Posisi Batam sebagai kawasan strategis dalam jaringan perdagangan mendapat pengakuan dunia internasional.
Terbaru, UN Trade and Development (UNCTAD) mencatat, Batam masuk dalam 10 pelabuhan dengan pertumbuhan Port Liner Shipping Connectivity Index (PLSCI) tertinggi di dunia untuk periode Kuartal II 2016 hingga Kuartal II 2026. Dalam daftar tersebut, Batam berada di peringkat keenam dari 10 pelabuhan dengan pertumbuhan konektivitas tertinggi.
UNCTAD mencatat, pelabuhan-pelabuhan dalam daftar mengalami pertumbuhan konektivitas yang kuat selama satu dekade, dengan pertumbuhan mencapai sekitar 274 persen hingga 697 persen, di luar tiga pelabuhan teratas yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi.
Malaga (Spanyol) mencatat pertumbuhan persentase tertinggi dalam Indeks Konektivitas Pelayaran Kapal Lini Pelabuhan selama periode tersebut; Posisi berikutnya ditempati oleh Puerto Bolivar (Ekuador), Aliaga (Nemrut) (Turki), Pulau Batam (Indonesia), Zhapu (Tiongkok), Chabahar (Iran (Republik Islam), Arkhangelsk (Federasi Rusia), Port Hueneme (Amerika Serikat), Haugesund (Norwegia), dan Derince (Turki).
Catatan ini menjadi salah satu gambaran perkembangan konektivitas Batam dalam jaringan pelayaran global. Hal ini sejalan dengan upaya Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam memperkuat konektivitas pelabuhan dan layanan pelayaran langsung atau direct call.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari posisi geografis Batam yang terletak di jalur strategis perdagangan internasional.
Namun demikian, menurutnya, keunggulan geografis perlu diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha.
“Keunggulan geografis saja tidak cukup. Kita harus memastikan pelabuhan dan infrastruktur pendukung terbangun maksimal sehingga aktivitas investasi dan industri dapat tumbuh dan memberikan manfaat kepada ekonomi daerah dan masyarakat,” ujar Amsakar, Selasa (29/9/2026).
Pertumbuhan konektivitas tersebut juga tercermin dari meningkatnya aktivitas di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar.
Sepanjang Januari–Mei 2026, layanan direct call internasional di TPK Batu Ampar mencapai 106 kunjungan kapal, meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 34 kunjungan.
Pada periode yang sama, volume peti kemas melalui layanan direct call mencapai 58.237 TEUs, meningkat 125 persen dibandingkan Januari–Mei 2025 yang sebesar 25.904 TEUs.
Menurut Amsakar, perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya akses Batam terhadap jaringan perdagangan internasional.
Penguatan konektivitas Batam juga berlangsung di sektor digital melalui Nongsa–Changi Cable (NCC) yang mendarat di Batam pada 20 Juli 2026.
Kabel bawah laut tersebut menghubungkan Nongsa Digital Park, Batam, dengan Changi, Singapura, melalui 24 pasang serat optik. Kehadirannya memperkuat konektivitas digital Indonesia–Singapura sekaligus mendukung kebutuhan pusat data, komputasi awan, kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), dan interkoneksi data center.
Dengan demikian, konektivitas Batam tidak hanya berkembang melalui jalur laut, tetapi juga melalui jaringan digital yang semakin dibutuhkan industri berbasis teknologi.
“Kita ingin Batam semakin terhubung. Bukan hanya terhubung secara fisik melalui pelabuhan dan jalur perdagangan, tetapi juga terhubung secara digital. Keduanya akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem investasi dan industri yang memberi kemanfaatan bagi ekonomi kita,” ungkap Amsakar.
Manufacturing Indonesia Series - Batam Chapter 2026 Resmi Dibuka, Hadir sebagai Pameran Manufaktur Premier di Batam
BATAM, 29 September 2026 - PT Pamerindo Indonesia hari ini resmi membuka Manufacturing Indonesia Series - Batam Chapter 2026 di Radisson Golf & Convention Center Batam. Berlangsung pada 29 September-1 Oktober 2026, edisi perdana ini hadir sebagai pameran manufaktur premier di Batam dan mempertemukan pelaku industri dengan teknologi, solusi, serta mitra bisnis yang relevan untuk mendukung pertumbuhan sektor manufaktur di kawasan tersebut.
Kehadiran pameran ini melanjutkan pengalaman PT Pamerindo Indonesia selama lebih dari tiga dekade dalam menyelenggarakan pameran manufaktur di Indonesia. Portofolio tersebut mencakup Manufacturing Indonesia di Jakarta, yang dikenal sebagai pameran manufaktur terbesar di Asia Tenggara, serta Manufacturing Surabaya, platform manufaktur bagi pasar Indonesia bagian timur. Melalui Batam Chapter, jaringan tersebut kini diperluas ke salah satu pusat industri dan investasi paling strategis di Indonesia.
Batam memiliki posisi unik dalam ekosistem industri regional karena statusnya sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ), kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia, serta konektivitas logistik yang mendukung perdagangan lintas batas. Momentum industrinya juga terus menguat: Pemerintah Kota Batam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,89% hingga triwulan III 2025. Industri pengolahan tetap menjadi penopang utama perekonomian Batam, menegaskan kebutuhan akan akses yang semakin luas terhadap mesin, otomasi, teknologi produksi, dan solusi peningkatan efisiensi.

“Manufacturing Indonesia Series - Batam Chapter kami hadirkan untuk membuka akses yang lebih dekat antara penyedia teknologi dan pelaku industri di Batam. Kami ingin membantu perusahaan menemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing, sekaligus membuka peluang pasar baru bagi para peserta pameran. Dengan posisi Batam sebagai gerbang industri Indonesia yang terhubung erat dengan kawasan regional, kami percaya pameran ini dapat menjadi katalis bagi kolaborasi dan pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujar Meysia Stephannie, Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia.
Mengusung tema “Indonesia’s New Industrial Gateway”, pameran ini menghadirkan lebih dari 200 showcase teknologi dari perusahaan peserta nasional dan internasional. Beragam solusi ditampilkan untuk memenuhi kebutuhan industri utama Batam, mulai dari elektronik dan semikonduktor, precision engineering dan machining, metal fabrication dan metalworking, hingga otomasi dan smart manufacturing serta solusi pendukung manufaktur.
