super me
Jakarta, 23 September 2025. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, dilantik sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-officio Bank Indonesia. Pengucapan sumpah jabatan Juda dilakukan di hadapan Ketua Mahkamah Agung RI Sunarto di Gedung MA Jakarta, Selasa.
Juda ditetapkan menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-officio Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 72/P Tahun 2025 tentang Penggantian Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Ex-officio dari Bank Indonesia.
Pelantikan Juda melengkapi jajaran Anggota Dewan Komisioner OJK menjadi 11 orang yang terdiri dari sembilan ADK hasil Panitia Seleksi dan dua ADK Ex-officio Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan.
Hadir dalam pelantikan Juda sejumlah jajaran pejabat Kementerian Keuangan, Bank Indonesia serta Anggota Dewan Komisioner OJK beserta jajaran pejabat OJK lainnya.
Berikut Jajaran Anggota Dewan Komisioner OJK:
- Ketua: Mahendra Siregar
- Wakil Ketua: Mirza Adityaswara
- Anggota Dewan Komisioner/Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan: Dian Ediana Rae
- Anggota Dewan Komisioner/Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon: Inarno Djajadi
- Anggota Dewan Komisioner/Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun: Ogi Prastomiyono
- Anggota Dewan Komisioner/Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen: Friderica Widyasari Dewi
- Anggota Dewan Komisioner/Ketua Dewan Audit: Sophia Issabella Wattimena
- Anggota Dewan Komisioner/Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya: Agusman
- Anggota Dewan Komisioner/Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto: Hasan Fawzi
- Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-officio Bank Indonesia: Juda Agung
- Anggota Dewan Komisioner OJK Ex-officio Kementerian Keuangan: Thomas A.M. Djiwandono
Batamfm – Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menerima kunjungan silaturahmi Kepala Badan Karantina Kepri Bpk. Hasim, S.Pi., M.Pi., yang dilaksanakan di ruangan kerja Kapolda Kepri. Turut hadir dalam kegiatan Wakapolda Kepri Brigjen. Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., Pejabat Utama Polda Kepri, serta Pejabat Utama Badan Karantina Kepri. Selasa, (23/9/2025).
Dalam sambutannya, Kapolda Kepri Irjen. Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Kepala Badan Karantina Kepri beserta jajaran. Kapolda Kepri menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi antara Polda Kepri dengan stakeholder terkait, khususnya dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kepri. Beliau juga menyoroti sejumlah hal strategis, antara lain pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah bersama Bulog dengan dukungan distribusi beras sebanyak 1.058 ton, pentingnya pengawasan agar tidak terjadi kembali praktik pemalsuan dokumen maupun sertifikat, serta rencana pembukaan jalur transportasi Batam–Johor yang diharapkan dapat memperkuat kerja sama antarnegara di bidang ekonomi.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Kepri, Hasim, S.Pi., M.Pi., menyampaikan apresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan oleh Polda Kepri. Ia menegaskan bahwa setiap barang yang masuk wajib dilengkapi dengan sertifikat karantina sesuai dengan ketentuan. Untuk komoditas kehutanan, diperlukan izin dari Kementerian Kehutanan sebelum diberikan persetujuan ekspor. Lebih lanjut, ia menjelaskan pentingnya analisis risiko dan uji laboratorium terhadap barang yang masuk.
Dikesempatan yang sama, Wakapolda Kepri Brigjen. Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., juga menegaskan bahwa setiap aktivitas perlintasan barang, terutama hasil laut, tentu melibatkan peran Karantina. Potensi besar yang dimiliki perairan Kepri diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kegiatan silaturahmi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi, koordinasi, serta kerja sama strategis antara Polda Kepri dengan Badan Karantina Kepri. Dengan sinergi yang solid, diharapkan pengawasan, pelayanan, dan pengendalian distribusi pangan, hewan, serta tumbuhan dapat berjalan lebih optimal, sehingga masyarakat Kepulauan Riau dapat merasakan manfaat berupa keamanan, kenyamanan, dan kesejahteraan bersama.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Rempang Eco City, Tanjung Banun, Sabtu (20/9/2025) pagi.
Dalam kunjungannya, Li Claudia didampingi oleh Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad, beserta jajaran Pejabat Tingkat II dan III BP Batam.
Adapun tujuan kunjungan ini adalah untuk meninjau progres pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut, mencakup pembangunan rumah warga, fasilitas umum, serta dermaga.
