Live Streaming
Page 5 of 128


BATAM, – Dua properti bagian dari The Ascott Limited (Ascott), HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort Waterfront Batam, sukses melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Kegiatan ini diwujudkan melalui penyaluran infaq hasil dari menyisihkan sebagian keuntungan penjualan paket buka puasa selama bulan Ramadan 1447 H lalu.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan kedua hotel untuk memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya anak-anak yatim piatu dan dhuafa di Kota Batam.

Sinergi Kebaikan dari "Lentera Ramadan" dan "Teras Ramadan"

Sepanjang bulan suci, HARRIS Hotel Batam Center hadir dengan program kuliner "Lentera Ramadan", sementara HARRIS Resort Waterfront Batam memanjakan para tamu melalui program "Teras Ramadan". Kedua program ini tidak hanya dirancang untuk menyajikan pengalaman berbuka puasa yang berkesan dengan keanekaragaman kuliner khas, tetapi juga membawa misi mulia. Dari setiap paket berbuka puasa yang terjual, kedua hotel berkomitmen menyisihkan sebagian dana sebagai infaq yang dikumpulkan langsung dari para tamu setia.

Dana infaq yang terkumpul dari program Lentera Ramadan HARRIS Hotel Batam Center disalurkan secara langsung kepada Yayasan Panti Asuhan Qurrotu A'Yun yang berlokasi di kawasan Legenda Malaka, Batam Kota yang mengasuh 35 anak panti berusia 1-20 tahun. Sementara itu, infaq yang berhasil dihimpun dari program Teras Ramadan HARRIS Resort Waterfront Batam dialokasikan untuk membantu kebutuhan anak-anak di Yayasan Mutiara Terpelihara Batam yang mengasuh 21 anak berusia 7-16 tahun berada di daerah Batu Aji.

Penyaluran bantuan ini dilakukan secara langsung oleh manajemen hotel dengan mendatangi masing-masing panti asuhan pada tanggal 18 dan 19 May 2026. Selain menyerahkan dana infaq, perwakilan manajemen juga menyempatkan diri untuk berinteraksi, berbagi keceriaan, serta memberikan motivasi kepada anak-anak panti asuhan agar tetap semangat dalam menuntut ilmu dan mengejar cita-cita.

Wujud Nyata Kepedulian Terhadap Sesama

Kegiatan CSR ini menjadi momentum penting bagi kedua hotel untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat lokal. Kehadiran manajemen disambut hangat dengan senyuman dan doa tulus dari para pengurus serta anak-anak di kedua yayasan tersebut.

Dodi Putra, selaku General Manager Shared Service HARRIS Resort Waterfront Batam dan HARRIS Hotel Batam Center, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas terlaksananya kegiatan sosial ini. Beliau menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari antusiasme dan kemurahan hati para tamu yang memilih merayakan momen berbuka puasa di jaringan hotel HARRIS Batam.

"Kami merasa sangat bersyukur dan bahagia dapat kembali berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh berkah ini. Kegiatan penyaluran infaq ini adalah wujud nyata dari kepedulian sosial kami, sekaligus bentuk tanggung jawab moral perusahaan untuk selalu hadir dan membantu sesama. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu setia HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort Waterfront Batam. Melalui paket Lentera Ramadan dan Teras Ramadan, Anda tidak hanya menikmati hidangan berbuka bersama keluarga, tetapi juga turut berkontribusi memberikan secercah kebahagiaan bagi anak-anak di Yayasan Panti Asuhan Qurrotu A'Yun dan Yayasan Mutiara Terpelihara Batam. Semoga bantuan yang disalurkan ini dapat bermanfaat untuk mendukung operasional yayasan serta memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anak," ujar Dodi Putra.

Berbagi Kebahagiaan dan Harapan Baru

Bantuan yang diserahkan diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan anak-anak di kedua panti asuhan. Pihak pengelola Yayasan Panti Asuhan Qurrotu A'Yun, Bapak Mahyun dan Yayasan Mutiara Terpelihara Batam, Ustdz Iqbal Rifa'i mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh manajemen HARRIS Hotels Batam. Bantuan ini dinilai sangat berarti, terutama dalam mendukung fasilitas pendidikan dan pemenuhan kebutuhan pokok anak-anak asuh mereka.

Melalui konsistensi dalam menjalankan program CSR seperti ini, HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort Waterfront Batam berharap dapat terus menginspirasi pelaku industri pariwisata dan bisnis lainnya di Batam untuk bersama-sama membangun lingkungan sosial yang lebih peduli dan inklusif. Bagi manajemen HARRIS Hotels, esensi dari sebuah kesuksesan bisnis sejati adalah ketika keberadaan perusahaan mampu memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi komunitas di sekitarnya.

