super me
Diskominfo Batam – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Batam menggelar Pawai Pembangunan 2025 yang akan berlangsung pada Minggu, 10 Agustus 2025 mulai pukul 07.00 WIB. Pawai ini terdiri dari dua rangkaian utama, yaitu Pawai Budaya dan Pawai Kendaraan Hias.
Pawai budaya sendiri akan dimeriahkan oleh barisan marching band, pasukan merah putih, instansi pemerintah, pelajar, ormas, hingga paguyuban budaya. Dengan rute dari RM Dendeng Batokok hingga Dataran Engku Hamidah.
Serta Pawai Kendaraan Hias yang akan dimulai dan berakhir di Dataran Engku Hamidah. Kendaraan hias diwajibkan menggunakan mobil pick-up atau lori maksimal 6 roda yang layak jalan, dengan tinggi maksimal 4 meter dan minimal 50 cm dari permukaan aspal, dengan total hadiah pawai kendaraan hias hingga Rp 82 juta.
Hiasan kendaraan harus menampilkan logo dan slogan HUT RI ke-80 maupun logo instansi masing-masing, serta dirancang dengan mempertimbangkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Penilaian pawai akan didasarkan pada tiga aspek utama, yaitu estetika kendaraan hias, ketertiban saat pelaksanaan dari start hingga finish, serta kesesuaian kendaraan dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Ayo, saksikan dan meriahkan semangat kemerdekaan! Tunjukkan rasa cinta tanah air dengan hadir dan berpartisipasi dalam Pawai Pembangunan Kota Batam 2025.
Kepala BP Batam yang diwakilkan oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait menghadiri seremoni Pembukaan 8th Indonesia Marine & Offshore Expo (IMOX) 2025, Rabu (6/8/2025)
Ekshibisi maritim akbar ini dihelat di Lobby Radisson Golf & Convention Center Batam selama 3 hari, yakni pada tanggal 6 s.d. 8 Agustus 2025, dengan menghadirkan lebih dari 200 peserta pameran dan diprediksi akan menarik lebih dari 6.000 pengunjung mancanegara.
Menurut Kenny Yong, CEO PT. Fireworks Indonesia, IMOX tahun ini sedikit berbeda dari sebelumnya karena menempati dua lantai, dimana hal ini dilakukan untuk mengakomodasi lonjakan peserta yang meningkat sekitar 30–40 persen dibanding tahun lalu.
Tentu saja hal tersebut disambut baik oleh Ketua KADIN Batam, Jadi Rajagukguk. Menurutnya, antusiasme tersebut menandakan keberhasilan Kota Batam dalam mempertahankan pesonanya sebagai destinasi investasi di Indonesia, khususnya sektor maritim.
“Industri kemaritiman di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya di Kota Batam, berkembang pesat setiap tahunnya. Sektor maritim merupakan komponen penting mendorong ekspor non migas, penyediaan ribuan lapangan pekerjaan, dan tentunya mendukung pencapaian target investasi nasional,” ujar Jadi.
Senada dengan Jadi, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait menyampaikan, sesuai data yang telah dihimpun oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia, pada semester 1 tahun 2025 realisasi investasi Kota Batam mencapai Rp 38,15 triliun atau sekitar 63,58 persen dari target tahun 2025 sebesar Rp 60 triliun.
“Hal ini dapat tercapai karena Kota Batam telah menyumbang lebih dari 60 persen kapasitas produksi galangan kapal nasional, dimana sebanyak 135 shipyard ada di Kota Batam dan menjadikan Batam sebagai salah satu kontributor utama ekspor komponen serta jasa maritim ke kawasan Asia dan Timur Tengah,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Presiden RI, Prabowo Subianto juga secara khusus menaruh perhatian ke Batam untuk menjadi mesin lokomotif perekonomian di Indonesia.
Hal ini dibuktikan dengan keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 25 tahun 2025 dan PP nomor 28 tahun 2025 serta perubahan pada PP nomor 46 tahun 2021 mengenai luas wilayah kerja KPBPB Batam.
Oleh karena itu, dalam sambutannya Ariastuty juga berharap pameran ini menjadi titik temu jejaring global agar terjalin kerja sama dan investasi baru yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan industri maritim Kota Batam, Provinsi Kepri, dan nasional
“Semoga ke depannya Kota Batam semakin mengukuhkan diri sebagai pilar industri maritim nasional dan pusat pengembangan industri alih kapal terkemuka di Indonesia,” tutupnya.
Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Prov. Kepri, Nyanyang Harris Pratamura dan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke stan para peserta pameran.
Turut hadir dalam kegiatan, Anggota DPD RI, Ismeth Abdullah; Wakil Gubernur Prov. Kepri, Nyanyang Harris Pratamura; Ketua KADIN Batam, Jadi Rajagukguk; Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar; CEO Firework Group, Kenny Young; serta jajaran FKPD Kota Batam.