Dimana beberapa pekerjaan, seperti pembangunan 200 rumah warga, pembangunan tahap 1 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMA), serta Dinding Penahan Tanah (DPT) untuk reservoir direncanakan akan selesai pada akhir tahun ini.
“Melalui kunjungan ini, BP Batam menunjukkan langkah nyata dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, dengan tetap menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian integral dari setiap kebijakan pengembangan,” ujar Li Claudia Chandra di sela kunjungannya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Li Claudia juga menyalurkan bantuan sosial berupa 250 kantong beras, masing-masing seberat 5 kilogram, kepada masyarakat sekitar.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung oleh pengembangan kawasan.
Menariknya, dalam suasana yang hangat dan akrab, Li Claudia turut menyempatkan diri untuk berbaur dengan masyarakat setempat serta melariskan dagangan para pelaku UMKM yang menggelar lapak di lokasi kegiatan dan membagikan beberapa hadiah.
Kehadirannya disambut antusias oleh warga, yang mengapresiasi perhatian dan keterlibatannya secara langsung di tengah-tengah mereka.
“Kami sangat mengapresiasi semangat gotong royong dan kekompakan warga Rempang. Harapan kami, semangat ini terus dijaga agar pembangunan bisa berjalan lancar dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sela-sela kunjungan, Li Claudia juga turut menyerahkan sumbangan atas nama pribadi untuk mendukung pembangunan mushala di area fasilitas umum (fasum).
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Ikatan Keluarga Besar Rempang Eco City, Samsudin Bujur.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak atas perhatian Wakil Kepala BP Batam, Bu Li Claudia Chandra beserta jajaran atas dukungannya dalam pembangunan fasum di Kawasan Rempang Eco City,” Ungkap Samsudin. (RUD)
Senin, 22 september 2025
Batamfm – Pemerintah Kota Batam melalui pernyataan Surya Makmur Nasution Anggota DPRD Kota Batam dalam program Hallo Batam, Senin ( 22 / 09 / 2025 ), menyampaikan komitmennya dalam menangani persoalan sampah di Kota Batam dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp171 miliar hingga tahun 2028.
Menurutnya, meskipun saat ini masih terdapat kendala dalam pengangkutan sampah seperti keterbatasan armada yang menyebabkan penjemputan ke rumah warga bisa memakan waktu beberapa hari, pemerintah terus melakukan perbaikan secara bertahap. Salah satunya adalah pengadaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) seperti yang telah diterapkan di kawasan Legenda, di mana warga dapat membuang sampah sementara sebelum diangkut oleh mobil sampah.
"Rencana ini akan diperluas ke setiap perumahan. Jadi, jika ada keterlambatan pengangkutan, sampah tetap dapat ditampung sementara di TPS," jelas Surya Makmur.
Ia juga menegaskan bahwa mulai tahun 2026 dan seterusnya, perbaikan infrastruktur pengelolaan sampah akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengadaan armada baru dan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Diharapkan, pada tahun 2027 permasalahan sampah sudah bisa ditangani secara tuntas.
"Dana Rp171 miliar ini akan difokuskan untuk pengadaan peralatan dan fasilitas pendukung, termasuk pembangunan tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang akan dilengkapi dengan insinerator serta peralatan lainnya yang dibutuhkan. Kami berharap semua pihak yang bertanggung jawab bisa bekerja sesuai dengan ekspektasi agar tidak menimbulkan persoalan baru," tambahnya.
Surya Makmur juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia meminta masyarakat untuk tidak ragu dan khawatir mengenai pengelolaan sampah ke depannya.
"Pak Camat juga sangat responsif. Ada feedback dan tindak lanjut dari pengaduan masyarakat . Ini penting agar persoalan sampah tidak berlarut-larut," katanya.
Di akhir pernyataannya, ia berharap penanganan sampah di Batam bisa selesai secara menyeluruh pada tahun 2028 dan Kota Batam menjadi kota yang bersih dan tertata baik. ( * )
Senin, 22 september 2025
Batamfm – Salah satu warga Perumahan Legenda Malaka, mengeluhkan aliran air bersih yang sangat kecil, kondisi ini mengganggu aktivitas rumah tangga, terutama pada pagi hari.
