Live Streaming
super me

super me

Page 59 of 217

Jakarta – Perdagangan karbon di Indonesia memasuki babak baru dalam sejarahnya dengan lahirnya Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon. Bursa ini resmi beroperasi sejak 26 September 2023, di bawah naungan Bursa Efek Indonesia (BEI), dan langsung menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang berkomitmen dalam membangun ekosistem perdagangan karbon di tingkat global. 

Inisiatif ini bukan hanya sekadar mekanisme perdagangan, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk mencapai target Net Zero Emission 2060, sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam Perjanjian Paris serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Hingga 22 Agustus 2025, capaian IDXCarbon menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Dari sisi jumlah proyek, IDXCarbon kini mencatat delapan proyek yang terdaftar, meningkat tajam dibandingkan hanya tiga proyek pada 2024. 

Penambahan proyek ini turut mendorong peningkatan jumlah Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) yang dapat diperdagangkan, naik hingga 73 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data menunjukkan bahwa volume perdagangan karbon sepanjang 2025 sudah mencapai 696.763 ton CO₂ ekuivalen (tCO₂e), dengan nilai transaksi Rp27,74 miliar. Angka ini melonjak 483 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang hanya mencatatkan 119.463 tCO₂e dengan nilai Rp6,14 miliar. Frekuensi transaksi pun tumbuh 158 persen, dari 50 kali menjadi 129 kali. 

Salah satu aspek penting dalam perdagangan karbon adalah mekanisme retirement, yaitu penarikan karbon kredit dari peredaran sebagai bentuk kompensasi emisi. Hingga Agustus 2025, volume retirement di IDXCarbon mencapai 554.076 tCO₂e, naik 34 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan meningkatnya kesadaran perusahaan, institusi, maupun individu untuk melakukan offset emisi, baik sebagai bagian dari kewajiban kepatuhan maupun inisiatif sukarela. 

Menariknya, pengguna jasa retirement bukan hanya berasal dari korporasi besar, melainkan juga kegiatan non-komersial seperti seminar nasional, pernikahan, bahkan pelantikan profesor. Fenomena ini menandai mulai luasnya pemahaman masyarakat bahwa jejak karbon merupakan tanggung jawab bersama. 

Keberhasilan IDXCarbon tidak lepas dari berbagai pengembangan yang dilakukan oleh pemangku kepentingan perdagangan karbon. Pada Januari 2025, Kementerian Lingkungan Hidup meluncurkan perdagangan karbon internasional melalui IDXCarbon yang memungkinkan produk karbon Indonesia diperdagangkan lintasnegara. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia dalam peta global, apalagi didukung dengan pencapaian prestisius berupa penghargaan Carbon Positive Awards 2025 sebagai Best Official Carbon Exchange in Emerging Economy. Penghargaan ini diberikan oleh Green Cross United Kingdom, sebuah organisasi internasional yang fokus pada keberlanjutan lingkungan. Faktor penilaian utama adalah berjalannya IDXCarbon di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan integrasi IDXCarbon dengan Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN-PPI) milik pemerintah, sehingga setiap kredit karbon memiliki jejak yang jelas, dapat dilacak, dan mengurangi risiko double counting

Jika dibandingkan dengan negara lain, performa Indonesia di bursa karbon justru lebih progresif. Pada periode Januari – 22 Agustus 2025, volume perdagangan karbon di Malaysia hanya mencapai 21.586 tCO₂e dan Jepang 239.674 tCO₂e. Angka ini jauh di bawah capaian IDXCarbon yang sudah menembus 696.763 tCO₂e dalam periode yang sama. Artinya, dalam kurun waktu kurang dari dua tahun sejak berdiri, IDXCarbon sudah mampu menciptakan pasar yang lebih likuid dibandingkan dua negara yang menginisiasi bursa karbonnya dalam waktu tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Hal tersebut menjadi bukti bahwa potensi Indonesia sebagai carbon hub kawasan Asia cukup besar, mengingat kekayaan sumber daya alam dan peluang proyek hijau yang masih terbuka luas. 

Namun, perjalanan IDXCarbon tidak lepas dari tantangan. Dari sisi kebijakan nasional, Indonesia hingga saat ini belum memberlakukan pajak karbon secara penuh, meski sudah direncanakan sejak 2021. Perdagangan emisi di subsektor pembangkit listrik untuk periode 2025 pun belum berjalan, sementara sektor lainnya masih dalam tahap penyusunan peta jalan. Di tingkat internasional, Indonesia sudah menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan Gold Standard Registry, dan sedang dalam proses negosiasi dengan VERRA Registry. 

MRA ini menjadi tonggak penting karena akan memastikan kredit karbon Indonesia dapat diakui dalam mekanisme global, termasuk dalam skema Article 6 Paris Agreement, Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA), maupun pasar sukarela internasional. Selain dari sisi kebijakan, tantangan lainnya adalah kebutuhan menciptakan permintaan (demand side) yang kuat. Saat ini sebagian besar transaksi masih bersifat sukarela, baik oleh perusahaan yang ingin menunjukkan komitmen Environmental, Social, Governance (ESG) maupun individu yang peduli lingkungan. 

