Live Streaming
Page 3 of 143

Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat komitmen dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air sebagai salah satu fondasi utama pembangunan Kota Batam. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dan akademisi dalam menjaga ekosistem kawasan tangkapan air.

Komitmen itu diwujudkan melalui aksi penghijauan di Bendungan Sei Nongsa, Jumat (7/8/2026). BP Batam bersama PT Mc Dermott Indonesia menanam sebanyak 400 bibit Bambu Betung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Preserving Our Water With Bamboo Planting: A Biodiversity Initiative by McDermott Indonesia”.

Penanaman tersebut menyasar kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Bendungan Sei Nongsa seluas 21,55 hektare. Kawasan ini memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan sistem penyediaan air baku Batam, terlebih Bendungan Sei Nongsa merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang telah beroperasi sejak 1979.

Pemilihan Bambu Betung menjadi bagian dari strategi penghijauan berbasis fungsi ekologis. Sistem perakarannya yang kuat dan lebat dapat membantu mengikat struktur tanah, mengurangi potensi erosi, sekaligus meningkatkan kemampuan kawasan dalam menyerap air.

Dalam jangka panjang, keberadaan vegetasi tersebut diharapkan turut memperkuat fungsi daerah tangkapan air dan menjaga kualitas lingkungan di sekitar bendungan.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengapresiasi komitmen PT Mc Dermott Indonesia serta keterlibatan Universitas Ibnu Sina Batam dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

Menurutnya, menjaga keberlanjutan air baku bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha dan perguruan tinggi.

“Menanam pohon adalah menanam harapan untuk masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus memastikan keberlanjutan sumber daya air bagi generasi mendatang. Kami berharap kolaborasi positif ini terus berkembang dan menginspirasi semakin banyak pihak untuk bersama-sama menjaga keandalan air baku di Kota Batam,” ujar Denny.

Ia menambahkan, kolaborasi seperti ini sejalan dengan komitmen BP Batam untuk menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, pembangunan Batam tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus didukung dengan pengelolaan sumber daya alam yang terus terjaga.

Perwakilan PT McDermott Indonesia, Thomas A. Labrie, turut menyampaikan apresiasi kepada BP Batam dan seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap program penghijauan tersebut dapat memberikan dampak ekologis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap lingkungan di Batam.

Aksi penghijauan ini juga turut didukung Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Kapolsek Nongsa beserta jajaran, perwakilan PT Air Batam Hulu, serta akademisi Universitas Ibnu Sina Batam.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, BP Batam menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan bagian integral dari pembangunan Batam. Perlindungan kawasan tangkapan air, penghijauan, dan penguatan ekosistem menjadi langkah strategis untuk memastikan kebutuhan air baku tetap terjaga, sekaligus mendukung Batam sebagai kawasan investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menerima kunjungan Ketua Yayasan Sayang Anak Indonesia Kepulauan Riau sekaligus TBM Sayang Anak, Dr. Ronal G. Sirait, bersama tujuh orang pengurus, di BP Batam, Kamis (6/8/2026).

Pertemuan tersebut membahas sinergi dalam mendukung penguatan budaya literasi di Kota Batam melalui penyelenggaraan Seminar Literasi Nusantara dan Pelatihan Menulis Literasi Kebangsaan yang akan dilaksanakan pada 8 Agustus dan 15 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ariastuty Sirait menyampaikan apresiasi atas komitmen Yayasan Sayang Anak Indonesia Kepri dalam membangun budaya literasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan kecakapan hidup, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

“Literasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diperkuat karakter, kepedulian sosial, serta rasa saling menghargai dalam keberagaman. BP Batam mendukung setiap upaya yang memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas masyarakat Batam,” ujar Ariastuty.

Menurutnya, pembangunan Batam sebagai kawasan investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berintegritas, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Karena itu, BP Batam menyambut baik kolaborasi dengan berbagai komunitas dan organisasi masyarakat yang berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, literasi, dan pembentukan karakter generasi muda.

Melalui tema “Literasi untuk Penguatan Karakter dan Kebhinekaan”, TBM Sayang Anak menghadirkan ruang pembelajaran yang inklusif bagi anak-anak, remaja, keluarga, hingga masyarakat luas untuk meningkatkan budaya literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

BP Batam berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat peran komunitas literasi sebagai agen perubahan sosial sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Batam yang cerdas, berkarakter, toleran, dan siap menjadi bagian dari pembangunan daerah yang berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045

Komitmen RSBP Batam dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas internasional kembali mendapat pengakuan dunia. Rumah sakit milik BP Batam tersebut berhasil meraih Diamond Status dari World Stroke Organization (WSO), penghargaan tertinggi yang diberikan kepada rumah sakit dengan kinerja unggul dalam penanganan pasien stroke.

