Jakarta, Oppo resmi memperkenalkan antarmuka dan sistem operasi mobile generasi terbarunya, ColorOS 17, pada Selasa (13/10). Penerus ColorOS 16 ini diklaim menghadirkan performa yang lebih mulus serta kemampuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang makin cerdas dan terintegrasi di seluruh sistem.
ColorOS 17 dipastikan bakal hadir pertama kali di lini flagship Oppo Find X10 Series, sebelum nantinya digulirkan secara bertahap ke jajaran perangkat Oppo lainnya.
Tampilan Antarmuka dan Performa Lebih Mulus
Oppo mengusung bahasa desain baru bernama Living Flow Design yang menawarkan animasi, transisi antar-aplikasi, dan respon sentuhan yang lebih lancar serta visual transparan. Beberapa teknologi unggulan di dalamnya meliputi:
-
Unified Rendering Architecture: Mampu mengurangi beban rendering hingga 30% dan penggunaan RAM hingga 25% dibanding generasi terdahulu.
-
Laminar Flow Engine: Meningkatkan stabilitas membuka aplikasi hingga 55% dan mempercepat proses memuat thumbnail foto di galeri hingga 50%.
-
Konsistensi Performa: Dalam pengujian internal, ColorOS 17 tetap mampu mempertahankan lebih dari 90% tingkat kelancaran awal, meskipun memori internal sudah terisi hingga 90%.
Deretan Fitur AI Baru
ColorOS 17 membawa sederet fitur AI pintar untuk mempermudah aktivitas harian penggunanya:
-
Agent Mode (pada AI Mind Pilot): Memungkinkan AI menjalankan perintah kompleks secara otomatis, seperti mencari dan merapikan file yang berantakan, menemukan foto perjalanan tertentu di galeri, hingga membuat itinerary liburan.
-
AI Photo Agent: Membantu pengeditan foto secara intuitif lewat deskripsi bahasa sehari-hari atau rekomendasi otomatis terkait penyesuaian warna dan tone visual.
-
AI Mind Space & Memory Collection: Menyimpan dan mengorganisasi informasi dari dokumen atau video, serta mengelompokkan memori penting menjadi rangkuman yang rapi.
-
AI Mind Suggest: Memberikan layanan kontekstual, seperti saran musik saat earphone terhubung, pengingat perjalanan, dan rangkuman informasi harian.
Keamanan Siber dan Perlindungan Privasi
-
AI Call Guard: Fitur keamanan untuk mendeteksi potensi penipuan berbasis AI secara real-time, seperti manipulasi suara (AI Voice) atau manipulasi wajah (AI Swap).
-
Private Computing Cloud (CPC): Melindungi proses pemrosesan data berbasis cloud dengan enkripsi end-to-end.
-
Transparency Report: Memberikan laporan transparan kepada pengguna terkait riwayat kapan dan bagaimana data diproses oleh fitur AI.
Jadwal Peluncuran dan Pembaruan Perangkat
Pembaruan ColorOS 17 digulirkan secara bertahap mulai 29 Oktober hingga kuartal pertama tahun berikutnya:
-
29–30 Oktober: Lini unggulan seperti Oppo Find N6, Find X9 Series, Find N5, Find X8 Series, dan Reno 16 Series.
-
November: Oppo Find N3 Series, Reno 15 Series, Reno 14 Series, seri K, dan seri F.
-
Desember: Reno 13 Series, jajaran tablet Oppo Pad 5, serta seri K lainnya.
-
Kuartal I: Oppo Find N2 Flip, Reno 12 Series, Oppo Pad SE, dan beberapa model perangkat lainnya.
Sumber: CNN Indonesia
Pemain bola voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, dilaporkan belum berada dalam kondisi fisik 100 persen fit saat menjalani laga debutnya bersama Hyundai Hillstate. Laga yang berlangsung dalam ajang KOVO Cup 2026 menghadapi Hi Pass pada Rabu (14/10) di Jinnam Gymnasium tersebut berakhir dengan kekalahan Hillstate 0-3 (17-25, 16-25, 18-25).
