super me
Dalam rangka menjaga kelestarian daerah tangkapan air, BP Batam mengadakan kegiatan gotong royong di waduk Duriangkang pada Sabtu (22/11/2025) pagi.
Sebanyak ratusan voluntir dari pecinta lingkungan, Komunitas Batam Hikers, Persatuan Masyarakat Nelayan Air Tawar Duriangkang dan karyawan Agung Toyota membersihkan eceng gondok yang memenuhi waduk.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait bersama jajaran dari unit SPAM, Pengling, Ditpam dan Lahan serta Duta Investasi BP Batam.
“Hari ini untuk kali kedua kita membersihkan waduk Duriangkang. BP Batam mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang bersama-sama ikut dalam kegiatan hari ini,” kata Ariastuty disela kegiatan.
Lebih lanjut, ia menyebutkan waduk menjadi aset vital yang menjadi sumber air bersih di Kota Batam. Sehingga, kegiatan pembersihan rutin menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan waduk tetap terjaga secara ekologis.
“Tentu hal ini kita lakukan agar waduk tetap terjaga dan terawat guna guna memastikan kualitas air di Kota Batam,” ujarnya.
Sementara, Alex selaku masyarakat menyebutkan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap agar kegiatan serupa rutin dilakukan.
“Kami senang bisa membantu membersihkan waduk ini karena ini demi kita dan masyarakat Batam. Saya berharap kegiatan ini kedepan tetap berlangsung agar waduk kita bisa lebih bersih lagi,” ucap Alex yang juga Ketua Komunitas Batam Hikers.
Dukungan dan partisipasi serupa juga datang dari pihak swasta, Turman Simangunsong selaku Supervisor Penjualan Agung Toyota area Batam Centre memberikan apresiasi kepada BP Batam atas aksi dalam melestarikan lingkungan.
“Kegiatan ini sangat positif ya, dari kita untuk kita. Dengan kita berkontribusi maka kita juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar dan juga sosial,” tuturnya.
Melalui kegiatan sederhana ini, BP Batam ingin mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan peduli akan pentingnya menjaga dan merawat lingkungan utamanya waduk sebagai sumber air bersih di Kota Batam.
Jakarta – Pasar obligasi Indonesia pada September 2025 menunjukkan dinamika yang menarik sekaligus menantang. Indeks obligasi komposit, Indonesia Composite Bond Index (ICBI), terus mencatatkan performa positif sepanjang tahun ini dengan kenaikan lebih dari sembilan persen secara year-to-date. Pergerakan tersebut mencerminkan rally yang cukup kuat baik di obligasi pemerintah maupun korporasi, meskipun sempat terkoreksi tipis dalam basis mingguan. Hal ini menegaskan bahwa obligasi tetap menjadi instrumen penting yang menopang stabilitas pasar keuangan di tengah ketidakpastian global.
Jika dilihat dari sisi fundamental, spread antara yield obligasi pemerintah Indonesia dan obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun relatif stabil di kisaran 228 basis poin. Hal ini menunjukkan premi risiko Indonesia masih terjaga, meski terdapat pelemahan rupiah yang cukup signifikan pada bulan September. Nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp16.752 per dolar AS, sejalan dengan penguatan indeks dolar global. Indonesia tercatat sebagai salah satu mata uang yang mengalami pelemahan terdalam di kawasan Asia, meskipun tekanan ini juga dialami negara lain akibat sentimen suku bunga The Fed dan ketidakpastian perdagangan global.
Di sisi permintaan, lelang obligasi pemerintah sepanjang bulan tetap mencatatkan minat yang tinggi, khususnya dari investor lokal. Pada lelang terakhir, porsi penawaran dari asing hanya sekitar 13 persen dari total bid, jauh menurun dibandingkan awal tahun yang mencapai 30 persen. Tren ini memperlihatkan semakin pentingnya peran investor domestik dalam menopang pasar obligasi. Institusi lokal seperti perbankan, asuransi, dan dana pensiun menjadi pembeli utama yang menjaga stabilitas pasar, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap arus modal asing yang volatil.
Sementara itu, volatilitas pasar global meningkat pada bulan September, tercermin dari kenaikan indeks VIX hampir sembilan persen secara bulanan. Peningkatan risiko global dipicu oleh beberapa faktor, antara lain kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Trump yang masih menyisakan ketidakpastian, konflik geopolitik di berbagai belahan dunia, serta arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat. The Fed akhirnya mulai memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,00–4,25 persen, setelah lama dinantikan oleh pelaku pasar. Langkah ini diharapkan dapat meredakan tekanan pada perekonomian global, namun pasar masih menunggu kepastian apakah siklus pemangkasan akan berlanjut atau berhenti sementara.