“Kami menyambut baik penyelenggaraan Manufacturing Indonesia Series - Batam Chapter 2026. Kehadiran platform ini sejalan dengan upaya BP Batam untuk memperkuat ekosistem investasi dan industri melalui akses terhadap teknologi, mitra, dan solusi yang dibutuhkan pelaku usaha. Kami berharap pameran ini mendorong terbentuknya kolaborasi baru, memperluas peluang investasi, serta memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri yang kompetitif dan terhubung dengan pasar regional maupun global,” kata Fary Djemy Franscis, Deputy of Investment BP Batam.

Program untuk Menjawab Kebutuhan Industri
Selain area pameran, Manufacturing Indonesia Series - Batam Chapter 2026 menghadirkan rangkaian program yang dirancang untuk membantu pengunjung mendapatkan wawasan praktis, konsultasi, dan koneksi bisnis selama tiga hari penyelenggaraan.
Kaizen Clinic
Kaizen Clinic menyediakan konsultasi satu lawan satu secara gratis bagi seluruh pengunjung. Profesional manufaktur dapat membawa tantangan nyata dari perusahaan atau pabrik mereka untuk didiskusikan langsung bersama praktisi industri. Area konsultasi ini menghadirkan lima coach dengan spesialisasi berikut:
- Rizky Abdillah Ramadhan - Lean and Kaizen Consultant: membangun budaya Kaizen dalam organisasi; implementasi Lean Manufacturing; manajemen perubahan dan transformasi; Total Quality Management; serta pengukuran kinerja industri manufaktur.
- Yustinus - Wakil Ketua Asosiasi Karakuri Kaizen Indonesia: desain dan implementasi Karakuri; pengurangan biaya operasional melalui sistem Karakuri; Karakuri sebagai otomasi hijau dan berbiaya rendah; serta pengenalan komponen Karakuri.
- Hary Sukrisno - SHE Expert, SHE Manager: peran keselamatan sebagai strategi pencegahan risiko organisasi; dampak budaya keselamatan terhadap produktivitas; tantangan penerapan budaya keselamatan; serta perhitungan biaya dan pengembangan sistem manajemen keselamatan yang
- Rahmat Daryono - Lean Six Sigma Black Belt: langkah implementasi Lean Six Sigma; tahapan dan level Lean Six Sigma; tantangan penerapan; serta dampaknya terhadap produktivitas dan efisiensi bisnis.
- Hanstomo Prabowo - CNC and Automation System Expert: low-cost automation; pemilihan sistem dan metode otomasi untuk lini proses; perhitungan nilai investasi proyek otomasi; serta peluang dan tantangan penggunaan CNC di industri manufaktur.
Business Matching Programme
Melalui Business Matching Programme, calon pembeli dapat menyampaikan kebutuhan produk, teknologi, atau solusi mereka. Tim penyelenggara kemudian membantu mencocokkan kebutuhan tersebut dengan peserta pameran yang relevan, sehingga pengunjung dapat menjalani pertemuan bisnis yang lebih terarah, efisien, dan berpotensi menghasilkan kerja sama.
Seminar Industri
Sejumlah sesi seminar industri turut menghadirkan pembicara dari BP Batam, Efortech, dan APTIKNAS. Sesi-sesi ini membahas perkembangan, peluang, dan tantangan industri, serta berbagai pendekatan teknologi yang dapat mendukung transformasi dan daya saing manufaktur.
Registrasi Pengunjung
Manufacturing Indonesia Series - Batam Chapter 2026 terbuka bagi para profesional industri dan pelaku bisnis. Pengunjung dapat melakukan registrasi online melalui www.manufacturingindonesia-batam.com sebelum datang ke lokasi pameran.
PT Batamraya Sukses Perkasa Tegaskan Komitmen Kepatuhan Keimigrasian di KEK Tanjung Sauh
Batam, 28 September 2026. KEK Tanjung Sauh kembali membuktikan komitmennya sebagai kawasan industri yang taat regulasi dan transparan. Hal ini menyusul hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Tim Pengawas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau pada Kamis, 5 Februari 2026 yang lalu, disusul dengan Inspeksi Rutin dari Tim Imigrasi Kota Batam pada hari Rabu, 16 September 2026. Kegiatan pengawasan pada bulan September ini dilaksanakan oleh Tim Intelijen dan Penindakan Imigrasi (Inteldakim) Kantor Imigrasi Batam. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan keimigrasian yang dilaksanakan secara rutin untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan keimigrasian dan penggunaan TKA.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Batam didampingi oleh Manajer HSE PT Batamraya Sukses Perkasa, Johnn Sinaga, selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Tanjung Sauh. Tim pengawas melakukan penyisiran menyeluruh, mulai dari area kerja hingga fasilitas hunian pekerja.
Seluruh TKA telah memiliki dokumen keimigrasian dan dokumen pendukung yang lengkap. Penggunaan TKA juga telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk pemenuhan komposisi tenaga kerja asing berjumlah 145 orang dan tenaga kerja lokal. SDM lokal tercatat ada 1.800 pekerja di KEK Tanjung Sauh. Hal ini membuktikan komitmen pemberdayaan tenaga kerja lokal di kawasan industri ini.
Selain aspek administratif, KEK Tanjung Sau juga menunjukkan keberpihakan pada pengembangan SDM lokal. Manajemen PT BSP menegaskan bahwa kehadiran tenaga asing di kawasan ini bersifat sementara untuk kebutuhan teknis tertentu yang nantinya akan dialihkan melalui program Alih Teknologi. PT BSP menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik pembinaan rutin dari pemerintah guna menjaga iklim investasi tetap kondusif dan stabil.
"Kami terus berkomitmen untuk memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal dan masyarakat di sekitar wilayah proyek Tanjung Sau. Implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta pemenuhan norma ketenagakerjaan adalah prioritas utama kami dalam setiap tahap pembangunan," ujar John Sinaga.
Kantor Imigrasi Batam mengharapkan agar koordinasi dan komunikasi dengan pengelola KEK Tanjung Sauh terus dilakukan secara aktif, khususnya dalam memastikan kepatuhan terhadap ketentuan keimigrasian dan penggunaan TKA.