Meski kondisi fisiknya belum prima, Megawati yang mengisi posisi opposite hitter tetap mencatatkan 17 poin dengan tingkat keberhasilan serangan sebesar 35 persen. Angka ini diakui belum maksimal jika dibandingkan dengan rekor persentase sukses serangannya yang mencapai 46,01 persen saat membela Red Sparks selama dua musim sebelumnya.
Pelatih Hillstate, Kang Sung Hyung, menjelaskan bahwa Megawati masih dalam masa pemulihan dan baru sekitar dua minggu menjalani latihan serius bersama tim. Kondisi ini disebabkan karena atlet berjuluk "Megatron" tersebut baru sekitar tiga minggu lalu menjalani operasi usus buntu.
Kang Sung Hyung mengaku sempat mempertimbangkan untuk tidak menurunkan Megawati sebagai starter. Namun, mengingat bergulirnya Liga Voli Korea musim reguler yang semakin dekat pada 31 Oktober, ia memutuskan untuk tetap memainkan Megawati sejak awal demi memaksimalkan waktu pemantapan chemistry serta kekompakan tim di lapangan.
Sumber: CNN Indonesia
JAKARTA — Duo pop legendaris asal Norwegia, M2M, dipastikan bakal kembali menggelar konser di Indonesia pada 10 April 2027 mendatang. Konser yang diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta ini merupakan bagian dari rangkaian tur terbaru mereka yang bertajuk M2M two. 2027.
Kabar gembira tersebut disampaikan langsung oleh Marit Larsen dan Marion Raven melalui unggahan di akun Instagram resmi mereka, @marit2marion, pada Kamis (15/10). Dalam pengumuman tersebut, keduanya membagikan momen kebersamaan sekaligus mengungkapkan alasan emosional di balik keputusan mereka untuk melanjutkan perjalanan bermusik. Rencana yang awalnya hanya digagas sebagai penutup karir yang manis (The Better Ending Tour) justru memicu semangat baru bagi M2M untuk terus mengeksplorasi musik mereka bersama.
"Kami berdua tahu, saat duduk di lantai belakang panggung setelah pertunjukan terakhir kami, bahwa kami harus terus melangkah," tulis M2M. "Apa yang awalnya diimpikan hanya sebagai akhir yang lebih baik, pada akhirnya memicu hal baru yang sangat ingin kami jelajahi," lanjut mereka.
Rangkaian tur M2M two. 2027 di kawasan Asia akan dimulai di Singapura pada 27 Maret 2027, kemudian berlanjut ke Manila (2 April) dan Hong Kong (6 April), sebelum akhirnya tiba di Jakarta pada 10 April 2027. Setelah menyelesaikan pertunjukan di Asia, pelantun hits "The Day You Went Away" dan "Don't Say You Love Me" ini juga dijadwalkan menyambangi Mexico City pada 15 Oktober 2027, dengan potensi penambahan jadwal di kota-kota lainnya.
Hingga saat ini, pihak penyelenggara maupun M2M belum merilis informasi resmi terkait harga dan tanggal penjualan tiket konser di Jakarta. Kedatangan M2M pada 2027 mendatang akan menjadi momen reuni kesekian kalinya bagi duo yang populer di era awal 2000-an tersebut dengan para penggemar setianya di Indonesia.
Sumber: CNN Indonesia
Jakarta, Polres Metro Jakarta Barat membekuk residivis spesialis pencurian rumah kosong yang telah tiga kali beraksi di kawasan Cengkareng dan Palmerah.
Pria berinisial RW itu ditangkap tim Jatanras di tempat persembunyiannya di kawasan Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, setelah sekitar dua pekan buron.
"Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga telah tiga kali melakukan aksi pencurian di wilayah Cengkareng dan Palmerah, Jakarta Barat," kata Kanit Kriminal Umum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKP Ardian Yunnan Saputra saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Yunnan mengatakan, pria tersebut merupakan residivis yang baru keluar dari penjara setelah menjalani hukuman dalam kasus serupa.
Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan modus berkeliling secara acak untuk mencari rumah kontrakan maupun kamar kos yang sedang kosong karena ditinggal penghuninya bekerja.
"Pelaku ini membawa sejumlah kunci duplikat yang diduga digunakan untuk memudahkan aksinya," kata Yunnan.
Dalam aksinya terakhirnya di wilayah Duri Kosambi, Cengkareng, aksi pelaku sempat terekam kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian.
"Dalam rekaman CCTV, pelaku terlihat leluasa memasuki rumah kontrakan dan kamar kos milik korban, tanpa menimbulkan kecurigaan dari orang-orang yang berpapasan dengannya," kata Yunnan.
Pihaknya pun melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku.
Sejumlah barang milik korban yang diduga dicuri pelaku, di antaranya laptop, ponsel, serta BPKB kendaraan, telah dijual.
"Uang hasil penjualan barang-barang tersebut digunakan pelaku untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," ujarnya.
Kini, pelaku diamankan di Polres Metro Jakarta Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan dengan Pasal 477 KUHAP Baru dengan ancaman pidana penjara hingga tujuh tahun.
Sumber: Kantor Berita Antara
Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 15 hingga 18 Oktober 2026.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan kondisi tersebut dipicu oleh pergerakan pola angin di wilayah utara dan selatan ekuator Indonesia.
"Pola angin di utara ekuator Indonesia umumnya bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan enam sampai 20 knot, sedangkan di selatan ekuator bertiup dari timur hingga tenggara dengan kecepatan delapan hingga 25 knot," kata dia.
Dia menjelaskan kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, serta Laut Arafuru.
Dinamika angin tersebut dilaporkan memicu peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di berbagai kawasan perairan, antara lain Selat Malaka bagian utara, sebagian besar perairan Samudra Hindia barat dan selatan, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, sebagian Selat Makassar, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara, hingga wilayah Laut Arafuru.
Sementara itu, kata dia gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter berpeluang menerjang wilayah Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, hingga Bali.
Mengingat potensi gelombang tinggi tersebut berdampak langsung terhadap keselamatan pelayaran, BMKG mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Risiko pelayaran perlu diwaspadai terutama bagi perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter), hingga kapal feri (kecepatan angin dari 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter).
"Warga yang tinggal dan beraktivitas di kawasan pesisir sekitar area yang berpeluang terdampak juga diminta untuk senantiasa waspada terhadap dinamika cuaca maritim tersebut," kata Agie.
Sumber: Kantor Berita Antara
OJK Gelar Digital Financial Literacy (DFL) 2026 di Universitas Airlangga Surabaya, 13 Oktober 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong generasi muda untuk memahami peluang dan risiko tokenisasi aset nyata atau Real World Assets (RWA) seiring dengan perkembangan inovasi keuangan digital di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya legalitas, keamanan, dan pelindungan konsumen dalam memanfaatkan produk dan layanan keuangan digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Digital Financial Literacy (DFL) 2026 bertema “Dari Aset Nyata ke Aset Digital, Kenalan dengan Tokenisasi dan Peluang di Indonesia” yang menghadirkan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso sebagai pembicara dalam kuliah umum di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, Senin (12/10). Dalam kesempatan tersebut, Adi menekankan bahwa kesiapan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi keuangan perlu ditopang oleh peningkatan kapasitas regulator, pelaku industri, dan masyarakat. Penguasaan teknologi perlu berjalan seiring dengan kemampuan mengelola risiko agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara lebih luas.