Jakarta — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus memperkuat pengembangan pasar modal syariah melalui edukasi dan kampanye publik yang semakin masif. Tercatat, berdasarkan data yang dihimpun dari AB-SOTS, jumlah investor saham syariah memiliki pertumbuhan yang sangat signifikan. Dimana jumlah investor saham Syariah dalam lima tahun terakhir sejak tahun 2020 telah meningkat 158% dari 85.891 investor, menjadi 221.714 investor pada Maret 2026.

Pada tahun ini, Pasar Modal Syariah Indonesia memperingati 15 (lima belas) tahun sejak peluncuran Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), penerbitan Fatwa DSN-MUI Nomor 80, serta implementasi Sistem Online Trading Syariah (SOTS) yang menjadi tonggak penting dalam kebangkitan pasar modal syariah di Indonesia.

Untuk itu, dalam rangka peringatan 15 tahun kebangkitan pasar modal syariah, BEI, KPEI, dan KSEI bersama dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan kegiatan Elevate 2026 yang terdiri dari IFN Indonesia Forum dan Sharia Investment Week (SIW) 2026 pada 20–23 Mei 2026 di Main Hall BEI. Mengusung tema “15 Years Rising – Heading Worldwide”, rangkaian kegiatan Elevate 2026 akan hadir secara istimewa dengan skala internasional sebagai upaya memperkenalkan pasar modal syariah Indonesia ke tingkat global.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, BEI menjalin kerja sama dengan Redmoney Group guna memperkuat branding pasar modal syariah Indonesia di kancah internasional. Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui penyelenggaraan IFN Indonesia Forum 2026 pada 20 Mei 2026 sebagai rangkaian pembuka Elevate, menuju Sharia Investment Week (SIW) 2026. SIW sendiri merupakan kegiatan flagship pasar modal syariah Bursa Efek Indonesia yang telah diselenggarakan secara konsisten sejak tahun 2019 dan menjadi ajang silaturahmi investor syariah Indonesia melalui berbagai kegiatan talkshow dan expo yang bertujuan meningkatkan literasi serta inklusi pasar modal syariah di Indonesia.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, menyampaikan bahwa pasar modal syariah kini semakin relevan sebagai pilihan investasi masyarakat Indonesia. Menurutnya, investasi syariah tidak hanya menawarkan potensi keuntungan finansial, tetapi juga memberikan ketenangan karena dijalankan sesuai prinsip-prinsip Islam. “Pasar modal syariah bukan sekadar alternatif, tetapi telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin berinvestasi secara halal, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Irwan.

Ia menambahkan bahwa seluruh aktivitas di pasar modal syariah berlandaskan prinsip Islam yang melarang unsur riba, gharar (ketidakpastian), dan maysir (spekulasi). Selain itu, instrumen investasi yang diperdagangkan juga harus berasal dari kegiatan usaha yang halal serta dikelola melalui mekanisme yang sesuai syariah.

Di Indonesia, penerapan prinsip tersebut mengacu pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Hal ini memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari seleksi efek hingga transaksi, tetap berada dalam koridor syariah.

Irwan menambahkan, transaksi saham syariah di BEI dilakukan secara transparan melalui sistem perdagangan yang adil. Saham yang dapat diperdagangkan adalah saham yang tercantum dalam Daftar Efek Syariah (DES), yang diterbitkan secara berkala oleh OJK. “Investor tidak perlu ragu, karena seluruh proses sudah melalui pengawasan ketat regulator dan mengacu pada fatwa syariah yang berlaku,” jelasnya.

Kinerja pasar modal syariah Indonesia juga terus menunjukkan tren positif dan semakin inklusif. Pertumbuhan jumlah investor, peningkatan kapitalisasi pasar, serta aktivitas transaksi yang terus meningkat menjadi indikator tingginya minat masyarakat terhadap investasi syariah. “Kepercayaan masyarakat terus tumbuh. Ini terlihat dari peningkatan jumlah investor syariah yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir,” kata Irwan.

Dari sisi produk, pasar modal syariah Indonesia menawarkan beragam instrumen investasi, mulai dari saham syariah, reksa dana syariah, sukuk, hingga exchange-traded fund (ETF) syariah. Data per Maret 2026 menunjukkan jumlah efek syariah yang terus meningkat mencapai 673 saham atau sebesar 70% saham yang tercatat di BEI, mencerminkan perkembangan industri yang semakin kuat.

Lebih lanjut, Irwan menekankan bahwa pasar modal syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memiliki dimensi sosial. Berbagai inovasi seperti wakaf saham, zakat saham, dan sukuk berbasis wakaf menjadi bukti bahwa investasi juga dapat memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat. “Pasar modal syariah menggabungkan aspek investasi dan nilai sosial. Ini yang menjadi kekuatan utama dalam mendorong ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Komitmen dalam membangun ekosistem pasar modal syariah yang inklusif dan berkelanjutan tersebut juga mendapat pengakuan di tingkat internasional. Penguatan posisi Indonesia di kancah global tercermin dari berbagai penghargaan internasional yang berhasil diraih pasar modal syariah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. BEI berulang kali memperoleh penghargaan bergengsi pada ajang Global Islamic Finance Awards (GIFA), termasuk penghargaan The Best Supporting Institution for Islamic Finance pada 2016–2018, The Best Emerging Islamic Capital Market of the Year pada 2018, serta The Best Islamic Capital Market pada 2019, 2020, 2021, dan 2022.

