super me
Batam, Kepulauan Riau – Ketua Umum Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), T. Syamsul Bahri, menegaskan bahwa pustakawan di era kecerdasan artifisial (AI) harus hadir bukan sekadar sebagai pengelola buku, melainkan sebagai navigator pengetahuan dan penjaga peradaban. Pernyataan itu ia sampaikan dalam pembukaan Kongres XVI IPI dan Seminar Ilmiah Nasional 2025 di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (17/9/2025).
Menurutnya, AI adalah “pedang bermata dua”. Di satu sisi, teknologi ini membuka peluang besar melalui akses informasi yang lebih cepat, layanan yang semakin personal, hingga efisiensi kerja pustakawan. Namun, di sisi lain, AI menimbulkan tantangan serius pada kompetensi, etika, dan relevansi profesi.
“Pustakawan di era AI bukan hanya penjaga koleksi, tetapi pengelola makna. AI bisa membantu menemukan data, tetapi pustakawanlah yang memastikan data itu bermakna, kontekstual, etis, dan bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Di hadapan peserta kongres, Syamsul Bahri juga menyampaikan refleksi atas kepemimpinannya selama dua periode sebagai Ketua Umum IPI sejak 2018 hingga 2025. Ia menyampaikan selama menjalankan amanah dipenuhi oleh dinamika, tantangan, sekaligus kebahagiaan.
“Atas nama pribadi dan organisasi, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus, pembina, pengawas, pemerintah pusat dan daerah, serta pustakawan Indonesia atas dukungan dan kebersamaannya. Tanpa sinergi kita semua, IPI tidak akan sampai pada capaian hari ini. Pada kesempatan ini pula saya memohon maaf jika masih banyak hal yang belum dapat saya selesaikan,” ucapnya.
Syamsul menegaskan bahwa Kongres XVI adalah forum strategis untuk meninjau AD/ART, merumuskan program kerja, dan memilih Ketua Umum IPI periode 2025–2028. Ia juga menekankan melalui forum tersebut masa depan profesi pustakawan Indonesia akan ditentukan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, menekankan perlunya redefinisi perpustakaan agar tetap relevan di tengah derasnya arus teknologi.
“Perpustakaan jangan sampai hanya hadir tanpa memberi makna. Ia harus menjadi ruang inovasi, kreativitas, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kalau perpustakaan kita muliakan, pustakawannya pun harus dimuliakan. Pustakawan adalah garda depan yang menghubungkan warisan masa lalu dengan tantangan masa depan,” ujarnya.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menyatakan kebanggaan Batam menjadi tuan rumah kongres. Ia menekankan bahwa Kepri memiliki nilai historis tinggi dalam perkembangan literasi bangsa.
“Provinsi ini memiliki nilai historis penting, termasuk peran Raja Ali Haji dalam membakukan Bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal Bahasa Indonesia. Momentum ini sangat tepat untuk memperkuat peran pustakawan dalam pembangunan manusia di era digital,” katanya.
Selain sidang pleno kongres, agenda juga diisi dengan Seminar Ilmiah Nasional bertema “Pustakawan di Era Kecerdasan Buatan: Peluang dan Tantangan” yang menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri, termasuk Adin Bondar (Perpusnas), Indra Gunawan (Kemendagri), Fuad Gani (Universitas Indonesia), Li Lin Soh (National Library Board Singapura), dan Rendra Setyadiharja (Budayawan Melayu). Acara turut diramaikan dengan pameran perpustakaan, teknologi informasi, serta produk lokal yang terbuka untuk masyarakat.
Kongres XVI IPI dan Seminar Ilmiah Nasional 2025 diharapkan menjadi tonggak strategis profesi pustakawan Indonesia. Dengan keputusan-keputusan yang lahir dari forum ini, pustakawan diharapkan semakin siap menjawab tantangan era AI, memperkuat gerakan literasi nasional, dan menjaga eksistensinya sebagai profesi yang bermartabat serta berperan vital dalam membangun bangsa.
Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait menemui langsung warga Perumahan Baloi Center, terkait adanya keluhan mengenai distribusi air, Rabu (17/9/2025).
Bertempat di Fasum RW 03 Perumahan Baloi Center, pertemuan ini, turut dihadiri perwakilan dari PT Air Batam Hilir, perangkat RW, RT serta warga setempat.
Ketua RW 03 Baloi Center, Purwanto menyampaikan bahwa dari 12 RT yang berada di wilayahnya, distribusi air tidak berjalan lancar. Menurutnya, air hanya mengalir pada jam-jam tertentu terutama di RT 08, RT 10 dan RT 12 yang berada di elevasi tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Deputi bidang pelayanan umum BP Batam Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa BP Batam akan terus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Atas persoalan ini, ia meminta kepada tim teknis dari BP Batam dan PT Air Batam Hilir untuk mengecek tekanan air di jalur distribusi pipa utama.
