Dibintangi Dinda Hauw dan Rey Mbayang, Intan Kieflie Bawa Film Ritual Gaib Tayang di 38 Negara
JAKARTA – Industri perfilman Tanah Air kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Film horor terbaru bertajuk Ritual Gaib, yang dibintangi oleh pasangan selebriti Dinda Hauw dan Rey Mbayang, berhasil mengamankan kesepakatan distribusi untuk tayang di 38 negara. Pencapaian skala global ini lahir dari tangan dingin sutradara sekaligus produser Intan Kieflie yang berkolaborasi dengan suaminya, Stuart Simpson, seorang sutradara spesialis genre horor asal Australia. Perpaduan latar belakang Intan yang kuat dalam penceritaan drama serta keahlian Stuart di genre horor melahirkan karya yang mengombinasikan misteri, horor, dan drama keluarga secara solid tanpa hanya mengandalkan sensasi kejut (jump scare).
"Kenapa jadi horor? Karena sutradara yang satunya, Stuart Simpson, which is itu suami saya, adalah si raja horor. Sementara saya adalah drama queen," ujar Intan Kieflie saat ditemui di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Proyek ini bermula dari tingginya permintaan distributor internasional terhadap film horor khas Indonesia. Konsep serta pemetaan pasar mancanegara telah dimatangkan terlebih dahulu di Melbourne, Australia, sebelum proses syuting dimulai. Strategi penulisan cerita yang menargetkan pasar internasional terbukti sukses. Ritual Gaib dipastikan akan hadir di berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika Utara, wilayah Rusia dan CIS, hingga jaringan bioskop tertentu di Amerika Serikat. Pasar Timur Tengah dan negara pecahan Soviet disebut sangat berminat dengan penuturan unsur spiritualitas Islam yang diusung dalam film tersebut.
Sumber: Suara.com
Denpasar, Personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama personel Yonif TP 930/Toda Tebi membantu Polres Sumba Barat mengamankan dan menenangkan warga menyusul penyerangan terhadap markas polres setempat di Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT, Selasa. Kapendam IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution dalam keterangan pers di Denpasar, Rabu, menegaskan keterlibatan personel Kodim 1613/Sumba Barat dan Yonif TP 930/Toda Tebi bentuk sinergi TNI-Polri dalam membantu menjaga keamanan dan situasi kondusif wilayah. “Personel Kodim 1613/Sumba Barat membantu pengamanan atas permintaan Polres Sumba Barat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta membantu menenangkan masyarakat agar situasi tidak semakin berkembang,” ujarnya.
Ia menjelaskan bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas permintaan Kapolres Sumba Barat kepada Dandim 1613/Sumba Barat. Puluhan personel TNI dikerahkan untuk membantu memperkuat pengamanan di sekitar Mapolres Sumba Barat, sekaligus melakukan pendekatan persuasif kepada warga guna meredakan ketegangan dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk keadaan. Kehadiran personel TNI di lapangan mengedepankan langkah persuasif, terukur dan humanis, dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat maupun petugas. Upaya tersebut dilakukan agar situasi dapat dikendalikan dan penyelesaian permasalahan dapat ditempuh melalui komunikasi serta mekanisme hukum yang berlaku.
Situasi tersebut bermula setelah seorang warga Desa Baliledo, Kecamatan Loli, Sumba Barat, Jowa Tana, meninggal dunia setelah sebelumnya mendapat tindakan kepolisian dalam proses penindakan terhadap dugaan tindak pidana pencurian sapi. Berdasarkan informasi awal yang diterima, katanya, penindakan terjadi pada Selasa (15/9) pagi, ketika personel Satreskrim Polres Sumba Barat mendatangi rumah yang bersangkutan. Saat petugas masuk rumah, yang bersangkutan disebut mengambil senjata tajam berupa parang dan berusaha melawan, sebelum kemudian melarikan diri ke arah belakang rumah. Petugas kemudian melakukan pengejaran dan telah memberikan tembakan peringatan tiga kali ke udara. Oleh karena yang bersangkutan tetap berusaha melarikan diri, petugas selanjutnya melakukan tindakan untuk melumpuhkan dengan melepaskan satu tembakan diarahkan ke bagian kaki.