Sidak Lapas Perempuan Batam, Ombudsman Kepri Minta Tindakan Tegas Atas Dugaan Pungli dan Edukasi Hukum Berkala Bagi Warga Binaan
Batam – Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bersama Keasistenan Utama VI Ombudsman RI bergerak cepat menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Batam pada Kamis malam, 17 September 2026. Langkah ini diambil guna menindaklanjuti informasi yang mendadak viral di media sosial terkait dugaan penarikan sejumlah uang oleh oknum petugas bernama Rio kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kedatangan tim Ombudsman bertujuan untuk mengklarifikasi secara langsung kronologi peristiwa tersebut sekaligus melihat dari dekat realita penyelenggaraan pelayanan publik di dalam Lapas.
Dari hasil klarifikasi awal, pihak Lapas membenarkan bahwa oknum petugas tersebut telah diperiksa oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kakanwilpas) serta sudah menjalani pembinaan.
Selain itu, uang yang sempat diterima pun telah diminta untuk segera dikembalikan kepada WBP yang bersangkutan.
Merespons perkembangan tersebut, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri , Dr. Lagat Siadari, menegaskan pentingnya sanksi tegas agar kasus serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Terkait dengan permintaan uang oleh oknum Lapas, oknum sipir di Lapas Kelas II Perempuan kepada warga binaan, kami minta agar Kanwilpas melakukan pembinaan dan tindakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, agar memastikan tidak terulang kembali perilaku pungutan oleh oknum seperti ini," tegasnya.
Selain mengawal penanganan dugaan pungli, Ia juga menyoroti pentingnya pemenuhan pemahaman hak-hak hukum bagi seluruh warga binaan agar mereka terhindar dari potensi penyalahgunaan wewenang oleh oknum di lapangan.
"Selanjutnya terkait dengan ada harapan dari warga binaan dilakukan edukasi hukum terkait hak hukum menghadapi proses persidangan maupun proses remisi, bebas bersyarat, cuti bersyarat, dan sebagainya sebagaimana peraturan perundang-undangan agar diberikan edukasi hukum oleh Kepala Lapas Kelas II Perempuan berulang-kali itu," imbuh Lagat.
Sidak yang berlangsung hingga malam hari tersebut juga membuka tabir berbagai tantangan teknis serta fasilitas pemasyarakatan yang dihadapi Lapas Perempuan Kelas IIB Batam.
Salah satu temuan yang cukup krusial adalah tingginya tingkat overkapasitas hunian, di mana fasilitas yang idealnya diperuntukkan bagi 90 orang saat ini harus menampung sekitar 321 WBP yang mayoritas didominasi kasus narkotika.
Bahkan, di antara ratusan warga binaan tersebut, terdapat lima bayi yang ikut tinggal bersama ibu mereka di dalam kamar tahanan.
Kondisi hunian yang padat ini kian memprihatinkan lantaran usia bangunan yang sudah tua dan mengalami kebocoran di beberapa titik.
Pihak Lapas yang sebelumnya memanfaatkan bekas blok Lapas Anak terpaksa harus melakukan evakuasi warga binaan ke area yang lebih tinggi setiap kali hujan deras turun dan memicu banjir atau genangan air.
Di sisi lain, Ombudsman turut mencermati alur penerimaan warga binaan melalui Masa Pengenalan Lingkungan (Mapenaling) yang berlangsung sekitar satu minggu sebelum diinput ke Sistem Database Pemasyarakatan (SDP), serta dinamika mutasi tahanan antar-Lapis dan Rutan.
Dalam aspek pengawasan keamanan, perhatian Ombudsman juga tertuju pada upaya pencegahan barang terlarang setelah ditemukannya narkotika jenis inex dalam paket titipan pengunjung pada awal tahun 2026.
Sementara dari aspek pemenuhan kebutuhan dasar komunikasi, Ombudsman mengapresiasi penyesuaian kebijakan pihak Lapas yang kini menggratiskan layanan telepon seluler jenis senter dan menetapkan tarif transparan untuk layanan video call.
Ombudsman Kepri berkomitmen untuk terus mendalami secara komprehensif seluruh temuan sidak ini, mulai dari mekanisme penindakan oknum petugas hingga kelayakan sarana prasarana Lapas.
Langkah ini menjadi bagian dari pengawasan intensif demi memastikan penyelenggaraan pelayanan pemasyarakatan di Kepri dapat berjalan secara akuntabel, transparan, serta tetap menjunjung tinggi hak-hak dasar kemanusiaan.
Diskominfo Batam – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri malam puncak Mooncake Festival (Festival Kue Bulan) Kota Batam di Kompleks Bumi Indah, Lubukbaja, Minggu (27/9/2026) malam.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat. Rangkaian acara juga dimeriahkan penampilan sejumlah artis serta Pawai Khitong dan Budaya Nusantara sejak siang hari.
Festival tersebut menjadi ruang kebersamaan masyarakat dengan melibatkan 60 lembaga keagamaan dan kemasyarakatan serta menampilkan 10 kekayaan budaya Nusantara. Perhelatan ini sekaligus memperkuat semangat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Batam.
Masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul dalam suasana kebersamaan dengan menjadikan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa dan agama sebagai landasan untuk membangun toleransi. Semangat gotong royong dan persaudaraan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Batam yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan sejak pagi hingga malam, mulai dari Pawai Khitong, Pawai Budaya Nusantara, hingga Mooncake Festival.
“Keberagaman di Batam harus kita rawat bersama. Kebudayaan menjadi bagian dari diplomasi untuk merawat hubungan, mempererat persaudaraan, sekaligus menunjukkan jati diri bangsa,” ujar Amsakar.
Menurut Amsakar, Batam merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai suku, agama, dan komunitas. Keragaman tersebut, kata dia, merupakan kekuatan yang dapat terus dikembangkan untuk mendukung kemajuan daerah.
“Kota Batam merupakan miniatur Indonesia, tempat berpadunya berbagai suku, agama, dan komunitas, seperti Melayu, Jawa, Batak, Minang, Tionghoa, Bugis, hingga saudara-saudara kita dari Timur,” katanya.
Amsakar menegaskan, keberagaman tidak hanya menjadi kekayaan sosial dan budaya, tetapi juga memiliki peran dalam menggerakkan perekonomian dan pariwisata Batam. Berbagai kegiatan budaya dan kemasyarakatan dapat menjadi daya tarik yang mendukung aktivitas pariwisata serta sektor usaha lainnya
Karena itu, Pemko Batam bersama instansi terkait berkomitmen mendorong pemajuan kebudayaan daerah. Salah satunya melalui rencana penyusunan kalender kegiatan pariwisata secara berkelanjutan serta pembangunan Gedung Budaya di kawasan Sukajadi.