"Permasalahan air sudah kami sampaikan kepada pihak terkait untuk langsung diatasi. Jika terdapat kendala kembali, warga dapat langsung menghubungi saya agar dapat segera ditindaklanjuti. Kami juga akan memastikan komunikasi yang lebih intensif dengan warga,” ungkap Ariastuty.
Ia menambahkan bahwa penyediaan air bersih merupakan program prioritas sesuai arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang menargetkan peningkatan layanan distribusi air untuk beberapa kawasan yang termasuk stres area.
BP Batam mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan setiap kendala distribusi air agar dapat segera direspons, sekaligus mendukung upaya bersama dalam menjaga kualitas pelayanan air di Kota Batam.
HARRIS Waterfront Batam mengajak Anda masuk ke dunia ajaib dengan “Winter Wonderland Christmas” pada Sabtu, 27 Desember 2025, pukul 18.30–21.30 WIB. Dengan latar belakang pemandangan laut yang tenang dan dekorasi Natal yang indah, acara ini menawarkan pengalaman unik yang cocok untuk keluarga dan romantis.
Menu buffet ini mencakup Salad Bar dengan Waldorf Salad, Winter Wonderland Salad, dan Snow White Salad. Di bagian Main Course, tamu dapat menikmati hidangan seperti Herb-Crusted Chicken Breast, Beef Stroganoff, Grilled Fish with Caper Sauce, hingga Squid Tempura. Pilihan Carving of Meat meliputi Roasted Turkey, Beef Wellington, dan Smoked Chicken.
Untuk penutup, hadir Dessert Corner yang memukau dengan Christmas Log Cake, Assorted Mousse, Red Velvet Cake, Assorted Christmas Cookies, hingga Ice Cream dengan rasa vanilla, strawberry, dan chocolate. Minuman seperti Fruit Punch, Teh Tarik, dan Infused Water juga tersedia untuk menemani setiap gigitan.
Pengalaman ini semakin lengkap dengan hiburan menarik seperti Saxophone Live, Magician, Santa In The House, dan Choir dari Panti Asuhan. Tamu juga akan mendapatkan Santa hat atau headband, kartu ucapan Natal, dan berkesempatan memenangkan door prize.
Diskon Spesial Hingga 10%!
Untuk pemesanan hingga 1 Desember 2025, tamu mendapatkan diskon 10% dari harga normal IDR 549.000 nett/pax. Anak-anak usia 5–11 tahun tetap mendapat diskon 50%. Ini adalah kesempatan sempurna untuk merayakan Natal dengan gaya yang berbeda dan penuh keceriaan.
Segera pesan tempat Anda sekarang sebelum kuota habis. Hubungi:
HARRIS Waterfront Batam: (0778) 381 888 / (0778) 381 558
Ikuti media sosial kami @HARRISwaterfront untuk update terbaru dan promo eksklusif.
Natal tahun ini, jadilah bagian dari momen-momen indah yang tak terlupakan bersama HARRIS Batam. Dari kehangatan "White & Gold" hingga keajaiban "Winter Wonderland", kedua acara ini menawarkan pengalaman kuliner dan hiburan yang tak hanya memuaskan selera, tapi juga menyentuh hati. Manfaatkan promo early bird dan diskon khusus untuk merayakan Natal dengan gaya, ekonomis, dan penuh kebahagiaan.
Rayakan Natal dengan HARRIS — di mana setiap malam adalah perayaan.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 16-17 September 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 5,50%. Keputusan ini sejalan dengan upaya bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menjaga tetap rendahnya prakiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5±1% dan stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai dengan fundamentalnya.
Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah. Selain itu, Bank Indonesia terus mempererat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 masih berpotensi lebih rendah dari prakiraan sebelumnya sekitar 3,0%. Prospek ekonomi dunia yang belum kuat dan menurunnya tekanan inflasi mendorong sebagian bank sentral menempuh kebijakan moneter akomodatif, kecuali di Jepang.Pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu makin ditingkatkan agar sesuai dengan kapasitas perekonomian. Pada triwulan III 2025, sejumlah indikator menunjukkan konsumsi rumah tangga masih belum kuat dipengaruhi oleh menurunnya ekspektasi konsumen khususnya pada kelompok menengah ke bawah serta terbatasnya ketersediaan lapangan kerja.
Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penurunan suku bunga, pelonggaran likuiditas, peningkatan insentif makroprudensial, serta percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan. Dengan penguatan sinergi kebijakan Bank Indonesia dan Pemerintah tersebut, pertumbuhan ekonomi semester II 2025 diprakirakan membaik sehingga secara keseluruhan tahun 2025 akan berada di atas titik tengah kisaran 4,6–5,4%.
Nilai tukar Rupiah tetap terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia di tengah ketidakpastian global yang tinggi. Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada September 2025 (hingga 16 September 2025) menguat sebesar 0,30% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Agustus 2025. Stabilitas nilai tukar Rupiah didukung oleh konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global serta peningkatan konversi valas ke Rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Secara umum, perkembangan Rupiah relatif stabil bila dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang dan negara maju.
Bank Indonesia terus memperkuat implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan. Hingga minggu pertama September 2025, total insentif KLM mencapai Rp384 triliun, yang disalurkan kepada kelompok bank BUMN dan BUSN masing-masing sebesar Rp170 triliun, BPD sebesar Rp38,5 triliun, dan KCBA sebesar Rp5,7 triliun.Ke depan, kebijakan KLM akan terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan melalui optimalisasi insentif pada sektor yang berkontribusi tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja serta selaras dengan program-program Asta Cita Pemerintah.
Penurunan suku bunga pasar uang dan imbal hasil SBN sejalan dengan pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia perlu diikuti dengan penurunan suku bunga oleh perbankan. Di pasar uang, sejalan dengan penurunan BI-Rate sebesar 125 bps sejak September 2024 dan ekspansi likuiditas moneter Bank Indonesia, suku bunga INDONIA terus menurun sebesar 144 bps dari 6,03% pada awal 2025 menjadi 4,59% pada 16 September 2025.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus memastikan ketersediaan, keandalan, dan keamanan infrastruktur SPBI, baik ritel maupun wholesale, serta infrastruktur sistem pembayaran industri. Bank Indonesia terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).
Batam – Menyambut kedatangan musim Natal yang penuh kehangatan dan keajaiban, HARRIS Batam Center dan HARRIS Waterfront Batam menghadirkan dua acara makan malam Natal eksklusif yang tak boleh dilewatkan: “White & Gold Christmas Dinner” di HARRIS Batam Center dan “Winter Wonderland Christmas” di HARRIS Waterfront. Dua pengalaman kuliner istimewa ini menawarkan menu gourmet berkelas, hiburan seru, serta nuansa Natal yang magis untuk merayakan momen spesial bersama keluarga, teman, maupun pasangan.
White & Gold Christmas Dinner: Elegansi Natal dalam Setiap Menu
Di HARRIS Batam Center, pengunjung akan disuguhi White & Gold Christmas Dinner pada tanggal 26 Desember 2025, dari pukul 18.30 hingga 21.30 WIB di HARRIS Café. Acara ini menghadirkan konsep elegan dengan dominasi warna putih dan emas, menciptakan suasana mewah yang hangat dan menyentuh hati.
Menu buffet khusus ini dibuat oleh tim chef terbaik dengan kombinasi kuliner internasional dan lokal yang memanjakan lidah. Mulai dari Golden Harvest dengan salad segar seperti Caribbean Salad dan Zucchini Tuna Mousseline, hingga Chef Signature Plating yang mencakup Bourbon-Glazed Turkey dan 22-Hour Slow-Roasted Bottom Beef dengan saus khas yang lezat. Penggemar daging bisa menikmati Beef Wellington, Roasted Turkey, dan Smoked Chicken dalam sesi carving of meat yang langsung dipotong di depan tamu.
Untuk pecinta keju, tersedia Selection of Cheese Board & Cold Cuts dengan varietas Edam, Brie, Mozzarella, Blue Cheese, hingga salami dan prosciutto. Sementara itu, Soup Specialty seperti Oxtail Goulash dan aneka roti artisinal menambah kenikmatan. Tak ketinggalan, Holy Joy Dishes menampilkan hidangan istimewa seperti Paella Rice, Baked Pangasius Dory, dan Chicken Pot Pie dengan kulit puff pastry yang renyah.
Penutup malam tidak akan lengkap tanpa White Christmas Delights, yaitu koleksi dessert yang menggoda mulai dari Boulangerie’s Log Cake, Gingerbread Cupcakes, Panettone with Clementine Tiramisu, hingga Caramel Mousse Cake dan Fruit Croquembouche. Untuk anak-anak, ada juga Classic Berry Trifle dan Stollen yang manis dan mengundang selera.
Sebagai tambahan, tamu akan disuguhi hiburan live music, penampilan Christmas Choir, Santa in the house, permainan interaktif, door prizes, dan photo booth bertema Natal. Semua ini membuat malam Natal menjadi lebih hidup dan bermakna.