Dalam proses tersebut, akibat pergerakan yang bersangkutan saat berlari dan terjatuh, tembakan mengenai bagian bahu kanan. Yang bersangkutan kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan medis, namun selanjutnya dinyatakan meninggal dunia. Pada sore hari, massa dari Desa Baliledo membawa jenazah korban menuju Mapolres Sumba Barat. Setibanya di lokasi, situasi berkembang menjadi aksi perusakan sejumlah fasilitas mapolres dan massa menuntut pertanggungjawaban atas peristiwa itu. Berbagai upaya pendekatan dilakukan oleh kepala desa, tokoh masyarakat, dan pihak kepolisian untuk menenangkan massa. Namun, setelah proses komunikasi dan negosiasi dengan pihak keluarga belum menghasilkan kesepakatan, situasi kembali memanas dan terjadi penyerangan serta perusakan di Mapolres Sumba Barat.
Menyikapi perkembangan tersebut, personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama Yonif TP 930/Toda Tebi memperkuat pengamanan bersama Polres Sumba Barat. Personel TNI juga melakukan komunikasi dan pendekatan kepada masyarakat untuk membantu meredakan ketegangan serta menjaga agar situasi tetap terkendali. Hingga saat ini, personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama personel Yonif TP 930/Toda Tebi, serta unsur Kompi Brimob Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya, masih melaksanakan pengamanan dan pemantauan perkembangan situasi, khususnya di sekitar Mapolres Sumba Barat dan sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat konsentrasi massa.
Di sisi lain, jenazah telah dikawal oleh personel Kodim 1613/Sumba Barat bersama pihak keluarga menuju rumah duka di Desa Maradesa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah. Pengawalan tersebut dilakukan untuk membantu memastikan proses pemulangan jenazah berlangsung aman dan tertib. Kodam IX/Udayana melalui jajaran kewilayahan terus mendorong sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan komunikasi, menahan diri dan menyelesaikan setiap permasalahan melalui mekanisme yang berlaku, sehingga keamanan dan ketertiban di wilayah Sumba Barat dapat kembali terjaga.
Sumber: Kantor Berita Antara
Riyadh, Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), meminta dukungan dari pemerintah Mesir untuk menghentikan dan menghadapi meningkatnya ancaman serangan dari kelompok milisi Houthi asal Yaman terhadap jalur pelayaran di Laut Merah.
Langkah ini diambil menyusul eskalasi serangan Houthi yang terus menargetkan kapal-kapal komersial maupun aset strategis di wilayah perairan tersebut, yang berdampak pada stabilitas keamanan kawasan serta terganggunya jalur perdagangan internasional. Pemerintah Arab Saudi menilai koordinasi dan keterlibatan Mesir menjadi sangat krusial mengingat posisi strategis Kairo yang mengendalikan Terusan Suez dan memiliki kepentingan keamanan langsung di perairan Laut Merah.
Serangan beruntun oleh Houthi di Laut Merah telah menyebabkan banyak perusahaan pelayaran global mengalihkan rute kapal mereka mengelilingi Afrika, yang memicu lonjakan biaya logistik dan mengancam pendapatan ekonomi negara-negara di sekitarnya, termasuk Mesir. Hingga berita ini diturunkan, diplomasi dan komunikasi intensif antara pihak Riyadh dan Kairo masih terus berjalan guna membahas bentuk kerja sama pertahanan dan tindakan strategis bersama dalam menangani ancaman milisi Houthi di kawasan tersebut.
Sumber: CNN Indonesia
JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memaparkan capaian kinerja serta realisasi anggaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) hingga pertengahan September 2026 dalam Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam pemaparannya, Tito menyampaikan bahwa hingga 14 September 2026, realisasi anggaran Kemendagri telah menyerap dana sebesar Rp4,36 triliun. Angka tersebut setara dengan 63,54 persen dari total pagu anggaran Kemendagri tahun 2026 yang sebesar Rp6,86 triliun.