“Perkembangan inovasi keuangan digital berlangsung sangat cepat, sehingga kita harus terus meningkatkan kapasitas agar tidak tertinggal. Kerangka regulasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, disertai peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik di industri maupun regulator. Hal ini penting agar kita tetap relevan dan mampu memanfaatkan peluang inovasi digital untuk mendukung pengembangan sektor keuangan,” ujar Adi. Menurut Adi, kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), Big Data, komputasi awan (Cloud Computing), dan teknologi buku besar terdistribusi (Distributed Ledger Technology /DLT) membuka berbagai peluang pengembangan produk dan layanan keuangan. Namun, perkembangan tersebut perlu berjalan seiring dengan penguatan kerangka regulasi, tata kelola, keamanan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Adi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, industri, pemerintah, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem inovasi keuangan digital yang adaptif, kredibel, dan berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong, pengetahuan akademik dan pengalaman industri dapat memperkuat pengembangan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia.
Tokenisasi Aset Nyata untuk Mendukung Perekonomian Indonesia Salah satu inovasi keuangan digital yang menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan DFL 2026 adalah tokenisasi RWA, yaitu proses representasi digital atas aset nyata atau hak ekonomi yang berkaitan dengan aset tersebut melalui pemanfaatan teknologi digital, termasuk DLT. Tokenisasi RWA berpotensi meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas akses terhadap instrumen keuangan, serta mendukung pengembangan alternatif pembiayaan dan pendalaman pasar keuangan. Dalam konteks Indonesia, potensi tersebut membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi lebih luas dalam kegiatan ekonomi, dengan tetap memperhatikan karakteristik dan risiko setiap produk. Adi menyampaikan bahwa peluang pengembangan inovasi keuangan digital di Indonesia tercermin dalam berbagai model yang telah mengikuti mekanisme Sandbox OJK. “Indonesia memiliki peluang yang sangat besar dalam pengembangan inovasi keuangan digital. Saat ini, sejumlah inovasi telah melalui mekanisme Sandbox OJK, antara lain tokenisasi emas, tokenisasi surat utang negara, dan tokenisasi manfaat properti.
Perkembangan ini menunjukkan besarnya peluang yang dapat kita manfaatkan melalui kolaborasi untuk mendukung pengembangan sektor keuangan dan perekonomian Indonesia,” kata Adi. Agar potensi tersebut dapat berkembang secara bertanggung jawab, pengembangan tokenisasi memerlukan kepastian hukum, tata kelola yang baik, keamanan teknologi, serta kejelasan hak dan kewajiban para pihak. Kepercayaan masyarakat perlu dibangun melalui transparansi dan pelindungan konsumen yang memadai. Melalui Sandbox, OJK memfasilitasi pengujian dan pengembangan inovasi teknologi sektor keuangan dengan tetap memperhatikan aspek regulasi, pengelolaan risiko, dan pelindungan konsumen. Pengujian ini membantu menilai kesiapan inovasi sebelum manfaatnya dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Penguatan Literasi dan Pelindungan Generasi Muda Sejalan dengan peluang tersebut, Adi mengingatkan mahasiswa untuk berhati-hati dalam berinvestasi pada aset keuangan digital. Pemahaman atas legalitas penyelenggara, karakteristik produk, dan risiko investasi menjadi bekal penting sebelum mengambil keputusan.
Selain memahami peluang inovasi, Adi mengingatkan mahasiswa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko investasi aset keuangan digital, termasuk dengan memastikan legalitas penyelenggara dan memahami karakteristik produk sebelum mengambil keputusan investasi. “Dalam berinvestasi, kita harus memperhatikan dua aspek utama, yaitu legal dan logis. Pastikan produk dan penyelenggaranya memiliki legalitas yang jelas serta jangan mudah tergiur dengan penawaran keuntungan yang tidak masuk akal. Lakukan riset secara mandiri, pahami risikonya, dan jangan mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti orang lain atau takut tertinggal tren (FOMO),” tegas Adi. Menurut Adi, meningkatnya pemanfaatan teknologi digital oleh masyarakat perlu diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai. Pengetahuan tersebut membantu generasi muda menimbang informasi, memahami risiko, dan mengambil keputusan keuangan secara bijak serta bertanggung jawab. Adi juga mengajak mahasiswa membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia muda. Menabung dan berinvestasi sesuai kebutuhan, kemampuan, serta profil risiko menjadi langkah untuk mempersiapkan kesejahteraan finansial jangka panjang. Kebiasaan ini dapat membantu generasi muda Indonesia merencanakan masa depan dengan lebih baik.