Prestasi tersebut berlanjut dengan diraihnya GIFA Championship Award for Islamic Capital Market 2025, yang semakin menegaskan pengakuan dunia internasional terhadap konsistensi dan inovasi Indonesia dalam mengembangkan industri pasar modal syariah. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pasar modal syariah Indonesia mampu tumbuh secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus memperkuat optimisme bahwa pasar modal syariah Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menjadi salah satu pusat pasar modal syariah terkemuka di dunia.

Ke depan, BEI akan terus memperluas jangkauan edukasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan partisipasi masyarakat. Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami pasar modal syariah, industri ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi nasional. “Edukasi adalah fondasi. Ketika masyarakat paham, maka kepercayaan akan tumbuh, dan pada akhirnya pasar modal syariah akan berkembang lebih pesat,” tutup Irwan.

Batam, 20/5 - Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau meningkatkan angka prevalensi kontrasepsi modern dan angka kesuburan total dalam rangka peringatan HUT Ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau dr. Victor Palimbong menekankan pentingnya peningkatan capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (mCPR) di Kepulauan Riau.

"Saat ini capaian mCPR Kepri berada pada angka 76,1, sementara Kota Batam masih di angka 72,0. Kesenjangan tersebut perlu terus ditingkatkan melalui dukungan dan peran aktif para bidan di Kepri,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Rabu.

Selain itu, kata dia, capaian Total Fertility Rate (TFR) nasional saat ini berada pada angka 2,11 dari target 2,10, sedangkan Kepulauan Riau berada di angka 2,13.

Melalui momentum HUT Ke-75 IBI, capaian TFR di Kepulauan Riau dapat terus meningkat dan menyamai capaian nasional.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan 4.587 akseptor keluarga berencana (KB) di provinsi ini.

“Kami siap untuk menyukseskan target pelayanan KB di Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 4.587 akseptor, yang terdiri dari peserta KB Baru (PB) dan KB Pasca-Persalinan (KBPP),” katanya.

Pihaknya mendukung pelaksanaan pelayanan Keluarga Berencana (KB) yang dilaksanakan di seluruh Balai Penyuluhan KB dan fasilitas kesehatan lainnya.

“Kami lakukan secara maraton, selama 23 hari dimulai dari 29 April sampai 22 Mei menjadi bagian dari upaya peningkatan akses pelayanan KB, sekaligus mendukung program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), serta Angka Kematian Bayi (AKB),” katanya.

Angka capaian pada saat ini 93.3 persen, dengan rincian target penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sebanyak 2.437 akseptor atau 76.16 persen, non-MKJP sebanyak 2.150 akseptor atau 112.93 persen.

Selain itu, KB Pasca-Persalinan (KBPP) sebanyak 4.327 akseptor atau 71.76 persen serta Non-KBPP sebanyak 260 akseptor atau 453.46 persen.

"Mohon bantu kami mendukung capaian penggunaan kontrasepsi jangka panjang serta capaian rata-rata angka kelahiran di Kepri,” kata Victor.

Tanjungpinang, 18/5 - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Rika Azmi menyebutkan harga daging sapi segar menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah naik dipicu kenaikan harga sapi hidup di tingkat produsen.

"Sapi di Kepri rata-rata didatangkan dari Provinsi Lampung. Nah, di sana harga sapi hidup juga naik, ditambah lagi biaya logistik pengiriman jalur laut cukup tinggi," kata Rika di Tanjungpinang, Senin.

Kenaikan tersebut, kata dia, otomatis berdampak terhadap naiknya harga daging sapi segar di pasaran, khususnya di pusat ibu kota Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang.

Berdasarkan pemantauan terkini, harga daging sapi segar di Pasar Tradisional Bintan Center Tanjungpinang tembus di angka Rp170 ribu, atau naik Rp20 ribu dari harga sebelumnya Rp150 ribu per kg.

Meski demikian, menurut Rika, kenaikan harga daging sapi itu masih dalam tahap wajar dan dapat dimaklumi, karena fluktuasi harga sapi hidup di tingkat produsen serta tingginya biaya logistik pengiriman lintas provinsi.

Lanjut dia Pemerintah Provinsi Kepri dalam waktu dekat menggelar pasar murah guna mengintervensi kenaikan harga sejumlah komoditas pokok menjelang Idul Adha 1447 H termasuk daging sapi.

"Pasar murah digelar di Tanjungpinang dalam pekan ini, bekerja sama dengan pemkot dan distributor pangan untuk menstabilkan harga bahan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan DKP2KH Kepri meningkatkan pemantauan harga komoditas bahan pokok guna memastikan stabilitas harga dan pasokan menjelang perayaan Idul Adha 1447 H.