Di dalam negeri, Bank Indonesia juga menempuh kebijakan moneter yang akomodatif dengan memangkas BI 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak lima kali sepanjang 2025, total sebesar 125 basis poin. Penurunan suku bunga acuan ini dilakukan untuk mendukung daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah inflasi yang rendah. Meski demikian, terdapat kekhawatiran bahwa pelonggaran moneter yang agresif bisa memperlemah rupiah lebih jauh, sehingga menimbulkan dilema kebijakan. Kombinasi kebijakan BI dan Fed akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pasar obligasi pada kuartal berikutnya.
Kondisi fiskal pemerintah juga tidak kalah menarik untuk diperhatikan. Pendapatan negara mengalami kontraksi, terutama dari penerimaan pajak, sementara belanja justru meningkat, khususnya pada transfer ke daerah dan program bantuan sosial. Dengan demikian, kebutuhan pembiayaan melalui penerbitan surat utang negara berpotensi meningkat pada akhir tahun. Hal ini bisa menambah pasokan obligasi di pasar, meskipun pemerintah berupaya menjaga keseimbangan dengan stimulus ekonomi baru melalui berbagai program percepatan.
Ke depan, terdapat tiga skenario utama bagi pasar obligasi Indonesia. Skenario dasar yang paling mungkin adalah penurunan suku bunga secara bertahap baik oleh The Fed maupun Bank Indonesia, dengan implikasi yield obligasi cenderung menurun, arus masuk asing meningkat, serta penerbitan obligasi korporasi bertambah. Skenario positif yang lebih optimistis mencakup pemangkasan suku bunga yang agresif, stabilitas rupiah, dan lonjakan besar dalam penerbitan obligasi korporasi. Namun, tidak dapat diabaikan pula skenario negatif, yakni jika The Fed kembali bersikap hawkish akibat lonjakan inflasi, sehingga Bank Indonesia tidak bisa melanjutkan pemangkasan suku bunga. Dalam kondisi tersebut, yield obligasi bisa naik, investor asing keluar, dan penerbitan obligasi korporasi menurun.
Dari seluruh dinamika ini, jelas terlihat bahwa pasar obligasi Indonesia tengah berada pada persimpangan penting. Di satu sisi, faktor domestik seperti kebijakan moneter longgar, dukungan investor lokal, dan stimulus fiskal memberikan landasan positif. Namun di sisi lain, tekanan eksternal berupa pelemahan rupiah, ketidakpastian global, dan arus keluar modal asing tetap membayangi. Bagi investor, memahami keseimbangan faktor-faktor ini sangat krusial untuk menentukan strategi investasi yang tepat. Obligasi masih menawarkan peluang menarik, tetapi dengan risiko yang perlu dikelola secara hati-hati, terutama terkait volatilitas pasar global dan arah kebijakan suku bunga ke depan
BATAM – Kawasan Transmigrasi Rempang, yang mencakup Satuan Permukiman (SP) Tempatan Tanjung Banun dan Dapur 6, dinilai rentan jika tak dibarengi dengan pembangunan infrasrtruktur dasar dan penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat.
Hal ini terungkap dari hasil evaluasi Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Diponegoro (UNDIP) yang menemukan bahwa wilayah tersebut memiliki potensi ekonomi maritim besar—khususnya sektor rajungan dan hasil tangkapan ikan lainnya—namun terancam oleh keterbatasan infrastruktur dasar dan lemahnya kelembagaan ekonomi masyarakat.
“Potensi rajungan dan hasil tangkapan ikan lainnya di Rempang sebenarnya sangat besar, tetapi tanpa infrastruktur dasar dan kelembagaan yang kuat, masyarakat akan terus terjebak pada pola ekonomi subsisten,” ujar Ketua Tim Ekspedisi Patriot UNDIP, Tri Joko, saat melaporkan hasil ekspedisinya kepada Walikota Batam-Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Senin (24/11/2025).
Tim Ekspedisi Patriot ini juga berangotakan 4 orang yakni Dede Suhendar, M Aqmal Buana yva, Karista Tiezha Mahera, dan Fince Aulia.
Tri Joko menegaskan pentingnya penanganan cepat. “Kalau sanitasi tidak dibenahi, ekosistem pesisir akan rusak dan itu berarti ancaman langsung terhadap mata pencaharian nelayan,” katanya.
Ekonomi Rajungan dan Tangkapan Ikan Potensial, Tapi Nelayan Terjebak Ketergantungan
Sebanyak 69,3 persen warga Rempang bekerja sebagai nelayan tradisional. Komoditas rajungan memiliki nilai jual tinggi, terutama ketika sudah diolah menjadi daging kupas dengan harga mencapai Rp345.000 per kilogram di pasar regional.
Namun, nelayan lokal belum menikmati nilai tambah tersebut. Mereka masih bergantung pada modal dari pengepul (toke), sehingga posisi tawar mereka sangat lemah.
“Ketergantungan pada toke membuat nelayan tidak bisa naik kelas. Hilirisasi tidak akan berjalan kalau struktur ekonomi seperti ini dibiarkan,” jelas Tri Joko.