Untuk merayakan Natal dengan harga lebih hemat, HARRIS Batam Center menawarkan Early Bird Price sebesar IDR 328.000 nett/pax (dari harga normal IDR 388.000) bagi pemesanan hingga 10 Desember 2025. Anak-anak usia 5–11 tahun mendapatkan diskon 50%. Jangan lewatkan kesempatan ini!
Segera pesan tempat Anda sekarang sebelum kuota habis. Hubungi: HARRIS Batam Center: (0778) 749 8888 / (0778) 749 9999
Ikuti media sosial kami @Harrisbatamcenter untuk update terbaru dan promo eksklusif.
Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di Kepulauan Riau (Kepri), khususnya di Natuna, menunjukkan tanda-tanda kebangkitan kembali. Hal ini didukung oleh pengembangan dan eksplorasi di beberapa lapangan potensial.
Pemerintah melalui SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk mendorong peningkatan produksi. Beberapa lapangan yang menjadi fokus utama saat ini termasuk Lapangan Forel dan Lapangan Terubuk. Kedua lapangan ini diperkirakan memiliki cadangan yang signifikan dan diharapkan dapat berkontribusi besar terhadap target produksi migas nasional. Proyek ini menambah kapasitas sekitar 30.000 barrel oil equivalent per day (BOEPD), dan menyerap lebih dari 2.300 tenaga kerja, dengan 1.386 di antaranya bekerja di galangan kapal Batam yang menangani fasilitas produksi lepas pantai.
Kebangkitan industri hulu migas di Kepri tidak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, tetapi juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan sektor-sektor pendukung lainnya. Fakta ini menegaskan bahwa manfaat migas tidak berhenti dilaut, tetapi menjalar ke daratan dalam bentuk lapangan kerja dan geliat industri. Keterlibatan masyarakat lokal juga semakin besar. Bukan hanya menambah penghasilan rumah tangga, tetapi juga meningkatkan daya beli dan memutar roda perekonomian setempat. Dampak tidak langsungnya dapat dirasakan di warung,penginapan, jasa transportasi, hingga usaha kecil yang melayani kebutuhan proyek migas. Inilah multiplier effect yang sesungguhnya, ketika satu sektor menggerakkan sektor lain.
Di Anambas, serapan tenaga kerja di perusahaan migas merupakan putra daerah, terutama di posisi operator dan foreman.Dengan pengelolaan yang efektif dan sinergi yang kuat antara SKK Migas Kabupaten Kepulauan Anambas, tenaga kerja migas lokal diupayakan untuk berperan aktif dalam industri ini. Pemerintah daerah mendorong penyerapan tenaga kerja lokal dan mengusulkan program pelatihan keterampilan, seperti Balai Latihan Kerja (BLK), agar masyarakat memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Multiplier effect juga tampak dari program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan secara Konsisten, di Natuna dan Anambas, berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan lingkungan dilaksanakan melalui sinergi SKK Migas, KKKS, dan pemerintah daerah, misalnya dukungan beasiswa bagi pelajar berprestasi, program pelatihan keterampilan nelayan, pemberdayaan perempuan melalui kerajinan dan UMKM, hingga bantuan sarana pendidikan dan kesehatan”tutur Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, C.W. Wicaksono.
Khusus di Anambas, telah dibentuk forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) yang menjadi wadah koordinasi program CSR. Forum ini memastikan program yang dijalankan oleh KKKS lebih terarah, tidak tumpang tindih, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Beberapa contoh nyata adalah dukungan fasilitas sekolah, penyediaan peralatan kesehatan, bantuan nelayan berupa kapal dan alat tangkap ramah lingkungan, hingga pelatihan kewirausahaan untuk generasi muda.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad bahkan mengusulkan agar pendidikan migas dimasukkan ke dalam agenda CSR, sehingga anak-anak lokal memiliki kesempatan lebih besar terjun ke industri strategis ini. Kontribusi hulu migas bagi daerah juga hadir dalam bentuk penerimaan keuangan. Kabupaten Natuna misalnya, rutin menerima Dana Bagi Hasil (DBH) migas yang jumlahnya signifikan. Pada 2025, alokasinya lebih dari Rp185 miliar, dengan Rp84 miliar di antaranya berasal dari migas. Dana ini sangat berarti untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga layanan kesehatan. Selain itu, tonggak baru diraih ketika BUMD Kepri resmi mendapatkan Participating Interest (PI) 10 persen di Blok Northwest natuna.