Ke depan, agar pasar karbon lebih berkelanjutan, diperlukan regulasi yang mendukung mengenai kewajiban offset emisi bagi sektor-sektor tertentu, insentif fiskal bagi perusahaan yang aktif melakukan dekarbonisasi, serta pengakuan internasional yang luas atas kredit karbon Indonesia. Dengan demikian, nilai ekonomis dari pasar karbon bisa semakin besar dan menjadi instrumen nyata dalam mendorong transformasi ekonomi hijau. 

Sejalan dengan itu, BEI juga meluncurkan program CarbonACT Indonesia, sebuah rangkaian inisiatif untuk mendukung transisi menuju Net Zero. Program ini mencakup edukasi publik melalui kampanye nasional, penyediaan Carbon Calculator untuk individu maupun perusahaan, pelaksanaan Net Zero Incubator bagi perusahaan tercatat, hingga penerbitan produk investasi hijau seperti obligasi berkelanjutan (Green, Social, and Sustainability Bonds), reksadana ESG, maupun indeks saham berbasis ESG. 

Transparansi investasi keberlanjutan semakin terjamin dengan hadirnya panduan pelaporan ESG Metrics Reporting Guidelines yang dikeluarkan BEI. Panduan ini mencakup 28 metrik utama yang meliputi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, sehingga memberikan kejelasan bagi emiten dalam menyusun laporan keberlanjutan sekaligus membantu investor dalam menilai risiko serta peluang. 

Melihat capaian hingga 2025, IDXCarbon membuktikan peran aktifnya dalam menghadapi krisis iklim global. Pertumbuhan volume transaksi yang masif, peningkatan jumlah pengguna, serta pengakuan internasional menjadi sinyal kuat bahwa perdagangan karbon di Indonesia bukan sekadar wacana, tetapi sudah menjadi kenyataan yang diperhitungkan dunia. Tantangan regulasi dan pengembangan pasar memang masih ada, tetapi justru di situlah peluang terbuka, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat perdagangan karbon terbesar di Asia, bahkan dunia. 

Ke depan, kesuksesan IDXCarbon akan sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak, pemerintah, regulator, pelaku pasar, investor, dan masyarakat. Setiap pihak memiliki peran untuk memastikan bahwa perdagangan karbon benar-benar membawa manfaat, tidak hanya secara ekonomi, tetapi juga lingkungan. Jika dikelola dengan baik, bursa karbon tidak hanya akan memperkuat daya saing Indonesia, tetapi juga mewariskan bumi yang lebih lestari bagi generasi mendatang. 

 

Jakarta, 10 Oktober 2025. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar melantik dan mengambil sumpah jabatan Adi Surahmat sebagai Kepala Kantor OJK Provinsi Maluku Utara dalam acara yang berlangsung di Kantor OJK, Gedung Wisma Mulia, Jakarta, Jumat. Pelantikan ini menandai langkah strategis OJK dalam memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan sektor jasa keuangan serta layanan kepada masyarakat di daerah. Adi Surahmat diharapkan dapat segera menjalankan peran kepemimpinannya untuk memastikan kehadiran OJK semakin dirasakan manfaatnya bagi masyarakat dan pelaku industri jasa keuangan di wilayah timur Indonesia.

Kantor OJK Provinsi Maluku Utara merupakan kantor baru OJK di daerah yang efektif beroperasi pada 6 Oktober 2025 dengan wilayah kerja meliputi Provinsi Maluku Utara. Pembukaan Kantor OJK Provinsi Maluku Utara sejalan dengan upaya OJK untuk dapat hadir di seluruh Provinsi di Indonesia sebagaimana Roadmap Pembukaan Kantor OJK Baru tahun 2024 – 2027. Pembentukan kantor ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan sektor jasa keuangan di daerah, termasuk pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan (market conduct), pelaksanaan program edukasi dan literasi keuangan, serta pengembangan ekonomi daerah.

Selain itu, keberadaan Kantor OJK Provinsi Maluku Utara juga diharapkan dapat memfasilitasi sinergi antara sektor jasa keuangan dan pengembangan potensi ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung industri dan komoditas unggulan Maluku Utara secara berkelanjutan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip pengawasan yang prudensial. Sebelumnya, Provinsi Maluku Utara termasuk dalam wilayah kerja Kantor OJK Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara yang berkedudukan di Manado, Sulawesi Utara. Dengan pemekaran ini, OJK menegaskan komitmennya untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan di wilayah Maluku Utara.

 

Perayaan Musik, Fashion, dan Warisan Peranakan

Batam, 7–8 November 2025 | Wyndham Panbil Batam, Bajafash, festival musik dan fashion tahunan yang telah menjadi ikon budaya di Batam, kembali hadir untuk ke-7 kalinya pada tahun 2025. Mengusung tema “The Strait Inspiration”, Bajafash tahun ini menghadirkan pengalaman unik yang merayakan warisan Peranakan—sebuah identitas yang lahir dari percampuran budaya Timur dan Nusantara, penuh warna, detail, dan harmoni.

