Live Streaming
Wednesday, 05 November 2025 09:49

Menuju 'Permata Biru' di Gerbang Utara Nusantara, Pemprov Kepri Dorong Ekonomi Biru

 Batam - Mengusung tema “Unlocking Kepri’s Inclusive Growth Potential Through The Blue Economy”, forum ini menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan lembaga keuangan dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi Kepri lima hingga dua puluh tahun ke depan.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui pengembangan ekonomi biru (blue economy). Komitmen ini disampaikan dalam kegiatan Kepri Economic Forum dan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Kepri yang digelar di Grand Mercure Batam Center, Selasa (4/11/2025).

Gubernur Kepulauan Riau  dalam hal ini diwakili  Adi Prihatara Plh Sekretaris Daerah Kepri ,  menyampaikan bahwa Kepri memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi maritim Indonesia.

Luas laut Kepulauan Riau (Kepri) sangat besar, diperkirakan mencapai sekitar 415.231,79 km², yang mencakup sekitar 97% dari total wilayah provinsi.

Dalam sambutannya ia menyampaikan “kami ingin menjadikan Kepri sebagai permata biru di gerbang utara Nusantara.Dengan luas laut mencapai 96 persen dan daratan hanya 4 persen, laut harus menjadi penggerak utama yang menyejahterakan darat”.

Ia menambahkan, arah pembangunan ekonomi Kepri lima tahun ke depan akan berfokus pada penguatan sektor bioekonomi, di mana potensi kelautan dan maritim dikembangkan bukan hanya untuk perikanan, tetapi juga untuk industri turunan seperti galangan kapal, bioteknologi laut, hingga perdagangan maritim.

“Selama ini potensi laut kita baru dimanfaatkan sebatas hasil tangkap. Padahal nilai tambahnya jauh lebih besar bila dikembangkan menjadi rantai ekonomi maritim yang lengkap,” jelasnya.

Pemerintah daerah juga memastikan bahwa arah kebijakan pembangunan Kepri selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Proses penyusunan peta jalan pembangunan dilakukan bersama Bappenas agar Kepri dapat tumbuh sebagai provinsi yang maju, makmur, dan merata.

Adi juga menyoroti pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Kepri. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk aktif memberikan masukan dan ide-ide kreatif guna memperkuat kebijakan ekonomi daerah.

“Kita menyadari bahwa kemampuan fiskal daerah terbatas. Karena itu, kolaborasi dan inovasi menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan pembangunan di lebih dari dua ribu pulau yang tersebar di Kepri,” ungkapnya.

Dengan semangat gotong royong dan visi yang jelas, Pemerintah Provinsi Kepri berharap dapat mewujudkan “Provinsi Kepulauan Riau yang maju, makmur, dan merata”, sekaligus mempercepat transformasi ekonomi menuju ekonomi biru berkelanjutan di kawasan strategis utara Indonesia.(IMAN)

Read 307 times

Instagram

Tentang Kami