami situasi ketika orang bertanya, 'Kenapa kami harus menonton film ini?' dan di dalam hati saya berpikir, 'Sebenarnya tidak usah, karena film ini jelek,'" kata Holland.

Menurut Holland, kualitas film yang dipromosikannya kali ini membuat seluruh proses terasa jauh lebih menyenangkan, terlebih karena musim panas ini ia memiliki dua film blockbuster yang dirilis hampir bersamaan.

"Sejujurnya, rasanya seperti sedang menikmati putaran kemenangan. Saya benar-benar menikmatinya. Saya sangat bangga dengan kedua film ini," kata Holland.

Dalam wawancara yang sama, Holland juga mengungkapkan bahwa ia banyak belajar tentang cara menghadapi promosi film dari lawan mainnya di The Odyssey, Anne Hathaway.

Dalam The Odyssey, Tom Holland berperan sebagai Telemachus, putra dari Odysseus (Matt Damon) dan Penelope (Anne Hathaway). Ia dikisahkan sebagai pangeran Ithaca yang bertekad untuk mencari dan menemukan ayahnya.

"Saya berkesempatan duduk bersama Anne Hathaway selama tiga hari terakhir untuk menjalani berbagai sesi promosi. Bagi saya, itu menjadi pengalaman belajar yang luar biasa. Dia benar-benar sangat profesional," ujar Holland.

Sementara itu, Spider-Man: Brand New Day akan mengambil latar empat tahun telah berlalu sejak peristiwa besar di Spider-Man: No Way Home (2021).

Film keempat ini akan menceritakan Peter Parker (Tom Holland) menjadi seorang dewasa yang hidup sepenuhnya sendirian. Situasi itu terjadi setelah ia secara sukarela menghapus dirinya dari kehidupan dan ingatan orang-orang yang dicintainya.

Spider-Man: Brand New Day akan tayang di bioskop Indonesia pada 29 Juli 2026.

 

Sumber: CNN Indonesia

Page 2 of 2

Instagram

Tentang Kami