Kelembagaan Lemah dan Konflik Sosial Menguat
Kelembagaan ekonomi seperti Koperasi Produsen Transmigrasi Banon Tanah Harapan masih berada pada tahap awal pengembangan. Rendahnya literasi finansial menjadi tantangan besar dalam pengelolaan usaha bersama. Selain itu, penyaluran bantuan pemerintah yang dinilai tidak merata—lebih terfokus pada kawasan Rempang Eco-City—menimbulkan kecemburuan sosial di SP-Tempatan.
Minimnya akses pendidikan jenjang SMP dan SMA juga menghambat peningkatan kualitas SDM lokal.
Rekomendasi: Literasi Finansial, Sanitasi 3R, dan Tata Kelola Kolaboratif
TEP UNDIP merumuskan tiga rekomendasi prioritas jangka pendek untuk meningkatkan keberlanjutan kawasan:
1. Quick Win – Penguatan Literasi Finansial
Pelatihan intensif bagi koperasi dan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk mendorong kemandirian modal dan pengembangan hilirisasi rajungan skala kecil.
2. Investasi Mendesak – Sanitasi dan TPS 3R
Penyusunan Detail Engineering Design (DED) serta alokasi anggaran pembangunan septic tank komunal dan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R guna menghentikan pencemaran laut.
3. Tata Kelola – Pembentukan FTKK-RB
Pembentukan Forum Tata Kelola Kolaboratif Rempang Berkelanjutan yang melibatkan BP Batam, Pemkot Batam, Kementerian Transmigrasi, dan tokoh masyarakat.
Tri Joko menekankan pentingnya forum tersebut.
“Tanpa tata kelola yang kolaboratif dan transparan, pembangunan akan memicu konflik, bukan kesejahteraan,” tegasnya.
Rempang Menuju Pusat Pertumbuhan Maritim
Menurut TEP UNDIP, transformasi Rempang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi maritim hanya dapat terwujud jika pemerintah konsisten memberi prioritas pada:
pembangunan infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah;
pemberdayaan ekonomi nelayan melalui koperasi;
serta pendekatan pembangunan yang adil, inklusif, dan sensitif terhadap budaya lokal.
“Keberhasilan PSN Rempang Eco-City tidak boleh meninggalkan masyarakat transmigrasi. Pembangunan harus dirasakan merata oleh semua Satuan Permukiman,” tutup Tri Joko. *
::: Batam – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau mengeluarkan hasil pemeriksaan khusus terkait insiden kecelakaan kerja yang terjadi pada 15 Oktober 2025 di lokasi kerja PT ASL Shipyard Indonesia. Pemeriksaan tersebut dilakukan oleh Tim Investigasi Disnakertrans Kepri bersama sejumlah subkontraktor perusahaan, berdasarkan beberapa surat tugas yang diterbitkan sejak 15 Oktober hingga 4 November 2025.
Dalam laporan resmi yang diterima redaksi, Disnakertrans Kepri menyampaikan sejumlah rekomendasi penting yang wajib dipatuhi oleh manajemen PT ASL Shipyard Indonesia demi mencegah kejadian serupa.
Tim investigasi meminta PT ASL Shipyard Indonesia menunda sementara seluruh pekerjaan di Kapal Federal II, hingga aspek keselamatan kerja benar-benar dipastikan. Selain itu, area kerja yang memiliki akses udara terbatas juga diwajibkan menjalani proses pembersihan tank (tank cleaning) karena tingginya potensi bahaya bahan mudah terbakar.
Disnakertrans menegaskan bahwa setiap pekerjaan di ruang terbatas harus diawasi oleh Ahli K3, termasuk teknisi yang memiliki sertifikasi sesuai Permenaker No. 11 Tahun 2023 dan Permenaker No. 9 Tahun 2016. Perusahaan juga diwajibkan menyediakan fasilitas keamanan seperti blower, exhaust, serta personal gas detector untuk seluruh pekerja. Peringatan tertulis juga diberikan kepada HSE Manager dan Ship Repair Manager atas kelalaian dalam pelaksanaan prosedur K3.
Selain itu, kegiatan perbaikan kapal bermuatan minyak mentah/kimia wajib mengacu pada prosedur yang berlaku agar kejadian serupa tidak terulang. Sebagai main contractor, PT ASL Shipyard Indonesia diwajibkan memastikan seluruh subkontraktor memenuhi standar K3 sesuai ketentuan perundang-undangan.
Rekomendasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau Diki Wijaya ,SE,M.Si sebagai langkah tegas untuk meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan industri perkapalan.
Batam — Menyambut akhir tahun yang penuh kehangatan dan kebersamaan, HARRIS Hotel Batam Center dan HARRIS Resort Waterfront Batam mempersembahkan penawaran khusus “Beli 4 Dapat 5” untuk acara BBQ buffet mereka. Penawaran ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman makan malam yang lebih meriah dan bernilai bagi keluarga, teman, maupun rekan kerja.