“Langkah strategis ini dilakukan agar Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, pusat data, dan pusat logistik, tetapi juga tumbuh sebagai kota budaya yang inklusif, rukun, dan maju,” kata Amsakar.
AMSI Kepri Apresiasi Amsakar Achmad, BP Batam Tegaskan Dukungan terhadap Ekosistem Media
BP Batam menegaskan dukungannya terhadap keberadaan dan peran media dalam membangun komunikasi publik yang terbuka dan konstruktif. Hal itu disampaikan menyusul apresiasi yang diberikan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kepulauan Riau kepada Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Apresiasi tersebut diberikan dalam malam Apresiasi HUT AMSI Kepri ke-5 yang berlangsung di Nite & Day Laguna Hotel Tanjungpinang, Sabtu (26/9/2026). Dalam kesempatan itu, apresiasi untuk Amsakar diterima oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, yang hadir mewakili Kepala BP Batam.
AMSI Kepri menilai Amsakar memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan Kota Batam dan mengikuti berbagai dinamika pembangunan daerah. Dalam kapasitasnya sebagai Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar dinilai memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pengembangan Batam sebagai kawasan investasi dan industri.
Selain rekam pengabdiannya di pemerintahan, AMSI Kepri juga menyoroti keterbukaan Amsakar dalam membangun komunikasi dengan insan pers. Komunikasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan hubungan yang konstruktif antara pemerintah, media, dan masyarakat.
Mewakili Amsakar, Ariastuty menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan AMSI Kepri. Menurutnya, penghargaan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen BP Batam dalam membangun komunikasi publik yang terbuka bersama media.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada AMSI Kepulauan Riau atas apresiasi yang diberikan kepada Bapak Amsakar Achmad. Bagi kami, ini bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi momentum untuk terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan teman-teman media,” ujar Ariastuty.
Ia mengatakan, BP Batam memandang media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Terlebih, berbagai kebijakan dan program yang dijalankan BP Batam berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, dunia usaha, maupun calon investor.
“BP Batam tentu sangat mendukung keberadaan media yang profesional dan independen. Media memiliki peran penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi publik untuk mengetahui perkembangan pembangunan Batam,” katanya.
Menurut Ariastuty, perkembangan industri media siber juga menjadi bagian dari dinamika komunikasi publik yang perlu mendapat dukungan bersama. Karena itu, hubungan antara pemerintah dan media perlu dibangun atas dasar keterbukaan, profesionalisme, serta komitmen untuk menghadirkan informasi yang faktual kepada masyarakat.
“Kami ingin hubungan BP Batam dengan media terus berjalan secara terbuka dan profesional. Kami membutuhkan media sebagai mitra komunikasi untuk menyampaikan berbagai perkembangan pembangunan, investasi, pelayanan publik, maupun kebijakan yang berkaitan dengan Batam,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap media tidak hanya diwujudkan melalui komunikasi antara pejabat dan wartawan, tetapi juga melalui upaya menciptakan ruang dialog yang sehat antara pemerintah, media, dan masyarakat.
Ariastuty berharap, momentum HUT ke-5 AMSI Kepri dapat semakin memperkuat kontribusi media siber dalam mengawal pembangunan daerah.
“Kami berharap AMSI Kepri terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam ekosistem informasi di Kepulauan Riau. BP Batam terbuka untuk terus berdialog dan berkolaborasi, sehingga informasi mengenai pembangunan dapat tersampaikan secara utuh kepada masyarakat,” tuturnya.
Apresiasi kepada Amsakar tersebut sekaligus menjadi momentum bagi BP Batam untuk menegaskan pentingnya hubungan yang konstruktif dengan media. Bagi BP Batam, komunikasi publik yang terbuka menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan berbagai agenda pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat diketahui secara luas.
Dihadiri Ratusan Jamaah Anak Muda, Kajian Akbar “Agar Cinta Tak Sekadar Rasa” Sukses Digelar di Batam
BATAM – Pemuda Masjid Bukit Indah Sukajadi sukses menyelenggarakan Kajian Akbar bertajuk “Agar Cinta Tak Sekadar Rasa” pada Sabtu (26/9/2026) malam, bertempat di Masjid Bukit Indah Sukajadi, Batam. Kegiatan yang menghadirkan dua pendakwah, yakni Ustadz Handy Bonny dan Ustadz Ridlun Artol, ini dihadiri kurang lebih 800 jamaah dari berbagai kalangan.
Kajian akbar ini diselenggarakan oleh Pemuda Masjid Bukit Indah Sukajadi yang merupakan kolaborasi antara Sahabat Hijrah Batam (SAHIB) dan Remaja Masjid Bukit Indah Sukajadi. Kegiatan ini bertujuan menjadi wadah bagi generasi muda dan masyarakat untuk memperdalam pemahaman agama, khususnya dalam memaknai cinta sesuai dengan tuntunan Islam.
Hadir sebagai pemateri pertama, Ustadz Handy Bonny, seorang pendakwah nasional yang dikenal dekat dengan kalangan anak muda. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para jamaah untuk memahami bahwa cinta bukan sekadar perasaan, melainkan sesuatu yang harus dijaga dan diarahkan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Sementara itu, Ustadz Ridlun Artol, yang dikenal sebagai ustadznya anak muda Kota Batam, turut memberikan tausiyah yang mengajak generasi muda untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam urusan cinta.
Ketua Pelaksana kegiatan, Nanang Kurniawan, yang juga merupakan Ketua Sahabat Hijrah Batam, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari panitia, para pemateri, sponsor, hingga jamaah yang hadir dan memeriahkan kajian akbar tersebut.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas antusiasme jamaah yang luar biasa. Kehadiran kurang lebih 800 jamaah menjadi kebahagiaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan dakwah yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Batam," ungkapnya.
Tidak hanya menghadirkan kajian keislaman, kegiatan ini juga diramaikan dengan bazar UMKM yang memberikan ruang bagi para pelaku usaha kecil dan menengah untuk memperkenalkan serta memasarkan produk mereka. Kehadiran bazar ini menjadi salah satu bentuk dukungan panitia terhadap pertumbuhan UMKM lokal sekaligus mendorong semangat kewirausahaan di tengah masyarakat.