Perpaduan Heritage & Modernitas

Budaya Peranakan dikenal dengan kekayaan detail ornamen, kuliner yang menggugah selera, hingga busana kebaya encim yang diwariskan lintas generasi. Bajafash 2025 mengangkat kekayaan tersebut dalam panggung modern, menghadirkan sebuah selebrasi yang menghubungkan sejarah, musik, dan fashion dalam satu narasi.

“Tema The Strait Inspiration merefleksikan semangat keterhubungan yang sudah ada sejak berabad-abad di jalur perdagangan Selat Malaka. Bajafash ingin menghadirkan esensi itu—bahwa musik, fashion, dan budaya bisa menjadi jembatan antara masa lalu, kini, dan masa depan,” ujar Indina Putri Fadjar selaku Founder Bajafash.

Line-Up Bertaraf Internasional

Tahun ini, Bajafash menghadirkan sederet artis dan musisi lintas negara, termasuk diva legendaris Vina Panduwinata bersama proyek spesial F.I.E.R.Y. Deretan performer lain yang siap memukau penonton antara lain:

  • Societeit de Harmonie
  • The Shang Sisters (Malaysia)
  • Jamie Aditya
  • Yohanes Gondo ft. Amelia Ong
  • Simone Prattico ft. Sri Hanuraga
  • Sumii Wen, BOTR, COA, SGIA Jazz Choir, Kangakubawa

Tidak hanya musik, Bajafash juga menghadirkan karya fashion dari desainer ternama Lenny Agustin (Indonesia) dan Eric Choong (Malaysia), ditambah kolaborasi dengan komunitas lokal seperti Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kepri dan SMK Muhammadiyah Kabil Batam.

Venue & Atmosfer Premium

Diselenggarakan di Wyndham Panbil Batam pada 7–8 November 2025, Bajafash menghadirkan suasana intimate namun eksklusif. Penonton tidak hanya menikmati pertunjukan musik dan fashion, tetapi juga diajak menyelami keindahan heritage Peranakan yang dikemas modern.

Informasi Tiket

Tiket resmi Bajafash 2025 sudah tersedia dan dapat dibeli secara online melalui QR Code pada materi publikasi resmi atau langsung melalui mitra penjualan tiket yang bekerja sama. Dengan jumlah terbatas, tiket diharapkan segera habis terjual mengingat tingginya antusiasme dari tahun ke tahun.

Tentang Bajafash

Bajafash telah memasuki edisi ke-7 sejak pertama kali digelar. Festival ini lahir sebagai ruang kreatif untuk memadukan musik jazz kelas dunia dengan fashion, sekaligus menempatkan Batam sebagai destinasi budaya internasional.

 #Bajafash2025 #TheStraitInspiration

 

Batam — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam bersama sejumlah instansi terkait melaksanakan Razia Gabungan sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya tertib berlalu lintas serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor di kantor dishub Kamis (9/10/2025).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), dan Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang serta Jasa Raharja. Kolaborasi ini disebut sebagai bentuk sinergi antarinstansi dalam menjaga keselamatan dan ketertiban di jalan raya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Batam, Edward Purba menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan razia gabungan pertama di tahun ini dengan melibatkan lintas sektor.

Menurutnya, pelaksanaan razia bukan hanya sekadar penegakan hukum, tetapi juga bentuk edukasi kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam berkendara.

“kita mengadakan razia gabungan, Ini merupakan kegiatan bersama antara Dishub, Samsat, Lantas, BPTD, dan  Jasa Raharja. Tujuannya untuk menertibkan lalu lintas dan menumbuhkan kesadaran membayar pajak kendaraan,” jelas Edward.

Edward juga mengungkapkan, kegiatan razia gabungan ini juga difokuskan pada pemeriksaan kelengkapan dokumen kendaraan, seperti SIM, STNK, dan bukti pembayaran pajak.

Selain itu, tim dari BPTD turut berperan dalam pemasangan alat penerangan cahaya (APC) pada kendaraan berat, guna meningkatkan keamanan pengguna jalan lainnya.

“BPTD membantu pemasangan alat penerangan cahaya di kendaraan besar. Dengan adanya lampu di sisi kiri, kanan, dan belakang kendaraan, diharapkan pengendara lain dapat melihat dengan jelas, terutama saat malam hari,” terangnya.

Dari hasil kegiatan di lapangan, petugas menemukan sejumlah pelanggaran, baik pada kendaraan roda dua maupun kendaraan angkutan barang.

“Rata-rata pelanggaran yang ditemukan adalah pengendara tidak membawa SIM, STNK yang sudah tidak berlaku, pajak kendaraan yang menunggak, serta kendaraan barang (Niaga)yang mati kir-nya,” kata Edward.

Ia menambahkan, kegiatan razia ini juga menjadi sarana pendataan dan penertiban kendaraan di Kota Batam.