HARRIS Hotel Batam Center: Flare & Flavour BBQ
Setiap Sabtu, tamu dapat menikmati sensasi BBQ dengan tema “Flare & Flavour” di HARRIS Hotel Batam Center. Acara ini berlangsung dari pukul 18.30 hingga 22.00 WIB, menawarkan pengalaman kuliner yang luar biasa dengan harga spesial IDR 228.000 nett per orang.
Penawaran “Beli 4 Dapat 5” hanya berlaku selama bulan November ini, sehingga Anda bisa mengajak satu teman atau anggota keluarga tambahan secara gratis! Menu buffet yang melimpah mencakup Live Cooking, Live Carving, Mongolian Barbeque Corner, Grilled Corner, serta beragam hidangan penutup dan dessert.
Pengalaman makan malam semakin lengkap dengan fasilitas Free Flow Beer dari pukul 19.00-20.00, hiburan musik live, aktivitas Harris Move, dan board games. Anak-anak usia 4-10 tahun juga mendapatkan diskon 50%.
HARRIS Resort Waterfront Batam: Hawaiian BBQ Party Year End Sale
Di sisi lain, HARRIS Resort Waterfront Batam menghadirkan nuansa tropis lewat “Hawaiian BBQ Party Year End Sale”. Acara ini diselenggarakan setiap Sabtu di H-Grill, mulai pukul 18.00 hingga 21.30 WIB, dengan harga IDR 350.000 nett per orang.
Penawaran “Beli 4 Dapat 5” juga berlaku di sini, namun dengan masa berlaku yang lebih panjang, yaitu hingga 20 Desember 2025. Tamu akan disuguhi menu buffet yang kaya rasa, termasuk Assorted Canapes, Hawaiian Salad, Live Cooking Station, dan BBQ Corner dengan pilihan daging premium seperti Rib-Eye Beef dan Sirloin Beef.
Untuk keseruan ekstra, tamu dapat menikmati musik live, pertunjukan tarian hawaii, kid’s corner, dan bahkan membuat gelang sendiri. Anak-anak usia 5-11 tahun juga mendapatkan diskon 50%.
Ketentuan Umum:
Penawaran “Beli 4 Dapat 5” hanya berlaku untuk pembelian voucher sebelum hari H.
Untuk HARRIS Hotel Batam Center: Penawaran berlaku hanya selama bulan November 2025.
Untuk HARRIS Resort Waterfront Batam: Penawaran berlaku hingga 20 Desember 2025.
Diskon anak-anak berlaku sesuai ketentuan masing-masing properti.
Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk berkumpul bersama orang-orang terkasih sambil menikmati hidangan BBQ lezat dan hiburan seru di akhir pekan. Segera pesan tempat Anda sekarang!
Informasi Lebih Lanjut:
HARRIS Hotel Batam Center: +627787499999 | Instagram: @harrisbatamcenter
HARRIS Resort Waterfront Batam: +62778381558 | Instagram: @HARRISwaterfront
Jakarta, 22 November 2025. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan IV-2025 yang menunjukkan optimisme responden bahwa kinerja perbankan akan tetap solid hingga akhir tahun 2025. Survei dilakukan pada Oktober 2025 dengan melibatkan 102 bank dengan nilai aset mencapai sebesar 99,25 persen dari total aset seluruh bank umum pada September 2025.
Keyakinan tersebut tercermin dari Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) pada triwulan IV-2025 yang tercatat sebesar 66 (zona optimis). Ekspektasi akan membaiknya kondisi makroekonomi domestik menjadi alasan utama responden menyatakan bahwa kinerja perbankan tetap baik didukung keyakinan bahwa perbankan cukup mampu mengelola risiko yang dihadapi.
Prediksi akan membaiknya kondisi makroekonomi domestik menyebabkan Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM) pada triwulan IV-2025 kembali ke level optimis yaitu sebesar 63. Hal ini terutama didorong oleh prakiraan akan meningkatnya pertumbuhan ekonomi domestik seiring penurunan BI Rate serta ditopang oleh penguatan nilai tukar Rupiah.
Konsumsi masyarakat yang biasanya meningkat pada Hari Raya Natal dan Tahun Baru diyakini akan mampu mendongkrak permintaan terhadap barang dan jasa. Selain itu, stimulus 8+4+5 dari Pemerintah diperkirakan juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat sehingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, inflasi juga diperkirakan akan turut meningkat sebagai akibat peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi ini.
Seiring dengan kondisi makroekonomi yang diperkirakan membaik, mayoritas responden meyakini bahwa risiko perbankan pada triwulan IV-2025 masih terjaga dan terkendali. Hal ini terlihat dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) sebesar 57 atau berada pada zona optimis seiring dengan keyakinan bahwa kualitas kredit tetap terjaga baik dan Posisi Devisa Netto (PDN) tetap rendah dengan aset dan tagihan valuta asing (valas) yang lebih besar dibandingkan kewajiban valas (long position).
Di sisi lain, net cashflow perbankan diproyeksikan menurun dibandingkan triwulan sebelumnya. Namun demikian, cash outflow perbankan juga diperkirakan meningkat seiring dengan meningkatnya penarikan dana untuk kebutuhan operasional nasabah serta pembayaran belanja Pemerintah Daerah yang biasanya cukup besar di akhir tahun.