Rika menyampaikan perkembangan harga sejumlah bahan pangan di pasaran saat ini, antara lain harga cabai merah di tembus Rp62 ribu per kilogram, lalu cabai rawit Rp65 ribu per kilogram, bawang Jawa Rp36 ribu per kilogram, bawang India Rp18 ribu per kilogram, tomat Rp25 ribu per kilogram, kentang Rp18 ribu per kilogram, dan daging ayam Rp40 ribu sampai Rp42 ribu per kilogram.

Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus memperkuat komitmen dalam membenahi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan strategi tata kelola persampahan berbasis kajian ilmiah bersama Center for Environmental Technology Study (CETS) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Komitmen itu disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat membuka kegiatan Penyampaian Laporan Akhir Kajian Optimalisasi dan Strategi Tata Kelola Pengangkutan Sampah Kota Batam di Grand Ballroom AP Premiere, Jodoh, Batuampar, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, pimpinan perangkat daerah, camat, dan lurah se-Kota Batam.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan langkah strategis yang disusun berdasarkan analisis ilmiah dan rekomendasi para ahli agar kebijakan yang diambil dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami ingin pengelolaan sampah di Batam memiliki arah penyelesaian yang jelas dan terukur sesuai rekomendasi para pakar. Setiap kebijakan harus dibangun melalui analisis yang cermat,” ujar Amsakar.

Menurutnya, hasil kajian tersebut akan menjadi bahan penting dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Sampah yang saat ini tengah dibahas bersama DPRD Kota Batam.

Amsakar mengatakan, Pemko Batam ingin sistem pengelolaan sampah tersusun secara terintegrasi mulai dari tingkat lingkungan hingga pengelolaan akhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Ia menjelaskan, sejumlah skema tengah dikaji, mulai dari penguatan peran RT, RW, lurah, dan camat dalam pengelolaan sampah di tingkat tempat penampungan sementara (TPS), optimalisasi pengangkutan oleh pemerintah daerah, hingga kemungkinan pola kemitraan dengan pihak swasta.

“Kami ingin ada gambaran yang utuh dari hulu hingga hilir. Langkah-langkah strategis ini penting agar persoalan sampah di lapangan dapat ditangani secara lebih baik dan berkelanjutan,” katanya.

Selain pengelolaan pengangkutan sampah, Amsakar juga menyoroti pentingnya pembenahan sistem retribusi persampahan agar lebih transparan dan tepat sasaran. Salah satu opsi yang dikaji ialah penerapan model kategorisasi pelanggan seperti yang diterapkan PT Moya dalam pengelolaan air bersih di Batam.

Menurutnya, sistem tersebut dapat membantu pemetaan pelanggan berdasarkan kategori usaha maupun rumah tangga sehingga pengelolaan iuran sampah menjadi lebih tertib dan akuntabel.

“Jika pola kategorisasi ini dapat dimasukkan ke dalam regulasi daerah, tata kelola retribusi sampah akan menjadi lebih jelas dan transparan,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Amsakar meminta seluruh camat dan lurah aktif memberikan masukan dalam proses diskusi karena dinilai paling memahami kondisi dan persoalan persampahan di wilayah masing-masing.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim tenaga ahli dari CETS UII Yogyakarta yang telah menyusun kajian strategis tersebut.

“Mudah-mudahan hasil kajian ini benar-benar implementatif dan mampu mendukung terwujudnya tata kelola persampahan Batam yang lebih baik ke depan,” tutupnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Tenaga Ahli CETS UII Yogyakarta, Hijrah Purnama Putra, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan. Diskusi dipandu Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Batam, Aidil Sahalo, selaku moderator. 

Batam, Indonesia – HARRIS Barelang Batam menghadirkan penawaran spesial bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman menginap lebih hemat dan fleksibel melalui promo diskon hingga 25% untuk pemesanan kamar langsung di website resmi DiscoverASR.com. Promo ini berlaku hingga 20 Desember 2026 dan dapat dinikmati baik saat weekday maupun weekend.

Tidak hanya itu, tamu yang bergabung menjadi ASR Member juga dapat menikmati berbagai keuntungan tambahan seperti diskon khusus untuk dining di HARRIS Café dan Rocksalt Beach Club, serta potongan harga untuk berbagai aktivitas seru seperti ATV dan Jetski yang tersedia di area resort.

Dengan suasana resort tepi laut yang nyaman dan pemandangan ikonik Jembatan Barelang, HARRIS Barelang Batam menjadi pilihan tepat untuk staycation, liburan keluarga, maupun short escape bersama orang terdekat. Para tamu juga dapat menikmati berbagai weekend activities seperti foam party, kids activities, live entertainment, dan aktivitas rekreasi lainnya yang membuat pengalaman menginap semakin berkesan.

“Melalui promo spesial ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi para tamu untuk menikmati pengalaman menginap yang menyenangkan dengan harga terbaik langsung melalui website resmi. Ditambah dengan berbagai aktivitas akhir pekan yang seru, kami berharap setiap tamu dapat menciptakan momen liburan yang hangat dan berkesan bersama keluarga maupun orang terdekat,” ujar Bart Jan Van den Brink.