Selain penyerapan anggaran, Mendagri juga menyoroti sejumlah program strategis nasional dan pelayanan publik yang terus dikawal pemerintah daerah. Di antaranya meliputi pemulihan pascabencana di Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT), penanganan dokumen administrasi kependudukan (Adminduk) bagi korban bencana, pemantauan dan pengendalian inflasi daerah, hingga pengawalan program prioritas Presiden seperti Program 3 Juta Rumah, Koperasi Desa Merah Putih, dan pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Dalam kesempatan yang sama, selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Tito turut melaporkan penyerapan anggaran BNPP yang mencapai Rp266,6 miliar atau 69,41 persen dari total pagu Rp384,1 miliar. Kemendagri juga mengajukan usulan penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) untuk melengkapi pagu indikatif tahun anggaran berikutnya guna mendukung penguatan kinerja pemerintahan daerah dan pelayanan kependudukan.
Sumber: CNN Indonesia
Bersama REMIND, XLSMART menghadirkan E-Waste Reverse Vending Machine pertama di Indonesia untuk mendorong pengelolaan sampah elektronik yang lebih bertanggung jawab melalui teknologi, edukasi, dan aksi nyata generasi muda.
BANDUNG, 15 September 2026. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) bersama REMIND menghadirkan #ByeByeBox Campus Roadshow to ITB sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun infrastruktur digital Indonesia yang bertanggung jawab. Melalui program ini, XLSMART mendorong pengelolaan limbah elektronik (e-waste) yang lebih bertanggung jawab sekaligus memperkuat implementasi ESG & Sustainability XLSMART serta kontribusi terhadap keberlanjutan Indonesia.
Komitmen tersebut dijalankan melalui berbagai pendekatan, termasuk teknologi ramah lingkungan, pengurangan emisi karbon, dan pengelolaan limbah elektronik. Praktik keberlanjutan XLSMART juga diperkuat melalui penilaian independen dari CDP dan Fitch Ratings ESG. Melalui #ByeByeBox, XLSMART menerjemahkan pendekatan tersebut menjadi aksi nyata yang menghubungkan teknologi, edukasi, perubahan perilaku, dan prinsip ekonomi sirkular di kalangan generasi muda.
#ByeByeBox merupakan E-Waste Reverse Vending Machine pertama di Indonesia yang dikembangkan untuk memudahkan masyarakat menyerahkan perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan ke jalur pengelolaan yang lebih bertanggung jawab. Dalam kolaborasi XLSMART dan REMIND, #ByeByeBox tidak hanya menjadi titik pengumpulan e-waste, tetapi juga medium edukasi untuk mendorong kebiasaan pengelolaan perangkat elektronik yang lebih sirkular.
Program berlangsung pada 14–28 September 2026, diawali dengan peluncuran di Aula Timur ITB pada 14 September 2026 dan dilanjutkan dengan aktivasi #ByeByeBox di area kampus hingga 28 September 2026.
Dalam tahap pertama kampanye yang berlangsung hingga November 2026, XLSMART dan REMIND menargetkan pengumpulan 600 kg e-waste. Seluruh e-waste yang terkumpul akan dicatat dan diukur sebagai bagian dari pengukuran dampak program secara keseluruhan.
Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan, “Pertumbuhan konektivitas dan teknologi digital perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam mengelola dampak lingkungannya. Melalui #ByeByeBox, kami ingin membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah, dekat, dan relevan bagi generasi muda. Program ini menjadi bagian dari perjalanan XLSMART dalam membangun ekosistem digital yang semakin bertanggung jawab dan berkelanjutan.”
Pengguna #ByeByeBox cukup membawa perangkat elektronik kecil yang sudah tidak digunakan dan mengikuti petunjuk pada layar. Perangkat kemudian dipindai dan divalidasi menggunakan kamera dan teknologi AI, ditimbang secara otomatis, lalu diterima dan tercatat dalam sistem REMIND. E-waste yang terkumpul selanjutnya diproses melalui pendekatan pemulihan material dan pengelolaan yang lebih bertanggung jawab.
REMIND juga membawa pendekatan pemulihan material dan pelaporan dampak yang terukur, sehingga material yang masih memiliki nilai dapat dipulihkan dan dikembalikan ke dalam siklus pemanfaatan sesuai prinsip ekonomi sirkular.