Kolaborasi untuk Memperluas Manfaat Keuangan Digital Kegiatan DFL 2026 turut menghadirkan diskusi panel bersama narasumber dari OJK, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Komunikasi dan Digital, Indonesia Fintech Society (IFSoc), Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), serta perwakilan pelaku industri. Diskusi membahas perkembangan tokenisasi RWA, pemanfaatan teknologi blockchain, peluang pengembangannya di Indonesia, serta tantangan dalam membangun ekosistem inovasi keuangan digital yang terpercaya. Para narasumber juga membahas pentingnya kepastian hukum atas aset yang mendasari token, transparansi informasi, keamanan teknologi, tata kelola, dan kejelasan hak ekonomi pemegang token. Aspek tersebut menjadi dasar agar pengembangan tokenisasi dapat memberikan manfaat dengan tetap menjaga kepercayaan masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UNAIR Ardianto menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membekali generasi muda dengan pemahaman mengenai perkembangan teknologi dan inovasi keuangan digital.
“Perguruan tinggi tidak sekadar berperan sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga benteng dalam membangun kesadaran kritis mahasiswa,” kata Ardianto. Menurut Ardianto, transformasi sektor keuangan global menuntut perguruan tinggi terus mengikuti perkembangan teknologi sekaligus membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis. Dengan bekal tersebut, mahasiswa dapat menilai peluang dan tantangan inovasi secara lebih cermat. Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Asep Hikayat menyampaikan bahwa Surabaya memiliki potensi besar untuk mendukung literasi dan inklusi keuangan digital. Perannya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan inovasi di Indonesia menjadi modal bagi pengembangan ekosistem tersebut. Menurut Asep, ekosistem digital yang terus berkembang dan generasi muda yang adaptif terhadap teknologi dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap inovasi sektor jasa keuangan.
DFL 2026 berlangsung secara hibrida yang diikuti oleh sekitar 700 peserta yang hadir secara daring dan luring, terdiri atas sivitas akademika UNAIR serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya. Melalui kegiatan ini, OJK mendorong mahasiswa menggali peluang riset, kewirausahaan, pengembangan solusi teknologi, serta karier di industri keuangan digital, termasuk blockchain dan tokenisasi RWA. Pengetahuan yang diperoleh di kampus diharapkan menjadi bekal untuk melahirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. OJK akan terus memperkuat literasi keuangan digital bersama perguruan tinggi, asosiasi industri, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi yang berakar pada semangat gotong royong ini diarahkan untuk memperluas manfaat inovasi, menjaga pelindungan konsumen, dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Dengan pengetahuan yang memadai, generasi muda dapat mengambil bagian dalam membangun ekosistem keuangan digital Indonesia yang inklusif dan bertanggung jawab.
JAKARTA — Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa karya yang secara keseluruhan atau 100 persen dihasilkan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tanpa adanya keterlibatan kreatif manusia tidak dapat menerima perlindungan hak cipta. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Hukum (Menkum) RI, Supratman Andi Agtas, dalam keterangannya di Bali.
Supratman menjelaskan bahwa ketentuan mengenai syarat keterlibatan manusia dalam perlindungan hak cipta ini akan dimuat dalam rancangan Undang-Undang Hak Cipta yang tengah disiapkan oleh pemerintah. Menurutnya, teknologi AI pada dasarnya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai alat bantu (tool) dalam berkarya. Namun, jika proses kreatif sepenuhnya diserahkan kepada sistem AI tanpa ada sentuhan dari manusia, pemerintah tidak memiliki dasar untuk memberikan perlindungan hukum.