Kesuksesan kegiatan ini juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Panitia menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sponsor dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, yaitu DKM Masjid Bukit Indah Sukajadi, PT Umroh Berkah Indonesia, Rumah Sahabat Qur'an, Sanford Mineral Water, Toteles Bake House, dan Geulis Salon Kecantikan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh jamaah yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti kajian hingga selesai, serta seluruh panitia dan relawan yang telah bekerja keras demi kelancaran acara.
Melalui kegiatan ini, Pemuda Masjid Bukit Indah Sukajadi berharap semangat dakwah dan ukhuwah Islamiyah di Kota Batam semakin tumbuh. Kajian ini juga diharapkan dapat menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan kepada sesama manusia, tetapi juga tentang bagaimana menjadikan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap langkah kehidupan.
Batam, Tidak perlu menunggu waktu untuk bepergian ke berbagai negara demi menikmati cita rasa khasnya. Radisson Golf & Convention Center Batam menghadirkan konsep buffet terbaru bertajuk “Travel The World”, sebuah pengalaman kuliner yang mengajak para tamu menjelajahi beragam cita rasa dari Asia, Eastern hingga Western dalam satu Restaurant.
Berlangsung setiap Sabtu malam di Bite Restaurant, konsep terbaru ini merupakan hasil eksplorasi kuliner dari Executive Chef Radisson Golf & Convention Center Batam, Chef Nofrizal yang menghadirkan pilihan hidangan internasional dalam satu pengalaman buffet yang beragam.
Mulai dari Live Seafood, aneka pasta, pilihan hidangan Asia, sajian Eastern dan Western, hingga berbagai pilihan menu lainnya, Travel The World dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para tamu untuk mencicipi berbagai karakter rasa dari belahan dunia yang berbeda tanpa harus meninggalkan Batam.
“Travel The World kami buat untuk para tamu yang ingin menikmati makanan dari berbagai negara, tetapi mungkin belum memiliki waktu untuk bepergian ke negara tersebut. Jadi, kami menghadirkan pengalaman tersebut di satu restaurant, sehingga tamu tidak perlu pergi jauh dan tetap bisa menikmati beragam pilihan makanan sepuasnya dalam satu malam,” ujar Uci Listyka Putri, Marketing Communication Manager Radisson Golf & Convention Center Batam, saat ditemui di Bite Restaurant.
Travel The World juga menghadirkan live music setiap Sabtu malam, menciptakan suasana makan malam yang lebih hidup dan menyenangkan untuk dinikmati bersama keluarga, pasangan, maupun teman.
Konsep ini membawa lebih dari sekadar buffet dinner. Setiap hidangan menjadi bagian dari perjalanan kuliner yang memungkinkan tamu untuk berpindah dari satu destinasi rasa ke destinasi lainnya, mulai dari kekayaan rempah Asia, karakter hidangan Eastern, hingga pilihan Western yang familiar dan modern.
Nikmati perjalanan kuliner keliling dunia dalam satu malam, tanpa perlu boarding pass, cukup datang ke Bite Restaurant.
Festival Media Selat Malaka Aliansi Jurnalis Independen (AJI) 2026 sukses digelar di Batam dan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada 19–21 September 2026.
Mengusung semangat kolaborasi dan kebebasan pers, rangkaian kegiatan menghadirkan seminar internasional, lebih dari 20 lokakarya dan diskusi, pentas seni dan budaya, konser, sarasehan, hingga konsolidasi AJI dari berbagai daerah di Indonesia.
Pembukaan Fesmed Selat Malaka 2026 dengan tema “Kemerdekaan Pers dan Keadilan HAM di Asia Tenggara”, berlangsung di Politeknik Negeri Batam, Sabtu (19/9/2026). Acara ditandai dengan pemukulan kompang oleh Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida, Sekretaris Jenderal AJI Indonesia Bayu Wardhana, Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan, Ketua Panitia Fesmed Selat Malaka 2026 Adam Zulfikar, Ketua AJI Batam Yogi Eka Sahputra, dan Ketua AJI Tanjungpinang Sutana.
Hampir 500 peserta hadir dalam pembukaan dan seminar internasional yang menjadi agenda awal festival.
Membaca Kebebasan Pers di Asia Tenggara
Seminar internasional membahas kondisi kebebasan pers dan jurnalisme di Asia Tenggara. Selain Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida, seminar menghadirkan sejumlah pembicara dari jaringan media dan organisasi pers internasional.
Mereka antara lain James Gomez, Regional Director Asia Centre; Pongpan Chunjai dari Prachatai Thailand; Koordinator Gerakan Media Merdeka (Geramm) Alyaa Alhadjri; hingga Editor-in-Chief Japan Fact-check Center Daisuke Furuta.
Diskusi membahas berbagai tantangan yang dihadapi media dan jurnalis di kawasan Asia Tenggara, termasuk pentingnya memperkuat jaringan lintas negara.
Daisuke Furuta mengatakan, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mempererat hubungan dengan jaringan pers internasional. Menurut dia, dukungan dari jaringan internasional dapat membantu memperluas perhatian terhadap kasus-kasus yang dialami jurnalis di kawasan.
“Dan harapannya ada aksi nyata yang mengikutinya,” kata Daisuke dalam seminar tersebut.
Ketua Panitia Fesmed Selat Malaka 2026 Adam Zulfikar mengatakan, festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang pertemuan jurnalis, tetapi juga ruang untuk memperluas diskusi mengenai kondisi media dan jurnalisme.
“Di tengah situasi seperti sekarang, ruang untuk berdiskusi, bertukar perspektif, dan membicarakan berbagai persoalan mesti terus diperbanyak,” katanya.
Menurut Adam, tantangan jurnalisme tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dirasakan di sejumlah negara Asia Tenggara. Karena itu, Selat Malaka dipilih sebagai ruang pertemuan untuk membicarakan berbagai persoalan lintas negara secara independen.
“Dari sini, kita melihat ada banyak isu melampaui batas negara yang bisa dibicarakan bersama, terutama terkait media, jurnalisme, lingkungan, demokrasi, dan masyarakat sipil,” ujarnya.