Batam, sebagai pusat industri Kepri, juga menikmati efek ganda dari industri migas. Kota ini menjadi
basis penting bagi industri penunjang migas, mulai dari galangan kapal hingga pabrik komponen. Salah satu contohnya adalah pabrik pipa seamless pertama di Indonesia yang berdiri di Batam. Pabrik ini kini mampu memproduksi 30.000 ton pipa per tahun, dengan target naik menjadi 70.000 ton pada akhir 2025. Produk ini dipakai langsung dalam kegiatan pengeboran sumur migas di berbagai blok nasional. Disisi lain, galangan kapal Batam juga menjadi lokasi konversi kapal tanker menjadi FPSO Marlin Natuna,yang dikerjakan sepenuhnya oleh tenaga kerja Indonesia.
Industri hulu migas mendorong pertumbuhan industri-industri penunjang lokal, mulai dari penyedia barang dan jasa hingga perusahaan yang memproduksi peralatan migas.
Peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB): Kontribusi industri hulu migas terhadap PDB cukup signifikan, yang menjadikannya salah satu sektor strategis dalam perekonomian. Ke depan, dengan beroperasinya proyek-proyek baru, multiplier effect ini akan semakin besar. Ada optimisme bahwa Natuna dan Anambas tidak hanya menjadi halaman belakang negara, tetapi juga garda depan pertumbuhan ekonomi berbasis energi.
“Industri migas di Kepri telah membuktikan bahwa ia bukan sekadar tentang barel minyak atau kubik gas, melainkan tentang kesejahteraan masyarakat,pembangunan daerah, dan kemandirian bangsa. Jika dikelola dengan bijak dan berkelanjutan, multiplier effect hulu migas akan terus menjadi cerita positif dari Bumi Segantang Lada untuk Indonesia”tutup C.W. Wicaksono, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut.
fhoto sumber dari Kementrian ESDM RI.
Ombudsman Pantau Pelayanan Lapas Narkotika Kelas II A Tanjungpinang, Sampaikan Apresiasi dan Catatan
Tanjungpinang – Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang atas kreatifitas dan pemberdayaan terhadap warga binaannya.
Hal ini disampaikan Najih saat melakukan pemantauan pelayanan publik bersama Anggota Ombudsman RI, Jemsly Hutabarat dan tim dari Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa (16/09/2025). Didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepri, Aris Munandar dan Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Bejo.
“Kami apresiasi adanya kegiatan yang kreatif dan memberdayakan bagi warga binaan sehingga mereka dapat menyalurkan energinya untuk hal-hal yang positif,” ujarnya.
Kegiatan bagi warga binaan meliputi pembuatan kerupuk atom, pelatihan dan pengetahuan tentang berkebun, berternak serta keahlian las.
Selain itu, Ombudsman juga mengapresiasi ketersediaan pelayanan kesehatan yang cukup memadai bagi warga binaan. Seperti ketersediaan tenaga kesehatan dan obat-obatan.
“Kami harap ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan, terutama terkait SOP pelayanan yg ada di sini, seperti mekanisme lapor warga binaan yang sakit, dan mekanisme menggunakan wartelpas untuk menghubungi keluarga,” kata Najih.
Selain menyampaikan apresiasinya, Ombudsman pun dalam pemantauan di lapangan masih mendapati adanya kekurangan. Seperti kurangnya Sumber Daya Manusia terhadap warga binaan khususnya terhadap blok yang memiliki kapasitas luas serta kondisi gedung yang mengalami kebocoran.
Namun diketahui, untuk kebocoran gedung terjadi karena faktor kondisi dinding beton yang sudah termakan umur dan kemungkinan terdapat kerusakan konstruksi, sehingga tempias hujan dan air kamar mandi di lantai 2 merembes ke lantai 1.
Pihak Lapas pun menyampaikan telah mengupayakan perbaikan seadanya sambil menunggu anggaran pemeliharaan gedung Lapas.
Terhadap ruang tahanan, Pimpinan Ombudsman beranggapan kondisinya sudah baik walaupun masih kelebihan sekitar 15% dari kapasitas.
“Namun ini masih lebih baik dibandingkan Lapas lain yang bisa overcapacity sampai lebih dari 200%,” pungkas Jemsly.
Dalam kesempatan itu Pimpinan Ombudsman RI juga meninjau dapur tempat memasak makanan warga binaan untuk memperhatikan kualitas bahan baku, kebersihan tempat, serta melihat langsung proses makanan dimasak.
Tak luput, diakhir pemantauan juga, Pimpinan Ombudsman RI bertemu langsung dengan warga binaan untuk mendengarkan jikalau ada keluhan pelayanan publik serta memberikan wejangan dan semangat agar setelah keluar dari Lapas dapat memulai hidup yang lebih baik bersama keluarga.