Dalam upaya terus menghadirkan pengalaman liburan yang unik dan mengesankan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, Harris Resort Waterfront Batam secara resmi meluncurkan program kuliner terbaru mereka: Hawaiian BBQ Party. Acara spektakuler ini akan digelar setiap Sabtu malam mulai 2 Agustus 2025, menawarkan paduan sempurna antara santapan lezat, hiburan langsung, dan suasana liburan ala pulau tropis—semuanya tersedia hanya di tepi laut Marina, Waterfront.
Dengan lokasi strategis di kawasan Marina, Waterfront yang dikelilingi pemandangan laut yang menenangkan, Harris Resort Waterfront Batam kembali membuktikan dirinya sebagai destinasi unggulan untuk staycation, weekend getaway, dan acara keluarga. Kali ini, melalui Hawaiian BBQ Party, resor bintang empat ini ingin membawa para tamu dalam petualangan kuliner dan budaya yang mengingatkan pada keindahan Kepulauan Hawaii—tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke Pasifik.
Konsep Hiburan & Kuliner yang Menggugah Rasa
Hawaiian BBQ Party bukan sekadar makan malam biasa. Ini adalah perayaan penuh warna yang menggabungkan kelezatan makanan internasional dengan nuansa pantai yang santai dan meriah. Mulai pukul 18.30 hingga 21.30 WIB, area H-Grill akan berubah menjadi panggung hiburan ala pulau tropis, dengan dekorasi bunga, lampu, pertunjukan musik secara langsung, dan suasana yang memanjakan mata dan lidah.
Menu utama acara ini adalah buffet BBQ premium all-you-can-eat yang dirancang khusus oleh eksekutif koki resor. Tamu akan dimanjakan dengan beragam hidangan panggang segar yang dimasak langsung di live cooking station. Mulai dari daging sapi premium seperti Rib-Eye Beef, Sirloin, dan Shortcut Rib, hingga hidangan ayam seperti Honey Soy Chicken Wings dan Chicken Chop, semuanya dipanggang dengan bumbu khas yang menggoda selera. Tersedia juga pilihan makanan laut seperti Fish Brochette dan berbagai sayuran yang ditusuk dan dipanggang—cocok untuk pecinta makanan sehat.
Bagi penggemar makanan ringan, ada Live Cooking Station yang menawarkan pengalaman interaktif, termasuk Pasta Hale (pasta segar dengan pilihan saus), Aloha Wok (tumisan panas dengan bumbu Asia-Hawaii), Lava Hot Dogs, dan Bikini Burger—burger kreatif yang menjadi favorit anak-anak dan remaja.
Belum lengkap tanpa nasi dan lauk pendamping. Tamu dapat menikmati Coconut Rice yang harum, Jacket Potatoes, dan berbagai sayuran segar seperti Sautéed Hawaiian Vegetables. Untuk pembuka, tersedia Assorted Canapes, Hawaiian Salad, dan Tropical Salad Bar yang menyegarkan.
Dan tentu saja, setiap petualangan tropis harus diakhiri dengan manisan. Di sudut dessert, tamu bisa menikmati Assorted Sweet Island Treats seperti kue kelapa, puding tropis, dan kue-kue berwarna-warni, serta Ono Ice Cream dengan berbagai rasa yang menyegarkan.
Hiburan Langsung yang Menghibur Semua Usia
Hawaiian BBQ Party tidak hanya soal makanan—acara ini juga dirancang sebagai hiburan keluarga. Para tamu akan dimanjakan dengan:
Live music performance oleh band lokal yang membawakan lagu-lagu santai dan upbeat dari genre pop, rock, hingga musik pantai.
Tarian tradisional bergaya Hawaii yang memukau, dengan penari yang mengenakan pakaian adat dan membawa suasana pulau ke tengah-tengah tamu.
Permainan interaktif seperti limbo dance, hula hoop challenge, dan tropical trivia yang bisa diikuti oleh anak-anak maupun dewasa.
Kid’s Corner yang menyediakan area bermain aman, dengan aktivitas seperti membuat kalung bunga (lei), bracelet making, dan mewarnai gambar bertema laut.
Anak-anak tidak hanya diajak untuk menikmati makanan, tetapi juga untuk belajar dan bermain dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan. Sementara orang tua bisa bersantai, menikmati BBQ, dan menikmati pemandangan laut yang indah saat matahari terbenam.
Promo Spesial untuk Keluarga & Anggota ASR
Dalam rangka peluncuran perdana, Harris Resort Waterfront Batam menawarkan promo eksklusif:
Harga dewasa: Rp450.000 nett/orang
Anak-anak (usia 5–11 tahun): diskon 50%
Anggota ASR (Ascott Star Rewards): hanya Rp440.000 nett/orang
Promo ini berlaku untuk reservasi individu maupun grup, dan sangat cocok bagi keluarga, komunitas, atau perusahaan yang ingin mengadakan acara gathering akhir pekan.