Ekspektasi terhadap kinerja perbankan pada triwulan IV-2025 juga berada pada level optimis dengan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK) sebesar 78. Optimisme pertumbuhan pada triwulan IV-2025 didorong oleh ekspektasi bahwa kredit masih akan tumbuh seiring dengan meningkatnya permintaan kredit serta didukung dengan usaha bank dalam melakukan ekspansi kredit pada pipeline yang tersedia. Sektor ekonomi yang diyakini menjadi motor pertumbuhan kredit antara lain adalah sektor industri pengolahan yang pada September 2025 tumbuh sebesar 8,64 persen (yoy).
Selain sektor tersebut, sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor pengangkutan dan pergudangan yang tumbuh masing-masing 19,15 persen (yoy) dan 19,32 persen (yoy) pada September 2025, juga diyakini mampu menjadi penggerak pertumbuhan kredit perbankan. Dari sisi penghimpunan dana, responden memperkirakan bahwa pada triwulan IV-2025, DPK juga diperkirakan tumbuh sejalan dengan usaha bank dalam memperoleh sumber dana untuk mendukung pertumbuhan kredit dan menjaga likuiditas.
Pada SBPO periode ini, OJK juga menghimpun informasi dari responden terkait proyeksi pencapaian target Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2025. Mendekati akhir tahun, bank telah dapat memproyeksikan apakah target kredit dan DPK dapat tercapai di tengah kondisi ekonomi saat ini. Berdasarkan hasil SBPO, sebagian besar bank optimis bahwa target kredit dan DPK dapat tercapai sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2025.
SBPO
OJK melaksanakan SBPO secara triwulanan untuk memperoleh gambaran dari industri perbankan tentang arah perekonomian, persepsi terhadap risiko perbankan, serta arah/tendensi bisnis perbankan pada triwulan mendatang.
SBPO menghasilkan suatu Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP), yaitu indeks komposit yang menunjukkan persepsi dengan rentang nilai 1 s.d. 100, di mana indeks >50 menunjukkan persepsi optimis, indeks =50 menunjukkan persepsi stabil, dan indeks <50 menunjukkan persepsi pesimis. IBP terdiri dari tiga subindeks yaitu Indeks Ekspektasi Kondisi Makroekonomi (IKM), Indeksi Persepsi Risiko (IPR) dan Indeks Ekspektasi Kinerja (IEK).
Selain ketiga indeks tersebut, SBPO juga menghasilkan informasi lain yang sedang menjadi isu hangat pada industri perbankan serta hal-hal yang dianggap dapat berpengaruh terhadap kinerja perbankan.
Secara historis, hasil survei SBPO relatif cukup akurat dalam memprediksi arah dari beberapa indikator makroekonomi maupun perbankan di Indonesia.
Jakarta, 21 November 2025 — Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan RI kembali meluncurkan program stimulus ekonomi untuk menyambut liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Potongan harga untuk pembelian tiket kelas ekonomi akan dimulai pada pukul 12.00 WIB, Jumat (21/11) siang ini.
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menerima penugasan dari program stimulus ekonomi berupa diskon tiket untuk kapal penumpang kelas ekonomi. Sekretaris Perusahaan PELNI Evan Eryanto mengatakan, penjualan tiket dengan potongan diskon akan dimulai pada Jumat (21/11) untuk periode keberangkatan terhitung tanggal 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. "Berlaku untuk seluruh tujuan atau pelabuhan yang disinggahi kapal penumpang menggunakan kelas ekonomi," ujar Evan.
Untuk program stimulus ekonomi periode libur Nataru tahun 2025 ini, Pemerintah memberikan tarif diskon sebesar 20 persen dari tarif dasar. Evan menjelaskan, tarif dasar merupakan harga tiket sebelum ditambahkan komponen biaya asuransi dan pas pelabuhan.
"Jika sudah ditambahkan asuransi dan pas pelabuhan, rata-rata potongan diskonnya setara 16-18 persen, dan ini hanya berlaku untuk tiket kapal penumpang kelas ekonomi yang bisa diperoleh di seluruh channel penjualan tiket kapal PELNI," tambah Evan.
Berdasarkan perhitungan dari anggaran yang disediakan oleh Pemerintah, stimulus diskon ini menargetkan 405.881 penumpang selama periode Nataru mendatang. Harga tiket akan kembali ke tarif normal setelah kuota stimulus habis terjual.
"Jika minat masyarakat tinggi, bukan tidak mungkin sebelum periode perjalanan 10 Januari 2026, tiket diskon sudah habis terjual, apalagi saluran penjualan digital tiket PELNI sudah sangat mudah dijangkau, baik melalui aplikasi PELNI Mobile maupun aplikasi perbankan Himbara," kata Evan.