Lebih dari 20 Lokakarya dan Diskusi
Setelah pembukaan dan seminar internasional, peserta mengikuti lebih dari 20 lokakarya, seminar, diskusi publik, dan gelar wicara yang digelar di berbagai ruang di Politeknik Negeri Batam.
Berbagai isu yang bersinggungan langsung dengan kepentingan publik menjadi pembahasan, mulai dari pembangunan data center dan kaitannya dengan kebutuhan energi dan air, isu kelautan dan pulau-pulau kecil, tindak pidana perdagangan orang, peningkatan kapasitas jurnalistik, jurnalisme warga, hingga penulisan ilmiah populer bagi akademisi.
Adam mengatakan, panitia tidak menyangka antusiasme masyarakat terhadap kelas-kelas Fesmed cukup tinggi. Hampir seluruh kelas dipenuhi peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, mahasiswa, peneliti, pemerintah, jurnalis, hingga masyarakat umum. “Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat kita masih peduli dengan keadaan sosial masyarakat yang berada di sekitar mereka,” kata Adam.
Efek Rumah Kaca Memperkuat Solidaritas
Rangkaian Fesmed juga diisi dengan pentas seni dan budaya pada malam hari pertama. Para delegasi berkumpul di auditorium untuk menyaksikan pertunjukan dari Kumpulan Anak Seni (KUAS) Politeknik Negeri Batam, Malaykustik, hingga penampilan joget lambak.
Pada akhir acara, panitia juga menyerahkan plakat kepada para delegasi. Plakat tersebut dibuat dari sampah plastik melalui kolaborasi AJI Batam dan Free The Sea. Ketua AJI Batam Yogi Eka Sahputra mengatakan, kolaborasi menjadi kunci dalam fesmed ini. Tidak hanya bekerjasama dengan sponsor yang seprinsip dengan AJI. Panitia juga melibatkan hampir 100 orang panitia mahasiswa dari Politeknik Negeri Batam, diantaranya Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma, PEC, Komunitas Anak Seni (Kuas) Politeknik Negeri Batam, Pamdal, tentunya pihak berbagai kampus di Batam.
"Terima kasih untuk semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu dalam kolaborasi ini," kata Yogi.
Yogi juga mengucapkan terima kasih kepada Panitia Fesmed Selat Malaka. Hampir 1 tahun persiapan Fesmed membuahkan acara berkualitas seperti sekarang. "Banyak apresiasi untuk panitia dari tamu undangan kita, semoga ini menjadi kenangan terindah untuk kita semua," katanya.
Pada malam kedua, rangkaian Fesmed dilanjutkan dengan penampilan grup musik Efek Rumah Kaca (ERK). Konser tersebut menjadi penampilan perdana di Kota Batam, selama 26 tahun berkiprah.
Konser digelar secara intim dan diperuntukkan bagi peserta yang telah mengikuti lokakarya atau seminar selama rangkaian Fesmed berlangsung.
Penampilan ERK mendapat sambutan antusias dari penonton. Hingga penghujung acara, suasana konser berlangsung meriah dan menjadi salah satu momen yang dikenang peserta Fesmed. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Aliansi Jurnalis Independen,” kata Bagus, salah seorang pengunjung.
Penyengat dan Konsolidasi AJI
Rangkaian Fesmed Selat Malaka 2026 berlanjut pada hari ketiga di Tanjungpinang dan Pulau Penyengat.
Para delegasi berangkat dari Batam menuju Tanjungpinang pada Senin pagi, 21 September 2026. Mereka kemudian mengikuti napak tilas di Pulau Penyengat sekaligus membuat catatan perjalanan.
Setelah itu, para delegasi kembali ke Tanjungpinang dan berkumpul di Aula Kantor Lembaga Adat Melayu (LAM). Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang diawali dengan makan berhidang khas Melayu.
Menjelang sore, para delegasi AJI mengikuti konsolidasi internal yang dipimpin Sekretaris Jenderal AJI Indonesia Bayu Wardhana.
Ketua AJI Tanjungpinang Sutana menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan terlibat dalam pelaksanaan Fesmed Selat Malaka 2026.
“Terima kasih kepada seluruh panitia dan pihak yang telah mendukung terlaksananya acara ini,” ujar Sutana.
Ketua Umum AJI Indonesia Nany Afrida turut mengapresiasi pelaksanaan Fesmed Selat Malaka 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pengurus AJI dari berbagai daerah untuk bertemu, bertukar informasi, sekaligus membahas rencana dan program organisasi.
Ia menilai komunikasi antara pengurus nasional dan AJI kota penting untuk memperkuat organisasi ke depan.
Nany juga mengajak seluruh pengurus AJI di daerah untuk menjaga komunikasi dan hubungan setelah rangkaian Fesmed berakhir.
“Senang sekali bisa bertemu dengan teman-teman untuk menyampaikan semua rencana-rencana. Kita berharap ke depannya AJI semakin kuat,” ujar Nany.
Nany kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia Fesmed Selat Malaka 2026 yang telah bekerja secara sukarela dalam menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan.
“Jadi, kita berharap betul-betul ikut teman-teman semangat. Selamat kembali besok ke tempat masing-masing dan tetap jaga hubungan,” katanya.
Sepanjang perjalanan Festival Media, gelaran kali ini adalah kali pertama pelaksanaannya di dua kota sekaligus.
Festival Media Selat Malaka AJI 2026 menjadi ruang pertemuan bagi jurnalis, akademisi, mahasiswa, masyarakat sipil, dan masyarakat umum untuk bertukar pengetahuan serta membicarakan berbagai isu publik. Seluruh rangkaian kegiatan digelar melalui kolaborasi berbagai pihak dengan semangat memperkuat jejaring media dan masyarakat sipil di kawasan Selat Malaka. (*)
Anggota/Deputi Bidang Investasi Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Fary Djemy Francis mengatakan kepastian tarif listrik, keandalan pasokan energi, dan kesiapan infrastruktur menjadi faktor penting dalam transformasi Batam sebagai pusat data center regional.
Hal itu disampaikan Fary dalam Sosialisasi Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 354.K/TL.04/MEM.L/2026 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN Batam yang digelar PLN Batam di Hotel Mercure Batam, Jumat (25/9/2026).
Berdasarkan pemetaan BP Batam, kapasitas eksisting, komitmen, dan pipeline industri data center di Batam mencapai 1,47 gigawatt (GW) IT.