Lokasi Strategis & Fasilitas Lengkap
Harris Resort Waterfront Batam terletak di Jl. KH Ahmad Dahlan, Waterfront City hanya 15 menit dari Sekupang Ferry Terminal dan 35 menit dari tengah kota. Selain H-Grill, resor ini juga memiliki berbagai fasilitas premium seperti kolam renang, pusat kebugaran, spa, dan 250 kamar dengan desain modern yang nyaman.
Dengan konsep resort meets city life, Harris Resort Waterfront Batam menjadi pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan tepi laut tanpa terlepas dari akses ke aktivitas perkotaan.
Ajakan untuk Menikmati Akhir Pekan yang Berbeda
“Kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda dari sekadar makan malam biasa,” ujar Dila Bachmid selaku Marketing & Branding Manager Harris Resort Waterfront Batam. “Dengan Hawaiian BBQ Party, kami mengajak tamu untuk escape the routine, menikmati makanan lezat, dan menciptakan kenangan indah bersama orang tercinta. Ini adalah weekend experience yang layak dicoba.”
Acara ini terbuka untuk umum—baik tamu menginap maupun tamu luar. Reservasi sangat disarankan karena kapasitas terbatas demi menjaga kenyamanan pengalaman setiap tamu. Whatsapp +62778381558.
Batam, 6 Agustus 2025. Panbil Group, melalui anak perusahaannya PT BSP sebagai pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sau, menunjukkan komitmen kuat pada pembangunan berkelanjutan yang mengutamakan aspek sosial dan lingkungan. Perusahaan secara proaktif mengidentifikasi dan memitigasi dampak sosial terhadap masyarakat pesisir, khususnya komunitas Suku Laut di Pulau Tanjung Sauh.
PT BSP terus menunjukkan komitmennya melalui dialog aktif dengan masyarakat setempat,mendengarkan aspirasi dan mencari solusi bersama. Guna terpenuhinya hak dan kesejahteraan warga, PT BSP memastikan ganti rugi yang adil bahkan lebih dari layak bagi warga terdampak sesuai dengan kondisi masing-masing properti dan kepemilikan warga. Selain itu, perusahaan menyediakan fasilitas dan infrastruktur baru yang memadai di lokasi relokasi, termasuk jaminan rumah yang layak huni bagi warga terdampak.
Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial, perusahaan juga telah melakukan program pemberdayaan 100% tenaga kerja dari masyarakat Pulau Tanjung Sauh, Kelurahan Ngenang antara lain untuk pembangunan rumah relokasi, pembangunan Posko Pengamanan 3 Pilar, pembangunan rumah seni budaya di Sekolah SD Negeri 003 Nongsa serta relokasi lahan makam. Untuk menunjang kebutuhan sehari-hari warga, berbagai fasilitas juga telah disediakan. Di antaranya adalah kehadiran fasilitas air bersih dan listrik 24 jam di kawasan relokasi diharapkan dapat menaikkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan, dengan dukugan tambahan dari PT BISA berupa penggantian kelong milik warga dan pemasangan meteran air dan listrik yang 100% biayanya ditanggung oleh PT BSP serta pengadaan pos keamanan.
Sebanyak 95-unit rumah telah 100% rampung dibangun dan siap ditempati oleh warga terdampak. Selain unit rumah, PT BSP juga menyerahkan 77 kavling tanah sebagai ganti rugi. Penyerahan ini merupakan hasil kesepakatan antara pihak perusahaan dan warga. Pemberian fasilitas ini menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap warga. Terhadap sebagian warga yang memilih untuk membangun rumah sendiri di kemudian hari, perusahaan juga menyediakan kavling tanah sebagai alternatif.
Komitmen serta peran aktif perusahaan telah ditunjukkan dalam proses relokasi ini, dengan pemilihan lokasi kawasan relokasi dengan cermat dan strategis, dengan akses mudah ke fasilitas publik penting seperti sekolah dan masjid. Lebih dari itu, perusahaan menanggung seluruh biaya yang timbul, mulai dari penyediaan fasilitas bangunan hingga seluruh pembiayaan. Langkah ini menunjukkan komitmen penuh perusahaan untuk memastikan masyarakat tidak terbebani sedikit pun selama proses relokasi.
Perusahaan berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait seperti yang saat ini sedang dilakukan yaitu finalisasi program pemberdayaan serta CSR bagi warga yang terdampak dengan komunitas lokal, dan mitra-mitra lainnya. PT BSP percaya bahwa kompensasi yang telah diberikan bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat dan saling mendukung antara perusahaan dan masyarakat.
IDNNEWS.CO.ID, JAKARTA - Sebanyak 50 jurnalis dari beberapa daerah di wilayah Sumatera mendapatkan edukasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di wilayah Sumatera bagian Utara, dalam Media Gathering yang digelar beberapa hari di Jakarta.