Founder & CEO REMIND, Muhammad Dzikri Ahira Soefihara, mengatakan, “#ByeByeBox kami kembangkan untuk membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah diakses dan terukur. Teknologi membantu proses pengumpulan, pencatatan, serta pemulihan material, sehingga perangkat elektronik yang tidak lagi digunakan masih dapat memiliki nilai dalam siklus pemanfaatan berikutnya.”
ITB dipilih sebagai titik awal Campus Roadshow #ByeByeBox karena relevan sebagai ruang yang mempertemukan teknologi, keilmuan, sustainability, dan aksi nyata mahasiswa. REMIND juga berangkat dari ekosistem ITB, sehingga program ini membawa kembali solusi pengelolaan e-waste kepada generasi mahasiswa berikutnya.
Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr.Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., mengatakan, “Kampus memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya solusi dan kebiasaan baru yang lebih berkelanjutan. Kehadiran #ByeByeBox di ITB menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami isu e-waste sekaligus terlibat langsung dalam aksi nyata.”
Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara XLSMART, REMIND, Ikatan Mahasiswa Metalurgi ITB, Institut Teknologi Bandung, GSMA, serta BAPPENAS, yang mempertemukan perspektif bisnis, teknologi, akademik, pengelolaan e-waste, hingga kebijakan pembangunan berkelanjutan.
Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/BAPPENAS, Nizhar Marizi, S.T., M.Si., Ph.D, mengatakan, “Ekonomi sirkular membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat. Inisiatif seperti #ByeByeBox membantu membawa prinsip tersebut lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama melalui keterlibatan generasi muda dan pemanfaatan teknologi.”
Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari jumlah atau berat e-waste yang terkumpul, tetapi juga dari jumlah partisipan, tingkat engagement, perubahan perilaku, serta dampak pengelolaan e-waste yang dapat dilaporkan secara konkret dan terukur.
Selama aktivasi di ITB, pengguna XL, AXIS, dan Smartfren berkesempatan memperoleh bonus kuota utama berdasarkan berat e-waste yang dikumpulkan melalui #ByeByeBox, yaitu 500 MB untuk e-waste di bawah 1 kg, 1 GB untuk 1–2 kg, dan 1,5 GB untuk di atas 2 kg, dengan masa berlaku satu hari. Bagi peserta yang belum menggunakan XL, AXIS, maupun Smartfren, tersedia kesempatan mendapatkan kartu perdana sesuai ketersediaan selama periode aktivasi.
Di sisi internal, XLSMART juga mengelola e-waste yang berasal dari kegiatan operasional perusahaan, termasuk aktivitas dismantling tower, perangkat jaringan, perangkat IT, baterai, maupun aset elektronik yang telah memasuki akhir masa pakai. Pengelolaannya dilakukan bersama pihak ketiga yang memiliki kompetensi sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan e-waste XLSMART berjalan dari dua sisi yang saling melengkapi, yaitu pengelolaan limbah elektronik dari operasional perusahaan serta mendorong perubahan kebiasaan di tingkat individu dan komunitas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya XLSMART membangun ekosistem digital yang lebih bertanggung jawab dan mendukung keberlanjutan Indonesia.
Jakarta (15/09/2026) - BPJS Kesehatan mendorong peningkatan mutu layanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang tidak hanya berorientasi pada jumlah pelayanan, tetapi juga manfaat kesehatan yang dirasakan peserta. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito mengatakan luasnya cakupan kepesertaan JKN perlu diikuti dengan peningkatan terhadap mutu yang diberikan oleh fasiltas kesehatan. Per 1 September 2026, Program JKN telah memberikan perlindungan kepada sekitar 284,3 juta penduduk atau lebih dari 98,6 persen populasi Indonesia. "Tugas kita bukan hanya memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta, tetapi juga menjamin bahwa ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka memperoleh layanan yang bermutu serta perlindungan dari risiko finansial," ujar Pujo dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2026, Selasa (15/9).