BP Batam mendorong paradigma “Utility First, Investment Follows”, yakni kesiapan utilitas menjadi bagian dari fondasi sebelum investasi baru masuk.
Paradigma itu mencakup lima prioritas, yakni tarif listrik yang kompetitif, jaminan pasokan energi, percepatan-jangan pembangunan infrastruktur, ketahanan air, serta integrasi antara investasi dan kesiapan utilitas.
“Setiap megawatt investasi baru harus datang bersama solusinya. Jangan sampai investasi datang lebih cepat daripada kesiapan listrik. Infrastruktur harus mendahului pertumbuhan, bukan tertinggal di belakangnya,” kata Fary.
Lebih lanjut disebutkan, kebutuhan energi sektor tersebut diproyeksikan menjadi salah satu tantangan utama sistem kelistrikan Batam dalam beberapa tahun mendatang.
Fary mengatakan 2029 akan menjadi titik puncak. Pada tahun itu, kebutuhan listrik untuk data center diperkirakan mulai melampaui separuh beban puncak listrik Batam.
Di sisi lain, PLN Batam memproyeksikan beban puncak listrik meningkat hampir tiga kali lipat, dari 841 megawatt (MW) pada 2026 menjadi 2.540 MW pada 2035.
Untuk mengantisipasi pertumbuhan tersebut, daya mampu pasok direncanakan meningkat hingga 3.691 MW.
Menurut Fary, pertumbuhan kebutuhan energi tersebut harus diikuti perubahan pendekatan dalam pengembangan investasi.
Lebih lanjut Fary mengatakan kebijakan energi di Batam harus mampu memberikan tiga manfaat sekaligus, yakni menyediakan listrik yang andal dan terjangkau bagi masyarakat, keandalan pelayanan air, memberikan kepastian operasional bagi investor, serta menopang pertumbuhan ekonomi Batam secara berkelanjutan dan seimbang.
“Batam tidak cukup hanya menawarkan lahan dan insentif. Keunggulan baru kita adalah kepastian, kecepatan, dan kepercayaan. Energi Batam harus siap agar investasi tumbuh dan Batam menjadi pusat ekonomi digital regional,” ujar Fary.
XLSMART dan Mitra Rekrut 850 Talenta Muda melalui Future Ready, Target 1.000 hingga Akhir 2026
Melalui pendekatan “Skill Ready – Career Ready – Future Ready”, program CSR unggulan XLSMART tidak berhenti pada pelatihan dan sertifikasi, tetapi menghubungkan talenta muda dengan kebutuhan industri dan peluang kerja nyata. Hingga September 2026, sebanyak 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui program ini, menuju target 1.000 talenta hingga akhir tahun.
JAKARTA, 25 September 2026 – Di tengah tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperkuat peran program XLSMART Future Ready untuk membantu generasi muda tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memperoleh kesempatan kerja nyata.
Hingga September 2026, sebanyak 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui Future Ready. Program rekrutmen dan pengembangan talenta akan terus berlangsung hingga akhir tahun dengan target sedikitnya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan melalui ekosistem Future Ready pada akhir 2026.
Pencapaian tersebut menjadi milestone penting bagi Future Ready, program CSR unggulan XLSMART yang dibangun dengan pendekatan “Skill Ready – Career Ready – Future Ready”. Program dirancang untuk membangun jalur yang lebih terintegrasi mulai dari pengembangan kompetensi, sertifikasi dan kesiapan karier, hingga mempertemukan peserta dengan kebutuhan serta proses rekrutmen XLSMART dan perusahaan mitra.
Hingga September 2026, lebih dari 5.700 peserta telah mengikuti berbagai program pelatihan dan sertifikasi Future Ready. Sementara itu, platform pembelajaran digital melalui website XLSMART Future Ready telah diakses oleh lebih dari 50 ribu pengguna.
Group Head Corporate Communications & Sustainibility XLSMART, Reza Z. Mirza, mengatakan, “Di tengah pasar kerja yang semakin kompetitif, pelatihan saja tidak cukup. Bagi kami, keberhasilan Future Ready tidak hanya diukur dari berapa banyak anak muda yang mengikuti pelatihan atau memperoleh sertifikasi, tetapi seberapa jauh kompetensi tersebut dapat membawa mereka menuju pekerjaan. Hingga September, 850 talenta muda telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui program ini. Kami menargetkan angka tersebut mencapai 1.000 hingga akhir 2026.”
“Karena itu Future Ready kami bangun sebagai sebuah ekosistem. Kami membantu peserta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja, sekaligus menghubungkan mereka dengan proses rekrutmen XLSMART dan berbagai perusahaan mitra. Semakin luas kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang yang dapat dibuka bagi generasi muda Indonesia,” lanjutnya.
Dari Pelatihan hingga Pekerjaan
Future Ready dikembangkan agar tidak berhenti pada tahapan pelatihan. Melalui pendekatan Skill Ready – Career Ready – Future Ready, peserta memperoleh rangkaian pengembangan mulai dari peningkatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, sertifikasi dan pembekalan kesiapan karier, hingga akses terhadap peluang dan proses rekrutmen di XLSMART maupun perusahaan mitra.
Program dijalankan melalui pelatihan tatap muka dan daring, Career Day, sertifikasi, e-learning, serta berbagai aktivitas yang mempertemukan peserta dengan informasi dan peluang karier.
Pengembangan kompetensi mencakup berbagai bidang yang relevan dengan perkembangan dunia kerja, antara lain Digital & IT, Data & AI, Telecom Engineering, Sales & Commercial, serta Finance & Business, termasuk keterampilan pendukung seperti communication skill, negotiation skill, career readiness, dan kemampuan profesional lainnya.
Kolaborasi menjadi salah satu fondasi utama Future Ready. XLSMART bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi serta jaringan peserta pembinaan pelatihan vokasi dan produktivitas BINALAVOTAS.
Kolaborasi juga dikembangkan bersama institusi pendidikan dan berbagai mitra, antara lain Universitas Pakuan, Forum Women in Business Universitas Indonesia, Eka Tjipta Foundation, sekolah menengah, komunitas lokal, serta perusahaan dan mitra industri.