Edward menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan dilakukan sesekali, melainkan merupakan agenda rutin yang telah dijadwalkan sepanjang tahun. 

“Pelaksanaan razia ini kita lakukan sebanyak 16 kali dalam setahun. Jadi bukan kegiatan harian, tapi agenda resmi yang kita jalankan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Menurutnya, pelaksanaan razia gabungan ini memiliki dua sasaran utama, yaitu tertib lalu lintas dan tertib pajak kendaraan bermotor. Kedua hal ini menjadi kunci dalam menciptakan sistem transportasi kota yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

“Goal dari kegiatan ini sebenarnya bukan semata-mata untuk peningkatan pendapatan daerah, tapi lebih pada kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di jalan dan tanggung jawab sebagai pemilik kendaraan,” jelas Edward.

Ia berharap, masyarakat semakin memahami bahwa kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas dan kewajiban membayar pajak kendaraan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan kota yang tertib dan aman.

“Kami ingin mengingatkan bahwa tertib lalu lintas dan tertib pajak bukan hanya urusan pemerintah, tapi juga kesadaran dari masing-masing pengendara. Melengkapi dokumen, menjaga kondisi kendaraan, dan mematuhi aturan adalah langkah kecil untuk keselamatan bersama,” tutupnya.

 

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya RSBP Batam dalam mempersiapkan diri menjadi Rumah Sakit Pendidikan, sejalan dengan komitmen Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan dan mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang kedokteran.

Rombongan BP Batam dipimpin oleh Ariastuty Sirait, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, bersama Tanto Budiharto, Direktur RSBP Batam; Evi Bangun, Wakil Direktur Keuangan dan Umum; serta manajer dan perwakilan dokter RSBP Batam.

Kehadiran rombongan disambut oleh dr. Nurwestu Rusetiyanti, M.Kes., Sp.DVE., Subsp. Ven, Kepala Bagian Akademik dan Riset RSA UGM, serta dr. Domas Fitria Widyasari, Sp.MK, Ketua Komite Koordinasi Pendidikan RSA UGM.

Kegiatan diawali dengan paparan dan diskusi mengenai tahapan akreditasi Rumah Sakit Pendidikan, yang mencakup sistem pembelajaran, jejaring pendidikan, dan integrasi fungsi pelayanan, pendidikan, serta penelitian. Rombongan juga meninjau berbagai fasilitas akademik, seperti laboratorium keterampilan klinik, ruang diskusi mahasiswa koas, dan unit riset terpadu.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi langkah awal pihaknya menuju kolaborasi dengan sejumlah universitas.

“Kami belajar banyak dari RSA UGM sebagai salah satu rumah sakit pendidikan terbaik di Indonesia. Dalam waktu dekat, kami akan bekerja sama dengan dua universitas besar di Batam agar RSBP dapat berperan sebagai rumah sakit pendidikan utama dan satelit,” ujar Ariastuty.

BP Batam berharap, melalui langkah ini, RSBP dapat segera memenuhi seluruh kriteria sebagai Rumah Sakit Pendidikan dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan serta pengembangan tenaga medis di Kepulauan Riau dan sekitarnya. (AP)

Jakarta, 9 Oktober 2025. Otoritas Jasa Keuangan terus mendorong komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan industri pasar modal yang adil, transparan, dan inklusif serta menjaga kepercayaan investor.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam sambutannya pada OJK Internationals Webinar dengan tema “Empowering Investors: Invest Wisely and Stay Safe from Fraud and Scams” yang digelar secara hybrid, Kamis.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa edukasi merupakan bagian penting dari pelindungan konsumen yang dapat meningkatkan keyakinan masyarakat dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.

“Membangun kepercayaan konsumen di sektor jasa keuangan sangat esensial. Konsumen tidak hanya berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai bagian vital dalam menjaga kestabilan sistem keuangan. Menjaga kepercayaan sifatnya wajib dan harus, bahkan pasar yang kuat tanpa adanya kepercayaan akan runtuh,” kata Friderica.

Lanjutnya, konsumen yang terliterasi dan terlindungi akan menjadi konsumen yang yakin dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan. Dengan pelindungan konsumen yang baik, konsumen akan mampu mengatur keuangan yang dimiliki dengan bijak dan penuh tanggung jawab.

Dalam meningkatkan literasi keuangan serta memperkuat fungsi pelindungan konsumen dan masyarakat di sektor jasa keuangan, kolaborasi antara seluruh pihak akan menciptakan transformasi. Kerja sama dan kolaborasi yang baik maka akan tercipta ekosistem keuangan yang dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Webinar ini merupakan bagian dalam rangkaian World Investor Week (WIW) Tahun 2025 yang digagas oleh International Organization of Securities Commissions (IOSCO) serta bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya investor ritel, mengenai prinsip dasar investasi yang bijak sekaligus strategi pencegahan terhadap penipuan dan kejahatan di sektor jasa keuangan.