Evan mencontohkan, untuk tarif Semarang ke Karimun Jawa yang normalnya dijual seharga Rp 134.500,- Setelah dikenakan diskon 20 persen dari tarif dasar, maka tarif menjadi sebesar Rp 114.300,- setelah ditambahan komponen asuransi dan pas pelabuhan.
Sebagai informasi bahwa besaran pas pelabuhan di setiap wilayah berbeda-beda. Contoh pas pelabuhan di Semarang sebesar Rp 27.500 dan di Pelabuhan Belawan sebesar Rp 47.500.
Contoh simulasi tarif lain, untuk rute Belawan - Batam, tarif tiket normal sebesar Rp 304.000,- menjadi Rp 254.300,- setelah ditambahkan pas pelabuhan Rp 47.500,- dan asuransi Rp 6.000.
Kebijakan stimulus diskon tiket kapal PELNI ini berlaku di seluruh channel pembelian tiket kapal PELNI, seperti aplikasi PELNI Mobile, website PELNI, contact center 162, loket cabang, fitur Lifestyle BCA Mobile, OVO, Sukha by Livin Mandiri, BNI agen46, dan BRImo, jaringan Indomaret dan OMI mitra Indogrosir, jaringan Alfamart dan Alfamidi, ATA Tour, Fastpay, easybook.com, via.com, MMBC, Darmawisata Indonesia hingga Versa dan Topindo.
Pembayaran, PELNI sudah bekerja sama dengan Bank BTN, BRIVA, BNI Virtual Account, Permata Bank, Mandiri Virtual Account, Indomaret dan OMI mitra Indogrosir, jaringan Alfamart dan Alfamidi, iSaku, Finpay, dan Fastpay.
"Agar perjalanan aman dan nyaman,bagi pelanggan Pelni yang merencanakan keberangkatan agar membeli tiket jauh hari,membawa barang secukupnya dan membeli tiket pada aplikasi Pelni Mobile atau chanel resmi penjualan tiket PT.Pelni" tutup Kacab Pelni Batam Edwin Kurniansyah.
Jakarta, 20 November 2025 - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menandai perjalanan 58 tahun dengan menegaskan transformasi perusahaan menuju AI TechCo yang berperan mendorong percepatan digitalisasi nasional. Mengusung tema “5triving 8eyond”, Indosat menempatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) sebagai fondasi utama dalam menghadirkan pengalaman digital yang lebih cerdas, personal, dan berdampak bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan, “Tahun ke-58 menjadi refleksi perjalanan panjang Indosat sekaligus momentum kami menatap masa depan. Ini adalah bukti bahwa Indosat terus melampaui batas sebagai AI TechCo, melalui inovasi dan solusi yang dibangun bersama ekosistem kolaboratif. Kami ingin memastikan setiap kemajuan teknologi membawa manfaat nyata bagi masyarakat, pelanggan, dan masa depan digital Indonesia.”
Transformasi menuju AI TechCo diwujudkan melalui berbagai inisiatif strategis, salah satunya kampanye “AI untuk Kita Semua” yang memastikan teknologi AI dapat dirasakan secara inklusif oleh seluruh lapisan masyarakat. Salah satu implementasi terdekatnya adalah fitur Anti-Spam dan Anti-Scam berbasis AI. Dalam tiga bulan sejak peluncuran, solusi ini telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko, memberikan peringatan untuk lebih dari 90 juta pesan mencurigakan, serta melindungi rata-rata 11,5 juta pelanggan setiap bulan dari potensi penipuan digital.
Indosat juga memperluas pemanfaatan AI ke tingkat jaringan. Baru-baru ini, Indosat meluncurkan AI-RAN Research Center di Surabaya, pusat inovasi AI Radio Access Network (AI-RAN) berbasis AI pertama di Asia yang dibangun bersama Nokia dan NVIDIA. Fasilitas ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pelopor dalam pengembangan jaringan cerdas berbasis AI, sekaligus mendukung komitmen pemerintah untuk memperkuat kedaulatan digital nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Selain itu, Indosat juga kembali meluncurkan Empowering Indonesia Report 2025 bertema “Building Bridges of Tomorrow”, yang menegaskan pentingnya AI berdaulat sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Laporan ini mendorong kolaborasi lintas sektor untuk bersama menciptakan ekosistem AI yang mandiri, dengan memperkuat infrastruktur digital, mengembangkan talenta masa depan, dan menerapkan tata kelola AI yang beretika.
Penawaran Istimewa untuk Pelanggan Setia
Dalam rangka merayakan 58 tahun Indosat, berbagai penawaran spesial dihadirkan untuk pelanggan dari seluruh brand layanan Indosat, mulai dari Tri, IM3, hingga Indosat HiFi.
Untuk pelanggan Tri, tersedia promo paket data menarik, seperti isi ulang Happy 30GB 30 hari hanya Rp50.000 yang dapat dibeli di berbagai minimarket terdekat, pembelian paket isi ulang Happy pelanggan sudah terlindungi dari ancaman spam/scam calls dengan TRI AI: Anti Spam/Scam dari Tri. Tak hanya itu, untuk pelanggan setia Tri, juga dapat mendapatkan berbagai reward voucher belanja dan gaming dengan menukarkan point BonsTri di aplikasi bima+.