Khoirul Muttaqien, Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara sekaligus Koordinator Wilayah Sumatera Bagian Utara menegaskan bahwa, kegiatan ini sengaja digelar sebagai bentuk edukasi sekaligus sharing dan pada akhirnnya akan menambah pengetahuan para jurnalis dalam memberitakan ragam sektor di Kantor OJK di wilayahnya masing-masing.
"Kegiatan ini, semacam edukasi dan penambahan pengetahuan untuk jurnalis di wilayah Sumatera bagian Utara akan kinerja dari Otoritas Jasa Keuangan serta industri-industri jasa keuangan dari beberapa narasumber berkualitas yang sengaja dihadirkan selama beberapa hari," tegas Khoirul pada Senin (4/8/2025).
Dan pada nantinya, tegasnya lagi, awak media inilah nantinya yang akan menjadi garda terdepan membantu kinerja OJK dalam menyosialisasikan beragam program kerjanya dengan bahasa yang nyaman dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Mengingat, industri jasa keuangan saat ini selalu tumbuh dan berkembang. Dan harapan terbesarnya adalah bisa menyuarakannya melalui medianya masing-masing.
"Harapan kami seperti itu, antara OJK di pusat dan di daerah bersama media bisa bersinergi dalam menyuarakan beragam program kerja yang ditujukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya menekankan akan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi yang tepat dan edukatif kepada masyarakat terkait sektor jasa keuangan.
"Melalui materi yang disampaikan, harapannya menjadi bekal bagi media di daerah untuk menyampaikan informasi industri jasa keuangan kepada masyarakat," ujar Friderica.
Pihaknya menyebutkan bahwa media gathering ini, merupakan inisiatif positif yang menjembatani pemahaman antara regulator dan insan pers, sekaligus menjadi wadah membangun kolaborasi strategis dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan di seluruh lapisan masyarakat.
Friderica juga menyoroti tantangan komunikasi di era digital saat ini. Menurutnya, arus informasi yang deras dan tak jarang tidak terverifikasi di media sosial memerlukan peran aktif jurnalis profesional untuk menjaga kualitas pemberitaan.
"Media memiliki dapur yang menjamin kualitas informasi. Ini sangat penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi keliru yang beredar bebas, apalagi di tengah maraknya kasus penipuan keuangan,"terangnya.
Dalam kesempatan itu, Friderica mengungkapkan bahwa sejak November tahun lalu hingga kini, kerugian masyarakat akibat penipuan keuangan (scam) telah mencapai Rp 4,1 triliun. Angka tersebut terus meningkat dan telah menjerat berbagai kalangan.
"Kondisi ini sangat memprihatinkan. Kami berharap peran media dapat membantu memberi pemahaman kepada masyarakat agar lebih waspada dan tidak menjadi korban berikutnya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi yang efektif dalam meramu kebijakan dan menyampaikan manfaatnya kepada publik.
“Banyak kebijakan OJK yang sebenarnya sangat bagus untuk masyarakat, tapi belum banyak diketahui. Di sinilah pentingnya dukungan media,” ujar Friderica.
Di akhir sambutan, Friderica memberikan apresiasi kepada OJK Sumatera Bagian Utara yang telah menyelenggarakan kegiatan ini hingga ke Jakarta.
"Ini bukan hanya forum bertukar informasi, tapi juga kenangan berharga yang mempererat sinergi antara OJK dan media," tutupnya.
Dalam kegiatan tersebut, bebeberapa Kepala OJK di wilayah Sumatera Bagian Utara terlihat hadir dan menjadi narasumber. Diantaranya Mohammad Ismail Riyadi selaku Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK; Khoirul Muttaqien selaku Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara; Kepala OJK Provinsi Riau Triyoga Laksito; Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazara; Kepala OJK Provinsi Aceh Daddi Peryoga serta Sinar Danandjaya selaku Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau. (iman)
Jakarta, 3 Agustus 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) di sektor pasar modal terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan khususnya kepada generasi muda melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif, salah satunya melalui kegiatan Capital Market Goes to Community (CMGTC) yang melibatkan ratusan komunitas bikers. Kegiatan CMGTC merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke47 diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia. Bekerja sama dengan komunitas bikers se-Jabodetabek di bawah koordinasi Indoclub Championship, kegiatan diawali dengan Sunday Morning Ride (Sunmori) dari Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, menuju Idemitsu Motolounge, Jakarta Selatan, Minggu.
Lebih dari 400 bikers turut ambil bagian dalam kegiatan ini dan secara serentak menyatakan diri sebagai investor pasar modal baru. Melalui pendekatan berbasis komunitas, CMGTC mengajak generasi muda memahami pentingnya berinvestasi secara aman, legal, dan bertanggung jawab di pasar modal. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa partisipasi generasi muda dalam pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hingga saat ini, jumlah investor pasar modal telah mencapai lebih dari 17 juta, dengan sekitar 79 persen di antaranya berasal dari kelompok usia di bawah 40 tahun. “Generasi muda harus menjadi investor yang cerdas dan bijak guna menghindari berbagai modus penipuan seperti penggandaan uang, money game, janji bonus tinggi dari penjualan produk, hingga scamming. Pegang prinsip 2L: Legal dan Logis.