Menurut Pujo, peningkatan pemanfaatan layanan menunjukkan semakin terbukanya akses masyarakat. Hal ini terlihat dari jumlah fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Per 1 September 2026, terdapat 23.816 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.221 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) hingga 7.180 sarana penunjang yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Lebih dari itu, jumlah tersebut juga perlu diikuti dengan pelayanan yang sesuai kebutuhan medis dan memberikan hasil kesehatan yang optimal. Tak hanya itu, sepanjang tahun 2014-2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp1.279,8 triliun ke fasilitas kesehatan untuk membayar pelayanan kesehatan. Menurut Pujo, itu bukanlah biaya yang sedikit. Ada banyak masyarakat yang bergantung JKN untuk berobat, apalagi jika penyakitnya berbiaya mahal atau membutuhkan waktu pengobatan panjang.
"Transformasi yang perlu kita bangun bersama adalah dari volume menuju value. Value-based care bukan tentang mengurangi pelayanan, tetapi memastikan peserta memperoleh pelayanan yang tepat, pada waktu yang tepat, sesuai kebutuhan medis, dengan hasil kesehatan yang terbaik," kata Pujo. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan peran aktif fasilitas kesehatan Karena itu, BPJS Kesehatan memberikan penghargaan bertajuk Seva Paramahita Award 2026 kepada fasilitas kesehatan yang menunjukkan komitmen dan kinerja terbaik dalam memberikan pelayanan kepada peserta JKN. "Fasilitas kesehatan yang memperoleh penghargaan hari ini diharapkan bisa menjadi role model, menjadi tempat bertukar ilmu, serta ikut menyebarluaskan praktik-praktik baik dalam peningkatan mutu, inovasi, dan akuntabilitas pelayanan JKN," ujar Pujo. Ia menambahkan, penguatan mutu layanan juga perlu dirasakan langsung oleh peserta ketika berada di fasilitas kesehatan. Untuk itu, BPJS Kesehatan meluncurkan wajah baru Petugas BPJS SATU atau BPJS Siap Membantu sebagai bagian dari upaya memperkuat pengalaman peserta dalam memperoleh informasi dan pendampingan selama mengakses layanan kesehatan.
Di sisi pembiayaan, BPJS Kesehatan juga memperkuat koordinasi dengan Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) melalui Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ). Melalui skema ini, peserta JKN yang memiliki AKT dapat memperoleh manfaat kenaikan kelas perawatan dengan koordinasi pembiayaan antara BPJS Kesehatan dan AKT, sehingga peserta tidak perlu menanggung out-of-pocket di luar ketentuan. KAPJ juga mengatur koordinasi kepesertaan, sistem tagihan satu pintu, serta pembagian selisih biaya pelayanan antara BPJS Kesehatan dan AKT. "Peluncuran wajah baru BPJS SATU serta penandatanganan kerja sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk semakin memperkuat pengalaman peserta serta membangun koordinasi pembiayaan kesehatan yang lebih terintegrasi, efektif, dan berorientasi pada kualitas," tutur Pujo. Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat mengatakan, perluasan akses layanan JKN perlu berjalan seimbang dengan peningkatan mutu dan keberlanjutan Program JKN. Menurutnya, fasilitas kesehatan memiliki peran strategis karena secara langsung menentukan pengalaman peserta, sehingga pelayanan harus mudah diakses, berkualitas, aman, cepat, dan berkeadilan.
Ia menambahkan, Dewan Pengawas terus mendorong penguatan tata kelola JKN yang transparan dan akuntabel, termasuk dalam aspek kualitas layanan, kepatuhan regulasi, pengelolaan risiko, dan perlindungan hak peserta. Penguatan tersebut juga perlu didukung kolaborasi seluruh ekosistem JKN, termasuk melalui koordinasi antara BPJS Kesehatan dan Asuransi Kesehatan Tambahan untuk memperkuat integrasi ekosistem kesehatan nasional. Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi menjelaskan Program JKN merupakan salah satu pondasi penting dalam pembangunan Indonesia sehingga perlu dipastikan setiap peserta memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan. Transformasi kesehatan yang terus dijalankan juga perlu berjalan seiring dengan transformasi mutu layanan, termasuk melalui penguatan fasilitas kesehatan yang menjadi bagian penting dalam memastikan akses layanan kesehatan semakin luas dan berkualitas bagi masyarakat.