Reservasi dan daftar sebagai ASR Member sekarang melalui website resmi www.discoverasr.com

BATAM, 16 MEI 2026 – AGlow Hotel Harbor Bay Batam resmi meluncurkan program kuliner dan hiburan mingguan terbaru bertajuk "Cinema BBQ Night" pada Sabtu malam ini. Bertempat di area poolside yang ikonik, acara ini mengombinasikan kelezatan hidangan panggangan premium dengan pengalaman sinematik luar ruangan menggunakan layar proyektor besar (*outdoor movie screening on big projector*).

Dikemas dengan konsep yang kasual namun tetap memikat, program ini dirancang khusus untuk menjadi destinasi rekreasi akhir pekan pilihan bagi masyarakat Batam, wisatawan domestik, hingga ekspatriat. Pengunjung dapat menikmati hamparan aroma BBQ segar sembari bersantai di tepi kolam renang yang sejuk bersama keluarga, pasangan, ataupun kolega terdekat. Hanya dengan harga IDR 128.000 net per orang, para tamu sudah dapat menikmati beragam pilihan menu panggangan (*all-you-can-eat style*) yang diolah langsung oleh tim kuliner profesional AGlow Hotel.

Pilihan menu yang disajikan meliputi aneka sosis premium, potongan daging sapi pilihan, ayam bakar bumbu spesial, hingga sayuran panggang segar yang disajikan hangat dari panggangan. Program "Cinema BBQ Night" ini akan hadir secara rutin setiap hari Sabtu mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai. Pemilihan film yang diputar dikurasi secara khusus dengan fokus pada film-film keluarga yang ringan, menghibur, dan universal, sehingga menciptakan atmosfer yang hidup dan interaktif bagi penonton dari segala kelompok usia.

"Kami ingin menghadirkan atmosfer akhir pekan yang berbeda di kawasan Harbor Bay. Melalui 'Cinema BBQ Night', kami tidak hanya menyajikan hidangan panggangan berkualitas tinggi, tetapi juga sebuah pengalaman hiburan terpadu yang hangat dan rileks. Ini adalah momen yang sempurna untuk mempererat silaturahmi sembari menikmati sinema di bawah bintang-bintang," ujar pihak manajemen AGlow Hotel Harbor Bay Batam. Bagi masyarakat Batam dan para tamu hotel yang ingin menghabiskan malam minggu dengan suasana yang unik dan penuh kehangatan, reservasi tempat sangat disarankan guna memastikan kenyamanan area duduk terbaik di tepi kolam.

Kepala BP Batam/Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Ketua Pikori BP Batam/Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, secara resmi menutup rangkaian Kejuaraan Voli Piala Bergilir Walikota Batam & Piala Bergilir Ketua TP PKK Kota Batam Tahun 2026 di GOR Raja Djafar, Tiban Indah, Minggu (17/5/2026).

Kejuaraan yang berlangsung sejak 14 April 2026 dan diikuti total 64 peserta ini menjadi panggung kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat persatuan, menjunjung sportivitas, serta membangun kolaborasi positif untuk kemajuan Kota Batam.

Pada partai puncak kategori usia 16–39 tahun, tim Garuda BP Batam menunjukkan performa luar biasa dengan menembus babak final dan menghadapi PGRI Kota Batam dalam pertandingan bergengsi yang berlangsung sengit hingga lima set.

Dalam laga final tersebut, Garuda BP Batam harus mengakui keunggulan tipis PGRI Kota Batam dengan skor: 28-26, 24-26, 17-25, 25-21, 17-15 untuk kemenangan PGRI Kota Batam.

Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara utama, perjuangan Garuda BP Batam mencerminkan daya juang, semangat kompetitif, dan sportivitas tinggi yang menjadi inspirasi dalam dunia olahraga maupun pembangunan daerah.

Selain keberhasilan Garuda BP Batam melaju ke final, BP Batam juga mencatatkan sejumlah capaian membanggakan di berbagai kategori:

  • Piala TP PKK kategori usia 25–35 tahun: BP Batam Putri meraih Juara 3 usai mengalahkan PWR dengan skor 3-1.
  • Piala TP PKK kategori usia 36–50 tahun: BP Batam Putri meraih Juara Harapan 2.
  • Piala TP PKK kategori usia 36–50 tahun: Pikori BP Batam meraih Juara 2 setelah menghadapi IKA Bhayangkari.
  • Piala Walikota Batam kategori usia 16–39 tahun: Rajawali BP Batam meraih Juara 3 usai menaklukkan Kecamatan Batu Ampar dengan skor 3-2.
  • Piala Walikota Batam kategori usia 16–39 tahun: Garuda BP Batam sukses menjadi Finalis.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa olahraga merupakan sarana strategis dalam membangun karakter, solidaritas, dan sinergi antarelemen masyarakat.