Pastikan pihak yang menawarkan investasi memiliki izin resmi, dan pastikan imbal hasil yang dijanjikan masuk akal,” ujar Inarno. Inarno juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap karakteristik instrumen investasi, termasuk potensi risiko yang melekat, agar masyarakat tidak mudah tergiur oleh tawaran investasi yang tidak rasional. Sebagai bentuk komitmen dan langkah konkret, seluruh peserta CMGTC telah resmi terdaftar sebagai investor pasar modal dan melakukan deklarasi kesiapan menjadi investor yang legal dan logis. Tercatat penambahan Single Investor Identification (SID) sebanyak 452 SID baru, yang menunjukkan tingginya minat komunitas bikers terhadap pasar modal dan komitmen untuk berinvestasi. CEO Indoclub Championship, Deny Wajonk, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif OJK dan SRO yang telah membuka ruang edukasi keuangan untuk komunitas bikers. “Para bikers yang hadir hari ini sebagian besar merupakan anak muda yang aktif dan produktif. Kami berharap mereka dapat menjadi contoh positif bagi komunitas lain dalam membangun kebiasaan berinvestasi yang aman dan bertanggung jawab,” ujar Deny.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa edukasi pasar modal dapat dilakukan lintas segmen, termasuk komunitas otomotif dan gaya hidup, yang selama ini belum banyak tersentuh oleh program literasi keuangan secara langsung. Melalui CMGTC, OJK dan SRO mendorong semangat bahwa pasar modal merupakan sarana investasi yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat yang memiliki komitmen untuk berinvestasi secara legal dan logis. Inisiatif ini juga sejalan dengan strategi OJK dalam memperkuat ekosistem pasar modal yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan melalui partisipasi aktif masyarakat.
Batam, 31 Juli 2025 — Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, Srikandi PLN Batam menggelar Srikandi Movement dengan mengangkat tema “Mendukung Generasi Sehat Melalui Program Ibu Asuh” di Puskesmas Botania, Batam, Kamis (31/07).
Program ini merupakan sinergi antara Srikandi PLN Batam dengan Puskesmas Botania. Melalui aksi ini, Srikandi PLN Batam menyalurkan dukungan kepada 86 anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya, antara lain berupa telur, susu, gula, dan kacang hijau, serta menyampaikan edukasi stunting melalui Koordinator Kesehatan Keluarga Puskesmas Botaniaalam sambutannya, Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Nagoya sekaligus Ketua Srikandi PLN Batam, Euis Hermawati, mengungkapkan bahwa pemberian dukungan akan dijalankan secara berkesinambungan selama enam bulan, terhitung sejak Juli hingga Desember 2025.
“Selama pelaksanaan program, akan dilakukan pengukuran pertumbuhan anak secara berkala untuk menilai perkembangan yang terjadi. Anak dengan tumbuh kembang terbaik akan mendapatkan reward atau penghargaan, demikian pula dengan kader posyandu dengan kinerja terbaik,” jelas Euis.
Euis juga memaparkan bahwa suksesnya program ini tidak terlepas dari kerja sama apik dengan Puskesmas Botania dan para kader posyandu sebagai perpanjangan tangan pihak puskesmas yang memastikan dukungan tersalurkan dengan optimal.
“Kami berharap gerakan ini bisa berjalan konsisten untuk menurunkan angka stunting di Kota Batam, mewujudkan generasi sehat penuh harapan sebagai tumpuan masa depan,” tutup Euis.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Botania, Fauzi Nuristianto, mengapresiasi kunjungan dari Srikandi PLN Batam. Berdasarkan statistik, tercatat ada 125 balita yang menderita stunting di Kelurahan Belian sebagai lokasi Puskesmas Botania, sehingga dukungan dari Srikandi PLN Batam sangat berarti bagi upaya pengentasan stunting di wilayah kerja puskesmas.
“Sejauh ini, dukungan dari Srikandi PLN Batam adalah yang paling signifikan. Kami berkomitmen untuk memanfaatkannya sebaik mungkin. Semoga kontribusi ini dapat berdampak nyata kepada penanggulangan stunting sehingga tidak menimbulkan permasalahan kesehatan anak yang lebih besar ke depannya,” kata Fauzi.
Dukungan ini juga dirasakan langsung oleh para penerima manfaat, salah satunya Wulan, seorang ibu peserta program yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusiasme. Ia menilai hal ini sebagai kegiatan yang positif serta turut menyatakan harapan dan keyakinan bahwa dukungan ini dapat menjadi bagian penting dari tumbuh kembang anaknya.
“Terima kasih atas perhatian Srikandi PLN Batam terhadap peningkatan kesehatan anak di Kota Batam. Dukungan gizi dan ilmu yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Wulan.