Salah satu perwakilan warga atas nama Rio menyampaikan di program Hallo Batam, Senin ( 22 / 09 / 2025 ) "Aliran air sangat kecil, bahkan tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga. Kami mohon agar pihak terkait segera melakukan pengecekan dan perbaikan, serta memastikan tekanan air kembali normal, khususnya di waktu pagi saat kebutuhan meningkat."
Menanggapi keluhan ini, pihak SPAM Batam melalui Ginda Rasyid memberikan klarifikasi via Whatsapp di program yang sama. Ia menjelaskan bahwa gangguan aliran air tersebut disebabkan oleh adanya kebocoran pada jaringan pipa di jalur Blok G Legenda Malaka.
"Diketahui salah satu rumah warga atas nama Mama Ajeng mengalami kebocoran pipa, yang berdampak pada distribusi air ke rumah-rumah di sekitarnya. Tim teknis kami telah menerima laporan dan segera menindaklanjuti dengan pengecekan serta perbaikan di lapangan," jelas Ginda.
Ia juga memastikan bahwa pihak SPAM Batam akan segera menyelesaikan permasalahan ini agar distribusi air kembali lancar dan tidak mengganggu aktivitas warga. ( * )
Batam, 22 September 2025 – Grand Mercure Batam Centre dengan bangga mempersembahkan Celeste Tapas Bar sebagai destinasi baru untuk menikmati sore yang santai dengan suasana elegan. Berlokasi di lantai tiga, Celeste Tapas Bar menghadirkan konsep hangout yang modern dan stylish, cocok untuk bersantai bersama sahabat, rekan kerja, maupun keluarga. Dengan pemandangan kota Batam yang menawan, pengunjung dapat merasakan atmosfer unik yang memadukan kenyamanan dan kemewahan. Setiap detail dirancang untuk memberikan pengalaman bersantap yang hangat, santai, sekaligus berkesan.
Celeste Tapas Bar buka dari jam 16.00 - 00.00 menghadirkan berbagai pilihan menu tapas autentik yang menggugah selera dengan sentuhan modern. Menu yang disajikan mulai dari Rp58.000++ memberikan pengalaman kuliner berkualitas dengan harga yang terjangkau. Hidangan populer seperti Gambas Al Jillo, yakni udang yang dipanggang dengan bawang putih, cabai, minyak zaitun, dan percikan air jeruk nipis, memberikan cita rasa segar dan kaya rempah. Sementara itu, Calamares Fritos, cumi goreng panir dengan balutan rempah, disajikan bersama acar cabai hijau dan saus mayones beraroma bawang putih, menjadi favorit bagi para pecinta seafood. Selain itu, berbagai pilihan minuman spesial melengkapi sajian tapas untuk menciptakan momen sore yang sempurna.
“Dengan dibukanya Celeste Tapas Bar, kami ingin memberikan pengalaman baru bagi tamu untuk menikmati sore hari dengan suasana santai namun tetap elegan. Sajian tapas kami dirancang untuk menghadirkan cita rasa autentik dengan sentuhan modern yang cocok bagi semua kalangan. Kami percaya bahwa tempat ini akan menjadi pilihan favorit bagi masyarakat Batam maupun wisatawan. Harga yang terjangkau namun dengan kualitas premium menjadi keunggulan utama kami. Kami sangat antusias untuk menyambut para tamu di Celeste Tapas Bar,” ujar Samian Rais, General Manager Grand Mercure Batam Centre.
Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Grand Mercure Batam Centre Jl. Raja H. Fisabilillah, Teluk Tering, Batam Kota. WhatsApp Restoran: + 62 878-5901-5260, Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it., Website: all.accor.com/B549
Batam – Puncak City Gas Tour 2025 di Batam, Minggu (21/9/2025) sukses digelar yang lokasinya diparkiran Downtown Harbourbay.PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus memperkuat komitmen dalam memperluas pemanfaatan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau (Kepri).
General Manager SOR 1 PGN, Andi Sangga, menyampaikan bahwa kegiatan tahunan ini merupakan agenda strategis perusahaan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, sekaligus mendorong akselerasi pemanfaatan energi bersih dan efisien.
City Gas Tour 2025 dimulai dari Jakarta sebagai starting point, kemudian berlanjut ke Medan, Dumai, Pekanbaru, dan ditutup di Batam sebagai kota puncak penyelenggaraan.