Penghargaan ini menjadi bukti bahwa masyarakat Batam kini memiliki akses terhadap layanan stroke yang memenuhi standar internasional. Melalui penanganan yang cepat dan tepat, termasuk tindakan trombolisis dan trombektomi, RSBP Batam dinilai mampu memberikan pelayanan yang efektif untuk meningkatkan peluang keselamatan dan kualitas hidup pasien stroke.

Capaian Diamond Status sekaligus menjadi tonggak baru bagi RSBP Batam setelah sebelumnya berhasil meraih predikat Gold dan Platinum dari WSO. Peningkatan tersebut mencerminkan konsistensi rumah sakit dalam membangun sistem pelayanan stroke yang semakin maju, didukung tenaga medis profesional, teknologi kesehatan, serta penerapan standar pelayanan global.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh tenaga kesehatan yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Diamond Status dari World Stroke Organization merupakan pengakuan bahwa layanan stroke di RSBP Batam telah memenuhi standar internasional,” ujarnya.

Menurutnya, penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi RSBP Batam, tetapi juga memperkuat posisi Batam sebagai daerah yang memiliki fasilitas kesehatan dengan kualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional. Ke depan, RSBP Batam berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang profesional, responsif, inovatif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

“Penghargaan ini tentunya akan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat keselamatan pasien, serta memastikan masyarakat Batam memperoleh layanan kesehatan terbaik tanpa harus dirujuk keluar Kota Batam,” tutupnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen seluruh jajaran RSBP Bagam dalam membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.

“Pengakuan dari World Stroke Organization menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang semakin cepat, tepat, dan sesuai dengan standar internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, capaian ini akan menjadi titik awal untuk terus melakukan inovasi dan peningkatan kualitas layanan. Terutama dalam memperkuat kompetensi tenaga medis, pemanfaatan teknologi serta tata kelola agar RSBP Batam mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan standar pelayanan kelas dunia.

“Kami berharap capaian ini semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan kesehatan di Batam sekaligus memperkuat posisi kota ini sebagai kawasan yang memiliki fasilitas kesehatan modern dan berdaya saing internasional,” tutup Ariastuty.

Batam, Agustus 2026 - Menyambut hari jadinya yang ke-4, ARTOTEL Batam menghadirkan rangkaian kegiatan bertajuk "4ward Together  A JOURNEY BEYOND 2026" dengan tagline "Celebrating 4 Years, Moving Forward Together" sebagai bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG). Mengusung semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap komunitas, perayaan tahun ini diwujudkan melalui berbagai aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari revitalisasi fasilitas rumah ibadah hingga penyaluran bantuan kepada anak-anak di panti asuhan. 

Sebagai hotel yang mengedepankan seni, kreativitas, dan koneksi dengan komunitas lokal, ARTOTEL Batam percaya bahwa pertumbuhan bisnis perlu berjalan berdampingan dengan kontribusi nyata terhadap lingkungan sosial. Melalui semangat tersebut, perayaan empat tahun perjalanan ARTOTEL Batam tidak hanya menjadi momen refleksi atas berbagai pencapaian, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui aksi yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari inisiatif ESG Awareness, ARTOTEL Batam melaksanakan revitalisasi fasilitas di Masjid Baitul Muttaqin Piayu. Program ini mencakup donasi keranda jenazah, pengecatan dan peremajaan area depan masjid, pengadaan perlengkapan ibadah berupa Al-Qur'an, mukena dan sarung. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang sekaligus menciptakan ruang ibadah yang lebih nyaman bagi masyarakat sekitar. 

Masih dalam rangkaian program yang sama, ARTOTEL Batam juga menyalurkan bantuan berupa alat tulis sekolah dan kebutuhan pokok kepada beberapa panti asuhan di Kota Batam. Bantuan diberikan kepada Panti Asuhan Nurul Hidayah, Panti Asuhan Global Asia Sehati, Panti Asuhan Elshaddai Abigail, Panti Asuhan 5 Roti 2 Ikan, Panti Asuhan Ar Risalah, dan Panti Asuhan Daarul Ishlah sebagai bentuk dukungan terhadap semangat belajar anak-anak dan juga untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para penghuni panti.