Lewat inisiatif ini, PLN Batam melalui Srikandi-nya kembali menegaskan komitmen perusahaan untuk terus hadir membawa perubahan di tengah masyarakat dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk kesehatan.
Bandung, 03 Agustus 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperluas inklusi keuangan syariah yang penting untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program untuk semakin mengenalkan produk dan layanan jasa keuangan syariah. Untuk memperkuat pemanfaatan keuangan syariah di tengah meningkatnya pemahaman masyarakat, OJK menggelar Syariah Financial Fair (SYAFIF) di Bandung sebagai bentuk sinergi dalam mendorong inklusi keuangan syariah. Kegiatan bertajuk "SYAFIF Goes to Bandung" berlangsung selama dua hari pada 2–3 Agustus 2025 di Main Atrium Trans Studio Mall Bandung. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan sebelumnya di Tangerang dan Palembang. SYAFIF merupakan hasil kolaborasi OJK bersama Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah (PUJK Syariah) dan Organizing Committee Orkestrasi Program Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (OC LIKS). Melalui kegiatan ini, OJK ingin membawa keuangan syariah lebih dekat dengan masyarakat melalui pemberian kesempatan untuk mengenal, memahami, dan mencoba langsung produk serta layanan keuangan syariah dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan. SYAFIF kali ini juga menghadirkan talkshow interaktif, lomba anak, pertunjukan seni, dan berbagai doorprize menarik.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam sambutannya, Sabtu (2/8) menyampaikan bahwa OJK secara aktif mendukung komitmen pemerintah dalam mewujudkan Asta Cita, khususnya menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah yang berkelanjutan, sejalan dengan inisiatif strategis pemerintah seperti penguatan lembaga keuangan syariah, perluasan ekosistem ekonomi syariah, pengembangan pendidikan dan riset, serta optimalisasi pemanfaatan dana sosial. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan perlu memanfaatkan momentum ini secara optimal agar ekonomi dan keuangan syariah dapat tumbuh dan berkembang lebih pesat. “Tentu tantangan dalam pengembangan keuangan syariah masih ada, namun saya optimistis kita bisa menghadapinya bersama. Saya menaruh harapan besar kepada seluruh pelaku industri untuk terus mengambil peran strategis dalam memperkuat sektor ini. Ini juga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan ekonomi dan keuangan syariah dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Friderica. Lebih lanjut, Friderica menyoroti peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai perkembangan yang sangat menggembirakan.
Literasi keuangan syariah yang sebelumnya berada di angka 9 persen, kini meningkat signifikan menjadi 43 persen. Ia menekankan bahwa capaian ini merupakan fondasi penting yang perlu dioptimalkan melalui peningkatan penggunaan produk dan layanan keuangan syariah secara nyata. Menurut Friderica, upaya memperluas pemanfaatan keuangan syariah harus dilakukan dua arah yaitu dari sisi regulator dan pelaku industri, serta dari sisi kesiapan masyarakat. Oleh karena itu, peran Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah, akademisi, media massa, dan Pemerintah Daerah (Pemda) menjadi sangat strategis dalam membangun ekosistem syariah yang kuat. “Saya berharap dengan grand design dan visi kita bersama, ekonomi dan keuangan syariah menjadi satu ekosistem, satu ‘rumah tumbuh’. Keuangan syariah itu mulia; transaksinya berdasarkan empat prinsip utama; keadilan, transparansi, kemitraan, dan keberkahan. Ini adalah fondasi yang kokoh,” ujarnya. Keuangan syariah di Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh lebih kuat dan menjadi pilar penting dalam perekonomian nasional. Perlu upaya bersama untuk terus memperluas kontribusinya.
“Potensi ini tentu bisa terus kita dorong, mengingat Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Tentu saja ini menjadi motor penggerak yang sangat dahsyat untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” terang Friderica. Kepala Biro Perekonomian Setda Jawa Barat Budi Kurnia yang juga hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan SYAFIF di Bandung. Menurutnya, Bandung memiliki ekosistem sosial dan keagamaan yang kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi syariah nasional. “Bandung sangat tepat menjadi lokasi SYAFIF. Jika kita mampu menyelesaikan tantangan keuangan syariah di Jawa Barat, maka seperempat tantangan nasional bisa ikut teratasi. Dengan lebih dari 13.000 pesantren, potensi Jawa Barat dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah sangat besar. Bahkan kami menargetkan menjadi juara umum Adinata Syariah ke depan,” ujar Budi. Budi juga menyampaikan komitmen Pemda untuk memperkuat sinergi dengan OJK, BI, KDEKS, dan PUJK Syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis syariah.