“Kami berharap perbaikan pelayanan publik di Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang ini terus dilakukan dan ditingkatkan,” tutup Ketua Ombudsman RI, Mokhammad Najih.
Pencanangan Program Pemagangan Kerja oleh Presiden Prabowo tentu menjadi angin segar bagi para lulusan sarjana Freshgraduate di seluruh Indonesia , apalagi pemagangan selama 6 bulan dibekali Honoraium UMP pada tiap profinsi dan Kab kota , tentu ini menjadi langkah maju dan strategis untung menurunkan angka pengganguran dan juga angka kemiskinan di Indonesia.
Menurut Diky Wijaya selaku Kadisnakertrans Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan Program pemagangan atas arahan Gubernur Kepri Ansar Ahmad sudah dijalankan dari tahun 2023 dengan peserta yang ditempatkan sebanyak 437 orang atau sekitar 91,85% penempatan, tahun 2024 sudah ada 622 peserta yang ditempatkan atau sekitar 90,22% penempatan dan treatment yang digunakan Provinsi Kepulauan Riau sama dengan memberikan transportasi pada peserta magang secara sharing Pemerintah dan Pelaku usaha , dan syukurnya program ini sangat strategis dan sangat membantu masyarakat Kepri dalam masuk ke industri kerja dari 1200 yang sudah mengikuti magang hampir 97% di terima bekerja ditempat mereka magang , artinya kolaborasi pemerintah dan pelaku usaha sama sama saling membutuuhkan terkait kebutuhan Tenaga kerja.
“Dan arahan dari Bapak Gubernur Ansar Ahmad di tahun 2026 tentu berfokus pada pemagangan disektor pariwisata yang akan menyerap peserta magang kurang lebih 500 orang yang akan tersebar di hotel hotel di Provinsi Kepulauan Rriau , itulah konsen pemeritah pemprov dalam upaya menurunkan tingkat pengangguran serta menurunkan tingkat kemiskinan extrim, kita berdoa saja semoga kepri dapat luncuran apbn 2026 untuk pemagangan sehingga makin banyak pula kesempatan bagi masyarakt untuk bisa terserap di dunia kerja” tutupnya.
Surakarta (16/9/2025) – BPJS Kesehatan menegaskan bahwa layanan kesehatan jiwa merupakan hak seluruh peserta Program JKN. Pada kegiatan Media Workshop bertema “Layanan Kesehatan Jiwa Hak Seluruh Peserta” yang digelar di Surakarta, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti menekankan pentingnya akses layanan kesehatan jiwa yang setara sebagai bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin kesehatan fisik maupun mental warganya, Selasa (16/9).
Ghufron menyatakan, layanan kesehatan jiwa tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Menurutnya, kesehatan jiwa adalah hak fundamental yang harus dijamin negara, dan BPJS Kesehatan bersama pemangku kepentingan terus memperkuat sistem layanan agar masyarakat yang membutuhkan mendapatkan akses pengobatan dan rehabilitasi.
"Terdapat tren peningkatan pemanfaatan layanan kesehatan jiwa dalam lima tahun terakhir. Sepanjang tahun 2020–2024, total pembiayaan pelayanan kesehatan jiwa di rumah sakit mencapai sekitar Rp6,77 triliun dengan total kasus sebanyak 18,9 juta. Skizofrenia menjadi diagnosis dengan beban biaya dan jumlah kasus tertinggi, yakni sebanyak 7,5 juta kasus dengan total pembiayaan Rp3,5 triliun," terangnya.
Pada tahun 2024, tercatat sekitar 2,97 juta rujukan kasus jiwa dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) ke rumah sakit. Ghufron menambahkan, provinsi dengan jumlah kasus tertinggi adalah Jawa Tengah sebanyak 3,5 juta kasus, disusul Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara.
"FKTP berperan penting sebagai pintu utama pelayanan kesehatan jiwa, tidak hanya menjadi kontak pertama, tetapi juga berfungsi sebagai pengelola kontinuitas pengobatan, koordinator layanan, sekaligus pemberi layanan komprehensif," tegas Ghufron.
BPJS Kesehatan juga mendorong deteksi dini masalah kesehatan jiwa melalui skrining berbasis Self Reporting Questionnaire-20 (SRQ-20) yang dapat diakses publik di situs resmi BPJS Kesehatan. Skrining ini membantu masyarakat mengenali gejala awal gangguan kejiwaan.