“Tidak ada sistem jaminan kesehatan yang kuat tanpa didukung fasilitas kesehatan yang kuat. Semangat gotong royong harus kita maknai sebagai kerja sama dan tanggung jawab yang jelas dari seluruh pihak, baik pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, maupun masyarakat,” tegas Maria. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Republik Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Menurutnya, JKN merupakan wujud nyata gotong royong bangsa dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat. “Untuk menjaga keberlanjutan dan memperkuat manfaat JKN, perlu adanya komitmen dan kontribusi dari seluruh ekosistem JKN. Pemerintah berperan melalui dukungan kebijakan, regulasi, dan pembiayaan, peserta dengan menjaga kepesertaan tetap aktif serta memenuhi kewajibannya, sementara fasilitas kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan diberikan sesuai standar, bermutu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Cak Imin. Di sisi pelayanan, penguatan akses dan pemerataan mutu fasilitas kesehatan perlu terus dilakukan seiring meningkatnya pemanfaatan layanan dan perubahan pola penyakit di Indonesia. Penguatan layanan primer menjadi salah satu prioritas, termasuk melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sarana prasarana, ketersediaan obat dan bahan medis, serta pemeriksaan penunjang, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses. “Program JKN adalah gotong royong raksasa bangsa ini yang harus kita jaga bersama.
Kita ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat yang merasa harus takut jatuh miskin karena sakit. Karena itu, seluruh pihak harus menjalankan perannya dengan baik, menjaga keaktifan kepesertaan, memberikan pelayanan sesuai standar, menggunakan sumber daya secara tepat, serta membangun budaya integritas, transparansi, dan pengawasan bersama. Dengan gotong royong yang kuat, kita optimistis JKN akan terus tumbuh dan memberikan perlindungan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Cak Imin.
Berikut nama 30 penerima apresiasi Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Dalam Pelayanan Kesehatan Program JKN Tingkat Nasional Tahun 2026:
Kategori Puskesmas
Juara 1 Puskesmas Umbulsari, Kabupaten Jember
Juara 2 Upt. Puskesmas Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara
Juara 3 Puskesmas Palakka, Kabupaten Barru
Kategori Tempat Praktik Mandiri Dokter
Juara 1 Dr. Efri Yeni, Kabupaten Padang Pariaman
Juara 2 dr. Fitrijah, Kabupaten Jombang
Juara 3 Dr. Sintje Tjengnis, Kota Ambon
Kategori Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi
Juara 1 Drg. Fitri Eka Rahmafuri, Kabupaten Jember
Juara 2 Drg. Hj. Aminah, Mm, Kabupaten Solok Selatan
Juara 3 Drg. Asrofi, Kabupaten Temanggung
Kategori Klinik Pratama
Juara 1 Klinik Pratama Ganesha Bali, Kabupaten Buleleng
Juara 2 Klinik Dua Putri Jaya, Kabupaten Lampung Selatan
Juara 3 Klinik Pratama Bunda Patimah, Kota Medan
Kategori Rumah Sakit Kelas A
Juara 1 RSUD Dr Soetomo, Kota Surabaya
Juara 2 Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Kota Jakarta Pusat
Juara 3 RSUP Prof. Dr. I G.N.G. Ngoerah, Kota Denpasar
Kategori Rumah Sakit Kelas B
Juara 1 RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu, Kabupaten Bangkalan
Juara 2 RS Mitra Plumbon Cirebon, Kabupaten Cirebon
Juara 3 RSUD Brigjend. H. Hasan Basry, Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Kategori Rumah Sakit Kelas C
Juara 1 RS Mawaddah Medika, Kabupaten Mojokerto
Juara 2 RSUD R.A.A Tjokronegoro, Kabupaten Purworejo
Juara 3 RS Yos Sudarso, Kota Padang
Kategori Rumah Sakit Kelas D
Juara 1 RS Hasyim Asy'ari, Kabupaten Jombang
Juara 2 RS Santa Elisabeth, Kabupaten Bantul
Juara 3 RSU Sakinah Lhokseumawe, Kota Lhokseumawe
Kategori Rumah Sakit Khusus
Juara 1 RSIA Putri, Kota Surabaya
Juara 2 RSJ Prof Hb Sa'anin Padang, Kota Padang