Melalui rangkaian kegiatan ini, ARTOTEL Batam ingin menjadikan momen anniversary bukan hanya sebagai perayaan perjalanan perusahaan selama empat tahun, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi positif kepada yang membutuhkan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Melalui tema "4ward Together", ARTOTEL Batam percaya bahwa setiap langkah menuju masa depan akan menjadi lebih bermakna ketika dijalani bersama masyarakat, komunitas.

"Empat tahun merupakan perjalanan yang penuh cerita, tantangan, dan pencapaian bagi ARTOTEL Batam. Melalui tema '4ward Together, A Journey Beyond 2026', kami ingin merayakan momen ini dengan cara yang lebih bermakna. Kami percaya bahwa keberhasilan bukan hanya tentang sejauh mana bisnis hotel tumbuh, namun  bagaimana kehadiran ARTOTEL Batam memberikan dampak positif bagi yang membutuhkan. Puji Tuhan program ini sangat di support oleh Owning Company dan juga mitra - mitra yang juga menjadi sponsor dalam program ini  (.. nama - nama company yang ikut support) Semoga bantuan inimembawa manfaat serta sinerji yang lebih kuat dengan  masyarakat Kota Batam ke depannya," ujar Andien Anggreni, General Manager ARTOTEL Batam.

Selama empat tahun terakhir, ARTOTEL Batam terus berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman menginap yang menggabungkan seni, kreativitas, dan gaya hidup modern. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program sosial yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Melalui semangat "Celebrating 4 Years, Moving Forward Together", ARTOTEL Batam akan terus melangkah maju bersama komunitas, mitra, tamu, dan masyarakat untuk menciptakan dampak yang lebih luas di masa mendatang.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ARTOTEL Batam dan berbagai program yang dihadirkan, silakan mengikuti Instagram @artotelbatam atau menghubungi WhatsApp di 0811 7758 922.

-The Beacon of Artistic Lifestyle in Batam-

 

 

Batam, 5 Agustus 2026– Bulan Agustus bukan sekadar penanda bertambahnya usia bangsa, tetapi juga momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mempersatukan Indonesia dalam keberagaman. Sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat tersebut, Grand Mercure Batam Centre, bagian dari jaringan Premium Accor Hotels, menghadirkan promo kuliner spesial bertajuk "Flavours of Nusantara", sebuah perjalanan cita rasa yang mengangkat kekayaan kuliner Indonesia sebagai simbol persatuan, budaya, dan kebanggaan bangsa.

Melalui promo ini, para tamu diajak menikmati hidangan-hidangan ikonik Nusantara yang telah menjadi bagian dari identitas Indonesia. Setiap sajian tidak hanya menghadirkan kelezatan autentik, tetapi juga merepresentasikan warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Berlokasi di Ambrosia All Day Dining, pengalaman bersantap ini menjadi cara istimewa untuk merayakan Hari Kemerdekaan bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

Tersedia dua pilihan paket spesial yang dapat dinikmati selama periode promosi. Paket pertama seharga IDR 181.000++ menghadirkan ,Chicken Satay, lengkap dengan lontong, sambal kacang, dan pelengkap khas Indonesia, dipadukan dengan Strawberry Smoothies yang menyegarkan. Sementara itu, paket kedua seharga IDR 245.000++ menyajikan Oxtail Soup dengan kuah kaya rempah dan potongan buntut sapi yang lembut, juga dilengkapi Strawberry Smoothies. sebagai pendamping yang sempurna.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para tamu dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan, Grand Mercure Batam Centre menghadirkan penawaran spesial Buy 1 Get 1 Strawberry Smoothies untuk setiap pembelian paket selama periode promosi hingga 31 Agustus 2026.

General Manager Grand Mercure Batam Centre, Samian Rais, mengatakan bahwa promo ini merupakan wujud penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa sekaligus upaya melestarikan kekayaan kuliner Indonesia melalui pengalaman bersantap yang berkelas.

Kemerdekaan adalah tentang perjuangan, persatuan, dan rasa bangga terhadap jati diri bangsa. Indonesia dianugerahi kekayaan kuliner yang luar biasa, dan setiap hidangan memiliki cerita serta budaya yang menyatukan kita. Melalui 'Flavours of Nusantara', kami ingin mengajak masyarakat merayakan Hari Kemerdekaan dengan cara yang berbeda—menikmati cita rasa Indonesia dalam suasana premium, sekaligus mengenang nilai-nilai perjuangan yang telah membentuk bangsa ini. Kami percaya bahwa makanan bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang kebersamaan dan warisan budaya yang patut kita banggakan.