Turut hadir pada kegiatan dimaksud Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi, Kepala OJK Provinsi Jawa Barat Darwisman, dan Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Jawa Barat Diana Sari. Dalam rangka mendorong inklusi sejak usia dini, OJK turut meluncurkan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di Bandung, berkolaborasi dengan sejumlah bank syariah. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah pilot project KEJAR tahun 2025, yang menargetkan seluruh pelajar memiliki akses ke rekening perbankan. OJK juga melanjutkan implementasi Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) yang difokuskan pada pembentukan agen layanan keuangan syariah di komunitas. Program ini menjadi strategi untuk memperluas jangkauan PUJK Syariah tanpa harus membuka cabang, cukup melalui agen di lapangan. Dalam SYAFIF Bandung, terdapat pengukuhan agen-agen pergadaian dan agen pembiayaan syariah sebagai realisasi business matching sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML). Kegiatan ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara OJK, KDEKS Jawa Barat dan perwakilan sektor perbankan syariah sebagai bentuk komitmen memperkuat sinergi dalam edukasi dan perluasan akses keuangan syariah di Jawa Barat. *
Jakarta, 01/08/2025 – Saat sakit, sebagian orang mungkin langsung berpikir untuk pergi ke rumah sakit agar segera ditangani oleh dokter spesialis. Tak jarang orang yang yakin kalau sakit harus langsung datang ke rumah sakit supaya cepat sembuh. Padahal dalam sistem pelayanan kesehatan Program JKN, setiap peserta diwajibkan untuk terlebih dahulu mengakses pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti Puskesmas, klinik pratama, atau dokter praktik perorangan, kecuali peserta tersebut dalam kondisi gawat darurat. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah bahwa sistem rujukan berjenjang ini telah diatur secara tegas dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2024 tentang Sistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Perseorangan.
Dijelaskan bahwa pelayanan kesehatan harus diawali dari FKTP, sebelum dapat dirujuk ke rumah sakit atau Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan. "FKTP berperan sebagai garda terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan. Mereka memiliki tugas untuk melakukan pemeriksaan awal, mendiagnosis, dan mengobati penyakit yang dialami oleh peserta JKN. Di samping itu, FKTP juga bertugas memberikan edukasi dan mendorong promotif maupun preventif. FKTP harus menjadi pihak yang paling mengetahui riwayat kesehatan peserta, karena sebetulnya merekalah akses layanan kesehatan yang paling dekat dengan jangkauan peserta," terang Rizzky. Ia menambahkan, mekanisme rujukan berjenjang dari FKTP ke rumah sakit, bukan untuk mempersulit peserta, melainkan untuk memastikan bahwa peserta bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang diberikan tepat sasaran, efisien, dan sesuai kebutuhan medis. "Rumah sakit memang memiliki sumber daya yang lebih lengkap, namun apabila semua penyakit harus ditangani di rumah sakit, termasuk penyakit ringan yang sebetulnya bisa dilayani di FKTP, maka bisa terjadi penumpukan pasien.
Tenaga medis di rumah sakit yang semestinya menangani kasus-kasus yang benar-benar membutuhkan penanganan lanjutan, jadi tidak bisa berperan optimal jika waktunya habis untuk menangani penyakit ringan," ujarnya. Rizzky mengungkapkan rujukan ke rumah sakit akan diberikan apabila peserta memang membutuhkan pelayanan spesialistik, atau ketika FKTP tidak dapat menangani kondisi pasien akibat keterbatasan fasilitas, peralatan, atau tenaga medis. Rujukan dilakukan berdasarkan indikasi medis, bukan karena permintaan pribadi peserta atau alasan praktis semata. "Hal ini penting untuk dipahami, karena salah satu prinsip utama dalam Program JKN adalah memastikan peserta mendapatkan pelayanan yang sesuai kebutuhan medisnya, bukan sekadar keinginan peserta. FKTP akan menentukan apakah suatu kondisi dapat ditangani cukup di tingkat pertama, atau memang memerlukan penanganan di tingkat lanjutan. Jika dinilai perlu, barulah dokter umum akan memberikan surat rujukan resmi agar peserta bisa mendapatkan pelayanan lebih lanjut dari dokter spesialis di FKRTL," tambah Rizzky. Pada FKRTL yang menjadi tujuan rujukan juga memiliki klasifikasi berdasarkan kemampuan dan fasilitas yang dimilikinya, yakni rumah sakit kelas D, C, B, dan A. Rizzky mengatakan, rumah sakit kelas D umumnya memiliki layanan dasar dan terbatas, sementara kelas A adalah rumah sakit rujukan tertinggi dengan fasilitas dan tenaga medis yang paling lengkap, termasuk dokter subspesialis dan teknologi kedokteran yang canggih.