"Hasilnya menjadi dasar untuk pemeriksaan lebih lanjut di FKTP apabila terdapat indikasi medis. Pendekatan ini memperkuat upaya promotif dan preventif agar masalah kesehatan jiwa dapat ditangani sejak dini," ucap Ghufron
Selain itu, bagi peserta yang sebelumnya ditangani di rumah sakit dan dinyatakan kondisinya stabil, kini dapat dilanjutkan di FKTP melalui Program Rujuk Balik (PRB). Ghufron menerangkan, peserta JKN tetap dapat melanjutkan pengobatan yang lebih mudah dan lebih dekat dengan tempat tinggal mereka, serta lebih efisien dalam mengakses layanan kesehatan jiwa.
Ghufron menegaskan bahwa negara hadir melalui Program JKN untuk memastikan setiap peserta dapat mengakses layanan kesehatan jiwa. BPJS Kesehatan berkomitmen memberikan layanan kesehatan jiwa yang mudah, cepat, dan setara bagi masyarakat Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, psikolog klinis Tara de Thouars menilai langkah BPJS Kesehatan ini sejalan dengan kebutuhan mendesak dalam mengatasi masalah kesehatan mental di masyarakat. Ia menyoroti data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan 1 dari 10 orang Indonesia mengalami masalah mental, dan terdapat 72,4 persen karyawan yang disurvei juga mengaku mengalami masalah mental.
"Angka percobaan bunuh diri bahkan mencapai 10 kali lipat dibandingkan kasus bunuh diri yang tercatat setiap bulan. Bahkan survei Indonesia National Mental Health yang dilakukan pada tahun 2024 menunjukkan data bahwa sebanyak 39,4 persen remaja mengalami masalah mental dan setiap tahun meningkat 20 hingga 30 persen," terang Tara.
Tara menjelaskan bahwa pemicu timbulnya masalah kesehatan mental ini antara lain, tingkat stres yang tinggi, persaingan ketat di dunia kerja, masalah ekonomi, fear of missing out (fomo) terhadap sesuatu, sandwich generation, hingga tekanan dari media sosial.
"Tekanan ini memengaruhi kondisi emosi, pikiran, dan perilaku sehingga menghambat fungsi kehidupan sehari-hari. Sayangnya, stigma negatif masih kuat melekat di masyarakat, di mana orang dengan gangguan jiwa sering dicap sebagai lemah, kurang bersyukur, atau bahkan dianggap aib. Stigma ini membuat banyak individu memilih menyembunyikan masalahnya dan enggan mencari pertolongan," tambahnya.
Tara mengimbau untuk tidak memberi label negatif kepada pengidap kesehatan mental, karena akan membuat orang takut untuk mencari bantuan. Selain itu, berhenti menormalisasi gangguan mental sebagai hal biasa dan menganggap masalah mental sebagai sesuatu yang keren atau istimewa, karena membuat masalah tidak tertangani. Menurutnya, yang harus dinormalisasi adalah mencari bantuan profesional dan menemui psikolog atau psikiater.
“Sebelum kita mengharapkan keadaan menjadi lebih baik untuk diri sendiri dan orang sekitar, mulailah dengan menjaga kesehatan mental, karena tanpa kesehatan mental, apapun tidak akan ada artinya," ucap Tara.
Sementara itu, Plt. Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Arif Zainudin Surakarta, Wahyu Nur Ambarwati menyampaikan pihaknya siap melayani peserta JKN dengan prinsip humanistik. RSJD memiliki 213 tempat tidur untuk rawat inap, termasuk 177 tempat tidur psikiatri, serta instalasi rehabilitasi psikososial untuk membantu pasien meningkatkan kualitas hidup, kemandirian, dan produktivitas.
"Jumlah pasien rawat inap di sini paling banyak adalah peserta JKN dengan total lebih dari 90 persen, baik yang terdaftar pada segmen PBI maupun non-PBI. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien kesehatan jiwa di Surakarta dan sekitarnya sangat bergantung pada Program JKN untuk mengakses layanan kesehatan," jelas Wahyu.
Menurut Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar upaya sosialiasi skrining kesehatan jiwa berbasis SRQ-20 harus semakin digaungkan karena potensi kasus terkait kesehatan jiwa terus meningkat. Ia menekankan bahwa pencegahan timbulnya gangguan kesehatan jiwa merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, komunitas, dan masyarakat.
"Jumlah kasus gangguan jiwa terus meningkat tiap tahunnya, sehingga layanan kesehatan jiwa dalam Program JKN harus inklusif, berkesinambungan, dan tidak diskriminatif. Masyarakat juga harus memastikan keaktifannya sebagai peserta JKN, sehingga saat mengakses layanan kesehatan jiwa tidak menemui kendala," tegas Timboel.
Timboel berharap semakin banyak fasilitas kesehatan yang mampu menangani layanan kesehatan jiwa, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Semakin dekat layanan dengan masyarakat, semakin cepat pula gangguan mental dapat ditangani.