Sementara bagi pelanggan IM3 Platinum, Indosat menghadirkan kuota add-on 25GB untuk 7 hari hanya Rp25.000, yang disertai perlindungan ekstra SATSPAM berteknologi AIvolusi5G, yang membantu melindungi pelanggan dari potensi kejahatan digital, semuanya tanpa biaya tambahan.
Apresiasi khusus juga diberikan bagi pelanggan Indosat HiFi. Pelanggan dapat menikmati paket hemat 12 bulan cukup bayar 8 bulan, serta penawaran upgrade kecepatan dua kali lipat, dari 50Mbps menjadi 100Mbps selama 3 bulan. Tidak hanya itu, tersedia juga promo Indosat HiFi Air yang sudah termasuk starter quota hingga 200GB. Pada tanggal 20 November, pelanggan yang melakukan pembayaran melalui Indosat HiFi Official WhatsApp 08159001515 juga berkesempatan mendapatkan voucher belanja untuk 58 pelanggan pertama.
Batam - Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengambil langkah Investigasi Atas Prakarsa Sendiri (IAPS) terhadap persoalan kekurangan tenaga pendidik dan ruang belajar yang terjadi di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Batam.
Bagaimana tidak? 34 peserta didik berpotensi tidak dapat dilayani secara optimal bahkan terancam dirumahkan sementara yang disebabkan berkurangnya tiga tenaga pendidik.
Diketahui, dua orang guru tidak lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sehingga Surat Keputusan (SK) mengajar bagi keduanya berakhir pada 31 Oktober 2025. Kemudian, seorang guru lainnya akan memasuki masa pensiun pada Februari 2026.
Berdasarkan Surat Analisis Kebutuhan Guru SLBN Kota Batam Tahun 2024 yang diterbitkan pada 27 Februari 2025, diketahui bahwa SLBN Kota Batam masih membutuhkan tambahan 32 orang guru untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus, dengan rasio ideal SDLB 1:5, SMPLB 1:8, dan SMALB 1:8.
Selain keterbatasan tenaga pendidik, SLBN Kota Batam juga menghadapi persoalan kekurangan ruang kelas.
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan ruang, sekolah idealnya memerlukan 51 ruang kelas untuk menampung 51 rombongan belajar pada tiga jenjang pendidikan (SDLB, SMPLB, dan SMALB).
Namun, kondisi saat ini hanya tersedia 15 ruang kelas berdasarkan data Dapodik, sehingga masih terdapat kekurangan 36 ruang kelas untuk memenuhi standar sarana dan prasarana minimal pendidikan khusus.
Pada Selasa, 18 November 2025, bertempat di Hotel Asialink, Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri melalui Keasistenan Pemeriksan Laporan mengadakan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) IAPS persoalan SLB Negeri Batam tersebut.
Dihadiri oleh 11 Instansi/Organisasi Perangkat Daerah yakni Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kepri, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kepri, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Kepri, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Putera Batam, Kepala SLBN Kota Batam, Ketua Komite SLBN Kota Batam, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia Provinsi Kepri, Ketua Komite Nasional Paralimpik Indonesia Kepri dan Guru SLBN Kota Batam.
Dalam kesempatan itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Dr Lagat Siadari menegaskan bahwa persoalan yang dialami SLBN Kota Batam memerlukan perhatian dan tindak lanjut.
Pasalnya persoalan tersebut dapat berdampak signifikan terhadap kelancaran pelaksanaan pendidikan inklusif, khususnya dalam penyediaan layanan pembelajaran individual bagi peserta didik dengan berbagai jenis disabilitas.
Dalam FGD bahkan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri manyampaikan bahwa dalam dua tahun terakhir hampir 30 calon siswa terpaksa ditolak karena keterbatasan ruang kelas.
Komisi IV DPRD Kepri pun mengatakan jumlah pertumbuhan penduduk Batam mencapai 2,3%, sehingga kebutuhan akan sekolah luar biasa pun nantinya semakin mendesak.
Perwakilan SLBN Kota Batam, orang tua dan Komite Nasional Paralimpik Indonesia Kepri turut menyampaikan kondisi di lapangan, termasuk kerusakan ruang kelas yang belum tertangani dan proses pembelajaran yang tidak kondusif karena penggabungan tiga jenjang ketunaan dalam satu ruang.
Mereka berharap pemerintah memastikan akses pendidikan yang mudah dan ramah bagi anak disabilitas sesuai dengan Undang - Undang 8/2016 yang mewajibkan negara memenuhi hak pendidikan anak disabilitas.
“Penambahan tenaga pendidik dan pembangunan ruang kelas baru harus direalisasikan, agar SLB dapat memberikan layanan pendidikan yang layak, aman, dan sesuai dengan standar pelayanan minimal bagi peserta didik berkebutuhan khusus,” pungkas Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri, Dr Lagat Siadari.