Sebagai hotel premium yang mengusung filosofi Proudly Local, Grand Mercure Batam Centre terus berkomitmen menghadirkan pengalaman yang mengangkat kekayaan budaya lokal melalui pelayanan berstandar internasional. Promo "Flavours of Nusantara" menjadi bagian dari komitmen tersebut, menghadirkan cita rasa Indonesia yang autentik dalam suasana elegan dan hangat khas Grand Mercure.

Para tamu juga dapat menikmati berbagai keuntungan eksklusif dengan bergabung menjadi ALL Accor Member, program loyalitas global dari Accor. Keanggotaan ini memberikan akses ke harga khusus menginap, pengumpulan Reward Points dari transaksi yang memenuhi syarat, serta berbagai privilese menarik di jaringan hotel Accor di seluruh dunia. Pendaftaran dapat dilakukan secara gratis melalui all.accor.com.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, kunjungi Grand Mercure Batam Centre Jl. Raja H. Fisabilillah, Teluk Tering, Batam Kota. Reservasi dapat dilakukan melalui WhatsApp Ambrosia Restaurant di +62 878 5901 5260 atau melalui email [This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.](mailto:This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.).

Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat. Salah satu upayanya adalah dengan memperkuat sinergi kelembagaan melalui pertemuan strategis bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam, Rabu (5/8/2026).

Selain mempererat kolaborasi, pertemuan ini sekaligus bertujuan untuk memastikan pelayanan kefarmasian yang aman serta bermutu dalam mendukung pengawasan distribusi obat.

“Sinergi dengan BPOM Batam merupakan langkah penting untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan di RSBP Batam. Bagi kami, ketersediaan obat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keselamatan pasien. Karena itu, penguatan koordinasi ini diharapkan dapat memberikan masyarakat pelayanan kesehatan yang tidak hanya cepat, tetapi juga terjamin mutu dan keamanannya,” ujar Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait.

Ariastuty menegaskan bahwa keselamatan pasien selalu menjadi prioritas dalam penyelenggaraan layanan kesehatan di RSBP Batam. Oleh sebab itu, penguatan kerja sama dengan BPOM Batam menjadi bagian penting agar kualitas tata kelola dan distribusi obat tetap terjaga.

Ia menilai, baik RSBP Batam maupun BPOM Batam, berupaya untuk membangun sistem pengawasan obat yang lebih terintegrasi. Sehingga, tiap tahapan, mulai dari proses distribusi, penyimpanan, sampai penggunaan obat oleh pasien dapat berjalan sesuai standar keamanan mutu.

“Kami juga membahas mekanisme koordinasi yang efektif dalam menghadapi kebutuhan layanan medis yang bersifat mendesak. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan obat tanpa mengurangi aspek teknis yang telah diatur,” tambah Tuty, panggilan akrabnya.

Tidak hanya berfokus pada aspek pengawasan, RSBP Batam dan BPOM Batam juga sepakat untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan obat secara rasional dan aman.

Melalui komitmen bersama ini, RSBP Batam optimistis dapat menghadirkan pelayanan kefarmasian yang baik untuk masyarakat. Dengan tujuan utama agar masyarakat tidak lagi khawatir terhadap ketersediaan obat yang berkualitas.

Diskominfo Batam – Komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam mempercepat transformasi pemerintahan digital kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Pemko Batam berhasil masuk final Askompsi Digital Leadership Government (ADLG) Awards 2026 untuk kategori Sekretariat Daerah Kota. Pada tahap final, Batam bersaing dengan Surakarta, Malang, Bogor, dan Bitung.

Keberhasilan tersebut diraih setelah melalui rangkaian seleksi yang meliputi Self Assessment dan Executive Visitasi. Tahap selanjutnya adalah Executive Leadership Panel, yang menjadi sesi presentasi sekaligus penilaian akhir dalam ADLG Awards 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) bekerja sama dengan Inixindo Jogja serta didukung Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia itu berlangsung di Swiss-Belresidences Kalibata, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Bagi Firmansyah, pencapaian tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi maupun penghargaan. Menurutnya, momentum ini menunjukkan keseriusan Kota Batam dalam membangun birokrasi yang adaptif, terintegrasi, dan berbasis data.

“Digitalisasi bukan tentang seberapa banyak aplikasi yang kita miliki. Ukuran keberhasilannya adalah seberapa cepat pemerintah bekerja, seberapa akurat keputusan diambil, dan seberapa mudah masyarakat memperoleh pelayanan,” ujar Firmansyah.