“Melalui olahraga, kita belajar tentang disiplin, kerja sama, perjuangan, dan sportivitas. Semangat inilah yang harus terus kita bawa dalam membangun Batam sebagai kota yang maju, sehat, dan harmonis,” ujarnya.

Senada, Ketua Pikori BP Batam/Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kolaborasi mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.

“Kejuaraan ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang bagaimana seluruh elemen Kota Batam bersatu, berkompetisi secara sehat, dan saling menguatkan demi Batam yang lebih hebat,” ungkapnya.

Partisipasi aktif BP Batam di berbagai kategori sekaligus menjadi simbol komitmen institusi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, tangguh, kompetitif, dan berdaya saing.

Melalui semangat olahraga, BP Batam berharap nilai sportivitas, persaudaraan, dan kolaborasi yang terbangun selama kejuaraan dapat terus menjadi energi positif dalam mewujudkan Batam sebagai kota modern, inklusif, dan berprestasi.

Olahraga menyatukan, sportivitas menguatkan, kolaborasi memajukan Kota Batam.

Turut hadir Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan Alexander Zulkarnain, Anggota/Deputi Bidang Investasi Fary Djemy Francis, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum Ariastuty Sirait dan pejabat Pemko Batam. 

Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga ketahanan dan ketersediaan air baku di tengah ancaman fenomena “El Nino”.

Dengan melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta AirNav Indonesia, BP Batam akan melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan guna menghadapi fenomena kemarau panjang yang berlangsung sekitar bulan Juni hingga Agustus 2026 mendatang.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menjelaskan bahwa langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga volume air di sejumlah waduk agar tetap aman dan berada pada elevasi maksimum. Sehingga, suplai atau distribusi air bersih kepada masyarakat maupun sektor industri dapat berjalan optimal tanpa gangguan.

Denny berharap, operasi Teknologi Modifikasi Cuaca ini dapat memberikan dampak besar terhadap ketersediaan di Waduk Nongsa, Sei Ladi, Sei Harapan, Mukakuning, Tembesi dan Duriangkang yang saat ini masih menjadi perhatian utama akibat penurunan permukaan air baku yang cukup signifikan.

“Kami merencanakan modifikasi cuaca ini sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan El Nino. Meskipun hujan masih turun, sering kali tidak jatuh di area tangkapan waduk. Oleh karena itu, kami berupaya agar hujan dapat diarahkan ke wilayah waduk sehingga mampu menambah cadangan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Denny saat memimpin rapat koordinasi pada Jumat (15/5/2026).

Berdasarkan hasil rapat bersama tim, Denny mengatakan bahwa operasi hujan buatan ini dilakukan selama satu pekan sebagai tahap awal. Selama masa ini, BP Batam pun akan mengevaluasi efektivitas pelaksanaan dan dampaknya terhadap kenaikan debit air waduk.

Di samping itu, Denny juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan menjaga ketahanan air Batam dengan menggunakan air secara lebih bijak.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih menghemat penggunaan air. Jika menemukan tindakan di luar prosedur terhadap jaringan air, segera laporkan kepada kami agar distribusi dan kebutuhan air dapat tetap terkendali,” tegasnya.

Belajar dari Singapura, Batam Perkuat Ketahanan Air Baku

Dalam memaksimalkan pengelolaan air, Denny Tondano dalam rapat tersebut turut menyinggung soal rencana jangka panjang BP Batam. Melalui pelajaran berharga yang datang dari negara tetangga, Singapura.

Negara maju yang tumbuh tanpa adanya sumber air alami ini sukses berkembang menjadi salah satu negara dengan manajemen pengelolaan air mumpuni sejak beberapa dekade terakhir.

Bahkan dalam satu artikel, Peter Gleick, ahli hidrologi dan pendiri Pacific Institute, menilai bahwa keberhasilan Singapura terletak pada pendekatan yang lebih mengutamakan efisiensi dalam menggunakan air. “Mari gunakan air dengan bijaksana, hentikan pemborosan air. Temukan sumber pasokan baru”.

Pemerintah Singapura dengan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten pun kemudian menyusun rencana besar yang terus disempurnakan dengan menciptakan empat sumber utama pasokan air yang disebut “keran nasional”. Ini terdiri dari air impor, desalinasi (pengolahan air laut), penampungan air hujan, dan ‘NEWater’ atau air daur ulang.

Pengalaman tersebut menjadi inspirasi penting bagi BP Batam dalam merancang strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan pasokan air di tengah tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan kebutuhan masyarakat.

“Seluruh kajian teknis yang berkaitan dengan ketahanan air baku di Batam sudah kita pertimbangkan. Saya juga akan berkoordinasi dengan pimpinan BP Batam terkait langkah-langkah antisipatif lain agar suplai air baku ini bisa terus maksimal di tengah pertumbuhan pendudukan dan industri saat ini,” tutup Denny. 