Terkait kekurangan tenaga pendidik saat ini Badan Kepegawaian Daerah sedang menginventarisasi formasi guru untuk diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi guna mengatasi kekurangan tenaga pendidik.
Kemudian terkait ruang kelas sebenarnya Pemerintah telah membangun Gedung SLB di Sei Beduk namun sayangnya belum sesuai standar sehingga memerlukan banyak penyesuaian.
Komisi IV DPRD Kepri mengusulkan pemanfaatan aset PLA untuk kebutuhan SLBN dan menyatakan komitmen dalam penguatan sarana prasarana meski anggaran yang tersedia masih terbatas dibandingkan kebutuhan.
Di sisi lain, Badan Keuangan dan Aset Daerah menyampaikan bahwa proses pemecahan lahan sekolah terus berjalan, termasuk pengecekan lapangan dan penyusunan MoU sebagai dasar hukum pemanfaatan lahan.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kepri pun menyatakan kesiapan mendukung pembangunan SLBN baru apabila lahan yang legal dan memadai telah tersedia.
Kegiatan FGD tersebut dipimpin oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepri. Dimulai dengan penyampaian hasil pemeriksaan oleh Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan, Martina. Dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala BPMP Provinsi Kepri.
Tindak lanjut dalam kegiatan ini berupa penyerahan hasil pemeriksaan IAPS pada bulan Desember 2025 kepada Pemerintah Provinsi Kepri.
BP Batam menggelar Rapat Koordinasi dan Komitmen Bersama 21 FKPD dalam rangka mengukuhkan sinergitas dan soliditas unsur pengamanan dalam menjaga investasi dan wilayah KPBPB Batam, Selasa (18/11/2025), di Grand Mercure Hotel Batam.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra memimpin penandatanganan Komitmen Bersama, diikuti dengan 21 Komandan Utama FKPD terkait dengan pengamanan.
Komitmen Bersama dibuat dalam rangka pengamanan Kawasan yang lebih efektif dengan pola koordinasi lintas instansi yang cepat dan konsisten.
Hal ini diharapkan dapat menguatkan pencegahan aktivitas illegal, penanganan konflik yang antisipatif, edukatif dan menimbulkan efek jera bagi para perambah liar, pencemaran, dan aktivitas illegal guna menjaga Kawasan hutan Batam sebagai aset strategis negara.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengapresiasi atas langkah dan upaya bersama Tim Terpadu yang diinisiasi oleh Direktorat Pengamanan Aset BP Batam dalam melakukan pengamanan aktivitas dan kegiatan illegal di Kota Batam.
“Era tata kelola pemerintahan sekarang adalah era yang mengesampingkan ego sektoral dan mengutamakan sinergi dan kolaborasi bagaimana agar program Pembangunan bisa terlaksana. Saya berterima kasih atas keberhasilan seluruh stakeholders yang hadir, maka Batam menjadi aman dan kondusif.” Kata Amsakar.
Namun demikian ia menitipkan pesan kepada seluruh FKPD yang hadir bahwa sinergi ini tidak berhenti begitu saja. Batam sebagai pusat industri dan investasi dengan target capaian ekonomi di atas 2% dari pertumbuhan nasional, memiliki segudang potensi yang luar biasa.
Bersamaan dengan hal tersebut, Batam memiliki tantangan dalam ancaman perambahan hutan, pencemaran lingkungan, dan aktivitas illegal lainnya.
Amsakar berharap penandatanganan komitmen bersama ini, dapat meningkatkan sinergi dan soliditas dalam mengamankan Kawasan KPBPB Batam.
“Hari ini menjadi komitmen dan penanda pengamanan kawasan yang lebih efektif dan soliditas yang makin erat antar sectoral sehingga dapat meningkatkan respons cepat terhadap potensi dan gangguan keamanan.” Imbuh Amsakar.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan bahwa komitmen hari ini merupakan upaya tegas BP Batam dalam menyusun langkah aksi bersama untuk pengamanan Kawasan KPBPB Batam yang aman, kondusif dan inklusif.
“Kami telah banyak turun ke lapangan dan melihat secara langsung potensi gangguan keamanan dan aktivitas illegal. Hal ini menjadi perhatian serius bagi BP Batam dalam rangka upaya bersama menjaga keamanan wilayah dan menjaga kelestarian alam kita agar tetap seimbang.”
Lebih lanjut Li Claudia juga berpesan kepada masyarakat agar bersama mencintai Kota Batam dengan memanfaatkan alam secara benar dan bijak.
“Mari bersama kita jaga hutan dan alam kita. Kawasan Hutan adalah wilayah yang ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai Hutan Tetap untuk menjaga ketersediaan alam, air dan udara. Aktivitas illegal dapat meningkatan Risiko Bencana Alam Erosi dan sedimentasi Banjir dan tanah longsor.” Pungkas Li Claudia Chandra.
Kegiatan turut menghadirkan narasumber dari Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau, Detasemen Polisi Militer I/6 Batam Kepri, dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepri.