Ia menegaskan, pemerintahan digital harus melampaui digitalisasi layanan administratif. Teknologi dan data harus menjadi bagian dari sistem kerja pemerintahan, mulai dari perencanaan, pengambilan keputusan, pengawasan pembangunan, hingga pelayanan publik.

“Data menjadi fondasi, integrasi menjadi kekuatan, dan pelayanan kepada masyarakat menjadi tujuan utama,” katanya.

Menurut Firmansyah, tantangan pemerintah saat ini bukan lagi sekadar menghadirkan layanan berbasis digital, melainkan membangun ekosistem pemerintahan digital yang mampu menghubungkan perangkat daerah, data, kebijakan, dan pelayanan dalam satu arah pembangunan.

“Kita ingin membangun pemerintahan yang tidak hanya digital di permukaan, tetapi juga digital dalam cara berpikir dan cara bekerja. Ketika data saling terhubung, perangkat daerah bergerak dalam satu orkestrasi, serta keputusan dapat diambil lebih cepat dan presisi, di situlah transformasi benar-benar terjadi,” ujarnya.

Semangat tersebut sejalan dengan materi yang diujikan dalam Executive Leadership Panel. Para finalis dinilai berdasarkan visi kepemimpinan digital, strategi transformasi digital daerah, kemampuan mengorkestrasi kolaborasi lintas perangkat daerah, pengambilan keputusan berbasis data, inovasi tata kelola, keberlanjutan transformasi, hingga dampaknya terhadap pelayanan publik.

Selain itu, panel tahun ini juga mengangkat berbagai isu strategis, seperti Data Driven Government, Working System Pemerintah Digital, integrasi lintas perangkat daerah, kolaborasi digital, Future Government, hingga penerapan Artificial Intelligence Government (AI Government).

Firmansyah mengatakan arah transformasi tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, yang menekankan terwujudnya pemerintahan yang efektif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Batam merupakan kota dengan pertumbuhan yang sangat cepat. Karena itu, pemerintah juga harus bergerak cepat. Kita tidak boleh hanya mengikuti perubahan, tetapi harus mampu membaca perubahan, mengelola data menjadi dasar pengambilan keputusan, serta memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih sederhana dan berkualitas bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap keberhasilan Batam menembus babak final ADLG Awards 2026 menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus berinovasi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern.

“Bukan sekadar mengejar predikat sebagai pemerintahan digital, tetapi membangun smart government yang mampu bekerja lintas sektor, menghilangkan sekat antardata, dan menghasilkan kebijakan yang semakin presisi,” ujarnya.

Firmansyah menegaskan, penghargaan bukanlah tujuan akhir dari transformasi digital yang sedang dijalankan Pemerintah Kota Batam.

“Penghargaan adalah bentuk apresiasi, bukan garis akhir. Target sesungguhnya adalah menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itulah wajah pemerintahan masa depan yang ingin kita bangun dari Batam,” tutupnya. 

BP Batam terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan tata kelola pertanahan yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital.

Dalam waktu dekat, BP Batam akan membuka Layanan Alokasi Tanah Reguler melalui Land Management System (LMS), sebuah inovasi yang dirancang untuk memberikan kemudahan, kepastian, dan keterbukaan bagi dunia usaha dalam mengakses layanan pengalokasian tanah.

Layanan ini diperuntukkan bagi badan hukum berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.

Melalui sistem digital tersebut, pemohon dapat mengajukan permohonan alokasi tanah berdasarkan lokasi yang tersedia pada sistem, dengan mengacu pada persyaratan dan kriteria yang telah ditetapkan BP Batam. Daftar lokasi tanah yang dapat diajukan akan mulai ditampilkan pada LMS pada 11 Agustus 2026.

Peluncuran layanan ini menjadi bagian dari transformasi digital BP Batam dalam menciptakan pelayanan publik yang lebih efisien, transparan, dan berorientasi pada kemudahan investasi.

“Digitalisasi layanan Alokasi Tanah Reguler merupakan wujud komitmen BP Batam dalam menghadirkan pelayanan yang semakin transparan, mudah diakses, dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Kamis (6/8/2026).

Dengan seluruh proses dan informasi yang disampaikan melalui kanal resmi, BP Batam juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan institusi. Masyarakat dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui Live Chat pada LMS, WhatsApp Konsultasi, email resmi, maupun website LMS BP Batam.

“Melalui LMS, kami ingin membangun tata kelola pertanahan yang lebih modern, profesional, dan mampu mendukung iklim investasi yang semakin kondusif di Batam,” tutupnya.

Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, pejabat fungsional, serta kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (5/8/2026).

Total, ada 311 pejabat yang dilantik di antaranya; Demi Hasfinul Nasution sebagai Inspektur Daerah Kota Batam, Novi Harmadyastuti sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Amuri sebagai Camat Nongsa, Rahmat Kurniawan sebagai Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah, Desman Wardi sebagai Inspektur Pembantu II Inspektorat Daerah, Eva Marhaini sebagai Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Moh Zani sebagai Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Wikra Wardana sebagai Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Dinas Tenaga Kerja, Ghufron sebagai Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga, serta Muhammad Iqbal Feliansyah Putra sebagai Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

Selanjutnya, Kukuk Slamet Prianto dilantik sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup, Muldiarman sebagai Kepala Bidang Prasarana Air Bersih dan Air Limbah Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Aulia Akbar sebagai Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Wan Taufik sebagai Sekretaris Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Adi Marwanto sebagai Kepala Bidang Drainase Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Muda Andrian Oktama sebagai Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum dan Utilitas Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air, Yuniarti sebagai Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Said Zein sebagai Kepala Bidang Tertib Niaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Sularno sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan, Joni Satria Putra sebagai Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan, serta Johari sebagai Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan.

 

Sementara itu, Eva Corrina dipercaya sebagai Kepala Bidang Pengawasan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Iwan Kurniawan sebagai Kepala Bidang Penatagunaan dan Pendayagunaan Tanah Dinas Pertanahan, Cicik Kurniawati sebagai Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Perikanan, Henny Thesnawati sebagai Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan, Ute Rambe sebagai Kepala Bidang Pengolahan Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Tri Supraptini Handayani sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Tatang Wahyudi sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Yosa Trisna Dwipayana sebagai Kepala Bidang Perencanaan Anggaran Daerah BPKAD, Duddy Syafaruddin sebagai Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, serta Paizal sebagai Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur Satpol PP.

Pelantikan tersebut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Aweng Kurniawan, Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Muhammad Yunus Muda, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran pejabat di lingkungan Pemko Batam.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika birokrasi sekaligus kebutuhan organisasi untuk memperkuat tata kelola pemerintahan. Karena itu, ia meminta seluruh pejabat yang dilantik membuktikan kepercayaan yang diberikan melalui kinerja, bukan dengan keluhan ataupun respons yang berlebihan.

“Rotasi dan promosi merupakan dinamika yang lazim dalam birokrasi. Cara terbaik menyikapinya adalah dengan menunjukkan kinerja yang optimal. Pengisian jabatan ini dilakukan sesuai regulasi tata kelola kepegawaian yang berlaku untuk memenuhi kebutuhan organisasi,” ujar Amsakar.

BATAM —PT Batam Terminal Petikemas (PTK) menargetkan peningkatan kapasitas terminal hingga mencapai 1,6 juta TEUs per tahun dalam beberapa tahun ke depan.

Direktur PTK, Capt. Basori Alwi, mengungkapkan target tersebut merupakan bagian dari kewajiban dalam perjanjian konsesi jangka panjang selama 36 tahun 9 bulan bersama mitra operator global.

“Untuk mencapai kapasitas 1,6 juta TEUs, kami harus melakukan pengembangan signifikan, termasuk penambahan area sekitar 20 hektare serta penguatan infrastruktur,” ujar Basori.

Pengembangan ini tidak hanya mencakup perluasan lahan, tetapi juga investasi alat berat pelabuhan seperti penambahan enam unit Ship to Shore (STS) crane dan 20 unit Rubber Tyred Gantry (RTG). Studi kelayakan (feasibility study) direncanakan mulai dilakukan tahun depan, dengan target operasional penuh pada 2028–2029.

Saat ini, volume petikemas di Batam tercatat sekitar 700.000 TEUs per tahun, dengan sekitar 60 persen merupakan aktivitas ekspor-impor dan sisanya domestik. Namun, lonjakan kapasitas hingga 1,6 juta TEUs tidak hanya mengandalkan volume lokal, melainkan juga mengincar pasar transhipment global.

Strategi tersebut diperkuat dengan rencana kolaborasi bersama operator pelayaran global seperti SITC serta menarik kapal-kapal dari raksasa pelayaran dunia seperti CMA CGM, Maersk Line, dan Wan Hai Lines.

Langkah ini diharapkan mampu mengalihkan sebagian trafik kapal yang selama ini terpusat di Singapura dan Tanjung Pelepas ke Batam. 