“Alhamdulillah acara ini sangat luar biasa. Tahun ini City Gas Tour dipusatkan di Region 1 yang meliputi seluruh Sumatera dan Kepri. Khusus untuk Batam, kita siapkan pembangunan jaringan gas rumah tangga sebanyak 4.000 sambungan pada 2025, dan insyaAllah tahun depan targetnya bisa mencapai 10.000 sambungan,” ujar Andi Sangga.
Dalam kurun waktu 3 hingga 5 tahun ke depan, PGN menargetkan Batam menjadi Kota Gas, di mana seluruh wilayah dapat terjangkau oleh jaringan gas rumah tangga.
Acara City Gas Tour 2025 semakin meriah saat food truck berbahan bakar CNG (Compressed Natural Gas) memasuki area acara ,mobil yang dikemudikan Wendi Purnomo, Sales Area Head PGN Batam didampingi Andi Sangga,General Manager SOR 1 PGN menarik perhatian masyarakat yang hadir.
Food truck ini sebelumnya telah berkeliling dari Jakarta ke beberapa kota di Sumatera sebelum akhirnya tiba di Batam. Kehadirannya bukan hanya memanjakan pengunjung dengan sajian kuliner, tetapi juga menjadi contoh nyata pemanfaatan gas bumi di sektor usaha kecil dan menengah (UMKM).
“Food truck ini menjadi contoh nyata bahwa gas bumi tidak hanya digunakan melalui jaringan pipa, tetapi juga bisa dimanfaatkan secara langsung untuk mendukung usaha kuliner dan UMKM. Jadi masyarakat bisa melihat sendiri bagaimana gas bumi menjadi energi yang efisien dan aman,” ujar Wendi Purnomo, Sales Area Head PGN Batam.
Selain menampilkan inovasi food truck, PGN juga memperkenalkan berbagai pemanfaatan gas bumi untuk sektor industri, UMKM, hingga rumah tangga. Tujuannya memperluas wawasan masyarakat bahwa gas bumi bukan hanya untuk industri besar atau sektor kelistrikan, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh usaha kecil dan rumah tangga.
Menurut Wendi, hampir semua industri di Batam telah menggunakan gas bumi sebagai sumber energi. Namun, pemanfaatan untuk UMKM masih bersifat promosi. Kehadiran food truck ini diharapkan menjadi inspirasi agar lebih banyak pelaku usaha kecil memanfaatkan gas bumi di masa mendatang.
“Harapannya, PGN bisa memberikan dukungan kepada UMKM agar mereka memiliki pilihan energi yang lebih ramah lingkungan dan efisien,” katanya.
Batam, 19 September 2025 – Jajaran Direksi PLN Batam meninjau langsung operasional Command Centre K3 (CCK3), sebuah inovasi digital yang dirancang untuk memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan perusahaan dan mitra kerja.
Kunjungan ini dihadiri oleh Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT PLN Batam, Raditiya Surya Danu, serta Direktur Human Capital dan Manajemen Risiko PT PLN Batam, M. Romy Andri.
Command Centre K3 lahir sebagai jawaban atas berbagai tantangan di lapangan, mulai dari keterbatasan jumlah inspektur, luasnya cakupan wilayah kerja PLN Batam, hingga tingginya volume pekerjaan yang membutuhkan pengawasan intensif.
Dengan memanfaatkan teknologi digital, CCK3 menghadirkan sistem pengawasan real-time menggunakan Body Worn Camera (BWC) dan dashboard terintegrasi. Setiap mitra kerja diwajibkan melaporkan rencana pekerjaan, jumlah personel, serta kesiapan APD setiap hari. Seluruh aktivitas pekerjaan pun dapat dipantau langsung melalui BWC yang selalu aktif selama pekerjaan berlangsung.
Melalui sistem ini, petugas CCK3 dapat segera memberikan instruksi dan rekomendasi yang wajib ditindaklanjuti mitra kerja, sehingga pengawasan berlangsung lebih cepat, terukur, dan berbasis bukti.
Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT PLN Batam, Raditiya Surya Danu, menegaskan bahwa digitalisasi pengawasan K3 adalah bagian penting dari strategi perusahaan untuk menjaga keselamatan kerja.