Pemerintah berkomitmen agar perkembangan teknologi AI di tanah air dapat terus berjalan beriringan dengan jaminan perlindungan terhadap kreativitas manusia. Oleh karena itu, revisi UU Hak Cipta mendatang juga direncanakan akan mengatur batas atau "bobot" penggunaan AI dalam sebuah karya untuk menentukan sejauh mana unsur karya tersebut masih bisa mendapatkan hak cipta.
Sumber: Kumparan
Solo, Kontingen Indonesia menargetkan bulu tangkis dan atletik menjadi cabang olahraga andalan yang akan menyumbang medali dalam gelaran Asian Para Games Nagoya 2026.
Chief de Mission Kontingen Indonesia, Reda Manthovani di Solo, Selasa, mengatakan, Indonesia dapat meraih 7 emas, 8 perak, dan 17 perunggu dalam gelaran yang akan dilaksanakan mulai 18 sampai 24 Oktober 2026 itu.
"Andalan kita buku tangkis, boccia, dan atletik. Mudah-mudahan bisa mencapai target karena selama pelatihan sudah sesuai dan kami yakin dapat memenuhi harapan itu," katanya.
Menurut dia, kontingen Indonesia dalam Asian Para Games Nagoya berjumlah 219 orang.
Dari jumlah tersebut, 50 orang di antaranya merupakan anggota kontingen yang berasal dari Jawa Tengah.
34 atlet disabilitas dan 16 pelatih/ofisial asal Jawa Tengah telah dilepas oleh Gubernur Ahmad Luthfi.
Gubernur Ahmad Luthfi berpesan kepada seluruh perwakilan dari Jawa Tengah untuk berjuang menorehkan prestasi tertinggi bagi bangsa, negara dan masyarakat Indonesia.
Luthfi yang juga Bapak Disabilitas Jawa Tengah tersebut mengaku bangga atas prestasi yang selama ini ditorehkan oleh atlet paralimpik.
Oleh karena itu, ia berpesan kepada para atlet dan pelatih agar berjuang dengan gigih, pantang menyerah, serta menunjukkan karakter Jawa Tengah dan Indonesia di mata dunia.
Ia juga berharap wakil dari Jawa Tengah dapat kembali menyumbang medali dan prestasi tinggi untuk Indonesia.
Sumber: Kantor berita Antara
JAKARTA, Industri film horor dan thriller Indonesia kembali menghadirkan warna baru lewat karya bertajuk "Hasut". Berbeda dari film horor pada umumnya yang mengandalkan kemunculan penampakan fisik sosok hantu atau jumpscare visual, Hasut hadir menawarkan konsep teror yang berfokus pada kekuatan suara tak terlihat yang memicu ketakutan psikologis mendalam bagi para penontonnya.
Film ini menyoroti bagaimana bisikan dan suara misterius dapat memanipulasi pikiran manusia, memicu rasa curiga, hingga menciptakan kepanikan yang berujung pada konsekuensi mematikan. Dengan menekankan unsur psikologis dan eksperimen tata suara (sound design), Hasut berupaya memberikan pengalaman horor yang lebih mencekam dan realistis tanpa harus bergantung pada wujud monster atau wujud gaib secara langsung.
Pendekatan ini dinilai menjadi angin segar bagi sinema horor Tanah Air yang kerap didominasi oleh formula cerita mistis konvensional. Lewat ketegangan yang dibangun dari elemen suara dan misteri, penonton diajak merasakan sensasi teror tak kasat mata yang perlahan mengikis ketenangan para karakternya.
Film Hasut diharapkan dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi para pencinta genre psychological horror serta menambah keberagaman tema horor di bioskop Indonesia.
Sumber: Suara.com