Batam - 17 Mei 2026, Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-61 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), PGN melalui program CSR menghadirkan kegiatan Cek Kesehatan Rakyat (CAKRA) bagi masyarakat Perumahan Cipta Asri RW 12. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PGN untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mempererat hubungan dengan warga di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Program pemeriksaan kesehatan gratis ini menargetkan sebanyak 200 peserta dari berbagai kalangan usia dengan fokus pemeriksaan penyakit umum. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak awal kegiatan berlangsung. Warga mengapresiasi langkah PGN yang turun langsung ke tengah masyarakat untuk menghadirkan layanan kesehatan secara gratis dan mudah dijangkau.


Rangkaian kegiatan pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, pemeriksaan mata, hingga penyuluhan kesehatan terkait penyakit “silent killer” yang kerap tidak disadari masyarakat, seperti hipertensi dan diabetes. Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat.
Selain layanan kesehatan, PGN juga memberikan edukasi mengenai jaringan gas (jargas) kepada masyarakat. Materi sosialisasi meliputi pengenalan PGN, latar belakang program jargas, hingga pengenalan produk dan manfaat penggunaan gas bumi bagi kebutuhan rumah tangga. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya PGN untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap energi gas bumi yang praktis, aman, dan efisien.


Ketua RW 12 Perumahan Cipta Asri Tahap 1, Poniyanto, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian PGN terhadap masyarakat melalui kegiatan tersebut.
“Kami selaku perwakilan masyarakat Perumahan Cipta Asri Tahap 1 mengucapkan terima kasih kepada PGN atas pelaksanaan kegiatan ini. Kehadiran PGN yang turun langsung menyapa masyarakat, memberikan edukasi, sekaligus menghadirkan pelayanan kesehatan sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkesinambungan ke depannya, sehingga PGN dan masyarakat dapat terus berkolaborasi untuk mendukung kemajuan serta memberikan manfaat bagi generasi-generasi selanjutnya,” ujar Poniyanto.


Selain itu, Ketua RW 12 juga berharap realisasi pembangunan jaringan gas di lingkungan Perumahan Cipta Asri dapat segera terlaksana agar masyarakat dapat merasakan langsung manfaat penggunaan gas bumi PGN.
Sementara itu, PGN berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap penggunaan gas PGN serta memperkuat sinergi dalam mendukung program pemerintah di sektor energi dan pelayanan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara PGN, Masyarakat Cipta Asri, serta tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Sinergi berbagai pihak tersebut diharapkan mampu menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Jakarta, 16 Mei 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan industri perbankan syariah tumbuh solid, resilien, dan berkelanjutan, didukung peningkatan fungsi intermediasi serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan bahwa hingga Maret 2026, industri perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan aset dua digit sebesar 10,49 persen year-on-year (yoy) atau sebesar Rp1.061,61 triliun.

Sejalan dengan hal tersebut, pembiayaan perbankan syariah tumbuh sebesar 9,82 persen yoy menjadi Rp716,40 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional, didukung oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,14 persen yoy menjadi Rp811,76 triliun.

Di sisi lain, rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir hingga mencapai 87,65 persen, sejalan dengan semakin kuatnya kontribusi perbankan syariah terhadap sektor riil. Kinerja industri juga tetap terjaga dengan kualitas pembiayaan yang baik, tercermin dari rasio Non Performing Financing (NPF) Gross dan NPF Net yang masing-masing berada pada level 2,28 persen dan 0,87 persen.

“Momentum pertumbuhan tersebut menjadi milestone penting dari upaya transformasi dan penguatan industri perbankan syariah nasional yang mengacu pada Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023–2027,” kata Dian.

Setelah diterbitkan pada tahun 2023, RP3SI 2023-2027 telah memberikan dampak positif dalam pengembangan perbankan syariah nasional. OJK secara konsisten mengawal implementasi RP3SI ini melalui berbagai langkah strategis bersama para pemangku kepentingan guna memperkuat transformasi dan daya saing perbankan syariah nasional.

Penguatan Struktur

Dalam kaitan upaya memperkuat struktur dan ketahanan industri perbankan syariah, saat ini telah terdapat tiga bank syariah berskala besar yang mengisi posisi Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dan 3.

Pada tahun ini juga diharapkan terbentuk satu Bank Umum Syariah (BUS) baru hasil proses spin-off yang akan memperkuat struktur industri perbankan syariah nasional pada kelompok KBMI 2.

Sejalan dengan upaya tersebut, konsolidasi industri juga terus berlangsung pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah melalui proses penggabungan terhadap 21 BPR/BPR Syariah yang ditargetkan menghasilkan 9 BPR Syariah yang lebih kuat, efisien, dan berdaya saing. Berbagai langkah tersebut semakin memperkuat struktur industri perbankan syariah yang merupakan bentuk implementasi dari pilar pertama dalam RP3SI, yaitu Penguatan Struktur dan Ketahanan Industri Perbankan Syariah.

