Live Streaming
Saturday, 28 February 2026 10:32

PGN Batam Menargetkan 10 Ribu Sambungan Jargas pada 2026, Merencanakan 114 Ribu Sambungan Baru hingga 2030

Batam – Di sela-sela kegiatan buka puasa bersama media bertajuk “Energi untuk Melangkah Penuh Harapan” yang digelar PT PGN (Persero) Tbk Area Batam, Jumat (27/2/2026), di Ibis Hotel Batam,Wendi Purwanto, Area Head PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Batam, mengungkapkan rencana ekspansi besar jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Batam sepanjang 2026 hingga 2030.

Dalam sambutannya, Wendi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan insan pers yang dinilai berperan besar dalam mendukung program jargas di Batam.

“Terima kasih kepada teman-teman media dan pemerintah yang selalu memberikan dukungan positif serta informasi yang informatif kepada masyarakat terkait keberadaan PGN di Pulau Batam. Dukungan ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program kami,” ujarnya.

Pada 2026 PGN Batam menargetkan penambahan 10 ribu sambungan rumah tangga baru. Jaringan tersebut akan diperluas ke wilayah-wilayah yang selama ini masih menunggu layanan gas bumi.

Tak hanya itu, PGN juga telah mulai mengumpulkan berkas dan melakukan persiapan untuk pembangunan 114 ribu sambungan rumah tangga baru yang ditargetkan terealisasi hingga 2027 dan berlanjut sampai 2030.

“Rencananya 114 ribu sambungan ini akan dikembangkan dari yang saat ini masih terpusat di tiga kecamatan. Ke depan akan diperluas hingga ke Lubuk Baja, Sekupang, dan Nongsa,” jelasnya.

PGN menargetkan seluruh pengembangan tersebut rampung pada 2030.

Wendi menambahkan, program ini sejalan dengan roadmap pemerintah pusat yang menargetkan Batam sebagai kota percontohan (pilot project) implementasi jargas secara menyeluruh.

“Pulau Batam diharapkan menjadi kota pertama yang seluruhnya menggunakan jaringan gas bumi. Tidak ada lagi ketergantungan pada gas subsidi 3 kilogram,” katanya.

Ia menambahkan, jika program ini berhasil, pemerintah berpotensi menghemat anggaran subsidi energi hingga Rp79 Miliar per bulan se-Kota Batam.

Model Batam nantinya dapat direplikasi ke kota-kota besar lain di Indonesia yang dinilai lebih tepat menggunakan jargas dibandingkan LPG subsidi.

Meski demikian, Wendi menegaskan bahwa LPG 3 kilogram tidak akan dihapuskan dari Indonesia. Distribusinya akan dialihkan ke daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan dan belum terjangkau jaringan gas.

“Begitu satu kota terpenuhi jargas, maka LPG 3 kilo bisa digeser untuk saudara-saudara kita yang selama ini belum mendapatkan fasilitas gas,” ujarnya.

 

 

Program jargas ini merupakan bagian dari kebijakan nasional di sektor energi yang dijalankan PGN bersama pemerintah dan Pertamina. Wendi berharap dukungan media terus berlanjut agar masyarakat memahami manfaat program tersebut secara utuh.

“Kalau ini sukses, bukan hanya sukses PGN, tetapi sukses pemerintah dan masyarakat. Peran media sangat penting untuk menyampaikan informasi yang edukatif dan dewasa kepada publik,” tutupnya.

 

Read 188 times

Instagram

Tentang Kami