Juara 3 RS Khusus Gigi Dan Mulut Universitas Hasanuddin, Kota Makassar
Kategori Klinik Utama
Juara 1 Klinik Utama Citra Mulia
Juara 2 Klinik Utama Cahaya Imani
Juara 3 Klinik Utama Cahaya Husada
Berikut nama 6 penerima Penghargaan Khusus Fasilitas Kesehatan Berkomitmen Dalam Pelayanan Kesehatan Program JKN Tingkat Nasional Tahun 2026:
Kategori Rumah Sakit D Pratama
RS Kelas D Pratama Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur
RSUD Hj. Puang Sabbe, Kabupaten Enrekang
RS Pratama Tolinggula Melayani, Kabupaten Gorontalo Utara Kategori DBTFMS
RS Kapal Dr. Lie Dharmawan Ii, Kota Jakarta Barat
Puskesmas Ilwayab, Kabupaten Merauke
RS Kapal Ksatria Airlangga, Kota Surabaya
Berikut nama 15 penerima Penghargaan Lomba Konten Edukasi JKN Tahun 2026:
Kategori Puskesmas
Juara 1 Puskesmas Makrayu, Kota Palembang
Juara 2 Puskesmas Karang Rejo, Kota Tarakan
Juara 3 Puskesmas Remu, Kota Sorong
Kategori TPMD/TPMDG
Juara 1 Drg. Ijlal Wafa' Al Hamdani, Kabupaten Polewali Mandar
Juara 2 Dr. Erwin Buntoro Jst, Kota Tanjung Pinang
Juara 3 Dr Handini, Kota Surabaya
Kategori Klinik Pratama
Juara 1 Klinik Pratama Kaina Healthcare, Jakarta Barat
Juara 2 Klinik Pratama Arimbi Medical Center, Kota Lubuk Linggau
Juara 3 Klinik Lmmc Banjarbaru, Kota Banjarbaru
Kategori FKRTL Pemerintah
Juara 1 RSUD Bangli, Kabupaten Bangli
Juara 2 RSUD Pameungpeuk Garut, Kabupaten Garut
Juara 3 RSUD Ajibarang, Kabupaten Banyumas
Kategori FKRTL Swasta
Juara 1 RS Ceria Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Juara 2 RS Hasyim Asy'ari, Kabupaten Jombang
Juara 3 Rumah Sakit Khusus Mata Prima Vision, Kota Medan
Diskominfo Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kepri untuk menindaklanjuti beredarnya video sejumlah warga yang mengaku berasal dari Batam dan berada di tempat penampungan di Kamboja.
Dalam video tersebut, sejumlah warga meminta bantuan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, agar dapat dipulangkan atau difasilitasi kepulangannya ke Kota Batam.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan, informasi tersebut telah dikoordinasikan dengan BP2MI Kepri dan Kemlu RI.
“Sudah kami koordinasikan dengan BP2MI Kepri dan Kemenlu RI. Kedua lembaga negara tersebut juga menyampaikan bahwa jika tidak ada data lengkap warga yang dimaksud, akan sulit untuk melacak dan memastikan kebenaran terkait status keimigrasian mereka,” ujar Rudi.
Ia menjelaskan, data kependudukan dan keimigrasian yang jelas diperlukan untuk memastikan identitas serta keberadaan warga yang dimaksud. Data tersebut juga menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Karena itu, Pemko Batam mengimbau keluarga yang mengetahui atau memiliki informasi mengenai warga dalam video tersebut agar segera menyampaikan data yang dimiliki kepada Pemko Batam melalui Diskominfo Kota Batam.
“Bagi keluarga yang mengetahui data-datanya, silakan datang ke Kantor Wali Kota Batam atau Dinas Kominfo. Selanjutnya akan kami koordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” katanya.
Rudi menegaskan, Pemko Batam akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Data dari keluarga menjadi bagian penting dalam proses verifikasi dan penelusuran sehingga langkah penanganan selanjutnya dapat dilakukan berdasarkan informasi yang jelas.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Kami berharap keluarga yang mengetahui informasi mengenai warga tersebut dapat segera menyampaikan data yang diperlukan agar proses verifikasi dan penelusuran dapat dilakukan,” ujarnya.
Selama ini manusia hanya bisa menebak makna di balik suara atau vokal seruan binatang, seperti gonggongan anjing atau ngeongan kucing. Namun, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) perlahan mulai mendobrak kemustahilan tersebut dengan memanfaatkan model komputer canggih untuk mengartikan pola komunikasi fauna.