Selain itu, PTK juga telah mulai membangun konektivitas global. Saat ini Batam sudah terhubung dengan 32 pelabuhan besar dunia, termasuk rute ke India, Australia, hingga potensi ekspansi ke Timur Tengah dan Eropa melalui jalur Terusan Suez.

“Ke depan kita ingin semua konektivitas dunia bisa dilayani langsung dari Batam, termasuk rute ke Amerika, meskipun saat ini masih melalui transit di Shanghai,” jelasnya.

Sejak 2024, Batam juga telah berhasil menarik operator besar kawasan Intra-Asia seperti Evergreen Marine dan COSCO Shipping, yang memperkuat posisi Batam sebagai pemain baru dalam peta logistik global.

Tak hanya itu, upaya sentralisasi aktivitas petikemas di satu terminal juga tengah didorong guna meningkatkan efisiensi dan pengawasan oleh regulator seperti Bea Cukai.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Batam diproyeksikan menjadi alternatif hub pelabuhan internasional yang mampu bersaing dengan pusat logistik utama di kawasan Asia Tenggara.

Batam, 3 Agustus 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menyatakan bahwa kinerja industri perbankan di Provinsi Kepulauan Riau hingga Juni 2026 tetap tumbuh positif dan melampaui rata-rata nasional.

Untuk menjaga momentum tersebut, OJK mendorong perbankan memperkuat likuiditas, meningkatkan penyaluran kredit kepada sektor produktif, khususnya UMKM, memperkuat perlindungan konsumen, serta memperluas literasi dan inklusi keuangan.

Demikian disampaikan, Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya saat menerima audiensi jajaran Pengurus Perhimpunan Bank-Bank Nasional (Perbanas) Daerah Batam di Kantor OJK Provinsi Kepulauan Riau, Senin (3/8).

Audiensi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antara OJK dan industri perbankan dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Sinar menyampaikan apresiasi kepada Perbanas Daerah Batam beserta seluruh industri perbankan atas kontribusinya dalam menjaga kinerja perbankan di Provinsi Kepulauan Riau yang tetap sehat, tumbuh positif, dan didukung tingkat risiko yang terjaga.

Berdasarkan data OJK per Juni 2026, total aset Bank Umum di Provinsi Kepulauan Riau tumbuh 12,0 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp114,1 triliun.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 11,78 persen (yoy) menjadi Rp110,1 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK nasional yang tercatat sebesar 10,21 persen.

Di sisi intermediasi, penyaluran kredit tumbuh 38,01 persen (yoy) menjadi Rp118,3 triliun, jauh melampaui pertumbuhan kredit nasional sebesar 12,67 persen. Pertumbuhan tersebut tetap diikuti dengan kualitas kredit yang terjaga, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,03 persen, lebih rendah dibandingkan rasio NPL nasional sebesar 2,09 persen.

Sementara itu, penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga terus meningkat dengan pertumbuhan 6,94 persen (yoy) serta rasio NPL yang tetap terjaga pada level 2,59 persen.

Sejalan dengan kinerja positif tersebut, OJK menyampaikan sejumlah perhatian kepada industri perbankan untuk menjaga pertumbuhan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Dari sisi likuiditas, OJK mendorong perbankan untuk terus meningkatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga, khususnya dana murah (low-cost fund), guna menjaga stabilitas likuiditas dan meningkatkan efisiensi biaya dana. Per Juni 2026, rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Umum di Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebesar 104,91 persen, meningkat dibandingkan posisi Juni 2025 sebesar 84,66 persen.

OJK juga mendorong peningkatan pembiayaan kepada sektor UMKM. Hingga Juni 2026, porsi kredit UMKM baru mencapai 14,5 persen dari total penyaluran kredit di Provinsi Kepulauan Riau. Selain memperluas akses pembiayaan, perbankan diharapkan memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui pelatihan, peningkatan kapasitas usaha, serta fasilitasi kemitraan bisnis dengan calon pembeli maupun pemasok.

Dalam rangka mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi daerah, OJK juga mengajak perbankan untuk memperluas penyaluran kredit di luar Kota Batam. Saat ini, sekitar 76,9 persen atau setara Rp90,98 triliun dari total kredit di Provinsi Kepulauan Riau masih terkonsentrasi di Kota Batam. Perbankan diharapkan dapat mengoptimalkan potensi ekonomi unggulan di kabupaten dan kota lainnya agar manfaat pembiayaan dapat dirasakan secara lebih merata.