Ketua Komite IOSCO untuk Investor Ritel Kanada Camille Beaudoin menyampaikan apresiasinya kepada OJK yang telah melaksanakan webinar dimaksud dengan melibatkan narasumber ekspertis di bidang peningkatan literasi keuangan dan pelindungan konsumen serta masyarakat dari berbagai negara.

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta tentang investasi dan langkah yang dapat dilakukan agar terhindar dari kejahatan di sektor jasa keuangan. Saya juga mengapresiasi langkah OJK yang senantiasa berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat tentang risiko kejahatan di sektor jasa keuangan dalam rangka meningkatkan keyakinan masyarakat sebagai investor dan pasar keuangan Indonesia,” kata Camille Beaudoin.
Webinar internasional ini menghadirkan berbagai narasumber dari lembaga otoritas jasa keuangan internasional, dengan dua sesi diskusi utama.

Sesi Pertama dengan tema Pentingnya Cerdas Berinvestasi: Dari Investor Pemula Menuju Investor Sejahtera. Narasumber yang hadir pada sesi ini antara lain Kepala Direktorat Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Cecep Setiawan, Manajer Umum Utama Securities and Exchange Board of India (SEBI) Krishnanand Raghavan, Deputi Komisioner Bidang Hubungan Internasional Financial Services Agency (FSA) Jepang Jutaro Kaneko dan dimoderatori oleh Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Bursa Efek Indonesia (BEI) Irwan Abdalloh.

Sedangkan diskusi pada Sesi Kedua bertema Waspada Penipuan: Lindungi Aset Investasi dengan narasumber Analis Kelompok Spesialis Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Hudiyanto, Kepala Kampanye dan Pemasaran Digital Investor and Financial Education Council (IFEC) Hongkong Francis Li, serta Direktur dan Kepala Isu Konsumen Monetary Authority of Singapore (MAS) Rebecca Chua. Kepala Departemen Keamanan Siber AFTECH Indonesia Genesha Nara Saputra menjadi moderator dalam sesi dimaksud.

Jakarta, 9 Oktober 2025. Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 1 Oktober 2025 menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) tetap terjaga.

Perkembangan di negara utama menunjukkan kondisi yang beragam. OECD merevisi pertumbuhan ekonomi global lebih kuat dari perkiraan di awal 2025, didukung oleh front loading (percepatan produksi dan perdagangan) sebelum kenaikan tarif. Sementara itu, tensi perang dagang dalam tren menurun, meskipun kemungkinan flare up tensi perang dagang dan geopolitik masih cukup tinggi.

Di Amerika Serikat, kinerja perekonomian relatif stabil dengan pertumbuhan PDB relatif tinggi meskipun pasar tenaga kerja melemah dan inflasi masih terus persisten. Siklus penurunan Fed Fund Rate (FFR) juga telah dimulai dimana The Fed pada September 2025 telah menurunkan FFR sebesar 25 bps dan diekspektasikan masih akan melakukan pemangkasan sebanyak dua kali tahun ini.

Di Tiongkok, moderasi masih berlanjut dengan rilis beberapa indikator utama baik di sisi permintaan maupun penawaran dibawah ekspektasi pasar. Sementara di Eropa, indikator perekonomian terpantau masih stagnan dengan beberapa negara utama Eropa seperti Perancis mengalami tekanan di pasar keuangannya seiring peningkatan kekhawatiran atas keberlanjutan fiskal. Di Jepang, tekanan inflasi masih persisten sehingga Bank of Japan cenderung hawkish.
Perkembangan tersebut turut mendukung risk on investor global sehingga pasar saham global cenderung menguat.

Di dalam negeri, kinerja perekonomian domestik masih terjaga dengan PMI Manufaktur masih di zona ekspansi dan surplus neraca perdagangan yang meningkat. Meskipun demikian, perlu dicermati perkembangan permintaan domestik yang masih perlu didorong seiring dengan moderasi inflasi, tingkat kepercayaan konsumen, serta tingkat penjualan ritel, semen, dan kendaraan.

Pasar modal domestik pada September 2025 mencatatkan kinerja positif, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), nilai kapitalisasi pasar saham, dan Rerata Nilai Transaksi Harian membukukan rekor tertinggi (All-Time High). Perkembangan ini ditopang oleh arah penguatan pasar saham global dan kinerja perekonomian domestik yang tetap terjaga.

Ditengah menguatnya kinerja IHSG dan meningkatnya likuiditas transaksi pada September 2025, investor asing terpantau membukukan net sell di pasar saham domestik. Net sell investor asing tercatat sebesar Rp3,80 triliun selama periode tersebut, sehingga secara ytd net sell investor asing tercatat Rp54,75 triliun.

Pada bulan September 2025, tercatat sebanyak 643 ribu investor baru di pasar modal domestik. Dengan demikian, secara ytd di tahun 2025 ini, investor di pasar modal meningkat sebanyak 3,79 juta menjadi 18,66 juta, atau naik 25,50 persen ytd.