Manfaat Industri Hulu Migas bagi Pertumbuhan Ekonomi Kepulauan Riau: Energi yang Menyalakan Harapan
Oleh: Penyiar Radio Batam FM, Tri Wahyuni
Pendidikan sebagai Fondasi
"Kita jatuh karena tidak belajar. Kalau kita semua tidak bisa belajar, bagaimana kita akan mengejar mereka? Kumpulkan semua guru yang tersisa, karena sekarang kepada mereka kita akan bertumpu, bukan kepada kekuatan pasukan." Kalimat ini lahir ketika bom atom “Little Boy” dijatuhkan di Hiroshima, 6 Agustus 1945, oleh Kaisar Jepang ke-124, Hirohito. Sebuah pesan yang menegaskan bahwa kekuatan terbesar sebuah bangsa bukan terletak pada senjata, melainkan pada pendidikan.
Mengambil inspirasi dari kisah itu, kita memahami bahwa pendidikan adalah fondasi utama kemajuan. Di Kepulauan Riau (Kepri), salah satu motor penggerak pembangunan pendidikan datang dari industri hulu migas. Melalui berbagai program sosial, SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) telah membuka peluang baru bagi anak-anak pesisir dan pulau terluar. Contohnya, beasiswa khusus untuk pelajar asal Natuna yang diberikan setiap tahun. Walau jumlahnya terbatas, program ini memberi pesan kuat: anak-anak Kepulauan Riau berhak meraih masa depan lebih tinggi, sejajar dengan daerah lain di Indonesia.
Multiplier Effect Ekonomi
Manfaat kehadiran hulu migas tidak berhenti pada pemberian beasiswa. Efek berganda (multiplier effect) yang tercipta menyentuh banyak lapisan masyarakat. Anak-anak yang mendapat akses pendidikan lebih baik, memacu semangat guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Sekolah-sekolah di daerah operasi migas menjadi lebih aktif, dan keluarga yang terbantu biaya pendidikan merasakan keringanan ekonomi.
Di sisi lain, aktivitas migas menghadirkan ribuan pekerja yang sebagian besar direkrut dari tenaga kerja lokal. Data SKK Migas mencatat bahwa serapan tenaga kerja di wilayah kerja Kepri mencapai lebih dari 90 persen. Kehadiran pekerja ini menghidupkan ekonomi sekitar: warung makan, transportasi, kontrakan, hingga usaha kecil lainnya. Ketika sebuah proyek hulu migas berjalan, masyarakat lokal tidak hanya bekerja di perusahaan utama, tetapi juga di rantai pasokannya. Tukang las, teknisi, hingga pekerja konstruksi mendapat kesempatan kerja, sementara UMKM yang memasok makanan, logistik, atau transportasi turut berkembang. Dengan kata lain, industri hulu migas menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah yang menetes langsung ke masyarakat bawah.
Pemberdayaan dan CSR (Corporate Social Responsibility)
Selain sektor ekonomi, industri migas juga hadir melalui program tanggung jawab sosial (CSR). SKK Migas bersama KKKS rutin memberikan bantuan berupa pembangunan ruang kelas, perbaikan sarana belajar, pelatihan guru, hingga penyediaan listrik di pulau-pulau terluar melalui solar home system. Dukungan ini bukan hanya memperkuat kualitas hidup saat ini, tetapi juga menyiapkan generasi mendatang untuk menghadapi era transisi energi.
CSR ini menjembatani kebutuhan dasar masyarakat dengan peluang pembangunan berkelanjutan. Masyarakat pesisir merasakan akses energi lebih baik, anak-anak memiliki ruang belajar yang layak, dan guru mendapat pelatihan untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Semua ini adalah fondasi yang tidak hanya membangun hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan Kepulauan Riau.
Energi yang Menyalakan Harapan
Fakta ini menegaskan bahwa keberadaan hulu migas di Kepulauan Riau tidak bisa hanya dipandang dari sisi produksi minyak dan gas. Lebih dari itu, ia adalah investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia dan ekonomi lokal. Pendidikan anak-anak Kepulauan Riau yang lebih terjamin, guru yang semakin berkualitas, serta UMKM yang semakin tangguh adalah bukti nyata dari multiplier effect yang lahir dari industri ini.
Pada akhirnya, energi yang dihasilkan dari bumi Kepulauan Riau bukan hanya untuk menyalakan mesin dan lampu, tetapi juga untuk menyalakan harapan. Selama industri hulu migas terus bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah, Kepulauan Riau bukan hanya akan dikenal sebagai wilayah kaya energi, tetapi juga sebagai pusat pendidikan dan ekonomi yang melahirkan generasi unggul bagi Indonesia.