Di bidang perlindungan konsumen, OJK mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas layanan pengaduan. Berdasarkan data OJK periode Januari hingga Juni 2026, pengaduan konsumen terkait Bank Umum merupakan pengaduan terbanyak kedua di Provinsi Kepulauan Riau dengan jumlah 199 pengaduan. Perbankan diharapkan terus memperkuat sistem penanganan pengaduan agar setiap keluhan dapat diselesaikan secara cepat, adil, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, OJK mendorong industri perbankan untuk semakin aktif memperluas program literasi dan inklusi keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat. Upaya tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak sekaligus menghindari berbagai risiko kejahatan keuangan. Pada kesempatan tersebut, OJK Provinsi Kepulauan Riau juga menyerahkan buku-buku literasi keuangan kepada Pengurus Perbanas Daerah Batam sebagai bahan edukasi bagi masyarakat.

Melalui audiensi ini, OJK Provinsi Kepulauan Riau dan Perbanas Daerah Batam berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas sektor perbankan, meningkatkan kualitas intermediasi, memperkuat perlindungan konsumen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Badan Pengusahaan (BP) Batam menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Bapak Nusron Wahid, dalam memperkuat penataan administrasi pertanahan serta pemanfaatan ruang laut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa upaya penataan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan tata kelola pertanahan yang semakin tertib, transparan, akuntabel, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan dunia usaha.

“BP Batam mendukung penuh langkah Pemerintah Pusat dalam melakukan penataan pemanfaatan ruang laut dan administrasi pertanahan. Penataan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan tata kelola yang lebih baik, memberikan kepastian hukum, sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan dan iklim investasi di Kota Batam,” ujar Amsakar.

Ia menjelaskan bahwa sejalan dengan berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025, Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025, dan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2025, BP Batam terus melakukan penyesuaian terhadap sistem pelayanan dan tata kelola pengelolaan lahan sesuai kewenangan yang diberikan Pemerintah.

Berbagai penyempurnaan tersebut dilakukan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, mudah, transparan, dan memberikan kepastian bagi investor, tanpa mengurangi pemenuhan seluruh persyaratan administratif, teknis, maupun lingkungan sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.

Dalam pelaksanaan ketentuan yang berlaku saat ini, setiap kegiatan pemanfaatan kawasan pesisir melalui reklamasi wajib melalui tahapan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL), penerbitan Izin Reklamasi, pelaksanaan dan verifikasi hasil reklamasi, pemberian Hak Pengelolaan (HPL) kepada BP Batam atas hasil reklamasi, Pengalokasian Tanah, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), pemberian hak atas tanah sesuai ketentuan, hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Menurut Amsakar, terhadap alokasi lahan pada kawasan perairan yang diterbitkan pada masa sebelumnya dan hingga kini belum direklamasi, penyelesaiannya perlu dilakukan secara cermat, komprehensif, dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku agar setiap keputusan yang diambil memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang ditempuh tidak hanya memenuhi aspek legalitas, tetapi juga memberikan rasa keadilan, melindungi kepentingan negara, masyarakat, serta menjaga kepercayaan investor terhadap Batam sebagai kawasan investasi yang sehat dan kompetitif,” jelasnya.

Sebagai bentuk kehati-hatian dalam pelaksanaan kewenangan tersebut, BP Batam telah menyampaikan surat kepada Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian ATR/BPN guna memohon arahan terkait status alokasi tanah pada kawasan perairan yang hingga saat ini belum dilakukan reklamasi.

Langkah tersebut merupakan bagian dari koordinasi kelembagaan agar penyelesaian terhadap alokasi yang telah diterbitkan sebelumnya dapat dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Amsakar menambahkan bahwa BP Batam akan terus memperkuat sinergi dengan Kementerian ATR/BPN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya dalam mewujudkan tata kelola pemanfaatan ruang laut yang tertib, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Batam dibangun sebagai kawasan strategis nasional dan salah satu pintu utama investasi Indonesia. Karena itu, setiap kebijakan harus berlandaskan kepastian hukum, tata kelola yang baik, dan koordinasi antarlembaga yang kuat. Kami percaya, penataan yang dilakukan Pemerintah akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat dan investor terhadap Batam sebagai kawasan yang kondusif untuk tumbuh dan berkembang,” tutup Amsakar.

Sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, BP Batam berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan Pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan pertanahan dan pemanfaatan ruang yang akuntabel, transparan, berkelanjutan, serta memberikan kepastian hukum bagi seluruh pemangku kepentingan.

Page 3 of 143

Instagram

Tentang Kami