Perkembangan Sektor Perbankan (PBKN)   

Kinerja intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang terjaga dan aktivitas operasional perbankan tetap optimal untuk memberikan layanan keuangan bagi masyarakat. Pada Agustus 2025, kredit tumbuh 7,56 persen yoy (Juli 2025: 7,03 persen) menjadi Rp8.075,0 triliun.

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi tumbuh tertinggi sebesar 13,86 persen, diikuti oleh Kredit Konsumsi 7,89 persen, sedangkan Kredit Modal Kerja tumbuh 3,53 persen yoy. Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 10,79 persen, sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 1,35 persen.

Jika ditinjau berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit ke beberapa sektor tercatat tumbuh tinggi secara tahunan mencapai double digit. Sektor pertambangan dan penggalian tercatat tumbuh 20,13 persen, sektor pengangkutan dan pergudangan tumbuh 22,53 persen dan aktivitas jasa lainnya tumbuh 28,35 persen.

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat tumbuh sebesar 8,51 persen yoy (Juli 2025: 7,00 persen yoy) menjadi Rp9.385,8 triliun, dengan giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh sebesar 15,01 persen, 5,52 persen, dan 5,73 persen yoy.

Penurunan BI Rate juga diikuti oleh penurunan suku bunga perbankan. Dibandingkan tahun sebelumnya, rerata suku bunga kredit rupiah tercatat turun 44 bps untuk kredit investasi (Aug-24: 8,86 persen; Aug-25: 8,42 persen) dan turun 31 bps untuk kredit modal kerja (Aug-24: 8,87 persen; Aug-25: 8,56 persen). Dari sisi penghimpunan dana, suku bunga deposito rupiah juga terpantau mulai menurun dibandingkan bulan lalu (Aug-25: 5,24 persen, Jul-25: 5,36 persen).

Terkait dengan pemberantasan judi online yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan, OJK telah meminta Bank untuk melakukan pemblokiran terhadap ±27.395 rekening (sebelumnya: 25.912 rekening) dari data yang disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, serta melakukan pengembangan atas laporan tersebut dengan meminta perbankan melakukan penutupan rekening yang memiliki kesesuaian dengan Nomor Identitas Kependudukan serta melakukan Enhance Due Diligence (EDD).

Batamfm – Polda Kepri melaksanakan kegiatan Zoom Meeting Tanam Jagung Serentak Kuartal IV dan Peresmian Operasi Gudang Penyimpanan Jagung oleh Slog Polri, yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2025, Rabu (8/10/2025).

Pelaksanaan kegiatan di Kota Batam berlangsung secara serentak di dua lokasi utama, yakni Kampung Cate, Kecamatan Galang, dan Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program strategis Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional berbasis komoditas jagung.

Hadir dalam Kegiatan ini Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., unsur Forkopimda Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam, Pejabat Utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang, Kepala Bulog Batam, Dandim 0316 Batam, Wali Kota Batam, Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Kepri dan Kota Batam, Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Kepri, Badan Pusat Statistik Kota Batam, perwakilan kelompok tani, perwakilan mahasiswa, pimpinan PT. MEG, serta tokoh masyarakat, lurah, dan LPM setempat.

Dalam sambutannya, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan komitmen Polri untuk terus berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Polri akan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan. Kami berkomitmen agar seluruh jajaran Polri ikut berkontribusi langsung dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” ujar Kapolri.

Kapolri menjelaskan, hingga saat ini potensi program Ketahanan Pangan Polri telah mencapai 1,19 juta hektare lahan jagung, terdiri dari 881.743 hektare lahan binaan Polri dan 313.941 hektare lahan baku sawah.
Dari total lahan yang telah ditanami selama periode Januari hingga September 2025, dihasilkan 2,83 juta ton jagung, dengan peningkatan hasil panen pada setiap kuartal.

Produksi jagung nasional periode Januari–Agustus 2025 mencapai 11,42 juta ton, meningkat 13,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 1.268 ton jagung secara simbolis diberangkatkan untuk diserap oleh Bulog di seluruh Indonesia melalui kegiatan flag off.

Selain dua titik utama di Kota Batam, pelaksanaan Tanam Jagung Serentak Kuartal IV juga dilakukan secara serentak oleh seluruh jajaran Polres di wilayah Kepri, yaitu:

1. Polresta Tanjungpinang di Kampung Sungai Ungar Dompak, Kota Tanjungpinang.

2. Polres Karimun di Kampung Balak, Kel. Tanjung Berlian, Kec. Kundur Utara.

3. Polres Bintan di Jl. Lintas 2 Ko. Bugis, Toapaya.

4. Polres Lingga di lahan Polres Lingga, samping Masjid Al-Munawwar.

5. Polres Natuna di Desa Sebadai Ulu, Kec. Bunguran Timur Laut.

6. Polres Kepulauan Anambas di Desa Bukit Padi, Kec. Jemaja Timur.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Polda Kepri dalam mengimplementasikan kebijakan Kapolri secara nyata di lapangan melalui kerja sama dan kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya simbolis, tetapi juga langkah konkret memperkuat ketahanan pangan lokal di wilayah Kepri.

“Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat, Polri siap menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis pertanian untuk mendukung kedaulatan pangan nasional,” ucap Kapolda Kepri.

Dengan semangat kebersamaan dan sinergi lintas sektor, jajaran Polda Kepri siap mendukung penuh kebijakan Kapolri dalam mewujudkan program ketahanan pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian di daerah.

Batamfm – Polda Kepri melaksanakan kegiatan Zoom Meeting Tanam Jagung Serentak Kuartal IV dan Peresmian Operasi Gudang Penyimpanan Jagung oleh Slog Polri, yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2025, Rabu (8/10/2025).

Pelaksanaan kegiatan di Kota Batam berlangsung secara serentak di dua lokasi utama, yakni Kampung Cate, Kecamatan Galang, dan Teluk Mata Ikan, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program strategis Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional berbasis komoditas jagung.

Hadir dalam Kegiatan ini Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., unsur Forkopimda Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam, Pejabat Utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang, Kepala Bulog Batam, Dandim 0316 Batam, Wali Kota Batam, Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Kepri dan Kota Batam, Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Kepri, Badan Pusat Statistik Kota Batam, perwakilan kelompok tani, perwakilan mahasiswa, pimpinan PT. MEG, serta tokoh masyarakat, lurah, dan LPM setempat.

Dalam sambutannya, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan komitmen Polri untuk terus berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Polri akan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan program ini berjalan secara berkelanjutan. Kami berkomitmen agar seluruh jajaran Polri ikut berkontribusi langsung dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” ujar Kapolri.

Kapolri menjelaskan, hingga saat ini potensi program Ketahanan Pangan Polri telah mencapai 1,19 juta hektare lahan jagung, terdiri dari 881.743 hektare lahan binaan Polri dan 313.941 hektare lahan baku sawah.
Dari total lahan yang telah ditanami selama periode Januari hingga September 2025, dihasilkan 2,83 juta ton jagung, dengan peningkatan hasil panen pada setiap kuartal.

Produksi jagung nasional periode Januari–Agustus 2025 mencapai 11,42 juta ton, meningkat 13,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Pada kesempatan tersebut, sebanyak 1.268 ton jagung secara simbolis diberangkatkan untuk diserap oleh Bulog di seluruh Indonesia melalui kegiatan flag off.

Selain dua titik utama di Kota Batam, pelaksanaan Tanam Jagung Serentak Kuartal IV juga dilakukan secara serentak oleh seluruh jajaran Polres di wilayah Kepri, yaitu:

1. Polresta Tanjungpinang di Kampung Sungai Ungar Dompak, Kota Tanjungpinang.

2. Polres Karimun di Kampung Balak, Kel. Tanjung Berlian, Kec. Kundur Utara.

3. Polres Bintan di Jl. Lintas 2 Ko. Bugis, Toapaya.

4. Polres Lingga di lahan Polres Lingga, samping Masjid Al-Munawwar.

5. Polres Natuna di Desa Sebadai Ulu, Kec. Bunguran Timur Laut.

6. Polres Kepulauan Anambas di Desa Bukit Padi, Kec. Jemaja Timur.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen Polda Kepri dalam mengimplementasikan kebijakan Kapolri secara nyata di lapangan melalui kerja sama dan kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya simbolis, tetapi juga langkah konkret memperkuat ketahanan pangan lokal di wilayah Kepri.

“Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat, Polri siap menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis pertanian untuk mendukung kedaulatan pangan nasional,” ucap Kapolda Kepri.

Dengan semangat kebersamaan dan sinergi lintas sektor, jajaran Polda Kepri siap mendukung penuh kebijakan Kapolri dalam mewujudkan program ketahanan pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian di daerah.

Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengelar Webinar ,ini merupakan rangkaian dari World Investor Week (WIW) 2025 yang digagas oleh International Organization of Securities Commissions (IOSCO) dengan tujuan meningkatkan literasi dan pemahaman investor ritel terkait prinsip investasi yang bijak serta strategi pencegahan terhadap penipuan di sektor keuangan.

Otoritas Jasa keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk menciptakan industri pasar modal yang adil, transparan, dan inklusif, sekaligus menjaga kepercayaan investor.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, pada acara OJK International Webinar bertajuk “Empowering Investors: Invest Wisely and Stay Safe from Fraud and Scams” yang digelar secara hybrid, Kamis (9/10/2025).

Friderica menekankan pentingnya edukasi sebagai bagian krusial dari perlindungan konsumen dalam meningkatkan keyakinan masyarakat menggunakan produk dan jasa keuangan.

 “Membangun kepercayaan konsumen di sektor jasa keuangan sangat esensial. Konsumen tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian vital dalam menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujarnya.

Ketua Komite IOSCO untuk Investor Ritel dari Kanada, Camille Beaudoin, memberikan apresiasi atas pelaksanaan webinar ini. Ia menilai kegiatan tersebut dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai investasi dan upaya pencegahan kejahatan di sektor jasa keuangan.