Melalui kolaborasi tersebut, XLSMART berupaya membangun hubungan yang lebih erat antara pendidikan, pelatihan, kebutuhan industri, dan rekrutmen, sehingga kompetensi yang dikembangkan peserta semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
850 Talenta Muda Direkrut XLSMART dan Mitra
Selain meningkatkan keterampilan, Future Ready mulai menunjukkan dampak langsung terhadap akses ketenagakerjaan. Hingga September 2026, 850 peserta telah direkrut oleh XLSMART dan perusahaan mitra melalui ekosistem Future Ready.
Capaian tersebut akan terus ditingkatkan melalui rangkaian program rekrutmen dan pengembangan talenta hingga Desember 2026. XLSMART menargetkan setidaknya 1.000 talenta muda memperoleh pekerjaan hingga akhir tahun.
Untuk memperluas jangkauan, mulai September hingga akhir 2026 XLSMART juga menjalankan Future Ready Goes to Campus di 10 kampus, yang ditargetkan menjangkau ribuan peserta. Program menyasar mahasiswa, fresh graduates, pencari kerja, lulusan SMA dan SMK, serta peserta jaringan BINALAVOTAS Kementerian Ketenagakerjaan.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pembekalan keterampilan dan kesiapan kerja, tetapi juga kesempatan untuk semakin dekat dengan kebutuhan industri dan ekosistem rekrutmen yang dibangun bersama XLSMART dan perusahaan mitra.
Workshop IoT Targetkan 1.000 Peserta
Penguatan kompetensi teknologi juga dilakukan melalui rangkaian Workshop Internet of Things (IoT) yang menargetkan sekitar 1.000 peserta.
Program dirancang untuk memperkuat literasi digital sekaligus memberikan pengalaman praktis teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Kegiatan perdana telah berlangsung di SMK Ananda Bekasi pada 29 Agustus 2026 dengan melibatkan 180 peserta. Rangkaian selanjutnya direncanakan berlangsung di SMKN 3 Tangerang, SMK Strada Jakarta, SMK Ananda Deltamas Cikarang, SMK Pustek Tangerang Selatan, serta dua sesi workshop di BBPVP Bekasi. Secara keseluruhan, rangkaian ini mencakup tujuh lokasi/sesi, terdiri dari satu kegiatan yang telah terlaksana dan enam agenda lanjutan.
Melalui Future Ready, XLSMART ingin mendorong konektivitas berkembang menjadi sarana pemberdayaan yang membantu generasi muda meningkatkan keterampilan, memperkuat kesiapan kerja, dan memperoleh akses terhadap peluang ekonomi yang lebih luas.
Future Ready akan terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah, institusi pendidikan, dunia usaha, dan komunitas agar semakin banyak talenta muda Indonesia yang tidak hanya memiliki keterampilan yang relevan, tetapi juga mampu mengubah keterampilan tersebut menjadi peluang kerja nyata.
BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026
Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat sebanyak 1.182 permohonan perizinan yang masuk melalui sistem Online Single Submission (OSS) sepanjang periode 1 September 2025 hingga 20 September 2026. Permohonan tersebut mencakup 16 bidang layanan perizinan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan seluruh proses pelayanan perizinan dilakukan sesuai dengan persyaratan dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tercatat, sebanyak 423 permohonan telah ditangani atau diterbitkan, sementara 284 permohonan belum memenuhi persyaratan, 276 dikembalikan untuk dilakukan perbaikan dan 199 masih dalam proses verifikasi.
“Data ini menunjukkan proses pelayanan perizinan terus berjalan. Setiap permohonan kami proses berdasarkan kelengkapan dan kesesuaian persyaratan, sehingga pemohon mendapatkan kepastian dalam setiap tahapan layanan,” kata Ariastuty di Batam Centre, Selasa (22/9).
Ia menjelaskan, data tersebut merupakan permohonan yang tercatat melalui OSS untuk 16 sektor di KPBPB Batam. Sementara itu, layanan perizinan melalui LMS dan IBOSS juga telah berjalan efektif dan menjadi bagian dari ekosistem pelayanan BP Batam.
Jika dirinci berdasarkan jenis layanan, pada PKKPR Laut terdapat 18 permohonan yang telah ditangani atau diterbitkan, 222 belum memenuhi persyaratan, satu dikembalikan untuk diperbaiki dan 21 masih dalam proses verifikasi.
Pada layanan Persetujuan Lingkungan, yang mencakup SPPL, PL, AMDAL, serta UKL-UPL, sebanyak 144 permohonan telah ditangani atau diterbitkan. Sementara satu permohonan belum memenuhi persyaratan, 16 dikembalikan untuk diperbaiki dan 11 masih dalam proses verifikasi.
Untuk PPKH, sebanyak dua permohonan telah ditangani atau diterbitkan, 26 belum memenuhi persyaratan dan sembilan masih dalam proses verifikasi.
Sementara, Perizinan Berusaha (PB), sebanyak 136 permohonan telah ditangani atau diterbitkan. Kemudian, 20 permohonan belum memenuhi persyaratan, 147 dikembalikan untuk diperbaiki dan 62 masih dalam proses verifikasi.
Adapun Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PBUMKU) mencatat 123 permohonan telah ditangani atau diterbitkan, 15 belum memenuhi persyaratan, 112 dikembalikan untuk diperbaiki dan 96 masih dalam proses verifikasi.
Menurut Ariastuty, data tersebut menunjukkan proses perizinan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas investasi dan kegiatan usaha di KPBPB Batam.
Lebih lanjut, dijelaskan, di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, BP Batam terus mendorong peningkatan kualitas layanan melalui berbagai insentif kebijakan dan penyederhanaan proses perizinan.
Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong penguatan Batam melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi, penyederhanaan regulasi dan perizinan, penyelesaian persoalan lahan, optimalisasi sektor-sektor strategis serta penguatan Batam sebagai destinasi investasi.
Khusus regulasi perizinan, pemerintah pusat turut memperkuat kemudahan berusaha dan iklim investasi di Batam, antara lain melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025, PP Nomor 28 Tahun 2025, dan PP Nomor 47 Tahun 2025.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjadikan Batam semakin atraktif dalam menarik investasi yang memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya mengatakan bahwa peningkatan layanan perizinan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian dan kemudahan bagi pelaku usaha di KPBPB Batam.
“Pemerintah terus mendorong agar proses perizinan semakin mudah dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha. BP Batam akan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar investasi dan kegiatan usaha di Batam dapat berjalan dengan lancar dan baik,” ujar Amsakar.