Pengembangan Produk

OJK terus mendorong pengembangan keunikan produk dan model bisnis syariah sebagai bentuk implementasi dari pilar tiga RP3SI,  Penguatan Karakteristik Perbankan Syariah. Hal tersebut direalisasikan melalui penerbitan sembilan pedoman produk perbankan syariah sebagai acuan standardisasi dan implementasi produk berbasis akad syariah dan POJK Nomor 4 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Produk Investasi Perbankan Syariah untuk mendukung pengembangan inovasi produk investasi berbasis syariah.

Lebih lanjut, OJK juga telah membentuk Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) pada tahun 2025 untuk mengakselerasi pengembangan keuangan syariah dan antara lain melalui pengembangan keunikan produk syariah. Saat ini KPKS telah menerbitkan beberapa rekomendasi antara lain penyesuaian rasio utang berbasis bunga pada Daftar Efek Syariah, penerbitan Fatwa No. 166/DSN-MUI/II/2026 tentang Kegiatan Usaha Bulion, serta mendorong penempatan dana pemerintah pada lembaga keuangan syariah,

Dian mengatakan pengembangan keunikan produk syariah ini menunjukkan progress yang positif, antara lain melalui realisasi Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) pada 9 BUS, 3 UUS, dan 9 BPR Syariah dengan total nilai proyek mencapai Rp907,73 juta serta total penghimpunan dana sebesar Rp22,76 miliar. Selain itu, Shariah Restricted Investment Account (SRIA) telah diimplementasikan oleh 1 BUS dan 1 UUS dengan total nominal piloting mencapai Rp1,35 triliun.

Pengembangan perbankan syariah juga dilakukan melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. OJK bersama Bank Pembangunan Daerah dan pemerintah daerah telah menyelenggarakan berbagai workshop strategis untuk mendorong penguatan peran perbankan syariah terhadap perekonomian daerah serta perluasan akses layanan perbankan syariah.

Beberapa kegiatan digelar antara lain Workshop Peran Perbankan Syariah terhadap Perekonomian Daerah pada Oktober 2024 di Banda Aceh, dan Workshop Sinergi Perbankan Syariah dalam rangka Perluasan Akses Layanan Perbankan Syariah pada November 2025 di Surabaya.

Dian menegaskan bahwa dukungan perbankan syariah pada penguatan sektor riil dan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga terus ditingkatkan melalui peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM, yang tercermin dari total penyaluran pembiayaan UMKM oleh industri perbankan syariah sebesar Rp217,86 triliun.

Berbagai upaya tersebut telah dilakukan dalam rangka mendukung Peningkatan Kontribusi Perbankan Syariah dalam Perekonomian Nasional, sesuai dengan pilar keempat pada RP3SI.

Keterlibatan stakeholders sangat diperlukan dalam menyukseskan implementasi RP3SI. Oleh karena itu, sejak 2023 OJK secara rutin menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Perbankan Syariah untuk memperkuat sinergi dan menyelaraskan arah pengembangan industri bersama para stakeholders. Di samping itu, OJK juga secara berkala menerbitkan Buku Laporan Pemantauan Impolementasi RP3SI sebagai bentuk akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola pengembangan perbankan syariah.

Badan Pengusahaan (BP) Batam merespons cepat dalam menyelesaikan persoalan perpanjangan Uang Wajib Tahunan (UWT) terhadap ratusan rumah di Perumahan Puskopar, Batu Aji.

Tidak perlu berlama-lama, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra langsung mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan warga dan pihak pengembang, Senin (11/5/2026).

“Tentunya kami sangat memahami keresahan yang dihadapi oleh masyarakat. Oleh karena itu, BP Batam bergerak cepat untuk memberikan kepastian kepada masyarakat tanpa mengabaikan aturan yang berlaku,” ujar Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, Selasa (12/5/2026).

Ariastuty menjelaskan, dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa pihak pengembang, akan menyelesaikan kewajibannya untuk pembayaran UWT tahap awal selama 30 tahun.

Sehingga, setelah UWT tahap awal itu dibayarkan, masyarakat Perumahan Puskopar dapat melakukan perpanjangan UWT untuk 20 tahun berikutnya.

“BP Batam akan memberikan waktu kepada pihak pengembang untuk menyelesaikan kewajibannya hingga pertengahan Juni 2026. Hal ini sesuai dengan komitmen yang telah disampaikan oleh pihak pengembang,” jelasnya.

Sementara itu, dalam rangka mendukung proses penyelesaian pembayaran UWT tahap awal, BP Batam akan menyiapkan dan menyampaikan dokumen yang diperlukan. Hal ini bertujuan untuk menjadi dasar terkait kewajiban pembayaran UWT.

“Ada sebanyak 221 rumah yang nantinya akan dilakukan perhitungan lebih lanjut terkait luas lahan keseluruhan serta besaran biaya yang harus dikeluarkan untuk pembayaran UWT sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.

Ia menambahkan, masyarakat sebagai pemilik 221 rumah akan diberikan mekanisme perpanjangan alokasi selama 20 tahun.

Page 5 of 128

Instagram

Tentang Kami