“Keselamatan kerja adalah prioritas utama PLN Batam. Melalui Command Centre K3, kami memastikan setiap aktivitas operasional berjalan sesuai standar K3 yang ketat, bisa dipantau secara real-time, dan berbasis bukti nyata,” ujar Danu.
Ia menambahkan, keberadaan CCK3 menjadi wujud nyata komitmen PLN Batam untuk mencapai zero accident sekaligus menempatkan keselamatan kerja sebagai pondasi utama operasional perusahaan.
Senada dengan itu, Direktur Human Capital dan Manajemen Risiko PT PLN Batam, M. Romy Andri, menekankan pentingnya menjaga substansi di balik pemanfaatan teknologi.
“Command Centre K3 jangan hanya dilihat sebagai pencapaian teknologi baru. Yang lebih penting adalah bagaimana kita benar-benar menggunakan sistem ini untuk menutup celah risiko di lapangan. Standar sudah kita siapkan, tugas kita memastikan setiap detailnya berjalan dengan disiplin,” tegas Romy.
Menurutnya, keberhasilan CCK3 bukan sekadar pada tampilan dashboard yang canggih, melainkan pada kemampuannya menghadirkan pengawasan yang konsisten, berkelanjutan, dan mampu mencegah kecelakaan kerja sejak dini.
Dari sisi teknis, Team Leader K3 Distribusi dan Pelayanan (Disyan) PT PLN Batam, Sopandi, menjelaskan bahwa CCK3 membawa nilai tambah nyata dalam pengendalian risiko dan efisiensi pengawasan.
“Dengan Command Centre K3, pengawasan lebih terstruktur. Data dari BWC dan dashboard membantu kami mendeteksi potensi bahaya lebih cepat, sehingga tindakan pencegahan bisa segera diambil,” jelas Sopandi.
Ia juga menekankan peran CCK3 sebagai sarana edukasi bagi mitra kerja.
“Kami ingin memastikan setiap mitra kerja tidak hanya memahami, tapi juga disiplin menerapkan prosedur K3. CCK3 menjadi ruang belajar bersama agar standar keselamatan terus meningkat,” tambahnya.
Kunjungan jajaran direksi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara PLN Batam dan seluruh mitra kerja dalam membangun budaya K3 yang disiplin, modern, dan berkelanjutan.
PLN Batam berkomitmen menjadikan Command Centre K3 sebagai role model digitalisasi pengawasan keselamatan kerja di sektor ketenagalistrikan, sekaligus memastikan setiap insan PLN Batam bekerja dengan aman, sehat, dan produktif.
SUMBAGUT - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Kepulauan Riau menggelar Energy Meet Up di Batam Provinsi Kepulauan Riau sebagai wadah literasi, dialog, dan peningkatan kapasitas bagi media.
acara ini terselenggaran kolaborasi SKK Migas Sumbagut dengan sejumlah KKKS yang beroperasi di wilayah Kepulauan Riau, termasuk Medco E&P Natuna Ltd., Harbour Energy Indonesia, Star Energy (Kakap) Ltd., KUFPEC Indonesia (Anambas) B.V., dan West Natuna Exploration Ltd, Prima Energy Northwest Natuna, serta Pertamina East Natuna.
Kegiatan ini penting karena industri hulu migas berperan besar dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus menyumbang penerimaan negara. Dalam konteks itulah, jurnalis memegang peran strategis tidak hanya menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang, tetapi juga membantu menerjemahkan kompleksitas proses kerja serta istilah teknis migas menjadi bahasa yang mudah dipahami masyarakat.
Hadir Bapak Yanin Kholison, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Bapak Kemal Abduhrahman Massi, Manajer Field Relation KKKS Medco E&P Natuna & Bapak Andri Kristianto, Community Investmen Manager Harbour Energy.
Mengusung tema "Multiplier Effect Hulu Migas", kegiatan ini memaparkan peran industri migas tak hanya sebagai penyumbang penerimaan negara, tetapi juga memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang sangat luas bagi pembangunan ekonomi nasional maupun daerah.
Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Yanin Kholison, menjelaskan bahwa multiplier effect tersebut hadir dalam berbagai bentuk yang langsung dirasakan masyarakat.
"Industri hulu migas bukan hanya soal energi. Lebih dari itu, migas menggerakkan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, memberdayakan masyarakat, dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah serta pelaku usaha lokal," ungkapnya.