"Penempatan rujukan ke rumah sakit pun tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan medis peserta JKN, dan kompetensi dari masing-masing rumah sakit. Jika kondisi peserta JKN belum dapat ditangani secara tuntas di rumah sakit sekunder, maka peserta bisa dirujuk kembali ke rumah sakit tersier untuk mendapatkan penanganan oleh dokter subspesialis. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah telah membangun sistem pelayanan kesehatan secara bertingkat, terstruktur, dan terpadu agar setiap peserta bisa mendapatkan pelayanan yang optimal di setiap levelnya," ucap Rizzky. Namun tidak semua rujukan dilakukan secara vertikal dari tingkat bawah ke atas. Rizzky menjelaskan ada juga rujukan antar fasilitas kesehatan dalam tingkatan yang sama. Misalnya, sebuah rumah sakit dapat merujuk ke rumah sakit lain yang memiliki kompetensi medis tertentu (antara lain tenaga kesehatan, sarana prasarana, maupun daya tampung) yang tidak dimiliki oleh rumah sakit perujuk.
"BPJS Kesehatan telah mengembangkan sistem rujukan yang terintegrasi antar fasilitas kesehatan. Dalam sistem ini, masing-masing telah dipetakan dan diprofilkan berdasarkan kemampuan, sarana prasarana, dan jenis layanan yang tersedia. Sebagai contoh jika rumah sakit tersebut tidak memiliki penunjang medis dalam menangani peserta JKN, maka dapat dirujuk ke rumah sakit lain dengan kelas yang lebih tinggi. Perlu diketahui juga sarana pendukung seperti pengantaran ke rumah sakit lain menggunakan mobil ambulans ini juga dijamin oleh Program JKN sesuai dengan indikasi medis," ujar Rizzky. Sistem rujukan berjenjang ini bukan hanya soal alur administratif, tetapi bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang adil, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan alur yang telah diatur sedemikian rupa, Rizzky berharap peserta JKN mendapatkan pelayanan yang tepat, di tempat yang tepat, dan oleh tenaga medis sesuai dengan kompetensinya.
Batam, 25 Juli 2025 — Memperingati Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, Srikandi PLN Batam menyelenggarakan program Srikandi Sahabat Anak yang mengangkat tema “Menerangi Masa Depan Anak Lewat Energi, Edukasi, dan Empati.” Dalam program ini, dilaksanakan gelar wicara (talk show) anti-perundungan dan penyerahan dukungan pendidikan berupa perangkat komputer. Kegiatan berlangsung di SMPN 41 Batam, Jumat (25/07).
Bantuan fasilitas disalurkan kepada 7 sekolah di Kota Batam, yakni MTsN 2, SMPN 16, SMPN 20, SMPN 22, SMPN 32, SMPN 40, dan SMPN 41. Para perwakilan penerima dukungan, baik dari kalangan guru maupun siswa, tampak mengikuti rangkaian acara dengan antusias.
Menurut Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nagoya sekaligus Ketua Srikandi PLN Batam, Euis Hermawati, inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian Srikandi PLN Batam terhadap pendidikan dan perkembangan anak, terlebih dengan tingginya tantangan di masa sekarang.
“Di era digital saat ini, kami memahami bahwa tantangan untuk menghadirkan pendidikan berkualitas bagi anak semakin tinggi. Dukungan perangkat komputer ini diharapkan dapat semakin mendorong siswa dalam menguasai teknologi, tentunya secara bertanggung jawab,” jelas Euis.
Lebih lanjut Euis mengungkapkan, pihaknya juga menyadari bahwa perkembangan anak turut dipengaruhi oleh lingkungan sosial, sehingga penting untuk menciptakan lingkungan yang suportif.
“Selain dukungan sarana, kali ini kami juga menyampaikan sosialisasi tentang anti-perundungan. Langkah ini guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya sikap saling menghargai agar tercipta lingkungan yang menunjang tumbuh kembang anak secara menyeluruh,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Unit Subdirektorat IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Ditreskrimum Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Panit Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri), Iptu Yanti Harefa, turut menekankan pentingnya memiliki pemahaman bahwa perundungan merupakan tindakan yang tidak dibenarkan, khususnya secara hukum.
“Perundungan merupakan tindakan yang dapat dijerat pasal hukum, tepatnya melalui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014. Untuk itu, perlu adanya kesadaran kolektif untuk mambangun ruang aman guna mencegah dan menghentikan segala bentuk perundungan,” tegas Yanti.
Sementara itu, guru SMPN 41 Batam, Flora, menyatakan apresiasi terhadap kiprah Srikandi PLN Batam dalam memajukan pendidikan di Kota Batam.
“Mewujudkan pendidikan terbaik bagi anak membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami berterima kasih atas dukungan Srikandi PLN Batam yang telah menyentuh aspek teknologi dan pembangunan interaksi sosial yang lebih sehat bagi anak,” ujar Flora.
Flora menambahkan, SMPN 41 Batam juga telah menerapkan kampanye anti-perundungan dan menyediakan program khusus untuk melaporkan aksi perundungan di lingkungan sekolah, sehingga edukasi dari Srikandi PLN Batam dan Polda Kepri ini turut memperkuat visi tersebut.
Dengan semangat kolaborasi, PLN Batam melalui Srikandinya telah mengukir langkah penting di bidang pendidikan sebagai elemen mendasar dalam membentuk generasi penerus bangsa.