Upaya ini salah satunya dilakukan oleh peneliti Daniela Baglione dan Vittorio Canestrari yang telah puluhan tahun mempelajari perilaku burung gagak. Sejak 2018, para peneliti memasang mikrofon kecil pada puluhan ekor gagak untuk merekam suara serta interaksi mereka selama beraktivitas sehari-hari.
Data audio yang terkumpul dari penelitian panjang tersebut kemudian diproses menggunakan model machine learning dari organisasi nirlaba Earth Species Project. Teknologi AI ini membantu menganalisis pola-pola suara kompleks yang dihasilkan burung gagak untuk menerjemahkan maksud di balik komunikasi mereka.
Meskipun menunjukkan perkembangan pesat, para peneliti mengakui bahwa memahami komunikasi hewan secara utuh masih menghadapi tantangan besar. Komunikasi di dunia satwa tidak hanya bergantung pada vokal suara semata, melainkan juga melibatkan isyarat non-verbal seperti aroma tubuh, perubahan warna, gerakan fisik, hingga gelombang sonar.
Bima, Layar perahu yang mengejar angin di perairan Sangiang dan langkah para pelari yang menembus savana Tambora telah lama meninggalkan garis start dan finis. Namun, kesan dari kedua acara tersebut masih terekam kuat.
Di Sangiang, riuh sorak warga dan wisatawan mengiringi perahu-perahu tradisional yang berlomba menuju daratan. Beberapa hari kemudian, di kaki Gunung Tambora, ratusan pelari dari berbagai daerah berdatangan untuk menaklukkan jalur dari pesisir hingga pegunungan. Meski berlangsung dalam suasana yang berbeda, kedua acara ini menyisakan cerita serupa: ketika masyarakat menikmati tradisi dan alam, roda ekonomi warga ikut berputar.
Warung-warung membludak, dagangan UMKM laris manis, jasa transportasi kebanjiran penumpang, dan produk lokal makin dikenal. Sebuah bar kopi di arena Tambora Jungle Run bahkan mampu melipatgandakan omsetnya, memutar modal modal Rp1 juta menjadi penjualan sebesar Rp2 juta hanya dalam kurun waktu kurang dari sehari.
Di sinilah Festival Sangiang Api dan Tambora Jungle Run 2026 memperlihatkan wajah lain dari pariwisata Pulau Sumbawa. Sebuah acara bukan sekadar keramaian yang usai saat panggung dibongkar, melainkan pintu masuk bagi rantai ekonomi wisata berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Sumber: Kantor Berita Antara
Kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang menyeret nama penyanyi Betrand Peto terus bergulir di ranah hukum. Pelapor berinisial AW bersama tim kuasa hukumnya telah mendatangi Subdit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya pada Senin (14/9) untuk menjalani pemeriksaan perdana usai melayangkan laporan resmi pada Sabtu (12/9) lalu.
Dalam proses klarifikasi tersebut, penyidik menyodorkan sebanyak 23 pertanyaan mendalam kepada pihak pelapor. Materi pertanyaan difokuskan untuk menggali kronologi kejadian secara mendetail, mulai dari momen awal keberangkatan menuju lokasi di kawasan Jakarta Selatan, kronologi perjumpaan, hingga detik-detik dugaan tindak pidana kekerasan seksual tersebut disinyalir terjadi.
Kuasa hukum pelapor, Deki, mengungkapkan bahwa selain memberikan keterangan secara rinci kepada penyidik, pihaknya juga telah melampirkan dan menyerahkan sejumlah alat bukti penting guna memperkuat laporan kliennya. Bukti-bukti tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kepolisian dalam mengusut tuntas perkara ini serta menentukan langkah hukum selanjutnya.
Menanggapi adanya bantahan keras dari pihak Betrand Peto yang membantah melakukan tindakan pelecehan tersebut, tim kuasa hukum pelapor menyatakan tidak gentar dan siap membuktikan kebenaran di hadapan hukum. Pihaknya menegaskan akan kooperatif mengikuti seluruh tahapan penyidikan dan menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada pihak kepolisian agar kasus ini dapat terungkap secara terang benderang.