Secara nasional, kontribusi sektor ini cukup signifikan. Pada 2023, hulu migas menyumbang lebih dari Rp114 triliun bagi penerimaan negara. Selain itu, ribuan tenaga kerja lokal terserap, UMKM tumbuh di sekitar wilayah operasi, dan pasokan gas bumi menopang kebutuhan listrik PLN di berbagai daerah.
Di wilayah kerja SKK Migas Sumbagut yang meliputi Aceh, Riau, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Kepulauan Riau, manfaatnya bahkan lebih terasa.
Pada 2024, lifting minyak dari wilayah operasi Sumbagut mencapai 183.000 barel per hari, atau sekitar 31,7 persen dari produksi nasional, dengan target naik menjadi 193.000 barel per hari pada 2025. Dari wilayah ini pula, Blok Rokan di Riau tercatat sebagai salah satu penopang utama produksi nasional dengan penerimaan sebesar USD 5,97 miliar pada 2023, atau 67 persen dari total penerimaan KKKS di Sumbagut.
Dampak ekonomi juga tercermin dari Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang disalurkan ke berbagai kabupaten/kota penghasil migas di Riau, Aceh, dan Sumatra Utara. Dana tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, memperkuat layanan publik, serta mendukung sektor pendidikan.
Multiplier effect semakin nyata dengan hadirnya program Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Program ini meliputi beasiswa pendidikan, pelatihan kerja, serta dukungan bagi UMKM lokal. Dengan demikian, keberadaan industri hulu migas bukan hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan di daerah.
"Harapan kami, manfaat dari multiplier effect migas ini bisa semakin dirasakan oleh masyarakat luas. Migas adalah milik bangsa, dan hasilnya harus memberi kesejahteraan sebesar-besarnya bagi rakyat," tutup Yanin Kholison**
Batam, Kepulauan Riau (Jumat, 19/9/2025) — Joko Santoso resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia (PP IPI) periode 2025–2028 melalui aklamasi pada Sidang Pleno Kongres XVI IPI yang berlangsung di Batam, Kamis (18/9/2025). Ia menggantikan T. Syamsul Bahri yang telah menuntaskan kepemimpinan dua periode.
Proses pemilihan berlangsung dinamis. Sidang pleno yang dipimpin presidium menetapkan dua nama bakal calon dari hasil penjaringan 34 pengurus daerah, yakni Joko Santoso dan Adin Bondar. Namun, Adin menolak dicalonkan sehingga forum secara aklamasi menetapkan Joko Santoso sebagai ketua umum. Usai penetapan, prosesi penyerahan Pataka IPI dilakukan sebagai simbol peralihan kepemimpinan.
“IPI dan pustakawan di seluruh Indonesia dapat menjadi mitra strategis bagi Perpustakaan Nasional dalam melaksanakan program prioritasnya,” kata Joko Santoso dalam pidato perdananya. Ia menegaskan, pustakawan adalah garda terdepan pelayanan informasi dan pengetahuan, sehingga diperlukan sosok yang kompeten, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, untuk meningkatkan kinerja perpustakaan.
Joko juga berkomitmen memperjuangkan advokasi sertifikasi profesi, penguatan regulasi, pendataan pustakawan, serta pembangunan ruang virtual sebagai sarana koordinasi antarwilayah. “Saya mengajak pustakawan generasi muda untuk bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan perpustakaan dan dunia kepustakawanan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum IPI periode 2017–2025, T. Syamsul Bahri, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan anggota organisasi. “Dua periode memimpin IPI adalah amanah yang penuh tantangan sekaligus kehormatan. Saya percaya di bawah kepemimpinan baru, IPI akan semakin maju dan relevan dengan perkembangan zaman,” katanya.
Ketua Panitia Kongres XVI IPI sekaligus Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Riau, Herry Andrianto, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan acara. “Secara umum, kongres dan seminar ilmiah ini telah terlaksana baik sesuai jadwal dan perencanaan. Tema tentang peluang dan tantangan pustakawan di era kecerdasan buatan memberi pandangan baru sekaligus strategi menghadapi perubahan,” ujarnya.
Herry juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama penyelenggaraan. Ia menutup dengan optimisme: “Semoga kepemimpinan baru IPI membawa organisasi ini bergerak dinamis mencapai tujuan dan cita-cita bersama.”