Webinar menghadirkan narasumber dari berbagai otoritas jasa keuangan internasional dalam dua sesi diskusi utama. Sesi pertama mengangkat tema “Pentingnya Cerdas Berinvestasi: Dari Investor Pemula Menuju Investor Sejahtera” dengan narasumber dari OJK, Securities and Exchange Board of India (SEBI), Financial Services Agency (FSA) Jepang, dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sesi kedua bertema “Waspada Penipuan: Lindungi Aset Investasi” menghadirkan pembicara dari OJK, Investor and Financial Education Council (IFEC) Hongkong, Monetary Authority of Singapore (MAS), serta dimoderatori oleh Kepala Departemen Keamanan Siber AFTECH Indonesia.

Acara yang digelar secara virtual melalui Zoom ini diikuti lebih dari 2.400 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk pejabat kementerian, lembaga pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan pelaku industri keuangan.

Sebagai otoritas yang menjaga kepentingan konsumen dan stabilitas sektor jasa keuangan, OJK konsisten mendorong literasi dan inklusi keuangan di tingkat nasional dan internasional.

Pelaksanaan webinar internasional ini merupakan wujud dukungan OJK terhadap kampanye WIW 2025, dengan harapan dapat memperkuat perlindungan investor dan menciptakan ekosistem investasi yang aman, transparan, dan berkelanjutan.(Iman)

Yogyakarta, 7 Oktober 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya untuk menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah disrupsi teknologi digital dan perubahan tatanan geopolitik global yang mempengaruhi perkembangan sektor jasa keuangan.

“Yang paling penting adalah kita bisa benar-benar melihat dua perubahan tadi, bukan hanya dari segi ancamannya, tantangannya, potensi disrupsinya, tapi justru peluang yang luar biasa besarnya yang akan kita bisa manfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan kemampuan yang ada di bangsa dan negara kita,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam pembukaan kegiatan The 3rd OJK International Research Forum 2025 yang diselenggarakan di Yogyakarta, Senin (6/10).

Mahendra mengatakan, OJK terus berupaya memaksimalkan berbagai peluang besar yang muncul dari kemajuan teknologi, sekaligus memastikan kemampuan untuk mengantisipasi risikonya melalui pengaturan dan penerapan kode etik yang tepat dalam mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan.

“Kata kunci digital resilience menjadi sangat penting, menyeimbangkan antara peluang yang begitu luar biasa dengan kemungkinan-kemungkinan kita untuk tetap mampu memitigasi, mengendalikan, dan mengaturnya,” tambah Mahendra.

The 3rd OJK International Research Forum berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan berbagai pembicara yang merupakan peneliti dan ahli keuangan baik dari dalam maupun luar negeri.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara dalam sambutan pembukaan forum hari kedua menyampaikan bahwa perkembangan pesat kecerdasan buatan telah mengubah struktur pasar tenaga kerja global. Menurut World Economic Forum, permintaan terhadap profesi Big Data Specialist, FinTech Engineer, serta AI dan Machine Learning Specialist diproyeksikan meningkat lebih dari 80 persen dalam lima tahun ke depan.

“Perubahan ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja untuk beralih ke sektor digital, asalkan didukung strategi reskilling dan upskilling yang tepat. Dengan membangun ekosistem talenta yang adaptif, transisi menuju ekonomi digital dapat berlangsung adil dan melahirkan tenaga kerja yang relevan serta kompetitif,” kata Mirza.

Lebih lanjut, Mirza menyampaikan bahwa OJK tengah merumuskan kebijakan mengenai tata kelola kecerdasan buatan di sektor perbankan sebagai langkah antisipasi terhadap percepatan transformasi digital.

“Penerapan kecerdasan buatan juga telah dilakukan di internal OJK melalui pengembangan OSIDA (OJK SupTech Integrated Data Analytics), yakni platform analitik terpadu yang dikembangkan untuk memperkuat fungsi pengawasan berbasis data,” kata Mirza.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman hadir dalam penutupan dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam The 3rd OJK International Research Forum 2025 dengan baik.

“Kami memandang bahwa semua ini kita lakukan demi kebaikan negeri ini, bahwa riset adalah basis untuk membuat kebijakan, termasuk juga demikian di OJK. Dengan demikian kita yakin bahwa Indonesia Emas 2045 InsyaAllah kita dapat capai dengan baik,” ucap Agusman.

Acara dihadiri lebih dari 350 peserta luring dan lebih dari 2.000 peserta daring, serta menghadirkan narasumber akademisi, praktisi, dan regulator dari berbagai institusi dalam dan luar negeri.

Selain diskusi tematik tentang kecerdasan buatan dan stabilitas ekosistem keuangan, forum ini juga menampilkan presentasi 3 finalis Karya Tulis Ilmiah Karisma 2025, yang diikuti oleh hampir 300 karya ilmiah dari berbagai universitas dan lembaga riset di Indonesia. Karya delapan peserta terbaik akan dipublikasikan melalui jurnal yang dikelola oleh OJK, the International Journal of Financial Systems (IJFS).

Page 59 of 217

Instagram

Tentang Kami